Mencintai Diri Kalian Sendiri Seperti Kalian Apa Adanya

flower-989297_640

Mencintai diri kalian sendiri, seperti kalian adanya, adalah satu-satunya tugas yang harus kalian selesaikan

(To love yourselves, just as you are, is the only task, the only duty that you have to complete) https://johnsmallman.wordpress.com/

Ini adalah saat-saat yang menarik! Umat manusia sedang bergerak sangat positif ke dalam kesadaran dari warisan spiritualnya, dari Keesaan/Kesatuannya dengan Sumber di mana itu tidak tidak pernah sesaat pun terpisah. Dan hal itu menginspirasi, mengangkat, dan menarik secara luar biasa! Pada kenyataannya umat manusia secara paling menentukan semakin kokoh pada jalur kolektif menuju keterjagaan (awakening), walaupun, tentu saja masing-masing individu meminiliki jalur pribadinya masing-masing yang berbeda dari siapa pun lainnya: tidak ada dua yang sama di antara miliaran (jiwa) yang saat ini berinkarnasi di Bumi.

Di sini dalam alam-alam spiritual, di mana kami secara konstan menjaga kalian dengan cinta dan empati, kami benar-benar kagum pada apa yang sedang kalian raih. Kalian telah membuat keputusan kolektif untuk bangun dari mimpi atau mimpi buruk, dan kalian secara paling positif sedang menerapkannya. Perubahan-perubahan besar sedang dalam proses mengubah sikap-sikap kalian terhadap yang lain dan Tuhan. Cinta yang sekarang menerobos pesawat Bumi dan menembus masuk setiap hati yang belum membuat pilihan sadar untuk memblokirNya atau mengunciNya di luar.

Setiap orang di Bumi hanya ingin untuk dicintai, karena Cinta adalah kondisi alami dan abadi kalian, dan setelah berabad-abad mencarinya di luar dari diri sendiri, mayoritas besar akhirnya menyadari bahwa Cinta ada di dalam dirinya, bukan di luar. Menerima Cinta dalam diri adalah jalan maju, dan itu dilakukan dengan menerima bahwa kalian, masing-masing dan siapa pun dari kalian, adalah makhluk ilahi yang sempurnya yang dicintai secara mendalam oleh Allah. Ketika kalian menerima kebenaran itu kalian menyadari, bahwa untuk mencintai diri kalian sendiri, seperti kalian adanya, adalah satu-satunya tugas yang harus kalian selesaikan, dan ketika kalian melakukannya, Cinta mengalir secara bebas, secara lembut, secara berkelimpahan, dan terus-menerus sebagai tujuan yang ilahi, memeluk semua tanpa pengecualian.

Dengan mencintai diri kalian sendiri sebagai ciptaan-ciptaan ilahi yang sempurna, kalian mengijinkan medan-medan energi kalian meluas hingga tak terbatas, bukannya menahan mereka secara terbatas dan tertambat ke tubuh-tubuh fisik kalian dengan tali pendek. Ketika kalian melakukan itu, mereka semua melebur dan berbaur satu sama lain, secara lengkap mengubah medan energi umat manusia dan Planet Bumi, karena semua kemudian terlibat dalam kerjasama yang harmonis bukan dalam argumen dan konflik yang pahit dan memecah-belah.

Melebur atau mengintegrasikan medan-medan energi individu kalian adalah proses terus-menerus yang intensif. Ya, kalian semua adalah Satu, tapi kalian telah memilih untuk mengalami pemisahan dan untuk melakukannya kalian telah menutup medan-medan energi kalian dengan membatasi akses individual kalian terhadap medan ilahi dari Cinta yang mana kalian semua terisi dengannya, sehingga tampaknya memisahkan diri kalian sendiri satu dari lainnya dan dari Tuhan, dengan menyelimuti diri kalian sendiri dalam bentuk-bentuk fisik individual. Melakukan demikian telah memberi kalian pengawasan atas bentuk tersebut, mengijinkan kalian untuk menyembunyikan siapa kalian sebenarnya dari diri kalian sendiri dan dari yang lain. Kalian menjadi aktor-aktor, kadang-kadang dalam banyak bagian, dalam permainan ilusi yang telah tampak sebagai realitas bagi kalian selama ribuan tahun. Dan itu telah mengancam dan menakutkan secara nyata/real bagi kebanyakan dari kalian!

