Menjadi Diri Kalian Sendiri

chakra-1063278_640

From Ego to Heart III (www.jeshua.net )

Melepaskan dirimu yang lama

Transisi dari kesadaran berbasis ego menuju kesadaran berbasis hati berlangsung melalui serangkaian tahapan

  1. Merasa tidak puas akan apa yang ditawarkan kesadaran berdasarkan ego kepada kalian, merindukan “sesuatu yang lain:” awal dari akhir
  2. Menyadari adanya ikatan kalian terhadap kesadaran berdasarkan ego, mengakui dan melepaskan emosi-emosi dan pikiran yang terkait dengan itu: tengah dari akhir
  3. Membiarkan energi-energi lama yang berdasarkan ego dalam diri kalian mati, keluar dari kepompong, menjadi diri kalian sendiri: akhir dari akhir
  4. Kebangkitan kesadaran berdasarkan hati dalam diri kalian, yang dimotivasi cinta kasih dan kebebasan: membantu orang lain melakukan transisi

 

Kami sekarang akan berbicara tentang tahap ketiga. Tapi sebelum kami melakukannya, kami ingin menekankan bahwa transisi ini tidak berlangsung melalui jalan yang lurus dan linear. Ada saat-saat dimana kamu kembali jatuh ke belakang, ke tahap yang sudah kamu tinggalkan. Tapi kemunduran semacam itu, selanjutnya dapat membawamu ke langkah lebih besar ke depan. Dengan begitu, jalan putar dapat berubah menjadi jalan pintas. Selain itu, jalan spiritual yang ditempuh setiap jiwa unik dan individual. Jadi skema yang kami tawarkan ini, sebaiknya hanya disimpulkan sebagai sebuah cara yang sederhana dalam menjelaskan sejumlah titik balik yang penting dalam proses ini. Skema-skema dan kategori-kategori hanya merupakan alat bantu untuk membuat realitas dapat dilihat, yang mana ini tidak tertangkap oleh akal, yang merupakan bagian mentalmu.

Setelah kamu menerima luka-luka batinmu dan menyembuhkan bagian-bagian dari kesadaranmu yang tertraumatisasi, seperti sudah kami sampaikan dalam bab sebelumnya, energimu bergeser (https://kosmosindo.wordpress.com/2016/08/20/menggeser-kesadaran-dari-ego-ke-hati/ ). Kamu melepaskan dirimu yang lebih lama. Kamu memberi tempat untuk keberadaan dan pengalaman yang sama sekali baru. Dalam bab ini kami ingin menjelaskan, apa yang terjadi secara energetis, ketika kamu meninggalkan kesadaran berbasis ego. Apa yang terjadi ketika kamu beralih dari kesadaran yang didominasi ego menuju kesadaran berbasis hati, chakra hati menjadi yang lebih diutamakan dibanding keinginan atau chakra ketiga.

Chakra adalah roda (pusat) energi berputar di sepanjang tulang belakang kalian. Pusat energi ini semua terhubung dengan tema-tema hidup tertentu, misalnya “spiritualitas” (chakra mahkota), “komunikasi” (chakra tenggorokan) atau “emosi” (chakra pusar). Chakra sampai batas tertentu adalah bagian dari realitas materi, karena mereka terhubung erat dengan tempat-tempat tertentu pada tubuh kalian. Tapi mereka tidak dapat dilihat dengan mata fisik, sehingga kalian dapat mengatakan, chakra terletak di antara roh dan materi; mereka bisa dikatakan menjembatani kesenjangan ini. Chakra membentuk titik masuk bagi spirit (kesadaran jiwa kalian), memungkinkannya untuk mengambil bentuk fisik dan menciptakan hal-hal yang terjadi dalam hidup kalian.

Chakra jantung, yang terletak di tengah-tengah dada kalian, terutama menjadi tempat energi cinta kasih dan keesaan. Jantung berisi energi-energi yang mempersatukan dan menyelaraskan. Jika kalian untuk beberapa saat memfokuskan perhatian pada pusat ini, kalian mungkin merasa kehangatan atau sesuatu seperti terbuka. Jika kalian tidak merasakan apa-apa, biarkan saja demikian dan mungkin coba lagi pada waktu yang lain.

