Hubungan-Hubungan dalam Era Baru

asmara_heart-1137258_640

Teman-teman sayang, dengan sukacita dan kebahagiaan besar saya bersama kalian hari ini. Energi saya mengalir di antara kalian semua dan seperti yang dapat kalian rasakan, ini bukan pelajaran dalam makna tradisional. Saya meneruskan sebuah energi tertentu (sebagai tambahan untuk informasi) dan kalian menjadi bagian darinya seperti halnya saya dan Pamela dan Gerrit. Dalam keberadaan bersama di sini, kita menciptakan sebuah medan atau vortex energi di ruangan ini, yang membuka ke bumi. Oleh karena itu tempat ini sakral. Di tempat manapun dimana orang-orang – malaikat dalam tubuh manusia – berkumpul bersama dan bergabung dengan tujuan menanam benih cahaya mereka ke bumi, lahan menjadi sakral.

Saya ingin menjelaskan sesuatu tentang fenomena channeling yang menjadi begitu populer saat ini. Kalian semua tahu tentang konsep dari prana, yang dipraktekkan dalam yoga dan filosofi timur. Prana adalah energi spiritual yang kalian hirup dalam setiap nafas. Idenya adalah kalian tidak hanya menghirup oksigen ketika bernafas, tapi juga energi yang mendorong kehidupan, energi kosmik yang melampaui bentuk fisik dan memungkinkan kalian untuk hidup. Sekarang apa yang ingin saya tekankan di sini: pada saat kalian menghirup prana bersama dengan oksigen dalam pernafasan, setiap orang secara kontinyu melakukan channeling dengan caranya sendiri. Channeling bukan disediakan untuk sejumlah orang dengan pemberian tertentu. Channeling adalah hal paling alami di dunia. Kalian tahu, kalian tidak dapat hidup tanpa energi kosmik. Kalian tidak dapat eksis, hidup dan berkembang tanpa menerima energi kosmik. Demikian pula halnya kalian tidak dapat hidup hanya dengan oksigen, tanpa sejenis hubungan dengan energi kosmik yang merupakan tempat asal kalian, kalian tidak akan dapat berfungsi dalam tingkat yang paling primitif sekalipun. Bumi dan kosmos, oksigen dan prana, keduanya sangat penting untuk memanifestasikan kalian secara lengkap sebagai manusia dalam realitas bumi.

Dalam channeling sebelumnya, saya telah menyebut kalian para penjaga gerbang, orang-orang yang membuka gerbang agar lebih banyak cahaya di bumi. Tapi kalian juga pembangun jembatan, mereka yang menjadi mediator antara alam kosmik dan bumi, mereka yang men-channel energi kosmik ke bumi. Ini sesuatu yang sebetulnya kalian lakukan, dan ini sesuatu yang kalian perlukan untuk dilakukan dengan tujuan merasa penuh sukacita, penuh makna dan sehat. Kalian selalu melakukan channeling kapanpun kalian menggunakan intuisi kalian, kapanpun kalian pergi ke dalam dan merasakan bagaimana hal-hal terasa bagi kalian dan bagaimana kalian ingin mengubahnya. Pada saat-saat ini kalian membentuk sebuah channel (hubungan) dengan diri kalian yang lebih tinggi dan kalian berhubungan dengan kebijaksanaan yang sifatnya non-bumi, alam-alam kosmik yang dapat membantu kalian dalam mencapai tujuan-tujuan kalian di bumi. Siapa pun dari kalian melakukan channeling dengan cara tertentu untuk menyatukan kembali diri kalian dengan keberadaan kalian yang lebih besar, yang melampaui ruang dan waktu.

