Rasa Mengganjal bahwa Ada Yang Lebih dalam Hidup

Channeling dari Saul disalurkan oleh John Smallman

Pesta Paskah adalah suatu penggugah ingatan pada keesaan kalian dengan Tuhan dan oleh karena itu peringatan setiap tahun kisah Kebangkitan adalah langkah penting ke depan bagi seluruh manusia menuju Terjaga (Awakening) dari mimpi keterpisahan. Kebangkitan membawa bagi manusia peluang-peluang menuju kesadaran, yang mengingatkan orang pada pengetahuan yang terselubung selama ribuan tahun di bawah mantel atau tirai tidak peduli dan ignoran yang dikenakannya sendiri, bahwa kalian adalah Satu dengan Tuhan.

Ingatan tersebut muncul sekarang dalam kesadaran kolektif manusia dan membawa pada tujuan intensif kolektif untuk kembali kepada Realitas, untuk terjaga dari mimpi atau mimpi-mimpi buruk yang diselubungkan dalam diri kalian sejak momentum kalian memilih mengalami keterpisahan dari sumber keilahian kalian. Sesungguhnya, momentum pilihan itu hanya untuk sementara, tapi lingkungan keterpisahan yang kalian temukan di mana kalian memainkan permainan kalian memiliki aturan-aturan yang harus diperhatikan, atau jika kalian lebih suka, aturan-aturan alami yang hadir untuk mengawasi lingkungan yang membentuk permainan itu, dan salah satunya adalah waktu linear.

Oleh karena itu momentum tersebut tampak singkat, sejak kalian ribuan tahun lalu memutuskan memisahkan diri kalian dari Tuhan. Sebagian besar dari kalian punya perasaan sepertinya kalian adalah dan akan selalu menjadi makhluk-makhluk individual ~ pada kenyataanny bagi sebagian besar dari kalian pikiran untuk menjadi Satu dengan jutaan atau miliaran lainnya sangat memicu tentangan. Sementara itu sejumlah minoritas manusia, yang telah teringat pada kondisi sebenarnya keesaan mencoba membawa ingatan ini ke dalam kesadaran kolektif. Studi ilmiah modern juga mengkonfirmasi keterhubungan dengan semua secara mutlak, di mana sesungguhnya tidak ada pemisahan.

Pada waktu yang sama, permainan yang tampaknya ditunjukkan ilusi sangat jelas mendemonstrasikan realita pemisahan saat manusia terlibat dalam begitu banyak konflik intelektual atau konflik kekerasan fisik yang alami ~ religius, politis, ekonomi, ras, budaya dan tentu saja militer ~ yang menjadi penyebab penderitaan bagi banyak orang hanya untuk membuktikan bahwa satu pihak adalah benar dan pihak lainnya, mereka yang berada dalam oposisi, adalah salah. Dan tentu saja keseluruhan makna dari membentuk ilusi adalah agar itu tampak real, dan waktu linear dengan gerakan majunya yang tidak berubah, tampak membenarkan realitas tersebut.

Kalian membuat rencana-rencana di sepanjang waktu ~ rencana-rencana untuk karir kalian, untuk hubungan yang intim, untuk anak-anak kalian, untuk bisnis kalian, rencana-rencana untuk memanipulasi yang lain, untuk liburan kalian, rencana-rencana untuk masa pensiun kalian ~ sepanjang waktu memandang ke masa depan dan tidak melihat pada momentum sekarang yang sedang terjadi. Dan seringkali, ketika kalian menjadi lebih tua, kalian mulai merasa bahwa hidup telah melewati kalian, di mana kalian telah melewatkan hal-hal penting, dan kalian telah pasti memiliki perasaan itu! Tapi juga itu sering tidak tampak, dan kalian terlibat dalam sebuah hubungan baru, atau kalian kembali ke bangku sekolah dan belajar untuk mempersiapkan karir baru, untuk mengurangi perasaan yang mengganjal ini, bahwa ada yang lebih dalam hidup dibanding yang ditunjukkan oleh pengalaman-pengalaman kalian.

Perasaan yang mengganjal ini, di mana hidup telah melewati kalian adalah panggilan dari Diri kalian Sendiri yang lebih tinggi, Kalian Yang Sebenarnya, yang mencoba mengingatkan kalian akan tujuan kalian, mengapa kalian pada saat ini dalam perkembangan kalian, berinkarnasi di Bumi. Sejumlah dari kalian mencoba untuk mengerti apa yang mengganggu kalian dengan menempuh terapi, dan itu dapat membantu, jika kalian dapat menemukan seorang terapis yang menggeluti kebangkitan spiritual. Tapi panggilan sebenarnya bagi kalian untuk dilakukan adalah tidak melakukan apa-apa! Panggilan itu datang dari dalam, ia meminta kalian untuk pergi ke dalam batin dan menjadi tenang dan mengijinkan kalian sendiri untuk membuka diri bagi dan memiliki spiritual alami kalian sendiri, yang merupakan siapa kalian sebenarnya. Itu berarti melepaskan topeng-topeng yang kalian tampilkan kepada yang lain, bahkan di depan orang-orang yang paling dekat dan kalian cintai, topeng-topeng yang kalian tampilkan kepada dunia guna menutupi perasaan ketidaksempurnaan, rasa tidak cukup baik, yang kalian miliki.

Setiap orang melakukan itu, karena setiap orang menderita di bawah perasaan ketidaksempurnaan ini yang perlu mereka sembunyikan atau tutupi, dan Front yang berkembang selama masa kehidupan menjadi personifikasi yang kalian kenakan untuk menyembunyikan kalian apa adanya atau ketidaksempurnaan kalian. Dengan begitu kebanyakan hubungan, bahkan hubungan kalian yang terdalam sekalipun adalah topeng di atas topeng ~ Ilusi-ilusi di atas Ilusi-ilusi! Tidak ada seorang pun di Rumah! Tidak heran, jika kalian merasa tidak aman.

Jalan menuju rumah adalah melalui tempat suci batin kalian, tempat yang damai dalam batin, di mana kalian merasa aman dan di mana kalian aman. Setiap orang perlu meluangkan waktu setiap hari untuk tidak melakukan apa-apa di sana. Ada banyak bahasan tentang meditasi, dan berbagai metode atau jenis meditasi yang dapat kalian lakukan selama beberapa dekade terakhir ini di dunia Barat, karena telah diketahui bahwa mereka yang bermeditasi secara teratur jauh lebih mampu menghadapi beban-beban yang dihadapi kehidupan sehari-hari. Para dokter menyarankan ini.

Tapi secara umum apa yang diusulkan adalah sekitar 20 menit setiap hari duduk dengan tenang, hanya memperhatikan pikiran-pikiran kalian dan tidak terlibat dengan itu. Pada kenyataannya itu bagus, tapi perasaan yang mengganjal akan tetap ada, jika hanya itu yang kalian lakukan. Jadi, daripada kalian mengatur batasan waktu untuk meditasi kalian atau latihan menenangkan diri, duduklah saja sampai pikiran-pikiran kalian mulai bubar, sampai logika kalian menjadi lebih diam, hampir kosong, dan kemudian kalian akan merasakan Kehadiran penuh cinta Kalian Yang Sebenarnya. Jika itu terjadi, kalian dapat bertanya kepada diri Kalian Sendiri tentang perasaan mengganjal dari ketidakpuasan yang kalian alami, dan jika kalian jujur terhadap diri kalian sendiri, itu menakutkan kalian. Kemudian jika kalian dapat melanjutkan duduk dengan tenang agak lebih lama, dan menawarkan kepada diri kalian sendiri rasa terima kasih karena telah mendengarkan, itu akan memperkuat kedamaian kalian.

Selanjutnya dapat muncul sebuah jawaban atas pertanyaan kalian, atau sebuah situasi dapat terjadi yang menyediakan sebuah jawaban. Sangat mungkin bahwa itu sebuah jawaban yang tidak terduga, sebuah jawaban yang bijak dan penuh kasih karena itu datang dari Kalian Yang Sebenarnya, Kalian yang secara abadi Satu dengan Tuhan. Tanpa diragukan itu akan mengejutkan kalian, tapi jika kalian mengalami bentuk dan cara serta bimbingan yang memberi informasi atau jawaban semacam ini beberapa kali, kalian akan mempercayai diri kalian sendiri untuk percaya pada Diri Kalian Sendiri, dan hidup kalian akan mengalir lebih lancar dan penuh damai. Oleh karena itu gunakanlah kebijaksanaan batin ini, yang selalu ada bersama kalian, dan pergilah setiap hari ke dalam batin kalian untuk melatih mendengarkan dan nikmatilah hasil-hasilnya.

Dengan cinta yang begitu besar, Saul.

Diterjemahkan oleh kosmosindo dari: https://johnsmallman.wordpress.com/2016/03/27/the-nagging-feeling-that-there-must-be-more-to-life/

Advertisements

Terjadi Sesuai Kepercayaanmu

Semua Terjadi Sesuai Keyakinanmu

Kalian tidak perlu berbuat apapun, kalian tidak perlu meminta, saya juga tidak ingin kalian menyembah saya, saya ingin menjadi teman kalian. Saya ingin kalian hidup, kalian memiliki kegembiraan. Hiduplah, nikmatilah. Kalian dapat memiliki segala yang kalian harapkan. Penuhilah diri kalian dengan rasa terimakasih dan bayangkanlah dan itu akan terjadi.

Apa yang kalian percayai, akan terjadi. Selalu dan dijamin. Orang-orang tidak punya cukup uang? Maka mereka percaya, bahwa uang tidak mudah didapat. Mereka tidak percaya akan ke-serba berada-an saya, mereka melihat saya sebagai Allah yang berkekurangan. Sesuai kepercayaan mereka, itu akan terjadi pada mereka.

Kamu pikir, tidak cukup untuk memenuhi semua. Kepercayaanmu terjadi. Kamu pikir kamu tidak akan pernah menemukan partner yang tepat. Sesuai kepercayaanmu itu terjadi pada dirimu.
Kamu pikir, kamu tidak akan pernah sukses, kamu tidak akan pernah bisa mengatasi keraguanmu. Sesuai kepercayaanmu itu terjadi padamu.

Percayalah akan kebaikan, percayalah akan semua yang kamu inginkan. Berterimakasihlah bahwa itu sedang dalam perjalanan menuju padamu. Dan sesuai kepercayaanmu itu akan terjadi!

diterjemahkan kosmosindo dari sumber: https://www.facebook.com/GottesNachricht/

Lightworker III

Lightworker Berinkarnasi di Bumi

(Yeshua – dengan channeler (perantara) Pamela Kribbe)

Ketika kalian berinkarnasi di bumi, kalian baru saja memulai tahap transisi dari kesadaran berbasis ego menuju kesadaran berbasis hati. Kami telah menggambarkan bahwa transisi ini terdiri dari empat tahap. Kalian sudah menyelesaikan tahap pertama, ketika kalian menyadari adanya keinginan akan “sesuatu yang lain”, sesuatu yang berbeda dari perebutan kekuasaan yang sebelumnya mengisi kehidupan kalian.

Perjuangan ini memberi hidup kalian tujuan dan arti untuk jangka waktu yang cukup lama. Rasa takjub kalian akan kekuasaan, telah menggoda kalian untuk menggunakan manusia sebagai “boneka-boneka”dalam peperangan galaktik kalian. Semua kerajaan galaktik ikut terlibat di sini. Tapi ketika energi-energi pertempuran dipindahkan ke bumi, dengan manusia sebagai figur-figur permainan, kalian makin lebih bertindak sebagai pengamat dan menarik diri dari pertempuran secara langsung. Kalian melihat apa yang terjadi di bumi. Kalian melihat bagaimana manusia-manusia berkembang menjadi sesuatu, menjadi suatu kondisi yang sudah kalian capai lama sebelumnya. Kalian sudah menjadi pejuang-pejuang yang handal, dengan metode-metode canggih dalam memanipulasi psikis dan ilmu perang. Manusia berkembang menuju arah yang sama, dengan intervensi implan genetik yang kalian lakukan.

Implan genetika ini berpengaruh tingkat tinggi terhadap perkembangan mental manusia. Fungsi-fungsi dari insting alami dan perasaan mereka kurang lebih ditekan, demi keuntungan perkembangan fungsi berpikir dan berargumen.

Kami sudah menyebutkan bahwa perubahan-perubahan genetika ini, menyebabkan ketakutan tingkat tinggi dalam manusia yang sedang berkembang. Pada kenyataannya unsur ketakutan ini terkait erat dengan penekanan berlebihan dalam berpikir. Dalam situasi yang seimbang, rasa takut diatasi atau dibawa ke dalam perspektif oleh kemampuan intuitif alami kalian dan kemampuan kalian untuk merasa, apa yang benar atau selayaknya dilakukan. Tapi jika kemampuan berpikir yang mengambil komando, ketakutan cenderung menjadi makin besar, karena pikiran mengacu pada proses mekanisme yang logis, yang tidak mengijinkan intuisi atau perasaan memberi pengaruh pada proses tersebut. Bila akal terisi dengan emosi-emosi ketakutan, ia cenderung menjadi tidak terkendali dan memproduksi ide-ide yang sifatnya khayalan. Rezim-rezim diktator adalah contoh untuk akal-akal yang bergerak liar semacam ini.

Jawaban terhadap ketakutan tidak pernah didapat dengan lebih berpikir. Jawabannya adalah berpikir lebih sedikit dan mempercayai arus kehidupan. Itu adalah kembali pada kondisi kasih karunia yang merupakan hak lahir kalian. Jawabannya adalah melepaskan, bukannya mempertahankan.

Ketika fase pemerintahan ego berakhir dalam jiwa-jiwa lightworker, mereka terbuka untuk suatu eksistensi yang baru. Kalian secara intuitif menggapai energi dari hati. Kalian pada kenyataannya mencari suatu bentuk kreatifitas yang melebihi dari sekedar permainan kekuasaan. Kalian merasa, bahwa perebutan kekuasaan bersifat destruktif dan tidak dapat menciptakan apapun yang baru, karena kekuasaan memusnahkan dan menyamakan segala sesuatu yang “lain.”

Dengan mencoba untuk mengendalikan dan mendominasi hidup, baik di dalam ataupun di luar kalian, kalian sebetulnya mencoba menjadikan kenyataan statis dan dapat diprediksi. Pada akhirnya, kekuasaan sangat membosankan.

Ketika kalian menjadi sadar akan hal ini, kalian mengerti bahwa keinginan kalian sesungguhnya bukan untuk memiliki kekuasaan, melainkan untuk menjadi benar-benar kreatif. Benar-benar kreatif artinya, menjalin hubungan dengan ketuhanan kalian sendiri.

Karena kalian makhluk-makhluk ilahi, apapun yang kalian lakukan atau tidak lakukan, kalian terus menciptakan suatu bentuk realitas. Kreativitas adalah sifat alami kalian yang sebenarnya. Dalam fase ego, kalian mengeksplorasi kemungkinan-kemungkinan untuk mengingkari kealamian sejati kalian. Tentu saja ini suatu tindakan kreatif dalam tingkat tertentu, tapi dengan cara yang berbelit. Namun, menjadi kreatif yang sesungguhnya adalah menciptakan sesuatu yang selaras dengan kehidupan, bukan selaras dengan kematian.

Ketika kesadaran ini muncul pada kalian, ingatan akan “Rumah” tergugah. Kenangan samar-samar akan sebuah kondisi yang murni dan keesaan yang membahagiakan, memasuki kembali kesadaran kalian dan kalian tahu, bahwa ini entah bagaimana adalah kunci menuju kebahagiaan kalian. Tapi kalian merasa tidak berdaya dan tidak tahu, karena kalian tidak punya ide bagaimana kalian harus menghadapinya. Kalian tahu bahwa ego bukanlah jawaban bagi kalian, tapi kalian masih belum benar-benar mencapai alam kesadaran berdasarkan hati.

Pada waktu yang sama, makin tumbuh rasa menyesal dan bersalah dalam diri kalian terhadap apa yang kalian lakukan terhadap manusia di bumi.

Terutama di bumi, ada peluang-peluang luar biasa bagi kesadaran, untuk bebas mengekspresikan dirinya sendiri dalam berbagai cara. Bumi dulu dimaksudkan untuk menjadi pemersatu energi-energi yang berbeda, sebuah melting pot, dimana berbagai macam energi bahkan energi yang saling bertentangan, dapat menemukan sebuah jalan agar berada berdampingan dalam harmoni. Arena permainan energetis di bumi diciptakan untuk menjadi tempat menampung campuran energi-energi yang sangat heterogen.

Perbedaan antara hidup di bumi dan hidup di tempat-tempat lain dalam alam semesta, apakah di tingkat fisik atau astral, terletak pada keragaman luar biasa energi-energi yang hadir di bumi. Lebih dari itu, keragaman ini tidak hanya hadir sebagai spektrum amat luas dari bentuk-bentuk kehidupan atau spesies-spesies. Keragaman energi ini hadir di dalam satu makhluk hidup tunggal. Makhluk manusia mampu memiliki suatu spektrum bermacam-macam energi dalam dirinya, yang cakupannya lebih luas dibanding kemampuan makhluk lainnya. Kalian memiliki dalam diri kalian energi seorang pembunuh atau orang suci, energi anak-anak, orang dewasa dan orang tua, energi pria dan perempuan, energi pasif dan aktif, energi-energi rasional dan emosional, energi dari air, udara, api, tanah dsb. Ini bagi kalian sebagai manusia, tampaknya sangat mudah atau sudah wajar. Tapi bagi makhluk lainnya di alam semesta, itu suatu karya seni yang luar biasa indah. Sudah menjadi suatu karya seni yang luar biasa indah untuk menjadi manusia, tanpa harus melakukan sesuatu yang khusus.

Tapi kualitas paling unik dari manusia adalah kemampuannya untuk melebur energi-energi yang sebelumnya tampak tidak bisa dipadukan. Manusia dirancang tidak hanya untuk memiliki semua energi-energi yang berbeda ini, tapi juga untuk menjadi mediator, pembangun jembatan-jembatan diantara energi-energi tersebut.

