Lightworker III

Lightworker Berinkarnasi di Bumi

(Yeshua – dengan channeler (perantara) Pamela Kribbe)

Ketika kalian berinkarnasi di bumi, kalian baru saja memulai tahap transisi dari kesadaran berbasis ego menuju kesadaran berbasis hati. Kami telah menggambarkan bahwa transisi ini terdiri dari empat tahap. Kalian sudah menyelesaikan tahap pertama, ketika kalian menyadari adanya keinginan akan “sesuatu yang lain”, sesuatu yang berbeda dari perebutan kekuasaan yang sebelumnya mengisi kehidupan kalian.

Perjuangan ini memberi hidup kalian tujuan dan arti untuk jangka waktu yang cukup lama. Rasa takjub kalian akan kekuasaan, telah menggoda kalian untuk menggunakan manusia sebagai “boneka-boneka”dalam peperangan galaktik kalian. Semua kerajaan galaktik ikut terlibat di sini. Tapi ketika energi-energi pertempuran dipindahkan ke bumi, dengan manusia sebagai figur-figur permainan, kalian makin lebih bertindak sebagai pengamat dan menarik diri dari pertempuran secara langsung. Kalian melihat apa yang terjadi di bumi. Kalian melihat bagaimana manusia-manusia berkembang menjadi sesuatu, menjadi suatu kondisi yang sudah kalian capai lama sebelumnya. Kalian sudah menjadi pejuang-pejuang yang handal, dengan metode-metode canggih dalam memanipulasi psikis dan ilmu perang. Manusia berkembang menuju arah yang sama, dengan intervensi implan genetik yang kalian lakukan.

Implan genetika ini berpengaruh tingkat tinggi terhadap perkembangan mental manusia. Fungsi-fungsi dari insting alami dan perasaan mereka kurang lebih ditekan, demi keuntungan perkembangan fungsi berpikir dan berargumen.

Kami sudah menyebutkan bahwa perubahan-perubahan genetika ini, menyebabkan ketakutan tingkat tinggi dalam manusia yang sedang berkembang. Pada kenyataannya unsur ketakutan ini terkait erat dengan penekanan berlebihan dalam berpikir. Dalam situasi yang seimbang, rasa takut diatasi atau dibawa ke dalam perspektif oleh kemampuan intuitif alami kalian dan kemampuan kalian untuk merasa, apa yang benar atau selayaknya dilakukan. Tapi jika kemampuan berpikir yang mengambil komando, ketakutan cenderung menjadi makin besar, karena pikiran mengacu pada proses mekanisme yang logis, yang tidak mengijinkan intuisi atau perasaan memberi pengaruh pada proses tersebut. Bila akal terisi dengan emosi-emosi ketakutan, ia cenderung menjadi tidak terkendali dan memproduksi ide-ide yang sifatnya khayalan. Rezim-rezim diktator adalah contoh untuk akal-akal yang bergerak liar semacam ini.

Jawaban terhadap ketakutan tidak pernah didapat dengan lebih berpikir. Jawabannya adalah berpikir lebih sedikit dan mempercayai arus kehidupan. Itu adalah kembali pada kondisi kasih karunia yang merupakan hak lahir kalian. Jawabannya adalah melepaskan, bukannya mempertahankan.

Ketika fase pemerintahan ego berakhir dalam jiwa-jiwa lightworker, mereka terbuka untuk suatu eksistensi yang baru. Kalian secara intuitif menggapai energi dari hati. Kalian pada kenyataannya mencari suatu bentuk kreatifitas yang melebihi dari sekedar permainan kekuasaan. Kalian merasa, bahwa perebutan kekuasaan bersifat destruktif dan tidak dapat menciptakan apapun yang baru, karena kekuasaan memusnahkan dan menyamakan segala sesuatu yang “lain.”

Dengan mencoba untuk mengendalikan dan mendominasi hidup, baik di dalam ataupun di luar kalian, kalian sebetulnya mencoba menjadikan kenyataan statis dan dapat diprediksi. Pada akhirnya, kekuasaan sangat membosankan.

