A Grandfather’s Last Letter To His Grandkids

James K. Flanagan: Surat Terakhir Kakek untuk Cucu-Cucunya

stationery-670874_640

April 2012 James K. Flanagan menulis sebuah surat atas desakan putrinya Rachel. Nasihat untuk kelima cucunya mula-mula menarik perhatian para tetangganya, kemudian pembaca di seluruh dunia. Surat berisi dua halaman yang dilampirkan* di sini telah dipublikasikan di suratkabar Irlandia dan telah menjadi pembahasan yang menarik perhatian Australia.

Dr. James K. Flanagan meninggal 3 September 2012.

Dear Ryan, Conor, Brendan, Charlie, dan Mary Catherine,

Putri saya yang bijak dan penuh perhatian Rachel mendesak saya untuk menulis sejumlah nasihat bagi kalian, hal-hal penting yang telah saya pelajari tentang hidup. Saya mulai menulis ini pada 8 April 2012, malam ulang tahun saya yang ke-72.

  1. Masing-masing dari kalian adalah hadiah indah dari Tuhan baik bagi keluarga kalian dan bagi seluruh dunia. Ingatlah itu selalu, terutama ketika angin dingin keraguan dan keputusasaan sedang bertiup di atas kehidupan kalian.
  2. Jangan takut…terhadap siapa pun atau apa pun bila itu untuk menjalani hidup kalian sesepenuh-penuhnya. Turutilah harapan-harapan dan impian-impian kalian, tidak peduli betapa itu tampaknya sulit atau “aneh” bagi yang lain. Terlalu banyak orang tidak melakukan apa yang mereka inginkan atau seharusnya mereka lakukan, karena mereka membayangkan apa yang akan dipikirkan atau dikatakan oleh orang lain. Ingat, jika mereka tidak membawakan sop ayam ke tempat tidur jika kalian sakit atau mendampingi kalian jika kalian berada dalam kesulitan, mereka tidak ada urusan dengan hidup kalian. Hindarilah para pesimis berjiwa pengecut yang mendengarkan mimpi-mimpi kalian lalu berkata, “Yah, tapi bagaimana jika….” Persetan dengan “bagaimana jika…” Lakukan itu! Hal yang terburuk dalam hidup adalah menengok ke belakang dan mengatakan: “Seandainya saya melakukannya, seandainya saya dapat melakukannya, seharusnya saya melakukannya.” Ambillah risiko-risiko, lakukanlah kesalahan-kesalahan.
  3. Setiap orang di dunia hanyalah orang biasa. Sejumlah orang mungkin memakai topi yang indah atau memiliki gelar besar atau (secara temporer) memiliki kekuasaan dan ingin agar kalian berpikir mereka berada di atas yang lainnya. Jangan mempercayai mereka. Mereka punya sejumlah keraguan, ketakutan dan harapan-harapan yang sama; mereka makan, minum, tidur, dan kentut seperti setiap orang lainnya juga. Pertanyakanlah selalu pihak otoritas tapi bersikaplah bijak dan berhati-hati tentang cara kalian melakukannya.
  4. Buatlah Daftar Kehidupan untuk segala hal yang ingin kalian lakukan: traveling ke berbagai tempat; mempelajari suatu keterampilan; menguasai Bahasa; bertemu seseorang yang istimewa. Buatlah daftar itu panjang dan lakukanlah beberapa dari itu setiap tahun. Jangan berkata “Saya akan melakukannya besok” (atau bulan depan atau tahun depan). Itu adalah cara yang paling pasti untuk gagal melakukan sesuatu. Tidak ada besok, dan tidak ada waktu “yang tepat” untuk memulai sesuatu kecuali sekarang.
  5. Praktekkanlah pepatah Irlandia: Moi an olge agus tiocfaidh si “Pujilah sang anak dan ia akan berkembang.”
  6. Baik hatilah dan tempuhlah cara kalian untuk menolong orang – terutama yang lemah, yang ketakutan, dan anak-anak. Setiap orang punya kekhawatiran tertentu, dan mereka memerlukan kasih sayang kita.