Chakra di bawah jantung disebut “solar plexus” (chakra pusar, manipura) dan terletak di dekat perut kalian. Itu adalah tempat kemauan. Ia adalah pusat yang memfokuskan energi kalian ke dalam realitas fisik. Karena itu chakra ini terkait dengan tema-tema kreativitas, vitalitas, ambisi dan kekuasaan pribadi.

Ego dan keinginan berhubungan erat satu sama lain. Kemampuan berkeinginan memungkinkan kalian untuk memfokuskan diri pada sesuatu, baik di dalam ataupun di luar kalian. Persepsi kalian tentang realitas, baik tentang diri kalian sendiri maupun orang lain, sangat dipengaruhi oleh apa yang kalian inginkan, melalui kehendak-kehendak kalian. Kehendak-kehendak kalian sering tercampur dengan ketakutan. Kalian sering menginginkan sesuatu karena kalian merasa membutuhkan itu: ada rasa kekurangan atau kebutuhan di bawahnya. Karena ketakutan-ketakutan yang hadir dalam banyak keinginan kalian, solar plexus sering terdorong oleh energi-energi dari ego. Ego mengekspresikan dirinya terutama melalui solar plexus.

Melalui bidang keinginan, ego secara harfiah, benar-benar melakukan tekanan terhadap realitas. Realitas harus dipangkas ke dalam apa yang ego ingin kalian percaya. Ego beroperasi dengan seperangkat asumsi dasar tentang bagaimana realitas bekerja, yang semuanya berbasis ketakutan. Ia menyajikan kalian gambar-gambar yang sangat selektif tentang realitas, karena cara pandangnya sesuai kebutuhan-kebutuhan dan ketakutan-ketakutannya sendiri. Juga ia harus menempatkan penghakiman pada segala hal yang dilihatnya. Tidak ada ruang untuk hanya sekedar mengetahui hal-hal. Semuanya harus dibagi dalam kategori, diberi label yang benar atau salah.

Jika kalian hidup dari hati, maka tidak ada perangkat pasti keyakinan-keyakinan yang menjadi acuan kalian untuk menafsirkan atau menilai fakta. Maka kalian tidak lagi memegang keyakinan kuat pada sesuatu. Kalian menjadi lebih sebagai pengamat. Kalian menunda putusan-putusan moral terhadap segala macam isu, karena kalian merasa, bahwa kalian belum mengerti seluruhnya apa yang seharusnya kalian mengerti tentang situasi tersebut. Putusan-putusan selalu memiliki sesuatu yang sudah pasti, tapi hati tidak tertarik akan definisi-definisi. Hati selalu mencoba untuk melampaui apa yang tampaknya pasti dan dipastikan. Hati sifatnya terbuka, menjelajahi dan siap mengkaji kembali, siap untuk memaafkan.

Jika kalian menggunakan kekuatan keinginan yang berpusat pada ego, kalian bisa merasakan sesuatu tertarik pada chakra solar plexus kalian. Menggunakan kehendak kalian dengan cara ini adalah proses energetis, dimana kalian dapat menyadari hal ini jika kalian mau. Kapanpun jika kalian merasa tarikan ini, disertai sebuah keinginan kuat agar hal-hal terjadi sesuai kehendak kalian, kalian mencoba membentuk realitas sesuai dengan keinginan kalian. Kalian mencoba memaksakan keyakinan kalian pada realitas.

Jika kalian bertindak dari hati, kalian berjalan selaras dengan aliran hal-hal, sebagaimana tampilnya hal-hal itu sendiri. Kalian tidak mencoba mendorong atau memaksa.

Jika kalian bekerja sangat keras untuk mencapai sesuatu dan kalian lagi-lagi gagal mencapai tujuan kalian, tanyalah pada diri kalian sendiri, dari chakra yang mana, dari pusat energetis yang mana kalian bertindak. Juga kalian dapat mendengarkan hati kalian dan bertanya, mengapa hal ini tidak mencapai kemajuan dan mengapa kalian harus begitu banyak mengeluarkan energi untuk itu.