Ketika kalian menjadi sadar akan hal ini, kalian mengerti bahwa keinginan kalian sesungguhnya bukan untuk memiliki kekuasaan, melainkan untuk menjadi benar-benar kreatif. Benar-benar kreatif artinya, menjalin hubungan dengan ketuhanan kalian sendiri.

Karena kalian makhluk-makhluk ilahi, apapun yang kalian lakukan atau tidak lakukan, kalian terus menciptakan suatu bentuk realitas. Kreativitas adalah sifat alami kalian yang sebenarnya. Dalam fase ego, kalian mengeksplorasi kemungkinan-kemungkinan untuk mengingkari kealamian sejati kalian. Tentu saja ini suatu tindakan kreatif dalam tingkat tertentu, tapi dengan cara yang berbelit. Namun, menjadi kreatif yang sesungguhnya adalah menciptakan sesuatu yang selaras dengan kehidupan, bukan selaras dengan kematian.

Ketika kesadaran ini muncul pada kalian, ingatan akan “Rumah” tergugah. Kenangan samar-samar akan sebuah kondisi yang murni dan keesaan yang membahagiakan, memasuki kembali kesadaran kalian dan kalian tahu, bahwa ini entah bagaimana adalah kunci menuju kebahagiaan kalian. Tapi kalian merasa tidak berdaya dan tidak tahu, karena kalian tidak punya ide bagaimana kalian harus menghadapinya. Kalian tahu bahwa ego bukanlah jawaban bagi kalian, tapi kalian masih belum benar-benar mencapai alam kesadaran berdasarkan hati.

Pada waktu yang sama, makin tumbuh rasa menyesal dan bersalah dalam diri kalian terhadap apa yang kalian lakukan terhadap manusia di bumi.

Terutama di bumi, ada peluang-peluang luar biasa bagi kesadaran, untuk bebas mengekspresikan dirinya sendiri dalam berbagai cara. Bumi dulu dimaksudkan untuk menjadi pemersatu energi-energi yang berbeda, sebuah melting pot, dimana berbagai macam energi bahkan energi yang saling bertentangan, dapat menemukan sebuah jalan agar berada berdampingan dalam harmoni. Arena permainan energetis di bumi diciptakan untuk menjadi tempat menampung campuran energi-energi yang sangat heterogen.

Perbedaan antara hidup di bumi dan hidup di tempat-tempat lain dalam alam semesta, apakah di tingkat fisik atau astral, terletak pada keragaman luar biasa energi-energi yang hadir di bumi. Lebih dari itu, keragaman ini tidak hanya hadir sebagai spektrum amat luas dari bentuk-bentuk kehidupan atau spesies-spesies. Keragaman energi ini hadir di dalam satu makhluk hidup tunggal. Makhluk manusia mampu memiliki suatu spektrum bermacam-macam energi dalam dirinya, yang cakupannya lebih luas dibanding kemampuan makhluk lainnya. Kalian memiliki dalam diri kalian energi seorang pembunuh atau orang suci, energi anak-anak, orang dewasa dan orang tua, energi pria dan perempuan, energi pasif dan aktif, energi-energi rasional dan emosional, energi dari air, udara, api, tanah dsb. Ini bagi kalian sebagai manusia, tampaknya sangat mudah atau sudah wajar. Tapi bagi makhluk lainnya di alam semesta, itu suatu karya seni yang luar biasa indah. Sudah menjadi suatu karya seni yang luar biasa indah untuk menjadi manusia, tanpa harus melakukan sesuatu yang khusus.

Tapi kualitas paling unik dari manusia adalah kemampuannya untuk melebur energi-energi yang sebelumnya tampak tidak bisa dipadukan. Manusia dirancang tidak hanya untuk memiliki semua energi-energi yang berbeda ini, tapi juga untuk menjadi mediator, pembangun jembatan-jembatan diantara energi-energi tersebut.