Alasan mengapa Spirit atau Tuhan atau Semua Yang Ada mengembangkan konsep manusia adalah, dimana alam semesta telah bergerak ke dalam suatu kondisi tidak bergerak. Kesadaran, ketika mulai menjelajahi kehidupan di luar keesaan,melakukan uji coba berbagai bentuk kehidupan, di berbagai tingkatan dan berbagai tempat di alam semesta. Ketika sebuah jiwa sudah mengalami semua apa yang ada di sana dalam bentuk kehidupan tertentu, ia meninggalkannya – artinya ia tidak berinkarnasi lagi di dalam sana – dan pergi mencari bentuk kehidupan lain yang menjawab kebutuhan-kebutuhannya yang tertentu. Tidak ada kebutuhan untuk mentransformasi energi, selama ia hidup dalam sebuah bentuk kehidupan tertentu. Jika kalian berkeinginan untuk berubah, kalian berganti tubuh. Ini tidak terjadi karena jiwa-jiwa malas atau sekedar melihat segi luarnya saja. Kebanyakan tubuh fisik/raga, ditinjau dari kepadatan materi fisik sampai bentuk astral – terbatas dalam menyediakan kemungkinan pengalaman, dan oleh karena itu juga terbatas dalam peluang pertumbuhan dan transformasi, selama makhluk berada dalam tubuh tersebut. Tubuh tidak dapat menahan terlalu banyak energi yang berbeda. Jika kalian misalnya hidup di sebuah planet air, dimana kalian berinkarnasi sebagai makhluk air, ini memungkinkan kalian untuk mengalami sifat alami air dalam segala cara. “Rasa” menjadi cair, tidak padat, mengalir, selalu bergerak, itu benar-benar indah. Tapi jika kalian ingin memiliki pengalaman menjadi tetap dan tidak bergerak, maka kalian harus meninggalkan tubuh ini dan untuk sementara hidup di dalam sebuah gunung. Juga bila kalian hidup sebagai makhluk-makhluk galaktik yang sedang mencari kekuasaan, kalian tidak bisa benar-benar mengubah kesadaran yang ada dalam tubuh tersebut.

Konsekuensi dari keterbatasan ini atau spesialisasi lingkup pengalaman dalam tubuh tertentu inilah, yang menyebabkan dunia penciptaan dari bentuk-bentuk kehidupan menjadi buntu. Mereka tidak dapat lagi berkembang atau meluas, dan membuatnya terkunci ke dalam sejenis kondisi tidak bergerak.

Kekuatan unik dari makhluk manusia adalah kekuatan menanggung sebuah spektrum yang luas dari energi-energi yang berbeda dan membawa ini ke dalam sebuah keseimbangan yang kreatif, tidak statis. Sebetulnya kekuatan ini sama dengan kemampuan mengubah gelap menjadi terang, yakni kekuatan dari alkimia spiritual. Yang membawa energi-energi yang sebelumnya saling bertentangan ke dalam sebuah kondisi harmoni yang dinamis, adalah energi Terkristus, energi yang menjaga keesaan dalam menghadapi dualitas. Ini adalah energi yang sama, yang mengubah kegelapan, dengan cara ia menerima kegelapan dan dengan demikian mengijinkan ketakutan untuk berubah menjadi sukacita. Energi yang Terkristus adalah “energi ketiga” yang mempersatukan lewat menerima. Kekuatan alkimianya terletak dalam kualitas energi tersebut yang merangkul semua, menerima semua dan tidak mengenal takut.

Kalian sebagai makhluk manusia, adalah satu-satunya makhluk yang memiliki kemampuan untuk alkimia spiritual ini. Tidak ada tanaman, ataupun hewan,ataupun malaikat ataupun “kekuatan-kekuatan gelap” yang memiliki kekuasaan ini.

Semua jiwa dapat mengalami bagaimana rasanya menjadi cahaya, bagaimana itu menjadi gelap, bagaimana rasanya menjadi semua jenis bentuk makhluk yang hidup yang mungkin di alam semesta, tapi mereka tidak dapat mengalami bagaimana itu mengubah kegelapan menjadi cahaya, sambil tetap berada dalam bentuk kehidupan aktual kalian. Mereka tidak dapat membayangkan bagaimana rasanya mengubah kesadaran di tingkat dalam/batin dengan cara dimana kalian menciptakan sendiri realitas fisik dan spiritual yang berbeda bagi kalian, sambil kalian terus berjalan.

Jiwa-jiwa yang berinkarnasi dalam bentuk kehidupan lain, bukan dalam kehidupan manusia, juga “menciptakan realitas mereka” dan punya kehendak bebas, tapi mereka kurang memiliki kemungkinan, untuk mengalami rentang kondisi kesadaran yang sangat jauh berbeda dan bahkan kesadaran yang saling bertentangan, sembari masih berada dalam tubuh (manusia) yang sama. Kalian sebagai manusia, adalah pembangun jembatan, atau ahli alkimia spiritual, dan itulah yang membuat bumi dan manusia menjadi demikian unik.

Kini kami kembali pada kisah kami tentang jiwa-jiwa lightworker, yang merasa menderita dan menyesal karena campur tangan mereka terhadap manusia. Mereka menyadari bahwa di bumi, seluruh permainan yang sama sekali baru sedang dibentuk, sebuah permainan penuh janji-janji, yang peluang terbaiknya telah mereka rusak. Ini menyebabkan penyesalan dalam diri mereka. Pada tingkat tertentu, mereka juga menyadari bahwa dengan tindakan-tindakan egoisnya, mereka menghalangi perjalanannya sendiri menuju cahaya dan kegembiraan yang sejati.

Jadi ketika kalian terbangun dari mimpi-mimpi ego, kalian melihat bumi adalah tempat yang sangat indah, sebuah planet yang hijau dengan dengung kehidupan. Ini membangkitkan kenangan indah dalam diri kalian. Kalian hadir di saat paling awal dimulainya kehidupan di bumi. Kala itu bumi belum kehilangan kepolosannya. Di masa lampau ini, jauh sebelum kalian jatuh dalam kesadaran prajurit, kalian adalah bagian dari surga di bumi, sebagai makhluk-makhluk surgawi yang menjaga dan merawat kehidupan. Kalian adalah malaikat-malaikat di Taman Eden. Juga meskipun kalian selanjutnya menampilkan sisi gelap kalian sebagai prajurit-prajurit galaktik, kalian juga memperhatikan bumi, dengan menampilkan cahaya dan aspek-aspek murni kalian di masa lampau, dimana kalian mempersiapkan planet ini untuk kedatangan jiwa-jiwa bumi. Kalian ikut berkontribusi dalam pengembangan planet hijau ini, dan dalam tingkatan tertentu kalian juga mengetahui ini, ketika kalian keluar dari kondisi kesadaran “prajurit” kalian. Kalian tahu, kalian telah menghancurkan sesuatu yang telah kalian bina dan bantu dalam penciptaannya.

Ketika kalian menyadari janji-janji dan kecantikan bumi, kalian merasa adanya desakan dalam diri untuk turun ke sana dan memperbaiki apa yang telah kalian rusak. Kalian berinkarnasi ke dalam tubuh-tubuh manusia, dengan tujuan membawa cahaya dan menciptakan nilai-nilai berbasis hati, di dalam lingkungan yang sebagian besar didominasi oleh nilai-nilai egoistis. Kami ingin sedikit lebih menjelaskan tentang motif membawa cahaya ini, karena ada sesuatu yang sering menyebabkan kerancuan dan kesalahpahaman pada kalian.

Ketika kalian para lightworker berinkarnasi di bumi, kalian baru memulai sebuah proses transformasi di dalam, dimana kalian akan menyelesaikan transisi kalian sendiri, dari kesadaran berbasis ego menuju kesadaran berbasis hati. Kalian sedang berada di jalan untuk sepenuhnya melepaskan kesadaran berbasis ego, dan kehidupan di bumi menyediakan bagi kalian, kesempatan untuk menangani apa yang masih tersisa dari kesadaran berbasis ego dalam diri kalian. Energi-energi yang ingin kalian bersihkan dari diri kalian, akan kalian temui di dalam makhluk yang telah kalian manipulasi dan di mana sekarang kalian akan hidup: di dalam manusia, dalam diri kalian sendiri.

Motif terdalam kalian datang ke bumi adalah mengatasi kegelapan dalam diri kalian sendiri, dan kalian setuju menemui kegelapan dalam diri kalian sendiri, sebagai makhluk manusia. Meskipun kalian sering berpikir kalian di sini (bumi) untuk membantu orang lain atau membantu ibu bumi, tapi alasan paling mendasar keberadaan kalian di sini adalah menyembuhkan kalian sendiri. Ini adalah pekerjaan cahaya kalian yang sebenarnya. Hal-hal lainnya hanya peringkat kedua.

Pada tingkat paling dalam, jiwa-jiwa kalian ingin mengambil alih tanggung jawab bagi kegelapan yang disebarkannya. Tapi mengambilalih tanggung jawab bagi sisi gelap kalian, pada prinsipnya adalah proses yang soliter (bersifat sendiri). Itu tidak melibatkan orang lain yang perlu kalian bantu atau sembuhkan. Ini hanya meliputi kalian sendiri. Kalian akan membantu yang lain dalam proses ini, tapi itu adalah efek sekunder. Penting untuk mengetahui aturan yang benar hal-hal di sini, karena kalian punya kecenderungan terlalu rajin membantu orang lain. Antusiasme untuk membantu orang lain ini, sering terbukti menjadi jebakan, karena energi-energi kalian berbaur dengan energi orang lain, dan karenanya kalian sering merasa kehabisan tenaga dan kecewa sesudah itu. Tolong diingat:memberi lebih banyak daripada yang kalian terima bukan sesuatu yang mulia atau berdasarkan hati, itu hanya suatu kesalahan. Kesalahannya adalah dimana kalian berpikir, bahwa kalian bertanggung jawab atas sebuah situasi orang lain atau kondisi jiwa orang lain. Ini tidak benar. Setiap orang bertanggung jawab atas kebahagiaan atau ketidakbahagiaannya sendiri. Dan itu benar-benar suatu karunia, karena itu menyediakan siapapun dengan kekuasaan untuk mencipta, dan dengan begitu juga untuk mengubah realitasnya masing-masing.

Kalian bukan berada disini untuk “membenahi” orang lain atau ibu bumi. Kalian ada disini untuk menyembuhkan luka mendalam di dalam diri kalian sendiri. Tolong perhatikan tugas kalian ini, dan semua yang lain akan terjadi dengan sendirinya tanpa perlu susah payah kalian.

Ketika kalian datang ke bumi dan berinkarnasi dalam tubuh-tubuh manusia, kalian sudah bertekad bulat untuk memerangi energi-energi yang ingin kalian atasi. Pada tahap itu, kalian berada dalam situasi yang paradoks. Di satu sisi, kalian tahu bahwa kalian ingin “sesuatu yang lain” dibanding kekuasaan, dan kalian membenci diri kalian sendiri untuk hal-hal yang sebelumnya salah kalian lakukan. Kalian masih belum bebas dari apa yang kalian benci dalam diri kalian sendiri. Ketika kalian datang ke bumi, kalian memiliki tendensi merasa kesal terhadap kegelapan, marah terhadapnya, dan reaksi kalian adalah untuk memerangi itu. Paradoks dalam hal ini adalah kalian ingin memerangi energi-energi egoistis dengan perjuangan, jadi justru dengan energi yang sebetulnya ingin kalian lepaskan.

Kalian sampai saat itu masih belum sadar akan makna sebenarnya kesadaran yang berbasis hati. Jika kalian mengamati dari hati, maka tidak ada pertempuran antara Baik dan Buruk. Kenyataan hati melampaui keduanya. Hati tidak menentang kegelapan. Kesadaran yang berbasis hati fondasinya terletak padapenerimaan akan segala sesuatu, semua yang ada. Itu adalah sejenis kesadaran yang melepaskan ide bahwa perjuangan dapat menyelesaikan segalanya.

Meskipun kalian merindukan kedamaian, cara non-berjuang dalam menghadapi realitas, kalian tidak memiliki pengalaman tentang kehidupan sebenarnya di luar gagasan ini. Kalian benar-benar berada di sebuah “dalam zona antara”, sebuah kawasan tak bertuan, sebelum kalian memasuki sebuah alam kesadaran baru.

Jadi kalian mulai melakukan segala macam “kesalahan”, dalam arti, kalian kembali jatuh dalam kebiasaan-kebiasaan lama, yang sebetulnya ingin kalian tinggalkan. Kalian berusaha mengubah atau mengganti siapapun atau kelompok manapun, yang menunjukkan perilaku yang berdasarkan ego atau menyebarkan nilai-nilai berbasis ego. Tapi mereka bereaksi secara agresif terhadap kalian, bahkan seringkali tidak mengerti apa yang sebetulnya kalian inginkan dari mereka. Para lightworker selama berabad-abad dianiaya sebagai tukang sihir, kafir atau penghasut politik. Mereka tampaknya didorong gagasan-gagasan ideal, yang mana dunia belum siap untuk itu. Mereka tampak berbeda dari yang lain dan keberadaannya tidak cocok dengan dunia.

Apa yang terjadi di sini adalah, dimana kalian berganti masuk ke dalam peran sebagai korban, setelah memainkan peran sebagai penyerang untuk waktu sangat lama di alam galaktik. “Kemarahan spiritual” kalian, mengundang reaksi-reaksi kemarahan dari lingkungan kalian, dan kalian menjadi korban, mengalami rasa dipermalukan, rasa sakit yang mendalam dan ketidakberdayaan. Trauma mengalami penolakan dan/atau dibuang yang terulang dalam beberapa kehidupan, meninggalkan bekas-bekas luka pada jiwa kalian. Akhirnya kalian merasa tidak berdaya dan tidak diterima. Banyak dari kalian dalam hidup ini merasa lelah dan homesick akan dunia yang lebih mencintai dan penuh arti.

Hal yang penting untuk kalian mengerti, bahwa peran menjadi korban sebetulnya hanya: sebuah peran yang kalian mainkan. Itu salah satu kemungkinan menginterpretasi fakta-fakta, tapi itu dalam bentuk yang sempit dan mengacaukan. Kalian bukan korban ataupun pelaku. Kalian adalah kesadaran jiwa-jiwa, yang menciptakan sendiri peran-peran bagi kalian, yang dapat kalian mainkan untuk sesaat.

Kalian tidak benar-benar menjadi korban dunia yang berpikiran materi dan egoistis.

Pada kenyataannya, benturan-benturan yang kalian alami dengan energi-energi agresif, non kooperatif dalam banyak masa hidup kalian, hanyalah cermin balik bagi keterikatan kalian sendiri pada kesadaran berbasis ego, ketergantungan kalian sendiri pada ego. Jika kalian berusaha mencapai hasil melalui perjuangan, maka kalian akan mendapatkan kembali energi-energi perjuangan tersebut. Ini tidak lain adalah energi-energi kalian sendiri dulu/sekarang, yang kembali lagi kepada kalian! Danhanya itu arti dari karma.

Kecenderungan memerangi “jahat” memiliki akar pada keyakinan, bahwa jahat adalah sesuatu yang eksis di luar kalian dan yang harus dilenyapkan dari realitas. Tapi undangan spiritual kepada kalian para lightworker adalah agar selama semua inkarnasi kalian, kalian selalu dapat mengenali sisi gelap kalian sendiri dan menerimanya dan mengerti tentang peran dan tujuannya.

Undangan paling dalam kepada kalian adalah untuk memaafkan diri kalian sendiri dan menemukan kembali kepolosan kalian. Kalian adalah tidak bersalah (polos) dan itu sudah selalu demikian. Dapatkah kalian benar-benar mengerti hal itu? Jika kalian mengerti, maka kalian tidak akan lagi ingin mengubah dunia atau memerangi ketidakadilan. Kalian akan ingin bermain, memiliki kesenangan dan menikmati setiap saat dalam kehidupan kalian dan hanya menjadi kalian apa adanya dan membagi itu dengan yang lain.

Bila kalian lightworker melepaskan ide-ide, bahwa kalian harus berjuang untuk sesuatu atau untuk seseorang, maka kalian tidak akan lebih lama ditentang oleh “dunia luar”, oleh masyarakat atau orang-orang lain secara umum, karena kalian berbeda. Kalian akan tidak ingin lagi mengubah sesuatu,dan oleh sebab itu kalian juga tidak akan lagi menemui perlawanan. Kalian akan tahu bahwa kalian diterima, bahwa kontribusi kalian untuk kenyataan ini sangat berharga, dan bahwa kalian dihargai oleh yang lain.

Jika kalian sudah sepenuhnya meninggalkan kesadaran berbasis ego, kalian akan tahu bahwa kalian bebas dari penganiayaan atau ancaman dari luar. Kalian akan telah dapat melampaui peran-peran menjadi korban atau penganiaya; perjalanan kalian akan menjadi lingkaran penuh. Kalian akan melepaskan beban-beban karma kalian, dan kalianakan benar-benar bebas untuk menciptakan apa pun yang kalian inginkan.

Kalian berada pada ambang lahirnya sebuah kesadaran baru. Ini adalah sejenis kesadaran, yang benar-benar melepaskan kebutuhan untuk mengawasi atau memiliki sesuatu. Kesadaran ini bebas dari takut. Ini adalah kesadaran Kristus.

Ketika saya, Yeshua, hidup di bumi, saya ingin mengatakan kepada kalian bahwa spiritualitas bukan menyangkut perang antara terang dan gelap. Itu menyangkut menemukan sebuah tingkat kesadaran, yang melampaui baik dan buruk, sebuah tempat di mana kalian dapat mengerti dan menerima segala hal ini. “Kerajaan Tuhan terletak pada kalian”. Semua yang kalian butuhkan ada dalam kalian. Damai, sukacita dan ketenangan adalah milik kalian, jika kalian benar-benar menyadari siapa kalian sebenarnya: makhluk ilahi yang hidup dalam ekspresi fisik.

Hanya jika kalian menyadari, bahwa kalian di sini untuk mentransformasi dan untuk menyembuhkan diri kalian sendiri, maka hal-hal akan benar-benar mulai berubah bagi kalian, dan sebagai efek sampingnya, bagi orang lain di sekitar kalian. Dunia adalah apa adanya, dan hal tertinggi yang dapat kalian lakukan untuknya adalah cukup dengan mencintai dunia seperti apa adanya. Cintailah dan lihatlah keindahan dalam setiap makhluk hidup yang sedang melakukan perjalanan melalui pesawat realitas ini.

Banyak di antara kalian yang tergerak oleh energi saya, energi dari Yeshua atau Yesus. Ini karena saya adalah salah satu dari kalian. Saya dulu hanyalah seorang lightworker yang tidak terbebani oleh ikatan-ikatan karma, seorang lightworker yang memiliki tingkat tinggi pengertian akan diri sendiri. Kalian tersentuh oleh energi saya, karena kalian tahu, ini adalah energi yang sedang kalian tuju. Energi Kristus adalah energi masa depan diri kalian sendiri.

Penerjemah: Dyan Andriana Kostermans

© Pamela Kribbe www.jeshua.net

 

 

Sekarang yang kamu lakukan semua benar!

Sekarang yang kamu lakukan semua benar! 