Seringkali kalian mencoba mencapai sasaran-sasaran tertentu, tanpa benar-benar menelusuri ke dalam dan memeriksa dengan hati kalian, apakah tujuan ini benar-benar sesuatu yang berguna bagi jalan batin kalian menuju kebijaksanaan dan kreativitas. Demikian pula, meskipun tujuan kalian selaras dengan keinginan yang dirasakan hati yang terdalam, kalian memiliki harapan yang tidak realistis tentang kerangka waktu dimana tujuan kalian itu akan terjadi. Kalian mungkin berada pada garis waktu yang tidak sesuai dengan hati, melainkan dengan kemauan pribadi kalian.

Ada irama yang alami untuk semua hal, dan ini tidak harus selalu bertepatan dengan kecepatan yang kalian inginkan. Realisasi keinginan kalian memerlukan energi yang berubah. Peralihan energi sering membutuhkan waktu lebih lama dibanding yang kalian harapkan atau inginkan. Pada kenyataannya peralihan energi tidak lain daripada kalian berubah.

Ketika kalian mencapai tujuan kalian, kalian tidak akan lagi menjadi orang yang sama. Kalian akan menjadi versi lebih luas dari diri kalian saat ini, dengan lebih banyak kebijaksanaan, lebih banyak cinta dan lebih banyak kekuatan batin. Waktu yang diperlukan untuk mencapai tujuan kalian, adalah waktu yang kalian perlukan untuk mengubah kesadaran kalian sedemikian rupa, agar realitas yang kalian inginkan dapat memasuki realitas aktual kalian. Jadi, jika kalian ingin mempercepat terjadinya hal-hal, berfokuslah pada diri kalian dan tidak begitu banyak pada realitas.

Sering kalian bahkan perlu melepaskan tujuan kalian, agar kalian dapat terbuka untuk menerima. Ini kedengarannya paradoks. Tapi pada kenyataannya kami mengatakan, bahwa kalian perlu menerima kenyataan aktual kalian secara penuh, sebelum kalian dapat melangkah memasuki sesuatu yang baru. Jika kalian tidak menerima realitas kalian saat ini dan berpegang sekuat tenaga pada sasaran-sasaran kalian, kalian tidak bergerak maju.

Tidak akan ada yang meninggalkan realitas kalian, jika kalian tidak mencintainya. Mencintai sama dengan “membebaskan sesuatu”.

Selama kalian tidak benar-benar merangkul realitas kalian saat ini dan tidak menerimanya sebagai ciptaan kalian, itu tidak bisa meninggalkan kalian, karena kalian mengingkari bagian dari diri kalian sendiri. Kalian mengatakan “tidak” kepada bagian dari kalian, yang menciptakan realitas ini bagi kalian. Kalian ingin memotong bagian tak diinginkan dari kalian sendiri dan bergerak maju.

Tapi kalian tidak dapat menciptakan realitas dengan lebih banyak cinta dari membenci diri sendiri. Kalian tidak dapat “menginginkan diri kalian sendiri” masuk dalam realitas baru, dengan menyingkirkan bagian yang tidak diinginkan. Kekuatan keinginan tidak membantu kalian di sini.

Apa yang kalian butuhkan adalah menjalin hubungan dengan hati kalian. Energi-energi pengertian dan penerimaan, adalah batu fondasi sebenarnya untuk realitas yang baru dan lebih memuaskan.

Jika kalian berinteraksi dengan realitas dari hati, kalian membiarkan realitas begitu. Kalian tidak mencoba mengubahnya; kalian hanya mengetahui dan memperhatikan apa itu.

Jika hati menjadi pelayan keberadaan kalian, maka pusat keinginan kalian (solar plexus) akan mengikuti. Ego, kemampuan keinginan, tidak akan dihapus, karena fungsi alaminya adalah berperan menerjemahkan energi dari tingkat kesadaran ke tingkat realitas fisik. Ketika penerjemahan atau manifestasi ini dipandu oleh hati, energi dari keinginan menciptakan dan mengalir dengan mudah. Tidak ada yang terlibat mendorong atau memaksa. Ini adalah ketika sinkronisitas terjadi: saling bertepatan (kebetulan) yang luar biasa dari kejadian-kejadian, yang menyebabkan realisasi keinginan kalian menjadi sangat mudah. Bagi kalian itu tampaknya ajaib, jika hal-hal bekerja sama dengan cara ini. Tapi pada dasarnya inilah yang terjadi jika kalian menciptakan dari hati. Tanpa kesukaran adalah ciri khas penciptaan dari hati.