Alasan mengapa Spirit atau Tuhan atau Semua Yang Ada mengembangkan konsep manusia adalah, dimana alam semesta telah bergerak ke dalam suatu kondisi tidak bergerak. Kesadaran, ketika mulai menjelajahi kehidupan di luar keesaan,melakukan uji coba berbagai bentuk kehidupan, di berbagai tingkatan dan berbagai tempat di alam semesta. Ketika sebuah jiwa sudah mengalami semua apa yang ada di sana dalam bentuk kehidupan tertentu, ia meninggalkannya – artinya ia tidak berinkarnasi lagi di dalam sana – dan pergi mencari bentuk kehidupan lain yang menjawab kebutuhan-kebutuhannya yang tertentu. Tidak ada kebutuhan untuk mentransformasi energi, selama ia hidup dalam sebuah bentuk kehidupan tertentu. Jika kalian berkeinginan untuk berubah, kalian berganti tubuh. Ini tidak terjadi karena jiwa-jiwa malas atau sekedar melihat segi luarnya saja. Kebanyakan tubuh fisik/raga, ditinjau dari kepadatan materi fisik sampai bentuk astral – terbatas dalam menyediakan kemungkinan pengalaman, dan oleh karena itu juga terbatas dalam peluang pertumbuhan dan transformasi, selama makhluk berada dalam tubuh tersebut. Tubuh tidak dapat menahan terlalu banyak energi yang berbeda. Jika kalian misalnya hidup di sebuah planet air, dimana kalian berinkarnasi sebagai makhluk air, ini memungkinkan kalian untuk mengalami sifat alami air dalam segala cara. “Rasa” menjadi cair, tidak padat, mengalir, selalu bergerak, itu benar-benar indah. Tapi jika kalian ingin memiliki pengalaman menjadi tetap dan tidak bergerak, maka kalian harus meninggalkan tubuh ini dan untuk sementara hidup di dalam sebuah gunung. Juga bila kalian hidup sebagai makhluk-makhluk galaktik yang sedang mencari kekuasaan, kalian tidak bisa benar-benar mengubah kesadaran yang ada dalam tubuh tersebut.

Konsekuensi dari keterbatasan ini atau spesialisasi lingkup pengalaman dalam tubuh tertentu inilah, yang menyebabkan dunia penciptaan dari bentuk-bentuk kehidupan menjadi buntu. Mereka tidak dapat lagi berkembang atau meluas, dan membuatnya terkunci ke dalam sejenis kondisi tidak bergerak.

Kekuatan unik dari makhluk manusia adalah kekuatan menanggung sebuah spektrum yang luas dari energi-energi yang berbeda dan membawa ini ke dalam sebuah keseimbangan yang kreatif, tidak statis. Sebetulnya kekuatan ini sama dengan kemampuan mengubah gelap menjadi terang, yakni kekuatan dari alkimia spiritual. Yang membawa energi-energi yang sebelumnya saling bertentangan ke dalam sebuah kondisi harmoni yang dinamis, adalah energi Terkristus, energi yang menjaga keesaan dalam menghadapi dualitas. Ini adalah energi yang sama, yang mengubah kegelapan, dengan cara ia menerima kegelapan dan dengan demikian mengijinkan ketakutan untuk berubah menjadi sukacita. Energi yang Terkristus adalah “energi ketiga” yang mempersatukan lewat menerima. Kekuatan alkimianya terletak dalam kualitas energi tersebut yang merangkul semua, menerima semua dan tidak mengenal takut.

Kalian sebagai makhluk manusia, adalah satu-satunya makhluk yang memiliki kemampuan untuk alkimia spiritual ini. Tidak ada tanaman, ataupun hewan,ataupun malaikat ataupun “kekuatan-kekuatan gelap” yang memiliki kekuasaan ini.

