Benua yang Hilang Lemuria

Lemuria

Sumber: http://www.theeventchronicle.com/study/the-lost-continent-of-lemuria/#

Banyak orang mengetahui tentang eksistensi dari Atlantis. Namun, kebanyakan orang tidak tahu tentang Lemuria atau Legenda dari Mu

Legenda dari Mu ditemukan di pulau-pulau di seluruh Samudra Pasifik. Selama ribuan tahun penduduk Polinesia telah menurunkan kisah tentang sebuah kontinen di Pasifik yang merupakan negara ibu dari umat manusia.

Nama Mu entah bagaimana terdengar seperti singkatan tidak menarik dari nama yang lebih eksotis. Sebaliknya, kata Lemuria memunculkan sebuah gambaran kawasan di masa lebih awal, sebuah kawasan terlupakan dalam sejarah-sejarah kita, tetapi tidak dalam mimpi-mimpi kita.

Nama Lemuria adalah hasil dari kontroversi di abad ke -19 tentang asal-usul asli spesies teori Darwin. Para pembela teori Darwin (Darwinisme) memiliki masalah dalam menjelaskan bagaimana spesies-spesies tertentu tersebar dalam area-area yang luas. Para pakar zoologi telah mengalami waktu sulit dalam menjelaskan penyebaran dari lemur-lemur.

Lemur adalah primata primitif kecil yang ditemukan di Afrika, Madagaskar, India dan kepulauan-kepulauan di Hindia Timur. Sejumlah pakar zoologi menduga adanya sebuah dataran di Lautan Hindia antara Madagaskar dan India pada jutaan tahun yang lalu. Seorang pakar zoologi Inggris, Philip L. Schlater, mengusulkan nama Lemuria (LEMURia) untuk kawasan asal di jaman dulu dari LEMUR-LEMUR di Samudra Hindia.

Ernst Heinrich Haeckel (1834-1919), seorang pakar ilmu alam dari Jerman dan pendukung (teori) Darwinisme, menggunakan Lemuria untuk menjelaskan tidak adanya fosil yang tersisa dari manusia purba: Jika orang berasal dari sebuah benua yang tenggelam di Samudera Hindia, semua fosil dari missing link (link yang hilang), sekarang berada di bawah laut. Mengutip Haeckel: “Schlater telah memberikan benua ini nama Lemuria, dari semi-kera yang merupakan karakter darinya.”

Sekitar 14.000 tahun yang lalu, budaya yang dikenal sebagai Lemuria mengalami perkembangan. Ada juga budaya-budaya lain di Bumi, seperti Atlantis, yang juga berkembang. Orang-orang suci atau para nabi dari budaya Lemuria mulai menyadari bahwa sesuatu akan berubah. Mereka mulai menerima informasi, bahwa Bumi akan menempuh pergeseran yang sangat dramatis. Pergeseran yang mereka maksud adalah apa yang Anda sebut Banjir Besar. Anda juga mendengarnya disebut sebagai kehancuran Atlantis.

Orang-orang suci Lemuria ini sangat banyak berhubungan dengan kawasan itu, karena mereka adalah nenek moyang kuno dari penduduk Hawaii di masa modern ini (juga dikenal dalam bahasa Hawaii/ bahasa Lemuria sebagai Kanaka Maoli). Dan mereka mulai menyadari, sangat penting untuk melestarikan pengetahuan dari Lemuria.

Jadi untuk sekitar 2.000 sampai 3.000 tahun, mereka melakukan persiapan bagi bencana besar ini. Mereka mulai menyebarkan “Ajaran Kristal” mereka tentang bumi dan sejarah umat manusia kepada sebanyak mungkin orang, sebisa mereka. Mereka percaya bahwa jika mereka bisa menyebarkan informasi ini kepada orang sebanyak mungkin, informasi akan disimpan dalam sel-sel tubuh manusia … itu tidak akan pernah dilupakan.

Mereka juga mulai menyimpan informasi kata-kata dalam kristal, yang dibawa jauh ke dalam permukaan bumi untuk disimpan dan dipelihara. Orang-orang Lemuria kuno ini juga mulai membuat peta-peta yang rinci dari terowongan bawah tanah yang berada di antara titik-titik kekuatan di planet kalian. Mereka juga mengambil waktu untuk mempersiapkan rencana mereka.

Mereka dalam sejumlah poin tahu mereka akan menerima tanda yang memberitahu mereka, itu adalah waktu untuk pergi ke bawah tanah sebelum banjir datang (dan juga sebagai tanda untuk kembali ke atas tanah). Jadi mereka mempersiapkan diri mereka sendiri untuk selama beberapa ribu tahun menjadi penjaga suci catatan-catatan dari Bumi. Mereka tahu adalah hal yang sangat penting agar informasi yang mereka miliki disimpan aman untuk saat ketika air surut, jika tidak, seluruh sejarah Bumi dan ajaran-ajaran suci Lemuria akan hilang selamanya.