Tanggal 16 Maret adalah „Hari Apapun Yang Kamu Lakukan Adalah Benar“. Ini dirayakan terutama di Amerika Serikat. Yang membawa saya pada pertanyaan, apa itu „benar“. Dalam penggunaan Bahasa Jerman „Yang benar“ diterapkan sejak abad ke-15. Itu merunut pada „lurus, mengarah pada ikatan acuan“. Oleh karena itu pemikiran: Pada ikatan acuan yang mana kita mengarahkan tindakan kita, sikap-sikap kita?
Apa yang dinilai „benar“ pada kita, adalah tabu di lingkungan budaya lainnya. Dan kita tidak perlu sampai melihat pada negara-negara lain, ke benua lain. Sering itu sudah terjadi, apa yang dalam sebuah keluarga dianggap “benar”, di keluarga sebelah salah total. Itu sudah dimulai dengan bagaimana orang menekan tube pasta gigi, menggantung handuk atau membumbui sop sayur.

Pippi Langstrumpf atau Mainstream?

Seberapa sering kita memiliki perasaan, menjadi tidak „benar“. Bahkan tanpa melakukan salah pun, perasaan sering terletak pada „menjadi“ dan bukan dalam „melakukan“. Benar untuk apa, untuk siapa, dalam konteks apa – di sini pertanyaannya.
Apakah saya tepat selaras pada „ikatan haluan“ atau saya sudah meleset 2 cm? Dan siapa yang telah meletakkan ikatan haluan saya pribadi?
Apakah saya harus berenang mengikuti Mainstream?
Atau saya cenderung mengikuti Pippi Langstrumpf dan membuat dunia saya sendiri – seperti yang saya sukai.

Dan bagaimana saya menilai perilaku orang lain? Dari situ kita juga dapat melihat, apa yang dalam alam semesta kita “benar” dan “salah”. Sebuah kalimat yang penting dalam kaitan ini: Peta bukanlah kawasan.
Semua yang dapat kita persepsi dengan lima indera kita, kita gambar dalam otak kita. Jadi Kawasan Realitas terbentuk dari Peta internal Otak Kita. Dan sering peta pribadi kita, hampir tidak ada kaitannya dengan realitas yang sebenarnya.
Siapa yang ingin berbicara tentang benar dan salah?
Tanggal 16 Maret diharap secara terbuka mendorong untuk mengkaji Keraguan Diri sendiri.

Dan bagi banyak orang juga baik, setidaknya dalam satu hari menjadi sadar, bahwa semua, apa yang mereka lakukan adalah benar. Ini dapat diperluas menjadi beberapa hari dalam setahun. Siapa yang melakukan dengan sadar sesuatu yang salah atau buruk? Dapatkah saya lebih baik atau „lebih benar“, maka saya juga akan melakukan itu.

Dewi yang dipilah-pilah

Dan apa kaitannya itu semua dengan Dewi-Dewi atau Perempuan? Justru kita perempuan terutama senang memakai korset yang sangat ketat, yang ditentukan dari luar, apakah kita masih berada dalam norma-norma. Itu sayangnya, sudah menjadi tradisi sejak ribuan tahun dan masih sering terjadi.

Asal usul Dewi-Dewi Terpandang“ – Model-model peranan bagi para perempuan di dunia ini – adalah semua, semua, semuanya. Pintar dan cantik, menggoda dan rapuh, cinta damai dan suka berjuang, memberi nutrisi dan tegar, melahirkan dan membawa kematian. Mereka mencakup dalam keseluruhan Makhluk-nya semua yang telah terjadi, yang sedang dan akan terjadi, semua sifat dan kenyataan.

Dewi Isis dari Mesir misalnya, dipandang sebagai Lambang semua Keberadaan, ini secara otomatis diterapkan pada semua perempuan. Dan dengan itu tidak ada sama sekali penilaian „benar“ dan „salah“. Dan jika ini berlaku bagi Dewi, maka ini juga berlaku bagi perempuan.

Pengaruh-pengaruh patrilineal telah memilah-milah Kekuasaan menyeluruh yang terkait hal ini. Contoh yang paling terlihat untuk itu adalah mitos dari Hera, Athena dan Aphrodite. Dalam sejarah yang dikenal, yang memicu Perang Troya, ketiga Dewi yang aslinya mencakup keseluruhan ini, direduksi dalam proporsi tanggung jawab yang sangat sempit: Hera menjanjikan para gembala anak buah Paris kekuasaan politis dan dominasi di Asia, Athena Kebijaksanaan dan Seni Berperang, Aphrodite mengiming-iminginya wanita tercantik di dunia dan dengan demikian sensualitas dan erotik. Di sini dapat jelas dilihat, bagaimana Dewi-Dewi Besar pada transisi dari matrilineal ke patrilineal dibagi-bagi dalam berbagai aspek dan dengan demikian membatasinya.

Karena dari mana kita dapat ke sana, jika seorang Dewi dalam kaitan ini Perempuan berkuasa, pintar dan sensual secara sekaligus? Dan di situ kita masih heran, bahwa perempuan merasa tidak „benar.“ Hanya karena mereka tidak memenuhi klise peran-peran yang disisipkan kepada mereka.

Oleh karena itu pada hari ini „Hari Semua yang Kamu lakukan adalah benar“ kutipan kesukaan saya dari Luisa Francia: Keluarlah dari peran, jika tidak kamu menggelinding masuk ke dalam jebakan.

Cobalah sekali pada hari ini, karena tanggal 16 Maret ini kalian toh tidak dapat melakukan kesalahan apapun ;o)

Di-reblog dan diterjemahkan kosmosindo dari:

https://artedeablog.wordpress.com/2016/03/16/heute-machst-du-alles-richtig/

Oh Göttin

Isis1Der heutige 16. März ist der „Alles-was-Du-machst-ist-richtig-Tag“. Dieser wird vor allem in den U.S.A. gefeiert.
Das bringt mich auf die Frage, was „richtig“ ist.
Im deutschen Sprachgebrauch ist „Richtigkeit“ seit dem 15. Jahrhundert belegt. Das ist zurückzuführen auf „gerade, nach der Richtschnur ausgerichtet”.
Daher die Überlegung: Nach welcher Richtschnur richten wir unser Tun, unser Verhalten aus?
Was bei uns als „richtig“ bewertet wird, ist in einem anderen

View original post 602 more words

Lightworker II

Lightworker (Pekerja Cahaya) II 

Yeshua – sebagai channeler/perantara Pamela Kribbe

Sejarah Galaktik Lightworker

Kelahiran dari Jiwa-jiwa

Jiwa-jiwa Lightworker sudah lama lahir sebelum bumi dan kehidupan manusia dimulai.

Jiwa-jiwa lahir dalam gelombang. Di satu sisi jiwa abadi, tanpa awal dan tanpa akhir. Tapi di sisi lain, jiwa lahir pada titik waktu tertentu. Ini terjadi pada titik waktu, dimana jiwa mencapai kesadaran diri masing-masing. Sebelum titik waktu tersebut jiwa-jiwa juga ada, tapi hanya sebagai kemungkinan. Masih belum ada kesadaran tentang saya dan yang lain.

Kesadaran tentang “saya” muncul ketika entah bagaimana ditarik garis pemisah antara kelompok-kelompok energi. Kami harus kembali menggunakan metafora untuk menjelaskan hal ini.

Berpikirlah sejenak tentang samudra dan bayangkanlah itu sebagai kawasan amat luas energi-energi yang mengalir. Aliran-aliran yang terus-menerus saling menyatu dan kembali terpisah. Coba bayangkan, dimana sebuah kesadaran menyebar memasuki seluruh samudra ini. Sebut saja samudra sebagai spirit, jika kalian mau. Setelah beberapa lama di tempat-tempat tertentu di samudra, terbentuk konsentrasi-konsentrasi kesadaran. Di sini kesadaran lebih terpusat, tidak terlalu tersebar (difus) dibanding kawasan di sekitarnya. Di seluruh samudra terus-menerus terjadi proses pemisahan, yang menyebabkan bentuk-bentuk, tapi transparan, terbentuk di samudra. Bentuk-bentuk ini, yang merupakan titik-titik kesadaran terpusat, bergerak mandiri, tidak tergantung dari lingkungannya. Ia merasa terpisah dari samudra (spirit). Apa yang terjadi di sini adalah kelahiran rasa paling mendasar bagi Diri Sendiri atau Kesadaran Diri.

Mengapa titik-titik kesadaran terpusat justru terbentuk di suatu tempat tertentu di samudra dan bukan ditempat lain? Itu sangat sulit dijelaskan. Tapi dapatkah kalian merasakan, bahwa itu merupakan sesuatu yang sangat biasa? Jika kalian menyebar bibit ke tanah, kalian akan menyimpulkan bahwa tanaman-tanaman kecil yang tumbuh dari situ, semua berkembang dalam waktunya masing-masing dan dengan iramanya sendiri. Beberapa bahkan tidak tumbuh sama sekali. Di seluruh kawasan ada perbedaan. Mengapa? Energi dari samudra (Spirit Samudra), secara intuitif mencari kemampuan berekspresi yang terbaik untuk semua alirannya yang beragam, atau dengan kata lain untuk tingkatan-tingkatan kesadaran.

Selama pembentukan titik-titik kesadaran individu dalam samudra, ada kekuatan di samudra yang bekerja dari luar, atau begitu kelihatannya. Ini adalah kekuatan inspirasi ilahi, yang dapat dipahami sebagai aspek pria dari Itu yang yang menciptakanmu. Sementara samudra mewakili aspek perempuan, sisi yang menerima, aspek pria dapat dibayangkan seperti sorotan sinar yang mengalir ke samudra, yang menunjang proses pembedaan dan pemisahan menjadi gumpalan-gumpalan individu kesadaran. Itu ibaratnya sinar matahari, yang menghangati kecambah.

Samudra dan sorotan cahaya bersama-sama membentuk sebuah kesatuan atau entitas yang mungkin dapat disebut sebagai archangel.* Ini adalah sebuah energi arketipe (purwarupa) dengan kedua aspek baik pria maupun perempuan, dan energi malaikat inilah yang memanifestasikan atau mengekspresikan dirinya sendiri kepada kalian. Kita akan kembali pada penjelasan tentang archangel secara lebih rinci dalam bab terakhir Serial Lightworker, yang berjudul “Cahayamu Sendiri”.

Setelah jiwa lahir sebagai sebuah unit kesadaran individual, perlahan-lahan ia meninggalkan kondisi keesaan dalam samudra ini, yang telah menjadi rumahnya untuk waktu lama. Jiwa semakin bertambah sadar, bahwa ia menjadi terpisah dan menjadi berdiri sendiri.

Dengan kesadaran ini, rasa kehilangan atau kekurangan muncul dalam jiwa untuk pertama kalinya. Ketika jiwa memulai perjalanan penyelidikan sebagai entitas yang mandiri, dalam dirinya jiwa membawa kerinduan tertentu akan keutuhan, sebuah keinginan untuk tergabung dalam sesuatu yang lebih besar dari dirinya sendiri. Jauh di dalam dirinya, jiwa tetap menyimpan memori sebuah kondisi kesadaran, dimana segalanya adalah satu, dimana tidak ada “saya” dan “yang lain.” Ini apa yang dipahaminya sebagai “rumah”: kondisi keesaan yang membahagiakan, sebuah tempat yang aman sepenuhnya dan serba mengalir.

Dengan memori di belakang pikiran ini, jiwa memulai perjalanannya melewati realitas, melewati berbagai bidang pengalaman dan eksplorasi batin yang tak terhitung jumlahnya. Jiwa yang baru lahir didorong oleh rasa keingintahuan dan memiliki kebutuhan besar akan pengalaman. Ini adalah unsur yang tidak ada dalam kondisi kesatuan di samudra. Jiwa sekarang bebas menyelidiki segala sesuatu yang ingin diselidikinya. Ia bebas untuk mencari keutuhan lewat segala macam cara.

Di dalam alam semesta ada tingkatan realitas yang tak terhitung jumlahnya untuk dijelajahi. Bumi hanya salah satu dari itu dan masih ada lagi yang dipandang dari skala kosmik, terbentuk jauh belakangan. Seperti semua hasil penciptaan, bumi juga merupakan manifestasi dari visi dan pemikiran di dalam. Bumi tercipta dari keinginan dari dalam untuk mempertemukan unsur-unsur berbagai realitas yang tidak saling terselaraskan. Bumi dirancang untuk menjadi melting pot bagi spektrum besar berbagai pengaruh. Kami akan menjelaskan hal ini nanti. Sekarang cukup diketahui, bahwa bumi adalah pendatang yang relatif akhir di panggung kosmik, dan dimana banyak jiwa yang sebelumnya sudah mengalami banyak kehidupan penjelajahan dan perkembangan di tingkat realitas lainnya (planet, dimensi, sistem bintang, dsb.), jauh sebelum bumi lahir.

Lightworker (pekerja cahaya) adalah jiwa-jiwa yang sudah pernah banyak, banyak sekali hidup di tingkatan-tingkatan lain ini, sebelum mereka untuk pertama kalinya berinkarnasi di bumi. Itulah yang membedakan mereka dari “jiwa-jiwa bumi”, sebagaimana kami menyebutnya berdasarkan kenyamanan. Jiwa Bumi adalah jiwa-jiwa, yang dalam perkembangannya sebagai kesatuan kesadaran individual, cukup dini berinkarnasi di bumi. Orang bisa mengatakan, mereka memulai siklus kehidupan di bumi ketika jiwa mereka masih di tahap bayi. Pada saat itu jiwa-jiwa lightworker sudah “tumbuh dewasa”. Mereka sudah mengumpulkan banyak pengalaman dan bentuk hubungan yang mereka lakukan dengan jiwa-jiwa bumi ibaratnya orang tua dan anak-anak.

Perkembangan Kehidupan dan Kesadaran di Bumi

Perkembangan biologis kehidupan di bumi (evolusi kehidupan) terkait erat dengan perkembangan spiritual dan ekspresi diri dari jiwa-jiwa bumi. Meskipun tidak ada jiwa yang terikat pada planet tertentu, kalian masih dapat mengatakan bahwa jiwa-jiwa bumi adalah penduduk asli planet bumi. Hal ini karena sebagian besar perkembangan mereka terbentuk di bumi. Pertumbuhan kesadaran mereka, kira-kira bertepatan dengan perkembangan berbagai bentuk kehidupan di bumi.

Ketika unit-unit kesadaran individual lahir, mereka agak mirip dengan sel-sel fisik tunggal dipandang dari struktur dan peluangnya. Sama seperti sel-sel individual yang memiliki struktur yang relatif sederhana, gerakan batin dari kesadaran yang baru lahir transparan. Masih belum banyak diferensiasi yang terbentuk di dalamnya. Ada sebuah dunia dengan berbagai kemungkinan bagi mereka, secara fisik maupun spiritual. Perkembangan dari unit kesadaran yang baru lahir menjadi tipe kesadaran yang merefleksikan diri sendiri, dapat mengamati dan bereaksi terhadap lingkungannya, mungkin bisa dibandingkan dengan perkembangan organisme bersel tunggal menjadi organisme yang hidup secara kompleks, yang berinteraksi dengan lingkungannya dalam berbagai macam cara.

Kami di sini membandingkan perkembangan kesadaran jiwa dengan perkembangan biologis kehidupan, dan kami melakukannya bukan hanya secara metafora. Pada kenyataannya perkembangan biologis kehidupan yang terjadi di bumi, harus ditinjau dari latar belakang kebutuhan spiritual akan penjelajahan dan pengalaman dari sisi jiwa-jiwa bumi. Kebutuhan ini atau keinginan untuk menjelajahi, menyebabkan terjadinya perkembangan keragaman bentuk kehidupan di bumi. Seperti sudah kami katakan, penciptaan selalu merupakan hasil dari gerakan kesadaran di dalam. Juga meskipun teori evolusi, seperti yang saat ini dianut oleh ilmu pengetahuan kalian, sampai batas-batas tertentu benar dalam menggambarkan evolusi bentuk kehidupan di planet kalian, tapi itu sama sekali tidak memperhatikan dorongan batin, motif “tersembunyi” di balik proses kreatif sangat mendalam ini. Perkembangan bentuk kehidupan di bumi adalah karena gerakan-gerakan di dalam pada tingkat jiwa. Seperti biasa, spirit mendahului dan menciptakan materi.

Jiwa-jiwa bumi berada pada tahap awal perkembangan mereka, ketika mereka untuk pertama kalinya berinkarnasi di bumi. Mereka lahir sebagai bentuk transparan unit kesadaran dengan kesadaran diri yang belum sempurna, mereka berinkarnasi dalam bentuk materi yang paling cocok dengan kesadaran mereka: makhluk bersel tunggal. Karena jiwa-jiwa ini terus berkembang, dari pengalaman yang diperoleh dan diintegrasikan ke dalam kesadaran mereka, mereka membutuhkan bentuk fisik yang lebih kompleks. Dengan demikian muncul organisme-organisme kompleks di bumi, yang memenuhi keinginan batin jiwa tersebut. Juga dalam bentuk dasar yang belum sempurna ini, kalian bisa melihat bahwa kesadaran adalah kreatif. Dari kebutuhan yang terasa di dalam (batin), menciptakan bentuk-bentuk kesadaran di dunia fisik, dan membantu untuk mengalami dan mengekspresikan diri.

Evolusi spesies-spesies baru dan inkarnasi jiwa-jiwa bumi menjadi anggota individual dari spesies-spesies tersebut, menunjukkan eksperimen besar dalam hal kehidupan dan kesadaran. Meskipun evolusi adalah dorongan kesadaran, bukan didorong oleh kecelakaan atau insiden, ia tidak mengikuti garis yang telah ditentukan sebelumnya (takdir). Ini disebabkan, kesadaran itu sendiri adalah bebas dan tidak dapat diprediksi sebelumnya.

Jiwa-jiwa bumi bereksperimen dengan segala macam bentuk kehidupan binatang. Mereka menghuni berbagai jenis tubuh fisik dalam alam kerajaan binatang tapi tidak semua mengalami garis perkembangan yang sama. Jalan perkembangan jiwa jauh lebih penuh fantasi dan petualangan dibanding yang kalian duga. Tidak ada peraturan-peraturan di atas atau di luar kalian. Kalian sendirilah peraturan bagi kalian. Misalnya, jika kamu ingin mengalami kehidupan dari sudut pandang monyet, kamu suatu saat dapat menemukan dirimu sendiri hidup dalam tubuh seekor monyet, mulai sejak lahir atau sebagai pengunjung sesaat. Jiwa, terutama jiwa yang muda, haus akan pengalaman dan ekspresi. Dorongan untuk menjelajahi ini menyebabkan keragaman berbagai bentuk kehidupan yang berkembang di bumi.