Semua jiwa dapat mengalami bagaimana rasanya menjadi cahaya, bagaimana itu menjadi gelap, bagaimana rasanya menjadi semua jenis bentuk makhluk yang hidup yang mungkin di alam semesta, tapi mereka tidak dapat mengalami bagaimana itu mengubah kegelapan menjadi cahaya, sambil tetap berada dalam bentuk kehidupan aktual kalian. Mereka tidak dapat membayangkan bagaimana rasanya mengubah kesadaran di tingkat dalam/batin dengan cara dimana kalian menciptakan sendiri realitas fisik dan spiritual yang berbeda bagi kalian, sambil kalian terus berjalan.

Jiwa-jiwa yang berinkarnasi dalam bentuk kehidupan lain, bukan dalam kehidupan manusia, juga “menciptakan realitas mereka” dan punya kehendak bebas, tapi mereka kurang memiliki kemungkinan, untuk mengalami rentang kondisi kesadaran yang sangat jauh berbeda dan bahkan kesadaran yang saling bertentangan, sembari masih berada dalam tubuh (manusia) yang sama. Kalian sebagai manusia, adalah pembangun jembatan, atau ahli alkimia spiritual, dan itulah yang membuat bumi dan manusia menjadi demikian unik.

Kini kami kembali pada kisah kami tentang jiwa-jiwa lightworker, yang merasa menderita dan menyesal karena campur tangan mereka terhadap manusia. Mereka menyadari bahwa di bumi, seluruh permainan yang sama sekali baru sedang dibentuk, sebuah permainan penuh janji-janji, yang peluang terbaiknya telah mereka rusak. Ini menyebabkan penyesalan dalam diri mereka. Pada tingkat tertentu, mereka juga menyadari bahwa dengan tindakan-tindakan egoisnya, mereka menghalangi perjalanannya sendiri menuju cahaya dan kegembiraan yang sejati.

Jadi ketika kalian terbangun dari mimpi-mimpi ego, kalian melihat bumi adalah tempat yang sangat indah, sebuah planet yang hijau dengan dengung kehidupan. Ini membangkitkan kenangan indah dalam diri kalian. Kalian hadir di saat paling awal dimulainya kehidupan di bumi. Kala itu bumi belum kehilangan kepolosannya. Di masa lampau ini, jauh sebelum kalian jatuh dalam kesadaran prajurit, kalian adalah bagian dari surga di bumi, sebagai makhluk-makhluk surgawi yang menjaga dan merawat kehidupan. Kalian adalah malaikat-malaikat di Taman Eden. Juga meskipun kalian selanjutnya menampilkan sisi gelap kalian sebagai prajurit-prajurit galaktik, kalian juga memperhatikan bumi, dengan menampilkan cahaya dan aspek-aspek murni kalian di masa lampau, dimana kalian mempersiapkan planet ini untuk kedatangan jiwa-jiwa bumi. Kalian ikut berkontribusi dalam pengembangan planet hijau ini, dan dalam tingkatan tertentu kalian juga mengetahui ini, ketika kalian keluar dari kondisi kesadaran “prajurit” kalian. Kalian tahu, kalian telah menghancurkan sesuatu yang telah kalian bina dan bantu dalam penciptaannya.

Ketika kalian menyadari janji-janji dan kecantikan bumi, kalian merasa adanya desakan dalam diri untuk turun ke sana dan memperbaiki apa yang telah kalian rusak. Kalian berinkarnasi ke dalam tubuh-tubuh manusia, dengan tujuan membawa cahaya dan menciptakan nilai-nilai berbasis hati, di dalam lingkungan yang sebagian besar didominasi oleh nilai-nilai egoistis. Kami ingin sedikit lebih menjelaskan tentang motif membawa cahaya ini, karena ada sesuatu yang sering menyebabkan kerancuan dan kesalahpahaman pada kalian.