 

Menciptakan realitas kalian dari hati

Penciptaan sejati tidak berdasarkan pada kebulatan tekad dan kemauan kuat, tapi berbasis pada hati yang terbuka. Bersikap terbuka dan menerima untuk yang baru dan tidak dikenal, adalah penting untuk menjadi pencipta sejati.

Salah satu kunci menuju kreativitas/penciptaan, sebenarnya adalah kemampuan untuk tidak melakukan apa-apa: menahan diri dari melakukan sesuatu, memperbaiki atau memfokuskan. Itu adalah kemampuan menempatkan kesadaran kalian pada kondisi benar-benar mampu menerima tapi dalam modus waspada.

Hanya dengan tidak mengetahui, dengan bersikap terbuka untuk hal-hal, kalian dapat menciptakan ruang bagi sesuatu yang baru untuk memasuki realitas kalian.

Ini berlawanan dengan yang banyak dikatakan dalam tulisan-tulisan New Age (Zaman Baru), tentang “menciptakan realitas kalian sendiri”. Memang benar bahwa kalian menciptakan realitas kalian sendiri sepanjang waktu. Kesadaran kalian adalah kreatif apakah kalian menyadarinya atau tidak. Tapi jika kalian ingin menciptakan realitas kalian secara sadar, seperti yang diajarkan banyak buku dan terapi kepada kalian, hal yang penting untuk mengerti bahwa bentuk paling berkuasa dalam mencipta bukan berdasarkan pada kehendak (menjadi aktif), melainkan pada kesadaran diri (menjadi menerima).

Semua perubahan di dunia materi, misalnya di bidang pekerjaan, hubungan-hubungan atau lingkungan materi kalian, adalah cerminan dari perubahan-perubahan di tingkat batin. Hanya ketika proses transformasi di dalam sudah selesai, dunia materi dapat memberi jawaban dengan mencerminkan kembali perubahan-perubahan ini kepada kalian, melalui perubahan situasi dalam kehidupan kalian.

Jika kalian mencoba menciptakan sesuatu lewat keinginan, misalnya dengan memfokuskan atau memvisualisasi  tujuan-tujuan kalian sepanjang waktu, kalian mengabaikan proses transformasi di dalam ini, yang merupakan syarat utama yang sebetulnya untuk perubahan. Kalian menciptakan sesuatu dengan cara buatan dan kalian pasti akan kecewa. Kalian tidak menciptakan dari kedalaman jiwa kalian.

Jiwa berbicara kepada kalian pada saat-saat hening. Kalian benar-benar mendengar suara jiwa ketika kalian tidak tahu lagi. Seringkali suara jiwa berbicara amat jelas, ketika kalian putus asa dan menyerah. Apa yang terjadi jika kalian menyerah dan putus asa adalah dimana kalian membuka diri untuk yang baru. Kalian melepaskan semua harapan-harapan kalian dan kalian benar-benar menerima apa yang ada.

Keputusasaan disebabkan oleh keyakinan-keyakinan kuat yang kalian miliki tentang apa yang seharusnya terjadi dalam hidup kalian. Jika realitas gagal menjawab harapan-harapan ini, kalian menjadi kecewa dan bahkan putus asa di sejumlah titik.

Tapi jika kalian melepaskan harapan-harapan kuat kalian dan berani terbuka untuk yang baru, kalian tidak perlu sampai pada titik keputusasaan ini, bila sebelumnya kalian kembali berhubungan dengan jiwa kalian. Kalian dapat menjadi tenang, menerima dan terbuka terhadap apa yang jiwa katakan kepada kalian tanpa harus mengalami kecewa terlebih dulu.