  7. Jangan bergabung dengan militer atau organisasi apa pun yang melatih kalian untuk membunuh. Perang itu keji. Semua perang dimulai oleh pria-pria tua yang memaksa atau mengelabui pria-pria muda untuk saling membenci dan membunuh. Pria-pria tua bertahan hidup, dan sama seperti ketika mereka memulai perang dengan pena dan kertas, demikian juga mereka mengakhirinya. Begitu banyak orang yang baik dan tidak bersalah mati. Jika peperangan begitu baik dan mulia, mengapa bukan para pemimpin tersebut yang memulai peperangan dan berjuang di sana?
  8. Bacalah buku-buku, sebanyak mungkin yang kalian mampu. Mereka adalah sumber indah dari kegembiraan, kebijaksanaan, dan inspirasi. Mereka tidak perlu baterai-baterai atau koneksi, dan mereka dapat pergi ke mana saja.
  9. Jujurlah
  10. Traveling/Bepergian: selalu tapi terutama ketika kalian muda. Jangan menunggu sampai kalian punya “cukup” uang atau sampai segala hal “cukup tepat“. Itu tidak akan pernah terjadi. Urus paspor kalian hari ini.
  11. Ambil pekerjaan atau profesi kalian karena kalian suka untuk melakukannya. Tentu, akan ada sejumlah hal yang sulit tentang itu, tapi suatu pekerjaan harus menjadi sukacita. Jangan mengambil pekerjaan hanya karena uang – itu akan membuat jiwa kalian menderita.
  12. Jangan mencaci maki. Itu tidak pernah membawa pada keberhasilan, dan menyakitkan bagi dirimu sendiri dan orang lain. Setiap kali saya mencaci maki, saya gagal.
  13. Selalu peganglah janji kepada anak-anak. Jangan mengatakan “kita lihat nanti” jika yang kalian maksud “tidak”. Anak-anak mengharapkan kebenaran; berikan itu kepada mereka dengan cinta dan kebaikan.
  14. Jangan pernah mengatakan kepada siapa pun kamu mencintai mereka jika kamu tidak mencintainya.
  15. Hiduplah selaras dengan Alam: pergilah ke alam terbuka, hutan-hutan, gunung-gunung, lautan, padang gurun. Itu penting bagi jiwa kalian.
  16. Kunjungi Irlandia. Itu adalah tempat jiwa keluarga kita dilahirkan – terutama kawasan Barat: Roscommon, Clare, dan Kerry.
  17. Peluklah orang yang kalian cintai. Katakan kepada mereka bagaimana mereka berharga bagi kalian sekarang; jangan menunggu sampai itu terlambat.
  18. Berterima-kasihlah. Ada sebuah pepatah Irlandia yang mengatakan: “Ini adalah sebuah hari dalam kehidupan kita, dan itu tidak akan datang kembali.” Hiduplah setiap hari dengan pandangan ini.

Dalam obituarinya tertulis kata-kata berikut:

“James K. Flanagan adalah seorang liberal yang bangga dan berjuang tanpa lelah bagi underdog. Dia adalah seorang penulis yang handal, penyair, dan seanchai – penyampai kisah-kisah Irlandia; ia menikmati dalam sukacita tumbuh Katolik di Jersey City dan petualangannya di Pegunungan Adirondack dan di pantai Barat Irlandia. Kecintaan terbesarnya adalah menghabiskan waktu dengan keluarganya, terutama dengan semua lima cucunya “Ryan (11); Conor (10); Brendan (9); Charles (8); dan Mary Catherine (5). ”

Sumber: Huffington Post

http://www.huffingtonpost.com/ann-brenoff/grandfathers-last-letter-advice-jim-flanagan_b_1909622.html

http://www.ndclass1968.com/2012/11/01/dr-james-k-flanagan-died-september-3-2012/

Terimakasih Mr. James K. Flanagan

Light and Love

*Penerjemah: Dyan Andriana Kostermans

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s