Ketika kalian para lightworker berinkarnasi di bumi, kalian baru memulai sebuah proses transformasi di dalam, dimana kalian akan menyelesaikan transisi kalian sendiri, dari kesadaran berbasis ego menuju kesadaran berbasis hati. Kalian sedang berada di jalan untuk sepenuhnya melepaskan kesadaran berbasis ego, dan kehidupan di bumi menyediakan bagi kalian, kesempatan untuk menangani apa yang masih tersisa dari kesadaran berbasis ego dalam diri kalian. Energi-energi yang ingin kalian bersihkan dari diri kalian, akan kalian temui di dalam makhluk yang telah kalian manipulasi dan di mana sekarang kalian akan hidup: di dalam manusia, dalam diri kalian sendiri.

Motif terdalam kalian datang ke bumi adalah mengatasi kegelapan dalam diri kalian sendiri, dan kalian setuju menemui kegelapan dalam diri kalian sendiri, sebagai makhluk manusia. Meskipun kalian sering berpikir kalian di sini (bumi) untuk membantu orang lain atau membantu ibu bumi, tapi alasan paling mendasar keberadaan kalian di sini adalah menyembuhkan kalian sendiri. Ini adalah pekerjaan cahaya kalian yang sebenarnya. Hal-hal lainnya hanya peringkat kedua.

Pada tingkat paling dalam, jiwa-jiwa kalian ingin mengambil alih tanggung jawab bagi kegelapan yang disebarkannya. Tapi mengambilalih tanggung jawab bagi sisi gelap kalian, pada prinsipnya adalah proses yang soliter (bersifat sendiri). Itu tidak melibatkan orang lain yang perlu kalian bantu atau sembuhkan. Ini hanya meliputi kalian sendiri. Kalian akan membantu yang lain dalam proses ini, tapi itu adalah efek sekunder. Penting untuk mengetahui aturan yang benar hal-hal di sini, karena kalian punya kecenderungan terlalu rajin membantu orang lain. Antusiasme untuk membantu orang lain ini, sering terbukti menjadi jebakan, karena energi-energi kalian berbaur dengan energi orang lain, dan karenanya kalian sering merasa kehabisan tenaga dan kecewa sesudah itu. Tolong diingat:memberi lebih banyak daripada yang kalian terima bukan sesuatu yang mulia atau berdasarkan hati, itu hanya suatu kesalahan. Kesalahannya adalah dimana kalian berpikir, bahwa kalian bertanggung jawab atas sebuah situasi orang lain atau kondisi jiwa orang lain. Ini tidak benar. Setiap orang bertanggung jawab atas kebahagiaan atau ketidakbahagiaannya sendiri. Dan itu benar-benar suatu karunia, karena itu menyediakan siapapun dengan kekuasaan untuk mencipta, dan dengan begitu juga untuk mengubah realitasnya masing-masing.

Kalian bukan berada disini untuk “membenahi” orang lain atau ibu bumi. Kalian ada disini untuk menyembuhkan luka mendalam di dalam diri kalian sendiri. Tolong perhatikan tugas kalian ini, dan semua yang lain akan terjadi dengan sendirinya tanpa perlu susah payah kalian.

Ketika kalian datang ke bumi dan berinkarnasi dalam tubuh-tubuh manusia, kalian sudah bertekad bulat untuk memerangi energi-energi yang ingin kalian atasi. Pada tahap itu, kalian berada dalam situasi yang paradoks. Di satu sisi, kalian tahu bahwa kalian ingin “sesuatu yang lain” dibanding kekuasaan, dan kalian membenci diri kalian sendiri untuk hal-hal yang sebelumnya salah kalian lakukan. Kalian masih belum bebas dari apa yang kalian benci dalam diri kalian sendiri. Ketika kalian datang ke bumi, kalian memiliki tendensi merasa kesal terhadap kegelapan, marah terhadapnya, dan reaksi kalian adalah untuk memerangi itu. Paradoks dalam hal ini adalah kalian ingin memerangi energi-energi egoistis dengan perjuangan, jadi justru dengan energi yang sebetulnya ingin kalian lepaskan.