Orang-orang suci ini menerima tanda-tanda mereka dan mulai pergi bawah tanah. Ini terjadi kira-kira satu tahun sebelum banjir. Sementara berada di bawah tanah, mereka belajar untuk hidup di sana dan menggunakan lingkungan bawah tanah untuk sumber kehidupan mereka. Mereka membangun komunitas-komunitas yang sangat mendukung dan mencintai di bawah tanah yang dikenal sebagai “Telos.” Selama tahun tersebut, mereka melakukan pekerjaan akhir yang terkait dalam melestarikan sejumlah pengetahuan yang mereka tahu perlu untuk dilestarikan.

Ketika banjir datang, semua orang yang berada di bawah tanah ini selamat dari terjangan air, meskipun demikian banyak, banyak orang di permukaan Bumi binasa. Ketika air surut, orang-orang tersebut muncul dari bawah tanah. Daratan yang pernah mereka kenal sekarang sangat berbeda. Kemunculan dari Bumi ini adalah titik dimulainya penciptaan sejarah penduduk Amerika asli.

Dalam arti kata-kata yang sebenarnya, mereka telah muncul dari Bumi. Sebagian besar dari penduduk asli telah kehilangan memori kata-kata yang tepat untuk kemunculan ini, tapi dalam jajaran tertinggi para shaman (dukun), pengetahuan ini masih diteruskan.

Sekarang, kami menceritakan kisah ini dari sudut pandang penduduk asli Hawaii, penduduk asli Amerika, para Sesepuh/Tetua Inca dan Hun, tetapi mereka bukan satu-satunya orang yang pergi ke bawah tanah. Orang-orang suci di seluruh planet ini telah pergi ke bawah tanah. Misalnya, suku Aborigin di Australia dan mereka yang kemudian menjadi Druid di Inggris, semua melestarikan pengetahuan mereka di bawah tanah juga. Orang-orang Druid melestarikan informasi Atlantis kuno, seperti juga orang Mesir. Tapi penduduk asli di kawasan Pasifik, termasuk Asia Tenggara dan Maharlika (Filipina), melestarikan informasi Lemuria.

Orang-orang asli ini, bahkan hari ini pun, memegang dalam diri mereka sendiri pengetahuan sakral ini. Sejumlah dari (pengetahuan) itu disadari, tapi sebagian besar terletak di bawah sadar. Ainu di Jepang adalah salah satu suku yang melestarikan sejumlah dari pengetahuan itu. Ada kerjasama besar antara semua orang (suku) ini di Bumi untuk menjamin, bahwa ajaran-ajaran sakral tersebut tidak akan pernah hilang.

Kebangkitan dan kejatuhan peradaban Lemuria tidak dapat didokumentasi secara akurat, meskipun banyak yang telah pergi mencari benua mitologis ini. Peradaban-peradaban yang hilang diketahui berkembang dan runtuh – atau hanya muncul dan menghilang tanpa penjelasan. Seperti halnya Atlantis, orang hanya dapat berspekulasi tentang apa yang terjadi berdasarkan bukti-bukti arkeologis, legenda-legenda, teori-teori yang dipadukan bersama oleh para peneliti, dan untuk sejumlah orang, penjelmaan metafisik bahwa ras Anglo-Saxon pada kenyataannya sejarah genetik hidup dari Atlantis.

Ring of Fire

Lokasi Cincin Api Lemuria

Lokasi yang tepat dari Lemuria bervariasi dengan para peneliti dan penulis yang berbeda, meskipun merupakan bagian dari misteri, di mana kawasan Pasifik mengalir ke dalam benua Amerika, seperti halnya Atlantis yang terhubung dengan area-area dataran Atlantik yang membentang sampai Laut Mediterania. Apapun yang Anda percayai sebagai lokasi Lemuria, kawasan itu terhubung dengan Cincin (Lingkaran) Api.

Area ini aktif dengan erupsi-erupsi vulkanik dan tsunami. Itu tampaknya bahwa legenda-legenda Lemuria kuno berbicara kepada kita sekali lagi dengan tanda-tanda peringatan – seperti yang telah mereka lakukan kepada para warga Lemuria – sebelum benua – atau kelompok pulau-pulau itu – jatuh ke dalam laut.

Nasib Lemuria, yang juga dikenal sebagai Pacifica, Mu, dan apa yang disebut Cayce sebagai Zu atau Oz, tidak seperti yang diusulkan untuk Atlantis. Hal ini lebih seperti nasib kemanusiaan diramalkan dalam garis waktu kita oleh para nabi tua dan para peramal di hari-hari modern. Legenda semua sama … budaya yang berkembang, canggih yang tiba-tiba termanifestasi entah dari mana. Asal-usul dan kejatuhan mereka terkait dengan kehancuran ketika benua mereka tenggelam di bawah ‘laut’ karena bencana alam dan ketidakseimbangan manusia.