Hari ini kita saling membagi energi kita dan berkumpul untuk men-channel sebuah energi kosmik yang sedang mencoba menemukan jalannya ke bumi dalam Era Baru ini. Era Baru tidak lagi merupakan sebuah visi masa depan. Itu sudah memanifestasikan dirinya sendiri dalam kehidupan sehari-hari dari banyak orang. Jika kalian membaca koran atau menonton berita, tampaknya waktu belum matang untuk itu. Tapi kebangkitan yang dibawa oleh Era Baru dimulai pada tingkat individu, bukan pada tingkat pemerintahan, institusi atau organisasi. Dalam eksistensi keseharian kalianlah sebuah arus energi baru menunjukkan kehadirannya. Itu adalah arus dari hati kalian yang mengundang kalian dan memancing kalian untuk hidup dan bertindak sesuai dengan keringanan dan kebijaksanaannya. Ini adalah bagaimana terjadinya kelahiran Era Baru, melalui individu-individu biasa yang mendengarkan bisikan suara hati mereka. Secara spiritual landasan dari perubahan atau transformasi manapun, selalu terletak pada tingkat individual. Energi yang terbangun dalam hati kalian, secara bertahap akan menemukan jalannya menuju institusi-institusi dan organisasi-organisasi yang masih bertahan pada paradigma lama dari kesadaran berbasis ego. Kumpulan lama kekuasaan akan patah, tidak melalui kekerasan, tapi melalui energi yang lembut dari hati. Jika hati mengambil alih pimpinan, hal-hal lama akan ambruk, bukan di bawah tekanan kekuasaan dan kekerasan tapi di bawah tekanan cinta.

Dalam Era Baru ini hubungan-hubungan mengalami perubahan mendasar. Hubungan-hubungan adalah sumber emosi-emosi terdalam dalam diri kalian, mulai dari sukacita terbesar sampai keputusasaan terdalam. Dalam hubungan-hubungan, kalian dapat menyadari adanya rasa sakit mendalam yang pada kenyataannya jauh lebih tua dari hubungan itu sendiri, bahkan lebih tua dari eksistensi kalian sebagai manusia.

Pada masa ini kalian diundang dan sering ditantang untuk mencapai penyembuhan diri sendiri yang mendalam di bidang hubungan-hubungan. Karena energi baru yang sekarang menunjukkan dirinya sendiri, hal yang memungkinkan untuk mengubah elemen-elemen destruktif dari sebuah hubungan ke dalam arus energi yang positif, yang seimbang antara kalian dengan orang lain. Namun menyembuhkan dan transformasi pribadi dapat juga berarti kalian melepaskan hubungan-hubungan, dimana di dalamnya kalian tidak dapat secara penuh mengekspresikan diri kalian sendiri. Ini sering berarti bahwa meskipun kalian sangat mencintai seseorang, kalian mungkin harus mengucapkan selamat tinggal, karena jalan batin kalian sendiri membawa kalian ke  tempat yang berbeda. Apakah itu memimpin kalian untuk memperbaharui atau meninggalkan suatu hubungan, kalian semua tertantang untuk menghadapi isu-isu terdalam dalam area ikatan pribadi ini. Panggilan dari bumi, energi berbasis hati yang menandai Era Baru, telah memasuki kehidupan sehari-hari kalian dan kalian tidak bisa lagi mengabaikannya.

Untuk menjelaskan mengapa hubungan-hubungan dapat menyakiti kalian sedemikian rupa dan membuat kehidupan kalian benar-benar kacau balau, saya ingin menyampaikan sesuatu tentang rasa sakit kuno yang kalian bawa dalam jiwa kalian. Itu adalah rasa sakit yang sangat tua, jauh lebih tua dari masa kehidupan ini, bahkan lebih tua dari semua kehidupan kalian sebelumnya di bumi. Saya ingin membawa kalian kembali ke rasa sakit kelahiran kalian yang asli sebagai sebuah jiwa.