Kalian sampai saat itu masih belum sadar akan makna sebenarnya kesadaran yang berbasis hati. Jika kalian mengamati dari hati, maka tidak ada pertempuran antara Baik dan Buruk. Kenyataan hati melampaui keduanya. Hati tidak menentang kegelapan. Kesadaran yang berbasis hati fondasinya terletak padapenerimaan akan segala sesuatu, semua yang ada. Itu adalah sejenis kesadaran yang melepaskan ide bahwa perjuangan dapat menyelesaikan segalanya.

Meskipun kalian merindukan kedamaian, cara non-berjuang dalam menghadapi realitas, kalian tidak memiliki pengalaman tentang kehidupan sebenarnya di luar gagasan ini. Kalian benar-benar berada di sebuah “dalam zona antara”, sebuah kawasan tak bertuan, sebelum kalian memasuki sebuah alam kesadaran baru.

Jadi kalian mulai melakukan segala macam “kesalahan”, dalam arti, kalian kembali jatuh dalam kebiasaan-kebiasaan lama, yang sebetulnya ingin kalian tinggalkan. Kalian berusaha mengubah atau mengganti siapapun atau kelompok manapun, yang menunjukkan perilaku yang berdasarkan ego atau menyebarkan nilai-nilai berbasis ego. Tapi mereka bereaksi secara agresif terhadap kalian, bahkan seringkali tidak mengerti apa yang sebetulnya kalian inginkan dari mereka. Para lightworker selama berabad-abad dianiaya sebagai tukang sihir, kafir atau penghasut politik. Mereka tampaknya didorong gagasan-gagasan ideal, yang mana dunia belum siap untuk itu. Mereka tampak berbeda dari yang lain dan keberadaannya tidak cocok dengan dunia.

Apa yang terjadi di sini adalah, dimana kalian berganti masuk ke dalam peran sebagai korban, setelah memainkan peran sebagai penyerang untuk waktu sangat lama di alam galaktik. “Kemarahan spiritual” kalian, mengundang reaksi-reaksi kemarahan dari lingkungan kalian, dan kalian menjadi korban, mengalami rasa dipermalukan, rasa sakit yang mendalam dan ketidakberdayaan. Trauma mengalami penolakan dan/atau dibuang yang terulang dalam beberapa kehidupan, meninggalkan bekas-bekas luka pada jiwa kalian. Akhirnya kalian merasa tidak berdaya dan tidak diterima. Banyak dari kalian dalam hidup ini merasa lelah dan homesick akan dunia yang lebih mencintai dan penuh arti.

Hal yang penting untuk kalian mengerti, bahwa peran menjadi korban sebetulnya hanya: sebuah peran yang kalian mainkan. Itu salah satu kemungkinan menginterpretasi fakta-fakta, tapi itu dalam bentuk yang sempit dan mengacaukan. Kalian bukan korban ataupun pelaku. Kalian adalah kesadaran jiwa-jiwa, yang menciptakan sendiri peran-peran bagi kalian, yang dapat kalian mainkan untuk sesaat.

Kalian tidak benar-benar menjadi korban dunia yang berpikiran materi dan egoistis.

Pada kenyataannya, benturan-benturan yang kalian alami dengan energi-energi agresif, non kooperatif dalam banyak masa hidup kalian, hanyalah cermin balik bagi keterikatan kalian sendiri pada kesadaran berbasis ego, ketergantungan kalian sendiri pada ego. Jika kalian berusaha mencapai hasil melalui perjuangan, maka kalian akan mendapatkan kembali energi-energi perjuangan tersebut. Ini tidak lain adalah energi-energi kalian sendiri dulu/sekarang, yang kembali lagi kepada kalian! Danhanya itu arti dari karma.

Kecenderungan memerangi “jahat” memiliki akar pada keyakinan, bahwa jahat adalah sesuatu yang eksis di luar kalian dan yang harus dilenyapkan dari realitas. Tapi undangan spiritual kepada kalian para lightworker adalah agar selama semua inkarnasi kalian, kalian selalu dapat mengenali sisi gelap kalian sendiri dan menerimanya dan mengerti tentang peran dan tujuannya.