Di dalam eksperimen besar tentang kehidupan, munculnya bentuk kehidupan manusia menandai dimulainya tahapan penting dalam perkembangan kesadaran jiwa di bumi. Sebelum menjelaskan ini dalam rincian yang lebih luas, kami pertama-tama akan membahas tahap-tahap perkembangan dalam jiwa secara umum.

Evolusi Kesadaran: tahap bayi, menjadi dewasa, usia tua

Bila kita memperhatikan perkembangan kesadaran jiwa setelah dilahirkan sebagai unit yang individual, kira-kira ia melewati tiga tahapan. Tahap-tahap ini terlepas dari tingkatan realitas tertentu (planet, dimensi, sistem bintang) yang dipilih jiwa untuk menghuni atau mengalami.

1) Tahap kepolosan (surga)

2) Tahap ego (“dosa”)

3) Tahap “kepolosan kedua” (pencerahan)

Orang dapat membandingkan tahapan ini secara metafora sebagai bayi, menjadi dewasa dan usia tua.

Setelah jiwa-jiwa dilahirkan sebagai unit kesadaran individual, mereka meninggalkan kondisi keesaan kesamudraan yang mereka ingat sebagai bahagia dan benar-benar aman. Mereka kemudian pergi menjelajahi realitas dengan cara yang seluruhnya baru. Mereka lambat laut tumbuh lebih sadar akan diri mereka sendiri dan cara mereka yang unik, dibanding dengan sesama pelaku perjalanan lainnya. Mereka sangat mudah menerima dan sensitif pada tahap ini, seperti halnya anak kecil yang melihat dunia dengan mata yang terbuka lebar, sebagai ekspresi rasa ingin tahu dan kepolosan.

Tahap ini dapat disebut surgawi, karena pengalaman akan kesatuan dan keamanan masih segar dalam memori jiwa-jiwa yang baru lahir. Mereka masih dekat dengan rumah; mereka masih belum mempertanyakan hak mereka untuk menjadi siapa diri mereka.

Ketika perjalanan mereka semakin jauh, memori akan rumah memudar saat mereka semakin tenggelam dalam berbagai jenis pengalaman. Segala sesuatu adalah baru pada awalnya dan segala sesuatu diserap tanpa kritik pada tahap bayi. Tahap baru terbentuk ketika jiwa yang muda mulai bereksperimen atas dirinya sendiri sebagai titik fokus dalam dunianya. Kemudian ia benar-benar mulai menyadari bahwa ada “saya” dan “yang lain”. Ia mulai bereksperimen dengan bagaimana dapat mempengaruhi lingkungannya dengan bersikap sesuai realitas ini. Gagasan untuk melakukan sesuatu yang berasal dari kesadarannya sendiri, adalah baru. Sebelumnya ia lebih kurang hanya menerima secara pasif, apa yang terjadi di sekitarnya. Sekarang tumbuh rasa di dalam jiwa, dimana ia memiliki kekuatan untuk memberi pengaruh, terhadap apa yang dialaminya.

Ini adalah awal dari tahap ego.

Ego asalnya merupakan kemampuan kalian, untuk mempengaruhi dunia luar dengan keinginan kalian. Harap diperhatikan bahwa fungsi asli ego hanyalah sesuatu yang memungkinkan jiwa untuk mengalami diri sendiri sepenuhnya sebagai entitas yang terpisah. Ini adalah perkembangan yang alami dan positif dalam evolusi jiwa. Ego tidak “buruk” di dalam dan terhadap dirinya sendiri. Namun ia cenderung untuk ingin berekspansi atau agresif. Jika jiwa yang baru lahir menemukan kemampuannya untuk mempengaruhi lingkungannya, ia jatuh cinta kepada ego. Jauh di dalam, masih ada memori menyakitkan di dalam jiwa yang kini menjadi dewasa; ia teringat rumah, ingat akan surga yang hilang. Ego tampaknya memiliki jawaban untuk rasa sakit ini, rasa rindu rumah ini. Itu tampaknya memungkinkan jiwa secara aktif menguasai realitas. Ego meracuni jiwa yang masih muda dengan ilusi kekuasaan.

Jika pernah ada, jatuh dari kasih karunia atau jatuh dari surga, maka itu adalah: kesadaran jiwa muda yang menjadi terpesona oleh kemungkinan-kemungkinan dari ego, oleh janji kekuasaan. Namun tujuan utama kesadaran yang lahir sebagai jiwa-jiwa individual adalah untuk menyelidiki, untuk mengalami segala sesuatu yang ada: surga seperti halnya neraka, tak bersalah seperti halnya “dosa”. Jadi jatuh dari surga bukan suatu “salah jalan.” Tidak ada yang salah bila terkait dengan itu, kecuali jika kalian mempercayainya. Tidak ada yang menyalahkan kalian, kecuali diri kalian sendiri.

Ketika jiwa muda menjadi dewasa, ada pergeseran lebih ke “berpusat pada saya” dalam cara mengamati dan mengalami sesuatu. Ilusi kekuasaan justru memperkuat pemisahan antara jiwa-jiwa, bukan keterhubungan. Karena hal ini, kesepian dan rasa keterasingan terbentuk dalam jiwa. Walaupun ini tidak benar-benar disadari, jiwa menjadi seorang pejuang, prajurit untuk kekuasaan. Kekuasaan tampaknya menjadi satu-satunya hal yang menenangkan pikirannya – untuk sementara waktu.

Kami sudah membedakan tahap ke tiga dalam perkembangan kesadaran jiwa jauh di atas: tahap pencerahan, “kepolosan kedua” atau usia tua. Kami akan banyak berbicara tentang tahap ini dan khususnya tentang transisi dari tahap kedua menuju ketiga nanti, dalam seri-seri ini. Sekarang kami akan kembali pada cerita kami tentang jiwa-jiwa bumi, dan kami akan menjelaskan bagaimana kebangkitan tahap ego bertepatan dengan munculnya manusia di bumi.

Jiwa-jiwa bumi memasuki tahap ego; munculnya manusia di bumi

Tahap dimana jiwa-jiwa bumi mengeksplorasi kehidupan tanaman dan binatang, terjadi bertepatan dengan tahap kepolosan atau surga pada evolusi jiwa di tingkat dalam. Kehidupan di bumi berkembang di bawah tuntunan dan perlindungan dari makhluk-makhluk spiritual dari alam malaikat dan dewa-dewi. (Dewa bekerja pada tingkat eterik, yakni lebih dekat pada dunia fisik dibanding malaikat). Tubuh eterik tanaman dan hewan tidak kritis menerima energi-energi keibuan yang melindungi dan mengasuh dari alam malaikat dan dewa-dewi. Mereka tidak punya kecenderungan untuk “membebaskan diri” atau menemukan cara mereka sendiri dalam melakukan sesuatu. Masih ada rasa kesatuan dan harmoni yang mendalam di antara semua makhluk hidup.

Munculnya manusia-kera, bagaimanapun, menandai titik transformasi dalam perkembangan kesadaran. Terutama dengan mereka dapat berjalan tegak dan melalui perkembangan otaknya, kesadaran yang terdapat dalam manusia kera memungkinkan mereka menanggapi lebih baik lingkungannya. Kesadaran yang berinkarnasi dalam (primata) anthropoid mulai mengalami, bagaimana rasanya bila memiliki pengawasan lebih besar secara langsung terhadap lingkungannya. Ia mulai menemukan kekuasaannya sendiri, kemampuannya sendiri untuk mempengaruhi lingkungannya. Ia mulai menyelidiki kehendak bebas.

Perkembangan ini bukan kebetulan. Itu adalah jawaban terhadap kebutuhan batin yang dirasakan oleh jiwa-jiwa bumi, kebutuhan untuk menyelidiki individualitas pada tingkat lebih dalam dari sebelumnya. Meningkatnya kesadaran diri sendiri pada jiwa-jiwa bumi, membentuk tahap untuk munculnya manusia dalam makna biologi, manusia yang kita kenal saat ini.

Ketika jiwa-jiwa bumi sudah siap untuk memasuki tahap ego, memungkinkan penciptaan manusia dari jiwa-jiwa ini untuk mengalami bentuk kehidupan dengan kehendak bebas. Hal ini juga menganugerahi kesadaran yang berinkarnasi, dengan sebuah kesadaran lebih besar tentang “saya” sebagai lawan dari “yang lain.” Dengan ini, panggung ditata untuk konflik-konflik yang mungkin antara “kepentingan saya” dan “kepentingan kamu”, “keinginan saya”, dan “keinginan kamu”. Individu melepaskan diri dari keesaan yang dinyatakannya sendiri, peraturan alami dari “memberi dan menerima”, untuk mengetahui jalan-jalan lain apa yang masih tersedia. Ini menandai “akhir dari surga” di bumi, tapi kami meminta kalian agar tidak memandang ini sebagai peristiwa yang tragis, melainkan sebagai proses alami, seperti pergantian musim di bumi. Itu adalah pergantian alami dari peristiwa-peristiwa, yang pada akhirnya membuat kalian pada hari dan masa ini, mampu untuk menyeimbangkan keilahian dan individualitas dalam diri kalian.

Ketika kesadaran jiwa bumi memasuki tahap ego dan mulai menyelidiki apa artinya “menjadi manusia”, energi dewa-dewi dan malaikat mundur perlahan-lahan. Ini sifat sangat alami dari kekuatan-kekuatan ini, yang menghormati kehendak bebas dari semua energi yang berhubungan dengan mereka. Mereka tidak akan pernah memberikan pengaruhnya tanpa diminta. Dengan demikian kesadaran ego dapat bergerak dengan bebas, dan jiwa-jiwa bumi berkenalan dengan semua keistimewaan dan kelemahan kekuasaan. Hal ini juga mempengaruhi alam tanaman dan hewan. Orang dapat mengatakan bahwa energi perebutan kekuasaan dan persaingan yang muncul, sebagian diserap oleh alam non-manusia ini, yang menciptakan rasa gejolak kekacauan di dalam diri mereka. Ini sekarang pun masih ada.

Ketika jiwa-jiwa bumi mendambakan arena baru untuk pengalaman, ini juga membuat mereka bisa menerima pengaruh-pengaruh eksternal yang baru. Di sini perhatian kami terutama pada jenis-jenis pengaruh galaktik, extraterrestrial (luar angkasa), yang sangat mengganggu jiwa yang menjadi dewasa tapi masih muda, dari jiwa-jiwa bumi. Pada titik sejarah ini pula, jiwa-jiwa yang kami sebut lightworker (pekerja cahaya) datang memasuki panggung arena.

Pengaruh galaktik pada manusia dan bumi

Dengan pengaruh-pengaruh galaktik atau extraterrestial, kami maksud pengaruh dari energi-energi kolektif yang tergabung dalam sistem perbintangan, bintang-bintang atau planet-planet tertentu. Di alam semesta, ada banyak tingkatan atau dimensi eksistensi. Sebuah planet atau bintang dapat eksis dalam berbagai dimensi, mulai dari yang bersifat materi sampai dimensi yang lebih eterik (halus). Secara umum, kelompok-kelompok galaktik yang mempengaruhi jiwa-jiwa bumi, eksis dalam bentuk tidak begitu “padat” atau kurang realitas materi, dibanding kalian yang eksis di bumi.

Alam-alam galaktik dihuni oleh jiwa-jiwa dewasa, jauh sebelum jiwa-jiwa bumi dilahirkan dan berada di fase ego mereka yang sedang mekar-mekarnya. Ketika bumi lahir dengan seluruh bentuk kehidupan dan akhirnya dihuni oleh manusia, tingkat-tingkat extraterrestrial mengamati perkembangan ini dengan minat besar. Keberagaman dan kekayaan bentuk kehidupan, menarik perhatian mereka. Mereka merasa sesuatu yang istimewa berlangsung di sini.

Antara berbagai masyarakat galaktik, sudah sejak lama berlangsung pertarungan kekuasaan dan pertempuran. Ini adalah fenomena alami, dalam arti, karena kesadaran dari jiwa-jiwa yang terlibat memerlukan pertempuran untuk mengetahui semua tentang keterpusatan saya dan kekuasaan. Mereka menyelidiki cara kerja ego dan ketika mereka “mencapai kemajuan”, mereka menjadi sangat mahir dalam memanipulasi kesadaran. Mereka menjadi pakar dalam menaklukkan jiwa-jiwa atau komunitas jiwa lainnya untuk menuruti aturan mereka, secara subtil dan lewat sarana psikis yang kurang subtil.

Kepentingan yang diikuti komunitas galaktik di bumi sangat egosentris. Mereka merasa mendapat kesempatan di sini untuk menerapkan pengaruh mereka dalam cara baru dan penuh kekuasaan. Kalian bisa mengatakan, pada saat itu pertempuran antar galaktik sudah mencapai kebuntuan. Jika orang bertarung satu sama lain terus menerus, setelah beberapa waktu tercapai sejenis keseimbangan, suatu divisi zona kekuasaan, bisa dikatakan demikian. Orang saling mengenal sedemikian baik, sehingga tahu di mana masih ada ruang bergerak dan di mana tidak. Situasi mencapai titik buntu lewat cara ini dan musuh-musuh galaktik berharap mendapat peluang baru di bumi. Mereka berpikir bumi dapat menyediakan mereka arena baru, untuk menghidupkan kembali pertempuran dan mengatasi kebuntuan.

Cara dimana masyarakat intergalaktik berusaha menggunakan pengaruh mereka di bumi adalah dengan memanipulasi kesadaran dari jiwa-jiwa bumi. Jiwa-jiwa bumi terutama mampu menerima pengaruh mereka, jika jiwa-jiwa ini memasuki tahap ego. Sebelum itu, mereka kebal terhadap segala bentuk kekuatan yang digerakkan dari luar, karena mereka tidak punya keinginan untuk menerapkan kekuasaan dari mereka sendiri. Kalian kebal terhadap agresi dan kekuasaan, jika tidak ada pada diri kalian yang dapat dipakai melekat oleh energi-energi ini. Jadi energi-energi galaktik tidak memiliki akses terhadap kesadaran jiwa bumi, sebelum jiwa-jiwa ini memutuskan sendiri untuk menyelidiki energi kekuasaan.

Transisi menuju tahap ego membuat jiwa-jiwa bumi rentan, karena dilihat dari tujuan mereka untuk menyelidiki kesadaran ego, mereka sebagian besar masih polos dan lugu. Jadi tidak sulit bagi kekuatan galaktik untuk memaksakan energi-energi mereka terhadap kesadaran jiwa-jiwa bumi. Cara mereka beroperasi adalah dengan memanipulasi kesadaran atau dengan pengendalian pikiran. Teknologi-teknologi mereka amat canggih. Mereka kebanyakan menggunakan metode psikis, mirip seperti cuci otak melalui sugesti hipnotis bawah sadar. Mereka beroperasi pada tingkat psikis dan astral, tapi pengaruhnya terhadap manusia sampai ke tingkat materi/tubuh fisiknya. Mereka mempengaruhi perkembangan otak manusia, mempersempit lingkup pengalaman yang sebetulnya memungkinkan bagi manusia. Mereka pada dasarnya menstimulir pola-pola berpikir dan bertindak yang berbasis ketakutan. Ketakutan memang sudah ada dalam kesadaran jiwa-jiwa bumi, sebagai hasil rasa sakit dan rasa rindu rumah yang dibawa oleh setiap jiwa muda dalam dirinya. Kekuatan-kekuatan galaktik memanfaatkan keberadaan ketakutan ini sebagai titik awal mereka, untuk memperluas secara besar-besaran energi-energi ketakutan dan sikap patuh, dalam pikiran dan emosi jiwa-jiwa bumi. Ini memungkinkan mereka untuk mengendalikan kesadaran manusia.

Prajurit-prajurit galaktik selanjutnya mencoba memerangi musuh-musuh galaktik mereka dulu, lewat manusia. Perebutan kekuasaan terhadap manusia adalah pertempuran antara musuh-musuh galaktik lama, yang menggunakan manusia sebagai boneka-boneka yang mewakili mereka.

Perasaan yang halus jiwa-jiwa bumi akan individualitas dan otonomi, terpotong di tahap awal dengan intervensi kekerasan ini, perang untuk memperebutkan hati manusia. Namun para pelaku intervensi galaktik tidak benar-benar dapat merampas kehendak bebas mereka. Seberapapun besarnya pengaruh extraterrestrial yang ada, inti ketuhanan di dalam masing-masing kesadaran jiwa individual, tetap tidak dapat dihancurkan. Jiwa-jiwa tidak bisa dihancurkan, juga meskipun kebebasan dan keilahian mereka yang alami, tertutupi untuk waktu yang lama. Itu terkait dengan kenyataan bahwa kekuasaan, pada akhirnya tidak nyata. Kekuasaan selalu mencapai tujuannya hanya melalui ilusi-ilusi ketakutan dan ketidaktahuan. Mereka hanya dapat menutupi dan menyembunyikan sesuatu, mereka tidak benar-benar dapat menciptakan atau menghancurkan sesuatu.

Lebih lagi serangan besar-besaran terhadap jiwa-jiwa bumi tidak hanya membawa kegelapan bagi bumi. Itu secara tidak disengaja menginisiasi perubahan besar dalam kesadaran prajurit-prajurit galaktik, perubahan menuju tahap kesadaran berikutnya: pencerahan atau “kepolosan kedua.”

Akar Galaktik Jiwa-jiwa Lightworker

Bagaimana mengetahui jiwa-jiwa lightworker terkait dengan sejarah ini?

Sebelum mereka datang ke bumi untuk berinkarnasi dalam tubuh-tubuh manusia, jiwa-jiwa lightworker menghuni berbagai sistem bintang untuk waktu lama. Bila meninjau perkembangan tiga tahap dalam kesadaran, mereka menghabiskan sebagian besar masa kedewasaan di sana. Ini adalah tahap dimana mereka meneliti kesadaran ego dan semua isu-isu kekuasaan yang terkait dengan itu. Itu adalah tahap dimana mereka menyelidiki kegelapan dan dimana mereka menyalahgunakan secara besar-besaran kekuatan mereka.

Dalam tahap galaktik ini, jiwa-jiwa (yang sekarang dikenal sebagai lightworker) adalah co-creator dari manusia. Sama seperti kekuatan galaktik lainnya, mereka berniat untuk menggunakan manusia sebagai boneka-boneka, untuk dapat mendominasi bagian lain alam semesta. Sulit menjelaskan teknik-teknik yang digunakan kekuatan galaktik dalam pertempuran-pertempurannya, karena itu tidak sebanding dengan apapun yang ada di dunia kalian, setidaknya tidak dalam ukuran dimana mereka menyempurnakannya. Pada dasarnya, teknologi perang galaktik berdasarkan pada energi ilmiah yang bersifat non-materi. Mereka mengenal kekuatan psiko dan mereka tahu bahwa kesadaran menciptakan realitas materi. Pandangan metafisik mereka jauh lebih memadai dibanding pandangan-pandangan materialistik, yang dianut ilmuwan-ilmuwan kalian saat ini. Karena ilmu pengetahuan yang berlaku pada kalian memiliki pengertian, bahwa kesadaran sebagai hasil dari proses-proses materi bukan dari cara sebaliknya, tidak memungkinkan untuk bisa memahami kekuatan penciptaan dan kausal dari pikiran.