“Pada dahulu kala” semua adalah Satu dan tidak terbagi. Dapatkah kalian membayangkan ini? Ijinkan imajinasi kalian pergi dengan bebas untuk sesaat. Hanya bayangkan: kalian tidak berada dalam tubuh, kalian adalah kesadaran murni dan kalian adalah bagian dari medan energi sangat besar yang mengelilingi kalian dalam cara yang nyaman. Kalian merasa bahwa kalian adalah bagian dari kesatuan ini dan dicintai tanpa syarat. Rasakan bagaimana medan energi ini mengelilingi kalian ibaratnya selimut nyaman yang sangat besar, sebagai energi cinta tanpa batas yang mengijinkan kalian mengeksplorasi dan berkembang dengan bebas, bahkan tanpa sekalipun meragukan diri kalian sendiri atau hak intrinsic (dasar) kalian untuk menjadi siapa kalian sebenarnya. Tanpa ketegangan, tanpa ketakutan. Perasaan aman dan kenyamanan ini membentuk kondisi-kondisi pra kelahiran dari mana kalian keluar sebagai jiwa individual. Itu adalah rahim kosmik. Bahkan jika itu jauh terpisah dari kondisi keberadaan kalian saat ini, hati kalian masih merasa sakit akan rasa kesempurnaan dan keutuhan, rasa keamanan mutlak yang kalian alami dalam selimut cinta dan kesejahteraan tersebut. Rasa dari keesaan yang kalian ingat adalah Tuhan. Bersama dalam selimut cinta ini kalian membentuk Tuhan.

Di dalam kesadaran ilahi atau selimut cinta ini, pada suatu saat diambil keputusan untuk menciptakan sebuah situasi baru. Itu sangat sulit disampaikan dalam kata-kata manusia, tapi mungkin kalian dapat membayangkan bahwa dalam Tuhan, kesadaran kesatuan ini, ada kerinduan untuk sesuatu yang berbeda, sesuatu yang lain dibanding kesatuan. Bisa dikatakan ada kerinduan akan pengalaman. Ketika kalian terasimilasi sepenuhnya ke dalam keutuhan sebuah makhluk murni, kalian tidak mengalami hal-hal – kalian hanya ada. Meskipun kegembiraan dan keamanan total dalam kondisi keberadaan ini, ada sebuah bagian dari Tuhan, sebuah bagian dari kesadaran kosmik ini, yang berkeinginan untuk menemukan dan berkembang. Bagian ini “memisahkan diri dari dirinya sendiri.”

Kalian adalah bagian dari Tuhan ini. Pada sebuah poin tertentu, kesadaran kalian setuju untuk eksperimen memisahkan dari kesatuan ini dan menjadi sebuah “Saya”, sebuah entitas dalam dirinya sendiri, sebuah kesadaran individual yang terdefinisi. Ini adalah langkah amat besar. Dari dasar keberadaan kalian, kalian merasa bahwa ini adalah hal yang baik. Kalian merasa bahwa kerinduan akan kreativitas dan pembaharuan adalah aspirasi yang positif dan berharga. Namun pada saat kalian benar-benar terpisah dari medan keesaan, terdapat rasa sakit. Untuk pertama kalinya dalam ingatan kalian, untuk pertama kalianya dalam hidup kalian, ada rasa sakit yang mendalam. Kalian terpisah lepas dari alam cinta dan keamanan yang telah sepenuhnya menjadi hal yang wajar bagi kalian. Ini adalah rasa sakit kelahiran yang saya maksud. Bahkan selama pengalaman intensif pertama menjadi terpencil, sesuatu dalam keberadaan paling dalam kalian mengatakan kepada kalian bahwa itu semua baik, bahwa ini adalah pilihan kalian sendiri. Tapi rasa sakit begitu mendalam, sehingga pada lapisan-lapisan luar keberadaan kalian, kalian menjadi bingung dan hilang orientasi. Menjadi sangat sulit untuk tetap berhubungan dengan pengetahuan lebih mendalam di dalam diri kalian, tingkat lebih dalam dimana kalian adalah Tuhan dan dimana kalian juga mengetahui itu semua.

Bagian yang menderita yang muncul pada saat tersebut saya sebut anak batin. Jiwa kalian, individualitas unik kalian, yang membawa dalam dirinya ekstrem-ekstrem dari pengetahuan ilahi yang murni pada satu sisi dan anak kosmik yang tertraumatisasi pada sisi lain. Kesatuan dari Tuhan dan Anak ini, dari pengetahuan dan pengalaman, telah menempuh perjalanan panjang. Kalian memulai perjalanan sebagai jiwa individual. Kalian mulai menginvestigasi dan mengalami apa rasanya menjadi Saya, sebuah individu yang terdefinisi.