Selama kalian “benar-benar tahu apa yang kalian inginkan”, kalian sering membatasi peluang-peluang energetis yang tersedia bagi kalian. Realitas baru yang kalian cari ini, apakah itu pekerjaan lain atau sebuah hubungan atau kesehatan yang lebih baik, berisi banyak unsur yang tidak kalian kenal. Sering kalian berpikir bahwa apa yang kalian inginkan adalah sesuatu yang kalian kenal (pekerjaan yang baik, partner yang penuh kasih), diproyeksikan ke masa depan. Tapi itu tidak demikian. Apa yang sebenarnya kalian lakukan dengan menciptakan sebuah realitas baru adalah, kalian pergi melampaui batas-batas psikologis kalian sendiri. Dan kalian tidak dapat mengetahui sekarang, apa yang ada di luar batas-batas tersebut.

Kalian dapat merasakan dengan sangat jelas, bahwa ada sesuatu yang sangat ingin dicapai di sana, tapi kalian tidak harus mempersempitnya dengan memfokuskan atau memvisualisasinya. Kalian dapat cukup gembira untuk itu dengan rasa terbuka dan ingin tahu.

Sungguh, untuk menciptakan realitas yang paling diinginkan untuk kalian sendiri, penerimaan diri jauh lebih penting dibanding memfokuskan pikiran-pikiran kalian atau kehendak kalian. Kalian tidak dapat menciptakan sesuatu yang bukan kalian. Kalian dapat ribuan kali membaca mantra tertentu dan menciptakan berbagai macam gambar-gambar positif dalam pikiran kalian, tapi selama itu tidak mencerminkan apa yang sebetulnya kalian rasakan (misalnya kemarahan, depresi, tidak tenang), itu semua tidak akan menciptakan apapun selain kebingungan dan keraguan. (“Saya berusaha begitu keras tapi tidak ada yang terjadi!”)

Penerimaan diri sendiri adalah suatu bentuk cinta. Cinta adalah magnet terbesar untuk perubahan-perubahan positif dalam hidup kalian. Jika kalian mencintai dan menerima diri kalian sendiri apa adanya, kalian akan menarik situasi-situasi dan orang-orang yang merefleksikan cinta diri sendiri kalian ini. Ini sesederhana itu.

Rasakan energi kalian sendiri dan semua perasaan kalian. Rasakan betapa indah dan tulus kalian saat ini, dalam semua perjuangan dan masalah kalian. Kalian adalah indah, dengan semua “ketidaksempurnaan” dan “kegagalan-kegagalan” kalian. Dan itu adalah satu-satunya realisasi yang penting.

Peluklah kalian apa adanya, santailah menghadapi diri kalian sendiri, mungkin lihatlah pada “banyak kekurangan kalian” dengan rasa humor. Kesempurnaan bukanlah opsi, kalian tahu. Itu hanya sebuah ilusi.

Menciptakan realitas kalian dari dalam hati adalah mengenali cahaya kalian, di sini dan sekarang. Dengan mengerti hal itu, dengan menjadi sadar akan hal itu, kalian menebar benih yang akan tumbuh dan mengambil bentuk pada tingkat fisik.

Ketika Tuhan menciptakan kalian sebagai jiwa-jiwa individual, ia tidak mengerahkan keinginannya. Ia hanya menjadi Dirinya Sendiri dan pada titik-titik tertentu ia merasa, bahwa sesuatu “di luar” berharga untuk dijelajahi. Ia tidak tahu pasti apa itu, tapi membuatnya merasa agak seperti jatuh cinta. Dan ia menerima tanpa basa-basi, bahwa ia layak untuk mengalami realitas yang baru dan mengundang ini. Jadi ia agak sedikit jatuh cinta pada dirinya sendiri!

Dan dengan begitu kalian mengambil bentuk sebagai jiwa-jiwa individual dan Allah mulai mengalami hidup melalui kalian. Bagaimana semua itu terjadi – rincian dari proses penciptaan – Allah benar-benar tidak ambil pusing. Ia hanya mencintai dirinya sendiri dan terbuka untuk yang baru. Dan hanya itulah unsur-unsur yang benar-benar kalian perlukan untuk menciptakan realitas yang tepat bagi kalian sendiri: mencintai diri sendiri dan kesediaan untuk menjelajahi yang baru.