Pada masa Cro-Magnon (manusia modern pertama di Eropa), jiwa-jiwa lightworker melakukan intervensi terhadap perkembangan jiwa manusia pada tingkat genetik. Kalian harus memahami interferensi genetik ini sebagai proses manipulasi dari atas ke bawah; mereka mengimplan pada otak/kesadaran manusia, bentuk-bentuk pikiran tertentu yang mempengaruhi organisme di tingkat fisikalis, tingkat seluler. Hasil dari metode ini adalah dimana manusia Cro-Magnon hampir seperti robot yang dipasangi unsur mekanik (implan buatan), yang membuat sebagian kekuatan dan kesadarannya sendiri tidak berfungsi. Implan ini membatasi kebebasan manusia, yang membuat manusia lebih cocok berfungsi sebagai instrumen untuk tujuan-tujuan strategis extraterrestrial.

Melalui intervensi dengan cara ini terhadap perkembangan kehidupan di bumi, jiwa-jiwa lightworker mengganggu proses alami. Mereka tidak menghormati integritas jiwa-jiwa bumi, yang dihuni spesies manusia berkembang. Dengan cara mereka merampas kehendak bebas, yang baru diperoleh jiwa-jiwa bumi.  

Pada dasarnya tidak seorang pun dapat merampas kehendak bebas jiwa mana pun, seperti akan kami sampaikan pada akhir paragraf terakhir. Namun pada prakteknya, karena keunggulan extraterrestrial di semua tingkatan, jiwa-jiwa bumi praktis kehilangan rasa penentuan diri sendiri dalam lingkup yang cukup luas. Lightworker menganggap manusia sebagai alat, pada dasarnya sebagai benda, yang membantu mereka merealisasikan tujuan mereka. Pada tahap itu mereka belum siap menerima kehidupan sebagai sesuatu yang berharga dalam dirinya sendiri. Mereka tidak menyadari dalam “yang lain” (musuh-musuh mereka atau budak-budak mereka) adalah jiwa yang hidup seperti mereka sendiri.

Sekarang tidak ada gunanya melakukan penghakiman akan hal tersebut, karena itu semua bagian dari perkembangan besar dan mendalam tentang kesadaran. Di dasar yang terdalam tidak ada kesalahan, hanya pilihan bebas. Tidak ada korban-korban, tidak ada pelaku-pelaku; akhirnya yang ada hanya pengalaman.

Kalian, jiwa-jiwa lightworker yang dulu pernah memakai makna gelap dari penindasan ini, setelah itu menghakimi diri kalian sendiri dengan amat berat untuk tindakan kalian. Bahkan sekarangpun kalian masih membawa rasa bersalah yang mendalam, dimana kalian sebagian merasakannya sebagai kalian tidak cukup baik dalam apapun yang kalian lakukan. Perasaan ini berasal dari kesalahpahaman.

Penting untuk dimengerti, bahwa “lightworker” bukan sesuatu hanya karena kalian itu atau bukan itu. Itu sesuatu yang mana kalian akan menjadi (become), jika kalian melewati perjalanan pengalaman: mengalami terang dan gelap. Ada (being) terang dan gelap. Jika kami harus memberi nama bagi kalian, kami akan menyebut kalian jiwa yang terkristus ketimbang lightworkers.

Pernahkah kalian memiliki pengalaman, dimana kesalahan buruk yang kalian lakukan akhirnya mengubah hal-hal secara positif dan tidak terduga? Hal yang sama terjadi dari hasil campur tangan galaktik terhadap bumi dan manusia. Dalam proses menyusupkan implan kepada jiwa-jiwa bumi dengan energi-energi mereka, kekuatan-kekuatan galaktik sebetulnya menciptakan melting pot yang besar dari berbagai pengaruh di bumi. Kalian bisa mengatakan, bahwa unsur-unsur pertempuran di antara berbagai jiwa galaktik, diimplan ke dalam manusia sebagai ras, sehingga memaksa manusia untuk menemukan jalan untuk menyatukan mereka, atau membawa mereka menuju ko-eksistensi damai. Meskipun hal itu membuat perjalanan bagi jiwa-jiwa bumi amat berat, akhirnya itu menciptakan peluang terbaik untuk terobosan positif, yakni tercapainya jalan keluar dari situasi kebuntuan konflik-konflik galaktik.

Ingatlah, segala sesuatu saling terkait. Ada sebuah tingkatan dimana jiwa-jiwa bumi dan jiwa-jiwa galaktik bergerak didorong oleh tujuan yang sama. Ini adalah tingkat malaikat (angelic). Setiap jiwa dalam inti terdalamnya adalah seorang malaikat. Di tingkat angelic, keduanya baik prajurit galaktik dan jiwa bumi, setuju untuk ambil bagian dalam drama kosmik yang dilukiskan di atas.

Intervensi galaktik tidak hanya “membantu” bumi menjadi melting pot yang dulu merupakan tujuannya, itu juga menandai dimulainya sebuah tipe kesadaran baru dari prajurit-prajurit galaktik. Lewat cara-cara tak terduga, itu menandai akhir dari tahap ego, akhir dari kedewasaan mereka, dan dimulainya sesuatu yang baru.

Akhir Tahap Ego bagi Lightworker

Perang intergalaktik telah mencapai titik buntu sebelum bumi datang ke dalam permainan. Ketika pertempuran kembali diperbaharui di bumi, pertempuran itu benar-benar dialihkan ke bumi. Dengan peralihan ini, sesuatu mulai berubah di dalam kesadaran galaktik. Masa perang galaktik sudah berlalu.

Meskipun mereka tetap terlibat secara aktif dengan manusia dan bumi, jiwa-jiwa galaktik perlahan-lahan mundur ke dalam peran sebagai pengamat. Dalam peran ini, mereka mulai menyadari sejenis kelelahan di dalam keberadaan mereka. Mereka merasa kekosongan di dalam. Meskipun pertempuran dan perjuangan terus berlangsung, itu tidak terlalu membuat mereka tertarik seperti dulu. Mereka mulai mengajukan pertanyaan-pertanyaan filosofis seperti: apa arti hidup saya; mengapa saya berjuang sepanjang waktu; apakah kekuasaan benar-benar membuat saya bahagia? Semakin mereka bergelut dengan pertanyaan ini, keletihan perang mereka semakin kuat.

Prajurit-prajurit galaktik secara bertahap mencapai akhir dari tahap ego mereka. Mereka tanpa disadari mentransfer energi dari ego dan perebutan kekuasaan ke bumi, sebuah tempat yang secara energetis terbuka untuk energi ini. Jiwa-jiwa bumi pada saat itu baru saja mulai menjelajahi kesadaran tahap ego.

Di dalam kesadaran prajurit-prajurit galaktik, sebuah ruang tertentu sudah tercipta: sebuah tempat untuk keraguan, tempat untuk melakukan refleksi. Mereka memasuki masa transformasi, yang ingin kami lukiskan dengan membedakan langkah-langkah berikut

  1. Merasa tidak puas akan apa yang ditawarkan kesadaran berdasarkan ego kepada kalian, merindukan “sesuatu yang lain”: awal dari akhir
  2. Menyadari adanya ikatan kalian terhadap kesadaran berdasarkan ego, mengakui dan melepaskan emosi-emosi dan pikiran yang terkait dengan itu: tengah dari akhir
  3. Membiarkan energi-energi lama yang berdasarkan ego dalam diri kalian mati, keluar dari kepompong: akhir dari akhir
  4. Kebangkitan kesadaran berdasarkan hati di dalam kalian, yang dimotivasi oleh cinta kasih dan kebebasan: membantu orang lain melakukan transisi

Keempat langkah ini menandai transisi dari kesadaran berbasis ego menuju kesadaran berbasis hati. Harap diingat bahwa baik bumi, juga manusia demikian pula alam-alam galaktik pergi menempuh fase ini, hanya tidak secara simultan.

Planet bumi saat ini menempuh langkah ke-3. Banyak diantara kalian lightworker juga sedang berada di langkah ke-3, selaras dengan proses di dalam bumi. Sejumlah dari kalian masih berjuang dengan langkah kedua, dan ada beberapa yang sudah mencapai langkah keempat, merasakan kenikmatan sukacita dan inspirasi yang tulus dari hati.

Namun, sebagian besar umat manusia, sama sekali tidak berkeinginan melepaskan kesadaran berbasis ego. Mereka bahkan masih belum memasuki langkah pertama fase transisi. Ini bukan sesuatu yang harus dihakimi atau dikritik atau disesalkan. Cobalah melihat ini sebagai proses alami seperti halnya pertumbuhan suatu tanaman. Kalian tidak menghakimi suatu bunga karena masih kuncup dan bukannya mekar sepenuhnya. Cobalah melihatnya dalam cahaya ini. Melakukan penghakiman moral terhadap efek-efek destruktif dari kesadaran berbasis ego dalam dunia kalian, dilakukan atas dasar kurangnya wawasan dinamika spiritual. Selain itu, hal tersebut memperlemah kekuatan kalian sendiri, karena marah dan frustrasi yang kadang-kadang kalian rasakan saat melihat warta berita atau membaca surat kabar, tidak dapat ditransformasikan kepada sesuatu yang konstruktif. Itu hanya menguras energi dan membawa vibrasi kalian ke tingkat lebih rendah. Coba melihat sesuatu dari jarak jauh, dari sikap percaya. Cobalah secara intuitif merasakan nada yang subtil dalam kesadaran kolektif, hal-hal yang sulit kalian dengar atau baca di media.

Tidak ada gunanya untuk mencoba dan mengubah jiwa-jiwa yang masih terperangkap dalam realitas kesadaran yang berbasis ego. Mereka tidak menginginkan “bantuan” kalian, karena mereka masih belum terbuka untuk energi-energi berbasis hati yang kalian – para lightworker – harapkan untuk dibagi dengan mereka. Meskipun bagi kalian tampaknya mereka butuh bantuan, selama mereka tidak menginginkan itu, mereka tidak membutuhkan itu. Sesederhana itu.

Lightworker (pekerja cahaya) sangat senang memberi dan membantu, tapi dalam bidang ini mereka sering kehilangan kemampuan penilaian mereka. Ini mengakibatkan pemborosan energi dan dapat menyebabkan keraguan diri sendiri dan kekecewaan pada diri lightworker. Tolong gunakan kemampuan penilaian kalian di sini, karena keinginan untuk membantu, secara tragis dapat menjadi jebakan bagi lightworker, yang menghalangi mereka untuk benar-benar menyelesaikan langkah ke-3 dalam transisi. (Pengertian “membantu” dibahas lebih lanjut dalam “Dari Ego Ke Hati Bagian IV” dan juga dalam channeling “Jebakan dalam jalan untuk menjadi penyembuh,” pada bagian Serial Penyembuhan).

Kami sekarang akan menyelesaikan deskripsi kami tentang lightworker pada akhir tahap ego. Seperti kami katakan, pada masa itu kalian tergabung di antara kerajaan galaktik (sistem perbintangan), yang ikut campur dalam kehidupan manusia, kala manusia modern mulai terbentuk. Ketika kalian mulai semakin lebih berperan sebagai pengamat, kalian merasa lelah untuk berperang.

Kekuasaan yang kalian cari, setelah sedemikian lama menghasilkan sejenis dominasi yang memusnahkan keunikan dan kualitas individual, dari apa yang telah kalian dominasi. Jadi tidak ada hal baru yang dapat masuk dalam realitas kalian. Kalian telah membunuh segala sesuatu yang “lain.” Menempuh proses lewat cara ini membuat realitas kalian statis dan dapat diprediksi dalam waktu singkat. Jika kalian semakin sadar akan kekosongan di dalam pertarungan kekuasaan, kesadaran kalian terbuka untuk kemungkinan-kemungkinan baru. Muncul kerinduan akan “sesuatu yang lain.”

Kalian telah menyelesaikan langkah pertama transisi menuju kesadaran berbasis hati. Energi-energi ego, yang telah memerintah bebas untuk waktu sangat lama menjadi tenang dan mengijinkan tempat baru untuk “sesuatu yang lain.” Dalam hati kalian terbangun suatu energi baru, seperti bunga yang lembut. Suara yang lembut dan tenang mulai berbicara kepada kalian tentang “rumah”, sebuah tempat yang pernah kalian ketahui, tapi yang terlupa selama perjalanan kalian. Kalian merasakan kerinduan akan rumah dalam diri kalian.

Seperti halnya jiwa-jiwa bumi, kalian pernah mengalami kondisi keesaan kesamudraan dari mana setiap jiwa dilahirkan. Kalian secara bertahap berevolusi dari lautan ini sebagai unit-unit kesadaran individual. Sebagai “jiwa-jiwa kecil” ini, kalian memiliki semangat besar untuk menjelajah, sementara pada waktu yang sama, membawa di dalam diri kalian memori menyakitkan tentang surga yang harus kalian tinggalkan.

Setelah kemudian kalian memasuki kesadaran berdasarkan ego, rasa sakit ini masih berada di dalam kalian. Apa yang pada dasarnya kalian coba lakukan adalah, untuk mengisi kekosongan di dalam hati kalian ini dengan kekuasaan. Kalian berusaha memuaskan diri kalian sendiri, dengan memainkan permainan pertempuran dan penaklukan.

Kekuasaan adalah energi yang paling bertentangan dengan keesaan. Dengan menjalankan kekuasaan, kalian mengisolir diri sendiri dari “yang lain”. Dengan berjuang demi kekuasaan, kalian menjauhkan diri kalian sendiri semakin jauh dari rumah: kesadaran tentang kesatuan. Kenyataan bahwa kekuasaan membawa kalian jauh dari rumah bukannya membawa kalian makin dekat, untuk waktu lama disembunyikan dari kalian, karena kekuasaan terjalin sangat kuat dengan ilusi. Kekuasaan dapat dengan mudah menyembunyikan wajah aslinya terhadap jiwa yang lugu dan tidak berpengalaman. Kekuasaan menciptakan ilusi akan keserba-adaan, pemuasan, pengakuan dan bahkan cinta. Tahap ego adalah suatu eksplorasi tanpa batas di bidang kekuasaan: dalam menang, kalah, berjuang, mendominasi, memanipulasi, menjadi pelaku dan menjadi korban.

Pada tingkatan di dalam, jiwa menjadi tercabik-cabik selama tahap ini. Tahapan ego adalah serangan terhadap integritas jiwa. Dengan integritas kami maksud, kesatuan alami dan keutuhan dari jiwa. Dengan memasuki kesadaran berbasis ego, jiwa masuk ke dalam kondisi skizofrenia. Ia kehilangan kepolosannya. Di satu sisi jiwa bertempur dan menaklukkan; di sisi lain, ia menyadari bahwa sesuatu yang salah untuk merusak atau menghancurkan kehidupan makhluk hidup lainnya. Itu tidak terlalu salah menurut sejumlah hukum atau hakim. Tapi jiwa pada dasarnya menyadari, bahwa ia melakukan sesuatu yang menentang kodrat ilahi dirinya sendiri. Ini adalah sifat alami dari inti diri ilahinya sendiri untuk menciptakan dan memberi hidup. Ketika jiwa beroperasi dari keinginan akan kekuasaan pribadi, jauh di dalam dirinya muncul rasa bersalah. Lagi, tidak ada putusan eksternal terhadap jiwa yang menyatakan ia menjadi bersalah. Jiwa sendiri menyadari ia kehilangan kepolosan dan kemurniannya. Sementara jiwa mengejar kekuasaan di luar, berkembang rasa menjadi tidak layak yang menggerogotinya dari dalam.

Fase kesadaran berbasis ego adalah tahap alami dalam perjalanan yang ditempuh jiwa. Pada kenyataannya, ini merupakan eksplorasi penuh terhadap satu aspek dalam makhluk jiwa: keinginan. Keinginan kalian membentuk jembatan antara bagian dalam dan bagian luar dunia. Ini mungkin diinspirasi oleh keinginan akan kekuasaan atau oleh keinginan untuk keesaan. Ini tergantung dari kondisi dari kesadaran di dalam diri kalian. Jika jiwa kalian mencapai akhir dari tahap ego, keinginan menjadi lebih dan semakin lebih merupakan perpanjangan dari hati. Ego atau keinginan pribadi tidak dihancurkan, tapi ini mengalir sesuai dengan kebijaksanaan dan inspirasi hati. Pada titik ini ego dengan gembira menerima hati sebagai pembimbing spiritual. Keutuhan alami dari jiwa kembali terbentuk.

Ketika kalian, jiwa-jiwa lightworker mencapai langkah ke-2 dalam transisi kesadaran berbasis ego menuju hati, kalian merasa keinginan yang tulus untuk memperbaiki kesalahan yang telah kalian perbuat di bumi. Kalian menyadari, bahwa kalian telah memperlakukan manusia di bumi dengan buruk, dan kalian menghalangi ekspresi bebas dan perkembangan dari jiwa-jiwa bumi. Kalian menyadari bahwa kalian telah merusak hidup itu sendiri, dengan mencoba memanipulasi dan mengawasinya sesuai kebutuhan kalian. Kalian ingin melepaskan manusia dari ikatan ketakutan dan keterbatasan, yang banyak membawa kegelapan dalam hidup mereka, dan kalian merasa kalian dapat mencapai yang terbaik untuk tujuan ini, dengan menginkarnasi diri kalian sendiri ke dalam tubuh manusia. Jadi kalian berinkarnasi dalam tubuh manusia, yang susunan genetikanya sudah sebagian diciptakan oleh kalian sendiri, dengan tujuan mengubah ciptaan-ciptaan kalian dari dalam. Jiwa-jiwa yang pergi ke bumi dengan misi ini, bertujuan untuk menyebarkan cahaya ke dalam kreasi-kreasi yang dimanipulasi oleh mereka sendiri.

Oleh sebab itu mereka disebut lightworker (pekerja cahaya). Kalian telah mengambil keputusan untuk melakukan ini – dan menjadi terlibat dalam seluruh rangkaian kehidupan di bumi – dari rasa tanggung jawab yang baru lahir dan juga dari rasa ketulusan hati untuk mengambil beban karma ini atas kalian, agar kalian benar-benar dapat melepaskan masa lalu.