Tuhan telah mengubah sebuah bagian dari Tuhan Sendiri ke dalam Jiwa. Jiwa memerlukan pengalaman untuk menemukan kembali asal ilahinya. Jiwa agar dapat tetap hidup, perlu untuk mengalami, untuk menemukan, untuk menghancurkan diri sendiri dan untuk menciptakan kembali dengan tujuan untuk merasakan siapa jiwa yang sebenarnya yang disebut Tuhan. Rasa yang wajar menjadi satu dan utuh telah dihancurkan dan harus diganti dengan pengalaman. Ini saja sudah merupakan keajaiban besar dari kreativitas. Kelahiran dari kesadaran-saya adalah sebuah keajaiban! Itu belum pernah eksis sebelumnya.

Sering kalian mencoba melampaui batasan-batasan dari ke-Saya-an kalian, dengan maksud kembali mengalami keesaan dan kesatuan yang mendalam. Kalian dapat mengatakan bahwa itu adalah tujuan paling utama dari pencarian spiritual kalian. Tapi cobalah pikirkan sesaat: dari sudut pandang Tuhan justru ke-Saya-an, keterpisahan inilah yang membentuk keajaiban! Keadaan menjadi SATU adalah situasi yang normal, “seperti yang dulu selalu terjadi.” Di dalam keajaiban menjadi sebuah jiwa individual terletak keindahan, sukacita dan kekuatan penciptaan yang luar biasa. Alasan dimana kalian tidak merasakannya seperti itu, karena kalian masih berjuang dengan rasa sakit kalian sebagai sebuah jiwa. Sesuatu dalam diri kalian masih menyuarakan kembali teriakan awal dari penderitaan dan penipuan: itu adalah ingatan menjadi terpisah dari Ibu/Ayah kalian, dari selimut maha segalanya dari cinta dan keamanan.

Dalam perjalanan kalian melalui waktu dan pengalaman kalian telah menempuh banyak hal. Kalian telah mencoba segala macam bentuk. Ada banyak inkarnasi dimana kalian tidak memiliki bentuk tubuh manusia, tapi itu tidak begitu relevan sekarang. Apa yang benar-benar penting bagi saya dalam konteks ini adalah, bahwa selama sejarah amat panjang ini, kalian telah dibimbing oleh dua motif yang berbeda. Di satu sisi masih ada keinginan untuk menyelidiki, menciptakan dan memperbaharui dan di sisi lain ada rasa rindu rumah, rasa terusir keluar dari surga dan kesepian yang luar biasa.

Melalui bagian yang paling menyukai pengalaman, bagian progresif dalam diri kalian, energi yang mendorong kalian keluar dari rahim kosmik, kalian telah banyak mengalami dan menciptakan. Tapi karena rasa sakit kelahiran dan rasa rindu rumah yang dibawa dalam diri kalian, kalian juga harus berhadapan dengan banyak trauma dan desilusi. Ciptaan kalian oleh karena itu tidak selalu positif. Selama perjalanan kalian melalui waktu dan ruang, kalian telah melakukan hal-hal yang kemudian kalian sesali – hal-hal yang mungkin kalian sebut “buruk” (dalam tanda kutip). Aksi-aksi ini, dari perspektif kami, hanya merupakan hasil kebulatan tekad kalian untuk terjun ke dalam pengalaman dan membiarkan kalian dalam ketidaktahuan. Kalian lihat, segera setelah kalian memutuskan untuk menjadi sebuah individu, untuk memisahkan diri dari keesaan yang sudah sewajarnya, kalian tidak dapat hanya mengalami cahaya. Kalian harus menemukan segala sesuatu secara baru. Jadi kalian juga akan mengalami gelap. Kalian mengalami semua apa yang ada, sampai pada semua ekstrim-ekstrim.