 

Menyesuaikan diri dengan hidup dari hati

Menciptakan dari hati jauh lebih kuat dan memerlukan lebih sedikit usaha dibanding menciptakan dari ego. Kalian tidak perlu pusing tentang rincian; kalian hanya perlu bersikap terbuka untuk semua yang ada, baik di dalam maupun di luar.

Dari keterbukaan ini, kalian sekarang dan kemudian dapat merasakan tarikan tertentu. Kalian dapat merasa tertarik pada hal-hal tertentu. Tarikan ini pada kenyataannya adalah bisikan-bisikan halus hati kalian; ini adalah intuisi kalian. Jika kalian bertindak dari intuisi, kalian akan tertarik bukannya mendorong. Kalian tidak bertindak sampai kalian merasakan di tingkat dalam bahwa hal yang tepat untuk bertindak.

Karena kalian sangat terbiasa untuk mendorong, yakni menggunakan kehendak kalian untuk menciptakan hal-hal, pergeseran energetis dari ego ke hati adalah tantangan bagi kalian. Pergeseran ini membutuhkan “perlambatan” luar biasa. Untuk benar-benar dapat berhubungan dengan aliran intuisi kalian, kalian secara sadar harus berusaha untuk “tidak melakukan”, untuk membiarkan semua terjadi. Ini bertentangan dengan banyak hal yang kalian pelajari dan kebiasaan kalian. Kalian memilki kebiasaan sangat kuat mendasari tindakan-tindakan kalian atas pikiran dan kekuatan keinginan. Kalian membiarkan pikiran kalian menentukan sasaran-sasaran kalian, dan kalian menggunakan keinginan kalian untuk merealisasinya. Itu benar-benar berlawanan dengan penciptaan yang berpusat dari hati.

Jika kalian hidup dari hati, maka kalian mendengarkan hati kalian dan bertindak sesuai itu. Kalian tidak berpikir, kalian mendengar dengan kesadaran yang waspada dan terbuka akan apa yang dikatakan oleh hati kalian. Hati berbicara melalui perasaan kalian, tidak melalui logika kalian. Suara dari hati dapat didengar paling baik, jika kalian merasa tenang, santai dan membumi.

Hati menunjukkan kepada kalian jalan menuju realitas yang paling penuh cinta dan penuh kegembiraan bagi kalian pada saat ini. Bisikan-bisikan dan saran-sarannya tidak berdasarkan pada pemikiran rasional. Kalian dapat mengetahui suara hati kalian lewat keringanan dan sukacita di dalamnya. Keringanan ini ada, karena hati tidak memaksa; saran-sarannya tidak tergantung pada syarat-syarat. “Hati kalian sendiri” tidak tergantung pada keputusan-keputusan kalian dan mencintai kalian, apapun yang kalian lakukan.

Hidup dari hati bukan berarti kalian harus menjadi pasif atau apatis. Membiarkan hal-hal terjadi apa adanya tanpa memberi mereka label benar atau salah, tanpa mendorong mereka lebih ke satu arah ketimbang arah yang lain, membutuhkan banyak kekuatan. Itu adalah kekuatan untuk benar-benar hadir, menghadapi segala sesuatu yang ada dan hanya mengamati itu. Kalian dapat merasa kosong, atau tertekan, atau merasa gelisah, tapi kalian tidak mencoba mendorong pergi hal-hal ini. Yang kalian lakukan adalah mengelilingi mereka dengan kesadaran kalian.

Kalian tidak mengerti kekuatan sebenarnya dari kesadaran kalian. Kesadaran kalian terdiri dari cahaya. Jika kalian memegang sesuatu dalam kesadaran kalian, itu berubah karenanya. Kekuatan kalian adalah kekuatan penyembuhan, jika kalian tidak mengaitkannya dengan pikiran kalian atau kecanduan kalian untuk “melakukan”.

Hidup kalian dipenuhi dengan kediktatoran pikiran dan keinginan, supremasi berpikir dan melakukan.