 

Penerjemah: Dyan Andriana Kostermans

© Pamela Kribbe
www.jeshua.net

 

*Keterangan dari penerjemah untuk Archangel:

Archangel dan Angel (dari istilah dalam Bahasa Inggris), keduanya berarti malaikat. Yang agak membedakan Archangel dari Angel kira-kira adalah Archangel memiliki tanggung jawab tertentu terkait dengan malaikat-malaikat (Angel) lainnya. Kata Archangel, yang dalam istilah Bahasa Jerman Erzengel, agak sulit dicari padanannya dalam istilah Bahasa Indonesia. Menurut sumber dari Wikipedia: Secara etimologi Archangel berasa dari bahasa Yunani ἀρχή arch, ‘Awal, pimpinan’, dalam arti lebih lanjut, ‘atas’, dan άγγελος ángelos  ‘Messenger/Utusan’.

Rahasia di Balik Perjanjian Green Hilton Memorial

Rahasia di Balik Perjanjian Green Hilton Memorial antara Sukarno dan Kennedy

kennedy sukarno

Misteri The Green Hilton Memorial Agreement yang ditandatangani oleh Presiden Sukarno dan Presiden AS Kennedy selama ini tersembunyi demikian rapat, demikian misterius. Semisterius dalang dan motif sebenarnya pembunuhan terhadap Kennedy, se-”misterius” gejolak politik yang berakhir dengan tahanan rumah bagi Sukarno. Dua tokoh utama kesepakatan dana terkait 59.000 (!) ton emas, yang membubuhkan tandatangannya di Jenewa, Swiss, tanggal 14 November 1963 di atas Perjanjian Green Hilton Memorial, secara misterius “dibungkam”.

John F Kennedy dibunuh tanggal 22 November 1963 di Dallas, Texas. Sementara di Indonesia pecah kerusuhan politik 30 September 1965, yang melumpuhkan ruang gerak serta kekuatan politik Sukarno, sampai ia meninggal dalam tahanan rumah Juni 1970. Dua kejadian yang jelas tampak dan mengubah garis sejarah kedua negara. Tapi sebenarnya masih banyak kejadian lain di berbagai negara terkait Green Hilton Memorial Agreement, yang juga mengubah sejarah kehidupan banyak bangsa dan bahkan secara global di Planet Bumi!

Mengungkap Misteri Dana Global Collateral Accounts

Perjanjian Green Hilton Memorial adalah kesepakatan pengaturan (kembali) pembayaran pinjaman emas Amerika Serikat bagi para deposan (penyimpan), dimana emas ini sebetulnya akan dipergunakan mencetak mata uang dollar AS (oleh badan keuangan AS/US Treasury) dengan standar emas. Anda tahu, selama ini mata uang dollar AS dicetak oleh Federal Reserve FED dan mata uang internasional yang kita kenal adalah uang Fiat (berdasarkan regulasi dan bukan berdasarkan standar emas).

Presiden Sukarno adalah M1, yakni orang yang terpilih (dipercaya) sebagai pengawas moneter atas kepemilikan deposan-deposan emas tersebut. Dengan tujuan agar dana-dana simpanan itu (Global Collateral Accounts) dipergunakan untuk tujuan-tujuan kemanusiaan. Itu sebabnya, dana Global Collateral Accounts sering disebut sebagai Dana Rahasia Sukarno, walaupun di sini Presiden Sukarno sebagai orang yang dipercaya untuk mengawasi dan melaksanakan dana simpanan tersebut oleh para (keluarga) deposan emas dari berbagai negara.

Kini, Anda mungkin bertanya-tanya mengapa kisah emas ini tidak pernah muncul dalam pemberitaan media atau dalam catatan sejarah yang dipublikasikan? Mengapa Perjanjian Green Hilton Memorial terkait dana Global Collateral Accounts ini begitu sangat misterius?

Jawabannya adalah (bagian) rangkaian sejarah panjang yang mengungkap berbagai peristiwa yang terjadi lebih dari satu abad di Planet Bumi. Untuk mengetahui kisahnya silakan klik

http://www.wakeupkiwi.com/downloadpapers/Neil_Keenan_History_and_Events_Timeline_INDONESIAN.pdf

http://neilkeenan.com/history-events-timeline/

Light and Love
kosmosindo

Lightworker I

Lightworker (Pekerja Cahaya) I

Yeshua – dengan channeler/perantara Pamela Kribbe

Identitas Lightworker

Lightworkers adalah jiwa-jiwa yang membawa tujuan dalam diri yang kuat untuk menyebarkan Cahaya – pengetahuan, kebebasan dan mencintai diri sendiri – di bumi. Mereka merasakan ini sebagai misi mereka. Mereka sering tertarik pada spiritualitas dan melakukan suatu bentuk pekerjaan terapis.

Karena rasa yang mendalam akan misi mereka, lightworkers (pekerja-pekerja cahaya) sering merasa berbeda dari orang lain. Dengan mengalami berbagai macam rintangan dalam perjalanan mereka, hidup menantang mereka untuk menemukan jalan unik mereka sendiri. Lightworker hampir selalu merupakan indivu yang soliter (memiliki pribadi dan gaya hidup sendiri), tidak menyesuaikan diri pada struktur masyarakat yang tetap.

 

Sebuah Catatan tentang Konsep “Lightworker”

Kata “lightworker” dapat menimbulkan kesalahpahaman, karena mengangkat sebuah kelompok jiwa-jiwa tertentu dari dari lainnya. Ini bisa menimbulkan dugaan bahwa kelompok tertentu ini entah bagaimana lebih dari yang lainnya, misalnya mereka “yang tidak bekerja bagi cahaya.” Seluruh jalan pikiran ini bertentangan dengan sifat dan tujuan sangat alami dari lightwork (kerja cahaya). Kami akan jelaskan apa yang salah dengan itu.

Pertama, menyatakan sesuatu lebih unggul (superioritas) secara umum bukan pencerahan. Itu menghambat pertumbuhanmu menuju kesadaran yang bebas dan penuh kasih. Kedua, para lightworker tidak “lebih baik” atau “lebih tinggi” dibanding siapapun. Mereka hanya memiliki sejarah yang berbeda dibanding mereka yang tidak termasuk dalam kelompok ini. Karena sejarah tertentu ini, yang akan kita bahas di bawah, mereka memiliki karakteristik psikologis tertentu yang membedakan mereka sebagai sebuah kelompok. Ketiga, setiap jiwa menjadi lightworker pada tahap tertentu perkembangannya, jadi label “lightworker” bukan disediakan terbatas untuk sejumlah jiwa.

Alasan kami menggunakan kata “lightworker” meskipun kemungkinan adanya kesalahpahaman adalah, karena hal itu itu membawa asosiasi dan menggugah memori-memori padamu yang membantumu mengingat. Memang ada kenyamanan praktis untuk itu, karena istilah tersebut sering digunakan dalam teks-teks spiritual kalian saat ini.

 

Akar Historis Lightworker

Lightworker membawa dalam diri mereka kemampuan untuk mencapai kebangkitan spiritual lebih cepat dari orang lain. Mereka membawa bibit-bibit di dalam (inner seeds) untuk kebangkitan spiritual yang cepat. Sehubungan dengan ini, mereka tampaknya berada di jalur lebih cepat dibanding kebanyakan orang, jika mereka memilih itu. Ini lagi, bukan karena lightworker entah bagaimana jiwa yang “lebih baik” atau “lebih tinggi”. Mereka, bagaimanapun, lebih tua dibanding kebanyakan jiwa yang saat ini berinkarnasi di bumi. Usia yang lebih tua ini sebaiknya lebih dipahami dalam segi pengalaman dibanding waktu.

Lightworker sudah mencapai tahap tertentu pencerahan sebelum mereka berinkarnasi ke bumi dan memulai misinya. Mereka secara sadar memilih terlibat sedemikian jauh dalam “roda karma kehidupan” dan untuk mengalami segala bentuk kebingungan dan ilusi yang terkait dengan itu.

Mereka melakukan ini dengan tujuan untuk benar-benar memahami “pengalaman bumi.” Ini akan membuat mereka mampu memenuhi misi mereka. Hanya dengan melewati sendiri semua tahapan ketidaktahuan dan ilusi, mereka akhirnya memiliki sarana untuk membantu orang lain guna mencapai kondisi kebahagian sejati dan pencerahan.

Mengapa para lightworker melakukan misi tulus untuk menolong manusia, dan dengan demikian mengambil risiko, mereka sendiri tersesat untuk jangka waktu lama dalam kehidupan yang berat dan penuh kebingungan di bumi? Ini adalah pertanyaan yang akan kami bahas secara luas nanti. Untuk sekarang kami mengatakan bahwa itu ada hubungannya dengan sebuah karma bertipe galaktik. Lightworker ada pada malam kelahiran manusia di bumi. Mereka adalah co-creator dari manusia. Dalam proses penciptaan, mereka membuat pilihan-pilihan dan bertindak dengan cara-cara yang mereka sesali mendalam setelah itu. Mereka sekarang berada di sini untuk menebus keputusan-keputusan yang mereka ambil kala itu.

Sebelum kami memasuki ke sejarah tertentu ini, kami akan menyebutkan sejumlah karakteristik jiwa-jiwa lightworker, yang secara umum membedakan mereka dari orang lain. Ciri-ciri psikologis ini tidak secara unik milik lightworker dan tidak semua lightworker mengenali semua ini sebagai karakteristiknya. Dengan memberikan daftar ini, kami hanya ingin memberi garis besar identitas psikologis lightworker. Dengan memperhatikan karakteristik tersebut, perilaku luar kurang begitu penting dibanding motivasi batin atau intensitas perasaan. Apa yang kamu rasakan di dalam, lebih penting daripada apa yang kamu tampilkan ke luar.

Karakteristik Psikologis Lightworker:

Sejak awal dalam kehidupan mereka, mereka merasa bahwa mereka berbeda. Seringkali mereka merasa terisolasi dari lainnya, kesepian dan disalahpahami. Mereka sering menjadi individualis yang ingin menemukan cara-cara unik mereka sendiri dalam hidup.
Mereka mengalami kesulitan untuk merasa betah dalam pekerjaan-pekerjaan yang bersifat tradisional dan/atau struktur organisasi. Lightworker memiliki sifat alami anti-otoriter yang artinya, mereka secara alami menolak keputusan atau nilai-nilai hanya berdasarkan kekuasaan atau hirarki. Sifat anti otoriter ini ada meskipun mereka tampaknya pemalu dan pendiam. Ini terkait dengan inti paling mendasar misi mereka di bumi.
Lightworker merasa tertarik untuk menolong orang sebagai terapis atau sebagai guru. Mereka mungkin psikolog, penyembuh, guru, perawat, dll. Meskipun profesi mereka tidak langsung berhubungan dengan menolong orang lain, niat untuk berkontribusi demi kebaikan manusia yang lebih tinggi jelas ada.
Visi hidup mereka diwarnai oleh rasa spiritual tentang bagaimana segala sesuatu terkait bersama-sama. Mereka secara sadar atau tidak sadar, membawa kenangan dalam diri mereka tentang alam cahaya yang non-duniawi. Mereka kadang-kadang merasa rindu pada dimensi ini dan merasa seperti orang asing di bumi.
Mereka sangat menghargai dan menghormati kehidupan, yang sering dimanifestasikan sebagai kesukaan pada binatang dan kepedulian mereka pada lingkungan. Penghancuran sebagian ruang hidup binatang dan vegetasi di bumi akibat ulah manusia, memicu perasaan kehilangan dan kesedihan mendalam pada mereka.
Mereka baik hati, sensitif dan empatis. Mereka mungkin kesulitan dalam menghadapi sikap yang agresif dan umumnya sulit membela dirinya sendiri. Mereka bisa bersifat pemimpi, naif atau sangat idealis demikian juga kurang menapak di tanah, yakni membumi. Karena mereka mudah menyerap perasaan negatif dan suasana hati orang-orang di sekitarnya, penting bagi mereka untuk banyak meluangkan waktu sendirian secara teratur. Ini akan memungkinkan mereka untuk membedakan antara perasaan mereka sendiri dan perasaan orang lain. Mereka perlu waktu menyendiri untuk berhubungan dengan dasar mereka sendiri dan dengan ibu bumi.
Mereka telah menjalani banyak kehidupan di bumi dimana mereka sangat terlibat dalam spiritualitas dan/atau agama. Mereka hadir dalam jumlah cukup besar dalam tatanan keagamaan lama di masa lalumu sebagai biarawan, biarawati, pertapa, paranormal, penyihir, dukun, pendeta, pendeta perempuan, dsb. Mereka adalah orang-orang yang menyediakan jembatan antara yang terlihat dan yang tidak terlihat, antara konteks sehari-hari kehidupan bumi dengan alam misterius pasca kematian, alam dari Tuhan dan roh baik dan jahat. Untuk memenuhi peran ini, mereka sering ditolak dan dianiaya. Banyak di antaramu yang dijatuhi hukuman mati karena bakat yang kamu miliki. Trauma dianiaya, meninggalkan bekas yang mendalam di dalam memori jiwamu. Ini sekarang mungkin termanifestasi sebagai rasa takut untuk benar-benar membumi, yakni rasa takut untuk benar-benar hadir, karena kamu ingat mengalami diserang secara brutal untuk siapa dirimu sebenarnya.

 

Tersesat: Jebakan bagi Lightworker

Lightworker dapat terjebak dalam kondisi ketidak tahuan dan ilusi, sama seperti halnya orang lain. Meskipun mereka memulai keberangkatan dari sudut pandang yang berbeda, kapasitas mereka untuk menerobos ketakutan dan ilusi dengan tujuan mencapai pencerahan (enlightenment) dapat terblokir oleh banyak faktor. (Dengan pencerahan kami maksud, kondisi keberadaan dimana kamu menyadari bahwa kamu pada dasarnya dari cahaya, dan mampu memilih cahaya setiap saat.)

Salah satu faktor yang menghalangi jalan menuju pencerahan bagi lightworker adalah kenyataan, bahwa mereka membawa beban karma berat yang dapat menyesatkan mereka untuk waktu yang lama. Seperti kami jelaskan sebelumnya, beban karma ini ada hubungannya dengan keputusan yang pernah mereka ambil terkait dengan manusia pada tahap awal. Keputusan-keputusan ini pada dasarnya tidak menghormati kehidupan (kami akan membicarakan hal ini nanti masih dalam bab ini). Semua lightworker yang sekarang hidup, berharap memperbaiki sejumlah kesalahan mereka di masa lalu dan memulihkan dan menghargai apa yang hancur akibat kesalahan-kesalahan tersebut.

Ketika lightworkers (pekerja-pekerja cahaya) sudah menempuh jalan mereka melewati beban karma, yang berarti melepaskan kebutuhan akan kekuasaan dalam cara apapun, mereka akan menyadari bahwa mereka pada dasarnya adalah makhluk cahaya. Ini akan membuat mereka mampu membantu yang lain, dalam menemukan diri sejati mereka. Tapi pertama-tama mereka sendiri harus melalui proses itu. Ini secara umum menuntut tekad yang besar dan ketekunan di tingkat batin. Karena masyarakat mencekoki mereka dengan nilai-nilai dan penghakiman, yang sering berlawanan dengan impuls alami mereka sendiri, banyak lightworker menjadi tersesat, berakhir dalam kondisi meragukan diri sendiri, menyangkal diri sendiri dan bahkan depresi dan kehilangan harapan. Ini karena mereka tidak dapat menyesuaikan diri ke dalam tatanan yang mapan dalam berbagai hal, dan mereka menyimpulkan ada sesuatu yang sangat salah pada mereka.

Apa yang harus dilakukan lightworker pada poin ini adalah berhenti mencari penilaian dari luar – dari orang tua, teman-teman atau masyarakat. Pada sejumlah titik waktu, kamu yang sedang membaca ini harus mengambil lompatan penting untuk pemberdayaan yang sebenarnya, yang berarti benar-benar mempercayai diri sendiri dan untuk benar-benar menghormati dan bertindak sesuai kehendak hati alamimu dan pengetahuan batinmu.

Kami mengundang kamu untuk melakukan hal itu dan kami memberi jaminan kepadamu, bahwa kami akan berada bersamamu dalam setiap langkah perjalananmu – seperti halnya kamu akan berada di sana bagi yang lain, dalam perjalanan mereka ke masa depan yang tidak terlalu jauh lagi.

 

© Pamela Kribbe
Penerjemah: Dyan Andriana Kostermans

www.jeshua.net/id

 

 

Pertemuan di Saat Mimpi

Channeling dari Arcturian (dengan perantara Suzanne Lie) – 27 Februari 2016

 “Pertemuan di Saat Mimpi”

Makin dan semakin banyak dari kalian, terbangun dengan pesan-pesan yang hidup namun sangat cepat menghilang, dari pertemuan-pertemuan malam hari pada saat mimpi. Pertemuan-pertemuan ini sangat real, tapi segera setelah kalian terbangun dari waktu mimpi empat dimensional kalian, diri tiga dimensional kalian akan cepat melupakannya.

Oleh karena itu kami menyarankan, agar kalian menyiapkan buku tulis atau sarana untuk mencatat di samping tempat tidur kalian, sehingga ketika kalian terbangun dapat mendokumentasi pertemuan-pertemuan interdimensional ini.

Kalian harus mencatat pertemuan batin ini hampir secara langsung ketika terbangun, karena otak tiga dimensional kalian masih belum terlatih untuk menyimpan frekuensi informasi ini, dan akan cepat melupakan pertemuan yang sebelumnya sangat hidup dan “real“.

Kami katakan “real“, yang artinya dimana ketika kalian baru terjaga, dan/atau sesaat sebelum kalian terbangun, otak tiga dimensional kalian mampu menerima pesan-pesan ini bukan sebagai sebuah “mimpi“, melainkan sebagai pengalaman “nyata“. Ingatlah, otak tiga dimensional kalian diprogram untuk hanya memahami pertemuan-pertemuan fisik sebagai „nyata“.

Oleh karena itu semua pengalaman dalam empat dimensional kalian, kesadaran Gelombang Alfa akan dipandang oleh otak 3D kalian sebagai “sebuah mimpi“ atau “hanya imajinasi kalian.“ Untungnya, kesadaran multidimensional kalian sendiri, yang SEKARANG berinteraksi dengan otak fisik kalian, akan mengingatkan kalian, bahwa „segala yang kalian pahami adalah nyata.“

Meskipun demikian itu mungkin tidak beresonansi dengan frekuensi tiga dimensional, dunia fisik. Meditasi-meditasi kalian adalah real. Angan-angan kalian adalah real. Mimpi-mimpi kalian di malam hari adalah real dan apa yang kalian bayangkan adalah real.