Nah, kalian sudah cukup dengan itu. Kalian melihat bahwa konflik dan kebutuhan intensif untuk menjadi benar, yang begitu banyak melekat, menghancurkan masyarakat manusia di mana-mana di Bumi dan menyebabkan kerusakan yang tidak disadari bagi planet dan semua bentuk-bentuk kehidupan yang didukungnya. Kalian akhirnya menyadari bahwa kalian dapat mengubah sikap-sikap kalian, keyakinan-keyakinan yang menghancurkan, dan cara-cara kalian yang gila dan tidak bisa menolerir dalam memperlakukan orang-orang dengan siapa kalian tidak setuju. Ketidaksetujuan hampir selalu menjadi eskalasi, karena ego-ego kalian menyemangati kalian untuk memegang posisi awal, persepsi kalian tentang apa yang tidak disetujui itu – terlepas dari bukti yang jelas mendemonstrasikan bahwa kalian pada kenyataannya telah menyalahartikan apa perbedaan pendapat itu sebenarnya – dan melakukan yang terbaik untuk meyakinkan kalian bahwa ketakutan mereka, takut akan kekalahan, yakni takut kehilangan muka, sepenuhnya dibenarkan.

Ego-ego hidup dalam ketakutan, adalah sifat alami mereka untuk menjadi takut. Kalian awalnya menata mereka untuk mengatasi tugas-tugas biasa sehari-hari, membiarkan kalian bebas untuk mengeksplorasi lingkungan ilusoris kalian. Namun, mereka tidak memiliki kebijaksanaan, tidak memiliki pengetahuan yang sebenarnya, dan mereka benar-benar percaya bahwa ilusi adalah nyata. Oleh karena itu jika kalian mengungkap ilusi, mereka akan berhenti untuk eksis, dan itu menakutkan mereka. Tapi seperti halnya ilusi, mereka adalah tidak nyata! Mereka hanya menutup bagian kecil dari pikiran kalian – pikiran ilahi yang kalian bagi dengan Sumber kalian – yang kalian atur di dalam untuk secara tepat berfungsi bagi tujuan ini. Mereka tidak akan berhenti untuk eksis ketika ilusi diungkap tapi mereka akan semakin terintegrasi kembali ke dalam Pikiran yang Esa, dari mana mereka, seperti juga kalian, tidak pernah terpisahkan.

Ketika itu terjadi, semua ketakutan akan buyar karena semua pada akhirnya mengenali diri mereka sendiri sebagai secara abadi Satu dengan Tuhan, dan selamanya tidak terpisahkan dari kondisi tersebut.

Allah adalah Cinta, masing-masing dari kalian, setiap manusia adalah Satu dengan Tuhan, dan tidak terpisahkan darinya, oleh karena itu kalian juga adalah Cinta. Tidak ada yang lain, dan realisasi dari ini, dan semua datang menuju kesadaran paling dramatis dari ini, yang membuat kalian terjaga.

Jadi seperti kami terus mengingatkan kalian, pergilah ke dalam/batin sedikitnya sekali sehari, menghadiri altar di dalam diri, di mana api Cinta membara secara terus-menerus, dengan membuka hati kalian guna mengijinkanNya untuk mengalir secara berkelimpahan ke mana Ia mau. Dan ke mana keinginanNya adalah menuju semua dari anak-anak Allah yang dicintai untuk membantu mereka agar terbangun ke dalam pengetahuan dari siapa mereka sebenarnya.

Realisasi ilahi manusia tidak akan lagi ditolak sebagai keyakinan arogan yang gila, tapi dipeluk dengan antusias ketika kalian sekali lagi datang untuk mengetahuinya pada kedalaman keberadaan kalian. Kemudian semua rasa ketidakmampuan, tidak berharga, atau berdosa akan berjatuhan seperti pakaian-pakaian lama yang dibuang yang tidak lagi sesuai untuk dikenakan bagi makhluk yang begitu menakjubkan.

Sepeti dikatakan dalam Kitab Suci: “Kerajaan Surga adalah di Tangan!” Sangat segera kalian akan mengetahui bahwa itu adalah Kebenaran, ketika kalian merasa pelukan ilahi yang menyelimuti semua sebagai kebahagiaan dalam sukacita keberadaan abadi terjaga dalam Keberadaan Tuhan.

Dengan begitu banyak cinta, Saul.

Diterjemahkan kosmosindo dari Sumber: https://johnsmallman.wordpress.com/2016/09/06/to-love-yourselves-just-as-you-are-is-the-only-task-the-only-duty-that-you-have-to-complete/

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s