Easter Island Statues

Bukti Fisik dari Lemuria

Monumen-monumen batu yang asalnya misterius menandai seluruh Pasifik, dari kawasan bawah laut Jepang di Yonaguni, sampai gambar-gambar pahatan pada batu (cryptic Petroglyphs) di Hawaii Big Island, ke Pulau Paskah di antara tempat-tempat suci dan megalitik. Banyak yang percaya bahwa Pulau Paskah adalah bagian dari Lemuria. Ratusan patung batu kolosal dan bahasa tertulisnya menunjukkan suatu budaya maju, namun itu muncul di tempat paling terpencil di dunia. Legenda Pulau Paskah menyebutkan tentang Hiva yang tenggelam di bawah gelombang ketika orang-orang melarikan diri.

Penduduk Samoa menyebut tempat yang sama Bolutu. Tempat itu penuh dengan pohon-pohon dan tanaman yang penuh buah dan bunga, yang bila dipetik segera berpindah. Di Bolutu orang bisa berjalan melalui pohon-pohon, rumah-rumah, dan benda-benda fisik lainnya tanpa rintangan. Warga Maori di Selandia Baru masih berbicara tentang dahulu kala tiba dari sebuah pulau yang tenggelam, yang disebut Hawaiki, sebuah tempat yang luas dan dipenuhi pegunungan di sisi lain dari air.

Ada catatan waktu yang berbeda tentang garis waktu Lemuria – beberapa menempatkannya jutaan tahun yang lalu – sementara yang lain menentukan era Lemuria sebagai sekitar 75.000 sampai 20.000 SM – sebelum Atlantis. Lainnya berspekulasi bahwa Atlantis dan Lemuria saling ko-eksis selama ribuan tahun.

Ide benua Lemuria pertama kali muncul dalam karya-karya Augustus Le Plongeon, (1826-1908) seorang peneliti dan penulis abad ke-19, yang melakukan penyelidikan reruntuhan Maya di Yucatan. Ia mengumumkan bahwa ia telah menerjemahkan tulisan-tulisan Maya kuno, yang diduga menunjukkan bahwa Maya dari Yucatan lebih tua dari peradaban selanjutnya dari Atlantis dan Mesir, dan menambahkan penyampaian tentang kisah benua yang bahkan lebih tua Mu, di mana orang-orang yang selamat membentuk peradaban Maya.

Mu

Metafisik dan Metafora

Realitas adalah baik mitos dan metafora – magis dan cerminan – kisah-kisah diciptakan dalam ‘masa’ orang yang mengalaminya – diproyeksikan melalui mata atau lensa-lensa kamera ke dalam matriks untuk dipelihara secara sadar sepertinya itu realita virtual. SEMUA adalah ilusi yang diproyeksikan dalam Alkimia Waktu dan Kesadaraan – SEMUA adalah program-program yang bekerja paralel melalui apa yang kita alami secara sadar secara simultan.

Program-program telah dimasukkan. Bila sebuah peradaban adalah masukan ke dalam program grid – ia dapat menjelaskan mengapa peradaban-peradaban yang berkembang secara penuh tiba-tiba meloncat keluar entah ke mana – ‘lautan kreasi’ arus tanpa sadar kolektif – semua program berjalan secara simultan. Oleh karena itu Anda mengalami banyak peradaban pada waktu yang sama. Ini sering dijelaskan sebagai rasa Deja vu – atau mengapa sejumlah jiwa tertarik untuk hidup di kawasan tertentu dan merasa berada di rumah di sana.

Ada orang-orang yang percaya bahwa Lemuria tiba-tiba muncul dengan budaya yang sangat berkembang. Ini telah melahirkan banyak teori menarik, termasuk kunjungan dari ekstra terestrial (makhluk luar angkasa) yang memperkenalkan spesies baru manusia rekayasa genetika, untuk menggantikan nenek moyang mereka yang lamban. Hal ini juga dihubungkan dengan teori-teori berdasarkan penciptaan lainnya tentang manusia menjadi star seeds dari Dewa-Dewa atau mutasi alien ekstra terestrial.

Kebanyakan dari apa yang ditulis adalah sebuah metafora – dihubungkan dengan model-model penciptaan – geometri sakral. Itu menyangkut kesadaran yang menspiral yang bergerak dari frekuensi-frekuensi lebih tinggi dari pikiran – harmoni yang lebih tinggi – ke yang lebih rendah – frekuensi-frekuensi lebih rendah seperti kita mengalami beberapa tempat pada waktu yang sama. Semua realita diciptakan berdasarkan cetak biru bernomor (blueprint numeric) dari geometri sakral – kesadaran – The Golden Mean – Phi Ratio.