Harap kalian mengerti, bahwa baik pikiran maupun keinginan, bekerja dengan aturan-aturan umum. Ada aturan umum untuk berpikir secara logis; itu adalah peraturan logika. Ada strategi-strategi umum untuk menempatkan pikiran menjadi materi; itu adalah aturan-aturan “manajemen proyek (project management).”

Tapi ini semua adalah prinsip-prinsip umum. Pedoman umum dan peraturan selalu memiliki komponen mekanik. Mereka dapat digunakan pada semua atau hampir semua kasus-kasus tunggal; jika tidak mereka tidak begitu berguna.

Kini, intuisi bekerja sangat berbeda. Intuisi selalu disesuaikan tepat untuk satu orang, untuk satu waktu tertentu. Intuisi sangat individualistik. Karena itu ia tidak dapat dikenakan analisa rasional atau aturan-aturan umum.

Oleh sebab itu untuk hidup dan bertindak sesuai dengan intuisimu, membutuhkan kepercayaan tingkat tinggi, karena kemudian pilihan-pilihanmu murni berdasarkan apa yang kamu rasa benar, bukan berdasarkan apa yang dikatakan benar oleh aturan orang lain.

Oleh karena itu untuk hidup dari hati, tidak hanya memintamu untuk menanggalkan kebiasaan penggunaan berlebihan pikiranmu dan kekuatan keinginanmu; itu juga menantangmu untuk benar-benar mempercayai dirimu sendiri.

Butuh waktu agak lama untuk belajar mendengarkan hatimu, untuk mempercayai pesan-pesannya dan bertindak sesuai itu. Tapi semakin banyak kamu melakukannya, semakin kamu akan mengerti, bahwa hanya dengan menyerahkan kekhawatiran dan keraguan-keraguanmu kepada kebijakan hatimu sendiri, kamu akan dapat menemukan kedamaian batin.

Ketika kamu melanjutkan menempuh jalan ini, dan memasuki fase ketiga transformasi dari ego menuju hati, kamu akan menemukan kedamaian batin untuk pertama kalinya. Kamu akan menyadari bahwa paksaan untuk menguasai realitas lewat pikiran dan keinginanlah, yang membuatmu tidak tenang dan cemas.

Ketika kamu melepaskan pengawasan, kamu mengijinkan keajaiban hidup terungkap. Semua yang harus kamu lakukan adalah mendengarkan. Memperhatikan apa yang terjadi dalam hidupmu, perasaan-perasaan mana yang kamu miliki terhadap orang lain, apa mimpi-mimpi dan keinginan-keinginanmu. Jika kamu memperhatikan dengan baik apa yang terjadi pada dirimu, realitas akan memberimu dengan semua informasi yang kamu butuhkan, untuk bertindak dengan tepat.

Sebagai contoh, kalian mungkin menyadari keinginan dalam hati kalian untuk hubungan cinta, dimana kalian benar-benar dapat berkomunikasi dengan yang lain. Jika kalian hanya mengerti dan menerima kerinduan ini, tanpa mencoba melakukan sesuatu, kalian akan terkejut bagaimana alam semesta akan bereaksi untuk itu. Dengan tidak menarik kesimpulan apapun, tapi cukup hanya memegang kerinduan ini dalam Cahaya kesadaran kalian, panggilan kalian akan didengar dan dijawab.

Itu mungkin butuh waktu lebih lama ketimbang yang kalian harapkan, karena ada pergeseran energi yang mula-mula harus terjadi, sebelum keinginan tertentu dapat terpenuhi. Tapi kalian adalah master, pencipta energetis realitas kalian. Bila kalian mencipta dari ketakutan, maka realitas akan menjawab sesuai itu. Jika kalian mencipta dari kepercayaan dan kepasrahan, kalian akan menerima segala sesuatu yang kalian inginkan dan lebih banyak lagi.
© Pamela Kribbe

Penerjemah: Dyan Andriana Kostermans

Sumber: Dari Ego ke Hati III www.jeshua.net/id/

Advertisements

One thought on “Menjadi Diri Kalian Sendiri

  1. Pingback: Membuka Diri untuk Spirit | kosmosindo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s