Undangan paling dalam kepada kalian adalah untuk memaafkan diri kalian sendiri dan menemukan kembali kepolosan kalian. Kalian adalah tidak bersalah (polos) dan itu sudah selalu demikian. Dapatkah kalian benar-benar mengerti hal itu? Jika kalian mengerti, maka kalian tidak akan lagi ingin mengubah dunia atau memerangi ketidakadilan. Kalian akan ingin bermain, memiliki kesenangan dan menikmati setiap saat dalam kehidupan kalian dan hanya menjadi kalian apa adanya dan membagi itu dengan yang lain.

Bila kalian lightworker melepaskan ide-ide, bahwa kalian harus berjuang untuk sesuatu atau untuk seseorang, maka kalian tidak akan lebih lama ditentang oleh “dunia luar”, oleh masyarakat atau orang-orang lain secara umum, karena kalian berbeda. Kalian akan tidak ingin lagi mengubah sesuatu,dan oleh sebab itu kalian juga tidak akan lagi menemui perlawanan. Kalian akan tahu bahwa kalian diterima, bahwa kontribusi kalian untuk kenyataan ini sangat berharga, dan bahwa kalian dihargai oleh yang lain.

Jika kalian sudah sepenuhnya meninggalkan kesadaran berbasis ego, kalian akan tahu bahwa kalian bebas dari penganiayaan atau ancaman dari luar. Kalian akan telah dapat melampaui peran-peran menjadi korban atau penganiaya; perjalanan kalian akan menjadi lingkaran penuh. Kalian akan melepaskan beban-beban karma kalian, dan kalianakan benar-benar bebas untuk menciptakan apa pun yang kalian inginkan.

Kalian berada pada ambang lahirnya sebuah kesadaran baru. Ini adalah sejenis kesadaran, yang benar-benar melepaskan kebutuhan untuk mengawasi atau memiliki sesuatu. Kesadaran ini bebas dari takut. Ini adalah kesadaran Kristus.

Ketika saya, Yeshua, hidup di bumi, saya ingin mengatakan kepada kalian bahwa spiritualitas bukan menyangkut perang antara terang dan gelap. Itu menyangkut menemukan sebuah tingkat kesadaran, yang melampaui baik dan buruk, sebuah tempat di mana kalian dapat mengerti dan menerima segala hal ini. “Kerajaan Tuhan terletak pada kalian”. Semua yang kalian butuhkan ada dalam kalian. Damai, sukacita dan ketenangan adalah milik kalian, jika kalian benar-benar menyadari siapa kalian sebenarnya: makhluk ilahi yang hidup dalam ekspresi fisik.

Hanya jika kalian menyadari, bahwa kalian di sini untuk mentransformasi dan untuk menyembuhkan diri kalian sendiri, maka hal-hal akan benar-benar mulai berubah bagi kalian, dan sebagai efek sampingnya, bagi orang lain di sekitar kalian. Dunia adalah apa adanya, dan hal tertinggi yang dapat kalian lakukan untuknya adalah cukup dengan mencintai dunia seperti apa adanya. Cintailah dan lihatlah keindahan dalam setiap makhluk hidup yang sedang melakukan perjalanan melalui pesawat realitas ini.

Banyak di antara kalian yang tergerak oleh energi saya, energi dari Yeshua atau Yesus. Ini karena saya adalah salah satu dari kalian. Saya dulu hanyalah seorang lightworker yang tidak terbebani oleh ikatan-ikatan karma, seorang lightworker yang memiliki tingkat tinggi pengertian akan diri sendiri. Kalian tersentuh oleh energi saya, karena kalian tahu, ini adalah energi yang sedang kalian tuju. Energi Kristus adalah energi masa depan diri kalian sendiri.

Penerjemah: Dyan Andriana Kostermans

© Pamela Kribbe www.jeshua.net

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s