Titik Balik Jalan Menemukan Diri Sendiri

…melalui kehilangan pekerjaan

Israel-Bilder 106

Dari pesan harian Archangel Gabriel 26 Mei 2016, saya teringat titik balik dalam kehidupan saya, di mana saya telah terlalu lama menyangkal kebutuhan-kebutuhan diri saya sendiri dan terlalu berorientasi pada “tuntutan, harapan dan menyesuaikan diri” pada dunia luar. Entah berapa lama saya sudah menelantarkan diri, jiwa saya sendiri. Sampai titik balik itu tiba, dan saya tidak bisa lagi menyangkal suara-suara dalam hati terdalam saya.

Ketika April 2013 kontrak kerja saya sebagai redaktur tidak diperpanjang, bagi saya dunia terasa runtuh. Saya sudah bekerja di lembaga media tersebut 12 tahun, sangat mencintai pekerjaan itu dan sangat mencintai lembaga tersebut (tema skripsi saya juga tentang peran luar negeri lembaga tempat saya dulu bekerja). Dari kehidupan jurnalis yang selalu berhubungan dengan orang dan penuh aktivitas (dimana dulu banyak dinas luar yang bisa dibilang…hari ini Brussel, lusa Berlin…minggu depan Roma, bulan depan Israel dsb)…saya terpuruk dalam status pengangguran. Walaupun sebetulnya yang paling berat bukan menganggurnya itu, melainkan rasa kecewa dan kesedihan yang dalam (bisa dibilang saya jatuh dalam depresi). Rasanya “tanpa pekerjaan” saya bukan siapa-siapa, tidak punya makna, tidak berharga untuk tetap eksis dalam dunia, di Bumi.

Setengah tahun kemudian, Januari 2014 saya mencoba menapakkan kaki kembali di dunia kerja, dengan berwiraswasta sebagai konsultan interkultural Jerman-Indonesia. Tapi sebetulnya saya hanya merasakan kosong, tidak bertenaga, tanpa kegembiraan hidup. Masih dalam rangka mencari orientasi baru dan karena saya memang sudah lama tertarik ambil kursus pijat spa, Juni 2014 saya pun ambil program pendidikan kursus pijat dan spa, selama 5 bulan. Suasana kursus yang santai musik yang tenang (namanya juga spa…) dan dalam belajar memijat juga otomatis dilatih membina kepercayaan terhadap orang lain (di tingkat fisik dan energi)…sepertinya kekosongan dalam diri saya agak tersembuhkan.
Meskipun setelah selesai program kursus saya masih merasa sedih, tapi saya pikir spa bisa menjadi orientasi kerja, atau tepatnya sumber penghasilan baru. Karena dari usaha konsultasi interkultural, lebih banyak nomboknya daripada pemasukannya.

Januari 2015 saya dapat pekerjaan paruh waktu di sebuah day spa (karena paruh waktu sisanya untuk usaha interkultural). Tapi ternyata saya baru mengerti, bahwa bekerja di perusahaan awam berbeda dengan bekerja di lembaga/perusahaan besar. Tidak ada jadwal kerja yang tetap, saya baru dapat jadwal kerja untuk besok ya seusai kerja hari yang bersangkutan. Dan karena sejumlah faktor aneh lainnya, akhirnya awal Maret saya putuskan berhenti. Tentu saja mereka tidak terima, dan gaji yang sudah menjadi hak saya, tidak dibayar-bayar. Karena saya anggota serikat pekerja, jadi hal ajaib ini langsung saya laporkan. Proses ini makan waktu panjang dan minta kesabaran yang sangat panjang. Sampai-sampai saya sudah hilang harapan dan akhirnya memutuskan buka usaha spa sendiri.

Juni 2015 saya dapat ruangan yang cocok di sebuah tempat praktek bersama pengobatan alternatif. Kegembiraan hidup saya benar-benar mulai pulih saat membuka usaha spa. Saya merasa sepertinya saya yang bulan Juni 2013 jatuh dalam lubang hitam yang dalam, berhasil keluar dari lubang itu dan berdiri tegak lagi dengan dua kaki di tanah. Saya pikir saya sudah menemukan apa yang saya cari….tapi pundak saya tidak mau bekerja aktif dalam usaha spa. Saya mengalami impigenment syndrom / frozen shoulder, meskipun berbagai alternatif pengobatan yang sudah dilakukan. (Penyakit ini sudah lama saya rasakan, hanya saya pikir jika sudah terbiasa bekerja fisik, nantinya akan terbiasa juga…tapi ternyata dalam kasus ini tidak). Dengan pertimbangan kesehatan, saya akhirnya melepaskan usaha spa yang baru berjalan beberapa bulan, dan sebelum malam tahun baru, kunci ruangan yang saya sewa sudah harus berganti tangan. Ini jauh lebih cepat dari yang saya rencanakan. Dan yang juga di luar dugaan, gaji yang macet ketika saya bekerja di sebuah day spa januari dan februari, prosesnya terselesaikan dengan baik, dan saya memperoleh gaji hasil kerja saya tersebut juga di bulan Desember 2015.

2013 sampai 2015 adalah masa-masa yang penuh gejolak, penuh haru biru, penuh jalan berkelok, yang seringkali saya tidak tahu ke mana jalan itu menuju. Tapi masa-masa itu juga yang „menggembleng“ saya mengikis keraguan-keraguan yang sering muncul dan lebih percaya pada arus kehidupan. Karena sering jika saya berpikir, jalannya sudah buntu, saya rasanya sudah tidak tahu lagi, selalu ada sesuatu yang pada akhirnya membuat saya tahu – apa dan kemana – langkah yang harus saya ambil. Dan saya belajar menemukan kegembiraan dan ketenangan hati dalam berbagai situasi. Dan yang paling berharga dari semua ini, saya menemukan diri saya sendiri, mencintai dan menerima diri saya sendiri apa ADAnya.

Light and Love,

Dyan (kosmosindo)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s