Pada kondisi aktual evolusi kalian, kalian mulai merealisasi, bahwa semua terbentuk atau jatuh dengan kekuasaan kalian untuk benar-benar memeluk “ke-saya-an” kalian. Itu benar-benar tentang memeluk keilahian kalian sendiri dan dari kesadaran diri tersebut, mengalami sukacita dan kelimpahan. Pada saat kelahiran kosmik kalian, momentum yang membuat kalian terkucil dan diselimuti rasa sakit, kalian mulai merasa kecil dan tidak berharga. Sejak momentum tersebut, kalian mulai mencari-cari sesuatu yang dapat menyelamatkan kalian – sebuah kekuasaan atau kekuatan di luar kalian, seorang tuhan, seorang pemimpin, seorang partner, seorang anak, dll. Dalam proses kebangkitan yang sedang kalian alami, kalian menyadari bahwa keamanan esensial yang kalian rindukan tidak akan ditemukan dalam hal apapun di luar kalian, apakah itu orang tua, kekasih atau tuhan. Bagaimanapun kerinduan atau sakit rindu rumah ini dapat terangsang kembali secara kuat dalam hubungan-hubungan tertentu, kalian tidak akan menemukan keamanan mendalam ini di sana, tidak sekalipun dalam hubungan dengan Tuhan.

Karena Tuhan yang kalian percayai, Allah yang telah disampaikan kepada kalian melalui tradisi dan yang masih kuat mempengaruhi persepsi kalian, adalah Tuhan di luar kalian. Itu adalah Tuhan yang menunjukkan jalan bagi kalian, yang menetapkan jalan bagi kalian. Tapi Tuhan ini tidak eksis. Kalian adalah Tuhan, kalian adalah bagian kreatif dari Tuhan yang memutuskan untuk pergi menempuh jalannya sendiri dan untuk mengalami hal-hal dalam cara yang seluruhnya berbeda. Kalian memiliki keyakinan bahwa kalian akan dapat menyembuhkan diri sendiri dari rasa sakit utama kelahiran kalian. Kalian dapat mengatakan bahwa energi ekspansif dari penyelidikan dan pembaharuan adalah energi pria, sementara energi persatuan, bergabung bersama, energi Rumah adalah energi perempuan. Kedua energi ini merupakan milik utama dari siapa kalian sebenarnya. Sebagai jiwa, kalian bukan laki-laki ataupun wanita. Pada kenyataannya kalian adalah keduanya, baik laki-laki maupun perempuan. Kalian memulai perjalanan kalian dengan kedua substansi ini. Dan sekarang sudah tiba waktunya untuk membiarkan mereka bekerja bersama dalam harmoni, yang berarti benar-benar mengalami keutuhan dalam diri kalian sendiri. Setelah menyangkal kebesaran kalian sendiri untuk waktu demikian lama, kalian akhirnya akan mulai menyadari bahwa tidak ada alternatif selain menjadi Tuhan yang kalian rindukan.

Ini adalah terobosan menentukan bagi pencerahan: untuk menyadari bahwa kalian sendiri adalah Tuhan yang begitu kalian agungkan. Tidak ada hal di luar yang dapat membawa kalian ke dalam pusat kekuasaan kalian sendiri, keutuhan kalian sendiri. Itu adalah kalian, kalian adalah yang satu dan kalian sudah selalu menjadi yang satu! Kalian telah selalu menunggu kalian.

Dengan menyalakan api dari kesadaran diri dalam kalian sendiri membawa sukacita yang besar, rasa kedalaman besar pulang ke rumah yang mana itu membawa semua hubungan kalian dalam perspektif baru. Misalnya kalian tidak terlalu peduli akan hal-hal yang dikatakan orang lain kepada kalian. Jika seseorang mengritik atau tidak mempercayai kalian, kalian tidak secara otomatis menanggapinya secara pribadi. Kalian tidak begitu terpengaruh atau mudah bereaksi. Kalian lebih mudah melepaskannya dan kebutuhan mempertahankan diri sendiri, baik untuk kalian sendiri dan untuk orang lain, tidak lagi kalian miliki. Jika kalian secara emosional mudah terpengaruh dengan apa yang dipikirkan orang lain tentang kalian, ini menandakan bahwa dalam diri kalian ada rasa tidak memperhatikan diri sendiri yang membuat kalian cenderung menyetujui pendapat negatif dari orang lain. Kalian tidak mengatasi rasa tidak menghargai diri sendiri ini dengan mencari konflik dengan orang lain, tapi hanya dengan menuju ke dalam dan melakukan hubungan dengan luka-luka emosional dalam diri kalian sendiri. Ini jauh lebih tua dari momentum spesifik penolakan ini.