Kalian SEKARANG dipanggil untuk mengaktifkan seluruh tubuh fisik kalian. Yang kami maksud adalah, kalian diserukan untuk menjadikan „seluruh pikiran dalam otak“ kalian, mimpi-mimpi kalian, angan-angan kalian dan kekuatan imajinasi kalian, terhubung aktif (online) dengan otak tiga dimensional kalian.

Kalian mungkin berpikir, informasi ini membuat kewalahan, tapi tolong ingatlah, bahwa kalian „dicuci otak“ selama jutaan inkarnasi di Bumi untuk mempercayai, bahwa persepsi-persepsi kalian hanya nyata jika mereka beresonansi dengan frekuensi tiga dimensi.

Persepsi kalian juga dipandang sebagai “nyata“, jika itu dinyatakan “OK“ oleh konsensus realita 3D. Penggunaan primitif sistim interaksi yang mengagumkan dari otak fisik kalian, dimulai ketika kalian „dicuci otak“ selama kehidupan kalian pada hari-hari akhir Atlantis.

Pencucian otak ini kemudian dilanjutkan selama periode gelap yang panjang, dan bahkan dalam dunia “modern“ kalian. Jutaan gereja, yang sebenarnya dijalankan oleh Iluminati, seperti juga berbagai bentuk pencucian otak, yang diterapkan terhadap kalian melalui “iklan-iklan” modern kalian, sudah menjadi sangat efektif.

„Iklan-iklan (imej-imej)“ ini, yang menginfiltrasi kesadaran kalian dari segala bentuk media, seperti juga papan iklan di jalan dan billboard besar, mengatakan kepada kalian, bagaimana kalian seharusnya berpikir, bertindak dan hidup, jika kalian ingin, agar “yang lain” menerima atau bahkan menyukai kalian.

Seperti sudah kami katakan sebelumnya, jenis pencucian otak ini dimulai setelah masa puncak Atlantis, ketika ia bergerak ke arah kejatuhannya. Atlantis adalah sebuah realita empat dimensional, yang secara perlahan tenggelam makin dan lebih dalam, ke dalam tiga dimensi karena tujuan-tujuan jahatnya “kekuasaan atas yang lain“, yang telah dipindahkan ke Bumi, setelah mereka kalah dalam Perang Galaktik Besar.

Kalian, dear Ascending (orang-orang yang mengalami kenaikan), justru SEKARANG melakukan ekspansi kesadaran kalian melampaui Gelombang Beta tiga dimensional. Gelombang Beta ini, pemikiran tiga dimensional, secara luas membatasi keyakinan kalian untuk berpikir, bahwa hanya dunia fisik tiga dimensional, dunia fisiklah yang “nyata” dan yang lain-lainnya “hanya imajinasi kalian”.

Bagaimanapun, makin dan semakin banyak dari kalian memperluas kesadaran bangun kalian, untuk memeluk konsep dimana dunia empat dimensional „bukan hanya sebuah mimpi“. Kalian, yang terjaga (awakening), semakin teringat pada banyak pesan yang kalian terima dan pengalaman yang kalian miliki dalam saat mimpi.

Segera bila kalian teringat pada pengalaman batin ini, kalian menyadari bahwa banyak yang bisa ditarik sebagai manfaat dengan mengingat dan mendokumentasi mimpi-mimpi kalian. Bila kalian memulai proses ini, konsepsi kalian tentang „dunia yang nyata“, secara perlahan – atau cepat –  berekspansi untuk meliputi dimensi keempat.

Pada titik ini kalian mulai mengingat kembali „pertemuan dalam saat mimpi“ kalian. Kami, warga Galaktik dan Celestials, yang telah memperluas inti multidimensional kami, agar bisa mencapai bidang jangkauan dalam resonansi dimensi keempat kalian, dengan gembira menyambut kalian di dalam realita frekuensi ini.

Kalian dapat, dan banyak di antara kalian yang berkomunikasi dengan kami, ketika kalian terbangun dan bermeditasi. Kalian dapat memasuki “waktu mimpi“ dan dunia yang lebih tinggi lewat meditasi. Lebih jauh lagi, bila kalian bermeditasi, bukan tidur, di sana ada bagian dari Diri multidimensional kalian, yang dapat mencatat pengalaman-pengalaman kalian di dalam SEKARANG, bahwa kalian sedang mengalaminya.

Dokumentasi ini penting, karena otak fisik kalian tidak dapat menyimpan pesan-pesan multidimensional secara efektif. Untungnya ketika kalian mendokumentasi pengalaman kalian, dan terutama jika kalian membaginya dengan yang lain, kalian membumikannya ke dalam dunia fisik kalian.

Jika pesan-pesan ini membumi di dimensi ketiga, mereka mulai berinteraksi dengan jutaan bentuk-bentuk pemikiran tiga dimensional yang tidak tampak, mengalir melalui realitas fisik kalian seperti sebuah virus. Dalam banyak hal, bentuk pemikiran 3D ini bertindak seperti virus, dimana mereka “menginfiltrasi“ pemikiran multidimensional yang kalian bawa sejak lahir.

Untuk alasan ini, pihak-pihak yang hilang/gelap telah membanjiri realitas kalian dengan jutaan pesan-pesan 3D, yang memberitahu kepada kalian, bahwa jika kalian ingin diterima, jika kalian ingin “cukup baik“, kalian HARUS membeli “benda“ ini.

Tentu saja, uang yang merupakan biaya untuk membeli hal-hal yang tidak berguna ini, semuanya mengalir kepada orang-orang yang telah memanfaatkan ketakutan kalian merasa tidak „cukup baik“, agar kalian memberi uang kalian kepada mereka. Itu adalah pedang bersisi dua, karena jika kalian memberikan uang kalian kepada “mereka”, maka kalian tidak punya cukup uang untuk orang-orang, tempat-tempat, lembaga-lembaga dan situasi-situasi yang akan menggunakan uang kalian demi menyembuhkan orang-orang dan planet.

Karena alasan ini, kami juga mengambil risiko untuk pertemuan secara teratur di kawasan tengah-sampai-lebih tinggi dimensi keempat, sehingga kalian dapat bergabung dengan kami dalam mimpi-mimpi kalian. Kami katakan „mengambil risiko“, karena dimensi keempat bagi kami ibaratnya seperti kalian berada di dasar lautan.

Frekuensi dimensi keempat bagi kami sedemikian padat, sehingga rasanya seperti jika kami memanggul sebuah samudra. Oleh karena itu kami hanya tahan sebentar dan tinggal hanya untuk pesan yang singkat pada frekuensi, pada apa yang kalian sadari/mengerti sebagai waktu.

Kami ingin mengucapkan selamat kepada kalian, para sukarelawan kami untuk Bumi, karena menjernihkan aura-aura empat dimensional kalian sendiri, yang membantu membersihkan aura empat dimensi Gaia; mencukupi sehingga kami dapat secara singkat menolerir kepadatan aura empat dimensional Gaia yang dikasihi.

Kami sangat gembira, dimana banyak teman-teman kami, yang mengenakan tubuh fisik, telah mampu mendidik makin dan semakin banyak pengunjung kami di Bumi, yang menjadi hilang dalam kebohongan dan ilusi-ilusi garis waktu dari Bumi tiga dimensional kalian.

Karena begitu banyak di antara kalian yang telah mampu terbangun untuk kalian yang sebenarnya, multidimensional alami kalian, kalian mampu secara sadar menerima frekuensi-frekuensi cahaya lebih tinggi yang membanjiri Gaia yang dicintai, dalam mempersiapkanNya untuk kenaikan planetarianya.

Bagi mereka yang SEKARANG mengenakan tubuh Bumi, memiliki peluang yang langka untuk berpartisipasi dalam peristiwa kenaikan planetaria yang akan berlangsung. Dengan “kenaikan planetaria“ maksud kami, dimana Gaia membuka zona kehidupan lima dimensionalnya bagi “populasi yang sadar“.

Kami sebut „populasi yang sadar“, karena banyak di antara kalian telah mengunjungi Bumi lima dimensional, tapi tidak ingat akan pengalaman ini ketika kalian kembali ke persepsi terbatas tubuh bumi tiga dimensional kalian.

Karena alasan ini kami mengunjungi kalian dalam mimpi-mimpi kalian, sesaat sebelum kalian siap untuk terbangun, dengan harapan agar kalian akan ingat pada pertemuan kita. Kami lebih jauh berharap, bahwa kalian mencatat pertemuan kita dan membaginya dengan yang lain. Ingatkanlah pula mereka, dengan siapa kalian berkomunikasi, untuk juga membagi pengalaman-pengalaman mereka.

Spot-spot iklan kalian telah melatih kalian, dimana kalian harus mendengar pesan yang sama kembali dan kembali lagi dengan cara berbeda-beda yang mudah, sebelum kalian dapat menyimpulkan, bahwa pesan ini “real“ dan bukan “hanya imajinasi kalian.“

Untungnya indoktrinasi 3D ini tidak sampai melewati batas pikiran empat dimensional kalian, kecuali harga diri kalian sendiri telah menjadi sangat lemah. Dengan “harga diri sendiri“ maksud kami rasa menghargai yang kalian pegang bagi diri kalian sendiri.

Banyak „Pertemuan dalam waktu mimpi“ kita, difokuskan untuk mengingatkan kalian, bahwa kalian dihargai sangat besar oleh Keluarga Galaktik kalian, karena semua yang telah kalian lakukan untuk membantu Gaia dalam kenaikan planetariaNya.

Bagaimana kalian mengingat bahwa kalian baru saja terbangun dari pertemuan dalam mimpi? Kalian segera setelah terbangun mungkin akan teringat pada pertemuan kita, tapi pesan kami sering kali sangat lemah bagi kesadaran tiga dimensi kalian.

Oleh karena itu jika kamu terbangun dengan sebuah mimpi dalam pikiranmu: segera pejamkan lagi matamu sebelum kamu benar-benar terbangun.

  • Kemudian rilekslah dalam perasaan, baik dalam dunia mimpimu seperti juga dalam dunia fisik.
  • Lalu ijinkanlah gambar-gambar dalam perjalanan malammu, menari dengan memori-memori 3D-mu.
  • Pergilah ke dalam kondisi meditatif, dimana kamu tidak tidur, juga tidak benar-benar bangun.
  • Dalam kondisi ini kamu dapat sering memperoleh kembali pesan-pesan penting dari dimensi lebih tinggi, yang sering diinterpretasikan oleh otak 3D-mu sebagai „hanya sebuah mimpi.“

Segera setelah kamu memperoleh kembali mimpi ini:

  • Pergilah ke dalam mimpi dan ceritakanlah dirimu sendiri tentang mimpi itu dengan mata terpejam.
  • Jika kamu bercerita kepada dirimu sendiri tentang mimpi itu, kamu mentransfer mimpi itu dari realita mimpi empat dimensional-mu ke kesadaran berpikir tiga dimensional-mu.

Kemudian, jika kamu membuka matamu

  • Ambillah segera alat tulis dan buku, yang selalu ada di samping tempat tidur.
  • Dan tulislah dengan cepat semuanya, apa yang dapat kamu ingat. Jika kamu kembali tertidur, itu kemungkinan besar untuk membantumu mengingat kembali pesan dalam mimpimu. Oleh karena itu perhatikanlah, untuk menceritakan kepada dirimu sendiri tentang mimpimu dan tulislah itu dengan segera.

Dengan mempraktekkannya, kalian akan melatih otak tiga dimensional kalian dalam kondisi bangun untuk mengingat mimpi-mimpi kalian lebih lama, dan/atau mengingat gambaran atau pesan singkat yang menghilang melalui kesadaran kalian pada momentum kalian terbangun.

Gambaran kecil ini atau pesan ini mengatakan kepada kalian, „Ini adalah sebuah pesan interdimensional, yang ingin kalian ingat dalam kondisi bangun.“ Jika kalian mengikuti proses di atas, kalian akan mulai mengingat mimpi-mimpi kalian secara lebih hidup dan lebih sering.

Kalian juga akan mampu mengingat mimpi-mimpi kalian untuk waktu lebih lama, sehingga kalian dapat pergi ke komputer kalian dan mengetiknya. Jika kalian melakukan meditasi setiap hari, juga meskipun itu hanya untuk beberapa menit, kalian akan lebih mampu mengingat mimpi-mimpi kalian.

Ingatlah bahwa meditasi-meditasi harian memperluas persepsi kesadaran kalian ke realita frekuensi yang lebih tinggi dan semakin tinggi.

Ketika kondisi kesadaran kalian sehari-hari meluas menuju dimensi yang lebih dan lebih tinggi, pengalaman-pengalaman dalam kehidupan sehari-hari kalian akan berubah.

Kemudian, prioritas-prioritas kalian akan bergeser dari bertahan hidup dari hari-ke-hari, menuju proses kemajuan kenaikan planetaria.

Semakin banyak dari mereka yang membumi, melakukan pergeseran dari bertahan hidup 3D menuju kenaikan (ascension) 5D. Apa yang semua mereka temukan adalah, “Apa yang kamu pikirkan, kamu realisasikan.“

Oleh karena itu: Jika kalian berpikir pada semua hal yang mengerikan, yang dapat terjadi terhadap dunia 3D kalian, ini pada kenyataannya menyetel perhatian kalian untuk berkalibrasi pada pengalaman-pengalaman ini. Di sisi lain jika kalian berpikir pada kenaikan planetaria (planetary ascension), kalian menyetel kesadaran kalian pada DIRI multidimensional kalian sendiri.

Dengan fokus kalian terhadap DIRI Multidimensional kalian sendiri, kalian secara konstan melakukan komunikasi dengan persepsi frekuensi lebih tinggi dari DIRI kalian sendiri Yang Lebih Tinggi.

Sementara bagi mereka yang hanya dapat menyadari dunia fisik, merasa khawatir tentang jutaan pesan negatif dan mengawasi yang diterimanya setiap hari, kalian berkonsentrasi pada realita dimensional yang lebih tinggi, yang secara kontinyu bergabung dengan kehidupan 3D kalian sehari-hari.

Lewat fokus dimensional yang lebih tinggi ini, kalian akan meraih lebih dan lebih banyak informasi tentang mengembangkan realita multidimensional yang kalian kunjungi selama mimpi-mimpi, meditasi, aktivitas kreatif dan pembicaraan kalian dengan orang lain, yang juga memeluk DIRI dimensionalnya yang lebih tinggi dan PERSEPSI dimensionalnya yang lebih tinggi.

Siapa yang mengarahkan persepsinya pada versi-versi realita tiga dimensional dan kawasan bawah empat dimensional, akan semakin bertambah ketakutan, merasa marah, tidak stabil dan kebingungan.

Di sisi lain, mereka yang telah memeluk pengalaman-pengalaman dimensional lebih tinggi mereka sebagai „peristiwa real“, yang memasuki „dunia nyata“, akan menjadi lebih tenang, lebih terpusat dan semakin mendedikasikan dukungannya bagi Gaia dalam proses kenaikan planetariaNya.

 

Sumber: Meeting in Dreamtime

Penerjemah: Dyan Andriana Kostermans

http://suzanneliephd.blogspot.de/2016/02/meeting-in-dreamtime-by-arcturians.html

 

 

 

 

Bumi Baru II

 

Bumi Baru (New Earth) II

Yeshua – sebagai channeler/perantara Pamela Kribbe

Siklus planet

Segala yang ada berkembang dalam siklus, baik planet-planet maupun manusia. Bukan hal yang luar biasa bila satu individu atau sekelompok jiwa-jiwa individual keluar dari siklus karma, pada sejumlah titik waktu. Apa yang membuat era ini menjadi istimewa adalah, dimana bumi sendiri mengakhiri sebuah siklus karma yang besar. Bumi sedang dalam definisi melakukan transformasi dalam dirinya, yang akan membawa pada suatu kesadaran baru dalam eksistensinya sebagai planet. Di titik manapun jiwa-jiwa individual sedang berada untuk siklusnya sendiri, proses transformasi bumi akan mempengaruhinya.

Bumi adalah Rumah kalian. Bandingkan itu dengan rumah tempat kalian tinggal. Coba kalian bayangkan, sedang ada pembangunan baru. Itu tentunya sangat mempengaruhi kehidupan sehari-hari kalian. Tergantung pada situasi perasaan yang sedang kalian alami, kalian akan menyambutnya sebagai perubahan atau sebagai kejadian yang mengganggu dan menjengkelkan. Jika kalian memang sudah merencanakan merenovasi rumah kalian, dan kalian gembira akan hal itu, kalian berada selaras dengan perubahan-perubahan dan dapat membiarkan kalian mengikuti arus peristiwa. Proses perubahan bumi akan menunjang dan memperbaiki proses transformasi pribadi kalian.

Jika kalian tidak ingin mengubah rumah kalian, kalian akan merasa jengkel dan frustrasi akan kekacauan di sekitar kalian. Perubahan di dalam bumi akan membawa kalian keluar dari keseimbangan.

Bagi mereka yang menyambut perubahan-perubahan dalam bumi, ini akan menjadi masa yang sangat memberi semangat. Kalian akan terangkat oleh gelombang cahaya, yang saat ini membanjiri alam semesta kalian.

Saat ini bumi hampir runtuh karena beban karma kehidupan manusia. Negativitas dan kekerasan yang merupakan hasil dari beban-beban karma ini, digambarkan seperti sampah-sampah energetis, yang hampir tidak dapat diolah, dinetralisasi dan diintegrasi oleh bumi.

Fokuskan kesadaran kalian untuk sesaat kepada hati bumi. Santai dan fokuskan… dapatkah kalian merasakan sesuatu? Dapatkah kalian merasakan bagaimana bumi tercabik-cabik, bagaimana begitu banyak kekerasan terjadi padanya?

Bumi merasakan ketidakberdayaan dan perlawanan pada waktu yang sama. Ia hampir tiba pada saat menciptakan fondasi baru bagi eksistensinya. Bumi memutuskan untuk melepaskan energi-energi dari pertarungan, persaingan dan drama: baik di tingkat dalam maupun di tingkat luar. Basis baru yang ditariknya ke atas adalah energi hati, energi keseimbangan dan keterhubungan: energi Kristus yang hidup.

Bumi, sama seperti kehidupan manusia, terlibat dalam pelajaran pengalaman. Tepat seperti manusia, kesadarannya berkembang dan berubah. Tepat seperti kehidupan manusia, perjalanannya juga dimulai dari sejenis ketidaktahuan tertentu atau ketidaksadaran tentang siapa dirinya.