Para channeler (penyalur) yang berbicara tentang Lemuria aslinya datang dari frekuensi lebih tinggi – kemudian turun ke dalam dimensi ke-tiga untuk pengalaman fisik. Keparalelan dari pengalaman manusia kita ini melalui pola-pola spiral dari kesadaran dan suatu perasaan akan perubahan yang terjangkau dengan kesadaran manusia pada saat ini. Kita sebenarnya makhluk-makhluk berfrekuensi lebih tinggi dalam bentuk spirit yang telah turun ke dalam bentuk fisik untuk mengalami waktu linear dan emosi.

Planet Bumi adalah planet ketiga dari matahari. Itu secara fisik – Realita yang dialami dalam dimensi ke-tiga – 3D. Sejumlah peneliti menganggap Lemuria adalah ‘ras akar ketiga’. Mereka meyakini bahwa kita adalah ras akar keempat – 4= dimensi keempat= waktu] segera akan menjadi ‘ras akar kelima’ ketika kita beralih ke sebuah Era Emas (Golden Age).

Kontinen mereka tenggelam ke dalam laut membunuh jiwa-jiwa secara fisik. Ini adalah metafora bagi jiwa-jiwa yang kembali ke samudra kesadaran – grid (kisi) program Lemuria masuk – dan mencari pengalaman-pengalaman baru dalam bentuk-bentuk baru dari cahaya atau tubuh fisik. Banyak yang melihat akhir dari sebuah program – dan evolusi kesadaran sebagai pergerakan ke dalam Golden Age – emas menjadi sebuah metafora bagi Alkimia Kesadaran ke dalam kesadaran (awareness) sebagai biru [atau cetak biru dari realita] dan emas [ era magnetik atau era logam.]

Lemuria tenggelam ke dalam lautan yang juga kisi-kisi jaringan (grid) yang melambangkan realitas kita pada banyak tingkat. Untuk ‘tenggelam ke dalam lautan’ adalah untuk memindahkan kesadaran seseorang dari satu realitas ke realitas lainnya. Kekuatan perpindahan dari air – tsunami kesadaran – penciptaan kisah-kisah banjir – dewa-dewa amfibi dari lautan – kesadaran membeku dalam waktu atau sebuah ‘Ice Age’ di antara program-program. Kemudian kita memiliki – krisis es di kutub: Energi elektromagnetik – kutub-kutub – polaritas – pengalaman-pengalaman bi-polar – pergeseran kutub di planet dan dalam kesadaran – pada Titik Nol.

Dualitas Atlantis dan Lemuria – masuk tercipta oleh grid-grid energi elektromagnetik – pengalaman dari dualitas. Mungkin kedua benua yang hilang itu mewakili energi-energi ilahi feminin dan maskulin dari kehidupan manusia? Dan apa seandainya saat ini, penempatan dari grid realitas ini, adalah hanya kembali pada energi-energi Ketuhanan yang Ilahi / Feminin / Frekuensi Lebih Tinggi yang berasal di Lemuria.

Under.jpg

Realitas Surgawi

Teori lainnya berdasarkan catatan dari “ajaran-ajaran kristal” yang mana pengetahuan feminin ilahi dan cerita dari Lemuria telah dimasukkan dalam kode genetika manusia sesaat sebelum runtuhnya Lemuria. Dan beberapa waktu kemudian dalam garis waktu duniawi, ajaran-ajaran kristal ini akan kembali diingat atau ditemukan, dan pesan-pesannya ditujukan untuk membantu mereka yang sedang berjuang dengan energi-energi Maskulin Ilahi atau Energi Atlantis yang berlebihan pada saat ini?

Sebagai penutup, kisah dari Lemuria – dan peradaban-peradaban lainnya yang hilang dan kuno – dan ideologi-ideologi religius adalah bagian dari pencarian umat manusia untuk mengingat, bahwa kita bukan makhluk-makhluk fisik yang mencari diri spiritual kita sendiri – ini lebih sebagai dimana kita adalah percikan jiwa cahaya yang melakukan pengalaman fisik – yang mana telah berakhir dan sekarang berkembang untuk kembali pada persamaan yang seimbang dari frekuensi-frekuensi dan kesadaran  lebih tinggi, sehingga sebagai spesies, kita dapat meraih sejarah yang lebih lengkap, pengertian yang lebih lengkap dari sejarah kita sebenarnya, dan dengan itu sebuah re-memori yang otentik alami dari Hu-manitas asli dan tujuan murni Realitas Surgawi.

Sumber  http://inteldinarchronicles.blogspot.de/2016/02/lemuria-anonymous-intel-sitrep-monday.html

Ditemukan dan diterjemahkan kosmosindo dari http://www.theeventchronicle.com/study/the-lost-continent-of-lemuria/#

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s