Pada kenyataannya semua rasa sakit melalui penolakan, semua rasa sakit dalam hubungan, merujuk kembali pada rasa sakit asli, rasa sakit kelahiran yang tidak disembuhkan ini. Itu bagi kalian mungkin tampak seperti saya di sini mengambil langkah besar, karena segala jenis situasi yang rumit dalam hubungan-hubungan, tampaknya penyebabnya terletak lebih dekat. Kelihatannya seperti rasa sakit kalian disebabkan oleh sesuatu yang dilakukan atau tidak dilakukan oleh pasangan kalian. Tampaknya seperti sesuatu di luar kalian yang menyebabkan rasa sakit. Dan karena itu kalian berpikir bahwa solusi dari masalah kalian terletak pada tingkah laku yang lain. Tapi biarkan saya mengatakan kepada kalian: pada dasarnya kalian melakukan penyembuhan rasa sakit lama di dalam kalian sendiri. Jika kalian tidak menyadari hal ini, kalian akan mudah terjerat dalam masalah-masalah hubungan yang dapat menyakitkan secara ekstrim.

Terutama dalam hubungan pria/perempuan (hubungan cinta), kalian sering mencoba untuk memaksakan sejenis kesatuan dan keamanan, yang sesuai dengan kondisi masa awal keesaan yang samar-samar kalian ingat. Tanpa disadari, kalian mencoba untuk menciptakan kembali rasa yang kalian miliki ketika kalian terbungkus dengan nyaman dalam selimut cinta dan penerimaan tanpa syarat. Ada anak di dalam diri kalian yang menangis keluar untuk penerimaan tanpa syarat tersebut. Namun jika anak dalam kalian ini melingkarkan tangannya di sekeliling bagian anak dari pasangan kalian, ini sering membawa pada cengkeraman yang mencekik yang menghalangi kedua belah pihak dari ekspresi diri yang sebenarnya.

Apa yang terjadi adalah kalian akan tergantung secara emosional, dan kemudian kalian mulai membutuhkan cinta atau pengakuan dari orang lain agar kalian merasa baik. Ketergantungan selalu membawa masalah kekuasaan dan pengawasan di dalamnya, karena membutuhkan orang lain sama dengan ingin mengawasai perilakunya. Ini adalah awal dari hubungan yang destruktif. Menyerahkan individualitas kalian dalam sebuah hubungan yang dipandu oleh kerinduan yang tidak disadari akan persatuan yang mutlak, adalah tindakan penghancuran bagi kalian sendiri maupun bagi orang lain.

Cinta yang murni antara dua manusia menunjukan dua medan energi yang dapat berfungsi independen sepenuhnya secara masing-masing. Masing-masing medan energi adalah kesatuan dalam dirinya sendiri dan terhubung dengan yang lain dengan basis kesatuan tersebut. Dalam hubungan-hubungan dimana pasangan-pasangan tergantung antara satu sama lain, kalian akan menemukan tujuan tidak terkoordinasi untuk menjadi “keutuhan organik,” tidak ingin atau mampu berfungsi tanpa yang lain. Ini membawa pada jeratan energi-energi yang bisa dikenali dalam medan-medan aura sebagai sejenis pipa energi yang saling memberi makan antara kedua pasangan. Mereka memberi makan mereka sendiri dengan energi-energi kecanduan akan ketergantungan dan pengawasan. Jeratan energi ini merupakan indikasi bahwa kalian tidak mengambil tanggungjawab bagi diri kalian sendiri, dimana kalian tidak menghadapi jiwa tua yang terluka, yang hanya dapat disembuhkan oleh diri kalian sendiri. Hanya ketika kalian mengakui rasa sakit terdalam ini dan mengambil tanggungjawab, kalian akan melihat bahwa kalian tidak pernah membutuhkan orang lain untuk menjadi utuh dan kalian dapat membebaskan diri kalian sendiri dari aspek destruktif sebuah hubungan.

Dari Channeling Yeshua Hubungan-hubungan dalam Era Baru

© Pamela Kribbe 2006

Penerjemah: Dyan Andriana Kostermans

www.jeshua.net

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s