Dulu bumi adalah “planet gelap”, yang menyerap atau menelan energi-energi yang ada di sekelilingnya. Ia mengambil energi atau makhluk yang ia temui ke dalam dirinya dan mengasimilasikan itu sepenuhnya; ia mengambil keunikan-keunikannya dan dengan demikian seperti “membunuhnya”. Ini adalah dampak keinginannya untuk berekspansi. Bumi merasakan kekurangan atau ketidaksempurnaan sedemikian rupa pada dirinya, yang diinterpretasikan sebagai kebutuhan untuk menaklukkan dan menyerap energi-energi lainnya. Karena bumi sama sekali tidak mengembalikan energi-energi ini, tidak terjadi interaksi sebenarnya di antara mereka. Itu adalah proses yang mematikan dan seperti mati.

Pada momentum tertentu bumi menjadi sadar bahwa proses ini tidak memuaskan. Ia merasa, bahwa dalam memberi makan dirinya dengan cara ini ada yang kurang. Rasa ketidak-sempurnaan tidak berkurang lewat cara tersebut. Kebutuhannya akan ekspansi melalui pembunuhan energi-energi tidak memuaskannya.

Pada momentum itu dalam kesadaran bumi tergugah keinginan akan kehidupan, akan hidup. Ini bukan berarti, bahwa bumi benar-benar sadar akan hal itu. Ia hanya tahu, bahwa ia ingin mengubah sesuatu, sesuatu yang baru, semacam interaksi dengan energi-energi lainnya, yang mana pengurangan energi-energi ini tidak harus berakhir menjadi energi bumi. Dan dengan demikian, di dalam kesadaran bumi, tercipta sebuah ruang untuk mengalami sesuatu yang berbeda dari dirinya sendiri.

Secara energetis ini berarti awal kehidupan di bumi.

Sudah menjadi peraturan kosmik, dimana semua keinginan yang dirasakan secara mendalam akhirnya juga akan menciptakan sarana untuk mewujudkannya. Keinginan-keinginan, yang pada dasarnya campuran dari pikiran dan perasaan, adalah energi-energi penciptaan. Ini berlaku baik bagi planet-planet maupun bagi manusia. Di dalam bumi muncul kerinduan, sebuah kerinduan untuk mengalami hidup. Sebuah kerinduan untuk melindungi dan menghargai hidup, ketimbang menghancurkannya.

Dan itu terjadi.

Ketika kehidupan datang di bumi, bumi sendiri mulai mekar dan berkembang. Ia memasuki tingkatan baru pengalaman, yang memenuhinya dengan perasaan terkejut dan kepuasaan. Ia terkejut bahwa kerinduan yang begitu sederhana, perasaan samar-samar akan suatu kebutuhan, menggerakkan suatu perkembangan besar dan baru.

Di bumi berkembang eksperimen besar berbagai bentuk kehidupan. Banyak bentuk kehidupan merasakan keingingan untuk bermanifestasi di bumi dan bereksperimen dengan energi-energi yang tersedia di sini. Bumi terus menjadi ajang untuk sesuatu yang baru. Di sini ada kebebasan untuk mencoba-coba jalan baru, menemukan peluang-peluang baru. Dulu dan sekarang pun masih ada keinginan bebas bagi semua makhluk.

Bersamaan dengan penciptaan kehidupan, mulailah bumi dan semua makhluk hidup di dalamnya mulai mengikuti jalur tertentu perkembangan dalam dirinya. Tema utama dalam jalan pengalaman ini adalah keseimbangan antara memberi dan menerima.

Pada tingkat kesadaran batin, bumi sejak jutaan tahun bertujuan mencapai keseimbangan yang sebenarnya antara memberi dan menerima. Sebagai planet, bumi memberi dan menerima hidup. Pada “periode gelap” bumi, di tahap perkembangan dimana ia menelan energi-energi dan menetralisasinya, aksennya terletak amat kuat pada “menerima.”

Pada saat ini ia tiba pada ekstrim lainnya: memberi sampai batas apa yang ia mampu berikan.

Bumi untuk jangka waktu lama memberi toleransi pada kekerasan dan eksploitasi oleh manusia, karena ini sepertinya dari segi karma cocok baginya. Bumi juga harus belajar mengalami sisi lain dari kekerasan dan represi. Tindakannya sebagai pelaku melemparkan seruan kepada korban-korbannya, ibaratnya bumerang, untuk memberi pengalaman yang merupakan kebalikannya. Demikian karma berfungsi. Di sini bukan menyangkut hukuman. Untuk bisa benar-benar mengerti tema kekuasaan dan menjalani hal itu, kedua pihak harus mengalami kekuasaan. Semua hal, di mana kalian ingin memperjuangkannya atau dimana kalian ingin menguasainya, akan kalian temui kembali, baik sebagai korban ataupun sebagai pelaku, sampai kalian menyadari bahwa kalian berdua adalah SATU, kedua pihak adalah satu energi ilahi.

Eksploitasi semena-mena terhadap bumi pada saat ini, bila ditinjau dari segi karma, sudah pada tempatnya, karena hal itu memberi kesempatan kepada bumi untuk mencapai pengertian penuh tentang keseimbangan antara memberi dan menerima.

Namun sementara ini batasan-batasan tidak adanya rasa hormat dan eksploitasi yang masih dapat diterima dari segi karma, dapat dilihat. Bumi sudah mencapai pengertian sepenuhnya untuk keseimbangan dan sedang mengakhiri siklus karmanya tentang kesadaran. Ia sudah mencapai tingkat cinta kasih dan kesadaran, yang tidak akan lebih lama lagi memberi toleransi terhadap penyalahgunaan yang dilakukan manusia. Tingkat kesadaran ini akan menyebabkan ia menarik energi-energi yang berorientasi serupa yang menghargai harmoni dan rasa hormat, dan menolak energi-energi dengan tujuan penghancuran.

Waktu untuk keseimbangan baru antara memberi dan menerima sudah tiba. Di “Bumi Baru” akan ada damai dan keharmonisan antara planet bumi dan semua yang hidup di dalamnya: Manusia, tanaman dan hewan. Harmoni dan perasaan keterhubungan dari hati di antara semua makhluk, akan menjadi sumber sukacita besar dan kreativitas.

Transisi dari bumi yang lama menuju bumi yang baru adalah sebuah proses, yang tidak memiliki ketetapan waktu dan tanda-tanda khusus. Hal ini banyak tergantung dari keputusan-keputusan yang diambil manusia, dari keputusan-keputusan yang kalian semua ambil saat ini sebagai individu-individu.

Banyak prediksi yang dibuat dan akan dibuat untuk masa transisi ini. Membuat prediksi-prediksi semacam itu selalu merupakan hal yang diragukan. Intinya adalah: realitas materi kalian yang dapat dilihat adalah manifestasi dalam diri kalian, kondisi kesadaran kolektif kalian. Kesadaran, seperti yang kami sudah jelaskan di awal, adalah bebas dan gemar mencipta. Setiap saat kalian dapat memutuskan menciptakan masa depan kalian yang lain, dimana kalian merasakan dan berpikir yang lain. Setiap saat kalian dapat mengatakan “Tidak” terhadap pikiran-pikiran dan perasaan-perasaan yang membatasi, yang menghancurkan. Ini berlaku bagi kalian sebagai individu-individu, tapi juga bagi kelompok-kelompok lebih besar manusia.

Ketika kelompok dari individu yang mencintai kebebasan dan cinta lebih banyak dari yang membenci dan menghancurkan, maka itu akan merupakan manifestasi realitas yang bisa dicapai. Bumi akan bereaksi untuk itu. Ia dapat merasakan apa yang terjadi di dalam diri manusia. Ia bereaksi terhadap pergerakan di dalam diri kalian.

Oleh karena itu kami benar-benar ingin menegaskan, tidak seorangpun, tidak juga kami “dari sisi kami”, dapat memberi prediksi yang akurat kapan dan dengan cara bagaimana Bumi Baru akan lahir.

Tapi sudah jelas bahwa kelompok dari jiwa-jiwa yang sekarang mengakhiri siklus karmanya (lihat Bumi Baru I), secara energetis berhubungan erat dengan Bumi Baru. Orang-orang ini, yang sering merasa sangat terkait dengan cita-cita Bumi Baru, akan mendapat peluang-peluang luar biasa untuk berkembang dan melepaskan, karena siklus planet dan siklus pribadi saling bertepatan.

Dalam penjelasan mendatang kami, dalam serial Lightworker (Pekerja Cahaya) kami akan membahas jiwa-jiwa kelompok ini secara satu persatu. Kami sering menyebutnya Lightworker dan kami juga akan memakai istilah ini. Alasan untuk itu adalah, bahwa mereka sedang ber(re)inkarnasi dalam masa transisi ini, tidak kebetulan. Mereka terhubung erat dengan sejarah bumi. Dalam seri-seri mendatang, kami akan menggambarkan ciri-ciri khas fisik yang kebanyakan dimiliki Lightworker (pekerja cahaya). Kami akan menceritakan sejarahnya, asal usul galaksinya dan tugas mereka di bumi. Kami akan membahas secara rinci tahap-tahap pertumbuhan di dalam diri, yang akan dilalui selama perjalanan untuk mengatasi siklus karma.

 

© Pamela Kribbe

Penerjemah: Dyan Andriana Kostermans

www.jeshua.net/id/

 

 

Bumi Baru I

Bumi Baru (New Earth) I

 Yeshua – sebagai channeler (perantara) Pamela Kribbe

Pada hari dan masa ini, transisi sedang berlangsung di bumi. Kesadaran baru sedang merekah yang cepat atau lambat akan diikuti bentuk materi. Bagaimana tepatnya transisi ini berlangsung, bentuk apa yang akan diambilnya, belum pasti. Masa depan selalu tidak dapat ditentukan. Satu-satunya hal yang benar-benar terungkap adalah saat ini: Sekarang. Dari apa yang dikenal Sekarang muncul kemungkinan yang tak terhitung jumlahnya, sebuah jaringan tanpa batas kemungkinan skenario masa depan.

Berdasarkan masa lalu, kita dapat memprediksi bahwa satu masa depan tertentu lebih mungkin daripada yang lainnya, tapi pilihan selalu milikmu. Kamulah, yang memutuskan apakah kamu membiarkan masa lalu menentukan masa depanmu! Prediksi selalu didasarkan pada probabilitas. Probabilitas terkait dengan masa lalu. Ini terletak dalam kekuatanmu sebagai manusia untuk memutuskan hubungan dengan masa lalu, dan menentukan haluan lain. Kamu diberkahi dengan keinginan bebas. Kamu memiliki kekuasaan untuk mengubah, untuk membuat ulang dirimu sendiri. Di dalam kekuatan ini terletak keilahianmu. Itu adalah kekuatan untuk menciptakan dari yang tidak ada (to create ex nihilo). Kuasa ilahi ini adalah milik inti dari siapa dirimu.

Berbicara tentang hari dan masa ini sebagai masa transisi, jangan lupa bahwa kalian adalah penguasa dari realitas kalian sendiri. Tidak ada hal seperti Rencana yang sudah ditakdirkan atau Cosmic Power, yang mengatur jalan jiwa individualmu atau kekuatan individualmu untuk menciptakan realitasmu sendiri. Ini tidak bekerja seperti itu. Setiap jiwa di bumi ingin mengalami transisi ini, dengan cara yang sesuai dengan kecenderungan internalnya. Ada banyak realitas. Realitas yang kamu pilih akan menjawab kebutuhan-kebutuhan dan keinginan-keinginan dalam dirimu.

Apa yang membuat periode ini (1950 – 2070 kurang lebih) istimewa adalah, ada dua siklus yang berbeda dari kesadaran akan berakhir: siklus pribadi (atau serangkaian siklus pribadi) dan siklus planet. Penyelesaian siklus-siklus ini saling bertepatan, sehingga yang satu memperkuat yang lain.

Untuk sebagian manusia, penyelesaian siklus pribadi mereka dalam hidup di bumi sudah dekat. Sebagian besar jiwa yang terlibat dalam penyelesaian ini adalah lightworkers (pekerja-pekerja cahaya). Kami akan membahas lebih rinci tentang kelompok jiwa-jiwa lightworker ini. Di sini kami akan menjelaskan sifat alami dari siklus pribadi: apa artinya pergi melalui siklus itu dan apa tujuan menjalani hidup, semua kehidupan yang cukup rumit ini di bumi.

Siklus Karma Pribadi

Kehidupan bumi yang kamu alami adalah bagian dari siklus lebih besar dari jiwamu. Siklus ini dirancang untuk memungkinkan dirimu untuk sepenuhnya mengalami dualitas. Di dalam siklus ini kamu sudah mengalami bagaimana rasanya menjadi laki-laki dan perempuan, menjadi sehat dan sakit, menjadi kaya atau miskin, menjadi “baik” dan “buruk”. Dalam beberapa kehidupan kamu sangat terlibat dengan dunia materi, menjadi petani, pekerja atau pengrajin. Ada sejumlah kehidupan yang lebih berorientasi spiritual dimana kamu membawa dalam dirimu, kesadaran kuat akan asal spiritualmu. Dalam kehidupan-kehidupan tersebut kamu sering tertarik pada panggilan-panggilan keagamaan. Juga ada kehidupan dimana kamu menjelajahi domain duniawi tentang kekuasaan, politik, dll. Mungkin juga ada kehidupan-kehidupan yang ditujukan sebagai ekspresi seni dirimu sendiri.

Seringkali jiwa-jiwa dalam menjalani semua kehidupan ini, cenderung untuk mengkhususkan diri pada sesuatu. Ini dapat jelas dikenali pada orang-orang yang memiliki bakat alami di bidang tertentu. Tampaknya mereka memiliki potensi di sana, bahkan sebagai anak, yang hanya perlu dibangunkan pada waktu yang tepat dan kemudian dengan mudah dikembangkan.

Jiwa-jiwa lightworker, sering tertarik pada kehidupan keagamaan dan telah menjalani berbagai kehidupan sebagai biarawan, biarawati, pendeta, dukun, penyihir, paranormal, dsb. Mereka tertarik menjadi perantara antara dunia yang bersifat materi, dunia fisik dan alam spiritual. Dan dengan begitu mereka mengembangkan keahlian di bidang ini. Jika kamu merasakan panggilan ini, desakan kuat untuk terlibat dengan spiritualitas, bahkan jika itu tidak sesuai dengan kehidupan normal sehari-harimu, kamu sangat mungkin menjadi bagian dari keluarga lightworkers ini.

Hidup di bumi memberimu kesempatan untuk sepenuhnya mengalami apa rasanya menjadi manusia. Sekarang kamu mungkin bertanya: apa yang begitu istimewa tentang menjadi manusia? Mengapa saya mau untuk mengalami itu?

Pengalaman manusia adalah beragam dan intensif. Ketika kamu menjalani hidup sebagai manusia, kamu untuk sementara tenggelam dalam suatu bidang yang luar biasa dari sensasi fisik, pikiran dan perasaan. Karena dualitas yang melekat pada bidang ini, ada kontras dan intensitas besar dalam pengalaman-pengalamanmu, jauh lebih besar dibanding ketika kamu berada di pesawat astral, seperti kalian menyebutnya. (Ini adalah pesawat-pesawat yang kalian masuki setelah kalian mati dan tempat kalian berada diantara kehidupan-kehidupan). Itu bagimu mungkin sulit untuk dibayangkan, tapi banyak entitas (makhluk non fisik) dari pihak kami, lebih senang untuk berada di sepatumu. Mereka akan senang menjadi manusia, untuk memperoleh pengalaman manusia. Pengalaman manusia punya semacam bentuk kenyataan yang sangat berharga bagi mereka. Walaupun mereka dapat menciptakan realitas yang tidak terhitung jumlahnya lewat kekuatan imajinasi mereka, itu kurang memberi mereka kepuasan dibanding penciptaan akan satu yang “nyata” dalam realitas di bumi.

Di bumi, proses penciptaan seringkali adalah perjuangan. Kamu biasanya menemui banyak hambatan dalam membuat impianmu menjadi kenyataan. Jenis penciptaan mental di dunia astral jauh lebih mudah. Tidak ada selisih waktu antara memikirkan sesuatu dan penciptaan sebenarnya untuk itu. Selain itu, kamu dapat menciptakan realitas apapun yang kamu mau atau dapat kamu pikirkan. Di sana tidak ada batas. Pada saat kamu membayangkan taman yang indah, taman itu ada bagimu untuk dimasuki.

Untuk melahirkan sebuah gagasan di bumi, untuk membuatnya menjadi realitas ke dalam dunia materi, itu upaya besar. Itu menuntut niat yang kuat, ketekunan, pikiran yang jernih dan hati yang percaya. Di bumi, kamu harus menghadapi kelambanan dan kekeras-kepalaan dari dunia materi. Kamu harus menghadapi impuls-impuls bertentangan dalam dirimu sendiri: dengan keraguan, putus asa, kurang pengetahuan, kurang kepercayaan, dsb. Proses penciptaan dapat terhambat atau bahkan gagal karena salah satu dari unsur-unsur ini. Sekarang potensi-potensi masalah ini, bahkan kegagalan, adalah alasan sebenarnya yang membuat pengalaman kehidupan di bumi begitu berharga. Dalam proses ini, tantangan-tantangan yang kamu temui adalah guru-gurumu yang terbesar. Mereka memberi pengalaman bumi suatu kedalaman, yang jauh lebih dalam dan luas dibanding penciptaan tanpa susah payah di pesawat-pesawat astral. Ke-tanpa harus bersusah payah-an ini menimbulkan ke-tidak berarti-an. Entitas-entitas astral yang belum memiliki pengalaman hidup di bumi, mengetahui dan memahami hal ini.

Kamu sering menjadi berkecil hati dan bahkan putus asa oleh sifat alami tidak mau mengalah dari realitasmu. Sebegitu sering realitas tidak menjawab keinginan-keinginan dan harapan-harapanmu. Sebegitu sering niat penciptaanmu tampaknya berakhir dalam kepedihan dan kekecewaan. Namun, kamu akan menemukan kunci menuju kedamaian dan kebahagiaan pada sejumlah titik. Kamu akan menemukan kunci itu di dalam hatimu sendiri. Dan jika kamu menemukannya, kegembiraan yang akan melimpahimu tidak akan dapat dibandingkan dengan apapun yang diciptakan di pesawat-pesawat astral. Itu adalah kelahiran dari keahlianmu, keilahianmu.

Esktasi yang akan kamu alami ketika keilahianmu terbangun akan menghadiahimu dengan kekuatan menyembuhkan dirimu sendiri. Cinta kasih ilahi ini akan membantumu pulih dari rasa sakit yang mendalam, yang telah kamu derita sepanjang kehidupan-kehidupanmu di bumi.

Setelah itu, kamu akan mampu menolong menyembuhkan yang lain yang melewati rintangan-rintangan dan penderitaan yang sama. Dan kamu akan dapat membimbing mereka dalam jalur mereka menuju keilahian.