Heavenletter – Melambatlah

reed-546250_640Heavenletter #5767 via Gloria Wendroff: Slow Down

Tuhan berkata

Dengan satu mata kamu melihat, betapa kamu sangat diperlukan. Dengan mata lainnya, kamu melihat tidak ada gunanya berlari dalam balapan untuk sampai lebih cepat atau hanya untuk mendahului, sepertinya kamu berada di sini di Bumi untuk mengatasi semua kesulitan dalam dunia. Apakah benar-benar perlu untuk berfokus pada kesulitan-kesulitan, sepertinya mereka akan punah tanpa pengawasan kalian? Apakah masalah-masalah adalah hobi dalam hidup kalian?

Mendahului/menyalip memiliki konotasi membuat langkah-langkah maju dan melakukan kemajuan dalam hidup. Mendahului juga memiliki konotasi terlibat secara berlebihan dalam sesuatu. Tentu saja kamu ingin melakukan kemajuan. Kadang-kadang itu ibaratnya kamu ingin menjalani hidup mendahului waktu. Itu bisa tampak seperti hidup melewati/menyalipmu, dan kamu tidak dapat mengikutinya, apalagi untuk mencapai kemajuan. Jika kamu kemudian bergerak maju, apa yang kemudian akan menyibukkanmu?

Ini adalah kesulitan dua jalur, di mana kamu sedang terjebak di dalamnya.

Ketahuilah ini dan ingatlah ini: Kamu melayani paling baik dalam Damai.

Ketika kamu masuk ke dalam suatu jebakan, keluarlah dari situ. Naiklah melampaui apa yang apa kamu pandang sebagai barikade-barikade untuk arus yang bebas dalam kehidupan di Bumi. Itu bukan terlalu menyangkut bahwa kamu harus mengatasi kesulitan-kesulitan, melainkan lebih sebagai kamu seharusnya naik ke perspektif yang lebih tinggi. Keluarlah dari kesulitan-kesulitan untuk melihat apa yang sebetulnya terjadi.

Kamu memiliki tujuan lebih tinggi dalam hidup daripada hanya untuk menemukan kesulitan-kesulitan. Terus mencoba mengatasi kesulitan-kesulitan, maka kamu sepanjang hari menyibukkan diri dengan kesulitan-kesulitan. Dengan cara ini kamu mengocok kesulitan-kesulitan sedemikian rupa ibaratnya kamu mengocok kartu-kartu. Kamu sedang berada di tengah mengocok kartu-kartu dan bukannya bermain kartu.

Keluarlah dari kesulitan-kesulitan. Pandanglah itu dari sudut yang lain. Solusi-solusi tidak akan ditemukan dalam menganalisa semua kesulitan. Loncatlah ke tingkat yang lebih tinggi. Ambillah perspektif yang lebih luas.

Mengapa, oh mengapa kesulitan menjadi pemimpin tertinggi dalam logikamu? Bukan untuk kalian menyirkulasi kesulitan-kesulitan dan membuat setiap orang menjadi tahu tentang itu sepertinya itu sehelai bulu yang menghiasi topimu. Itu tidak membuatmu menjadi pahlawan.

Milikilah percaya diri dalam kemampuanmu untuk mencapai kesuksesan gemilang. Milikilah percaya diri. Lihatlah lebih jauh dibanding apa yang ada tepat di depanmu.

Dalam sebuah kisah anak-anak, Henny Penny berteriak kepada semua yang ingin mendengarkan: “Langit runtuh! Langit runtuh!.“ Ia memicu alarm tanda bahaya. Mengapa Henny Penny berpendapat bahwa langit runtuh? Karena buah tarbantin (buah jambe) jatuh di kepalanya.

Kesulitan-kesulitan tampak seperti kasus darurat. Kamu menjatuhkan dirimu di atasnya. Oh, wow sebuah situasi darurat. Sangat segera, kamu akan dikelilingi oleh kasus-kasus darurat, satu kasus darurat lebih buruk daripada yang lainnya. Di sini situasi darurat, di sana situasi darurat, kasus darurat, kasus darurat, kasus darurat di mana-mana. Maka kasus-kasus darurat menjadi krisis-krisis.

Ubahlah tatanan pikiranmu, orang-orang sayang.

Kamu bukan penyebar gosip dari kesulitan-kesulitan. Tidak pernah kamu dimaksudkan untuk menjadi seorang juru bicara skenario-skenario terburuk. Apakah kamu benar-benar berpikir kamu adalah itu?

Jadilah pemberi inspirasi. Memanjatlah lebih dulu. Memanjatlah lebih tinggi. Kamu sedang menaikkan pandangan-pandanganmu. Kamu sedang melihat dalam cara yang baru.

Kamu ada di sini di Bumi untuk mengangkat dunia. Fokuskanlah dirimu pada sesuatu yang lebih baik. Berhentilah untuk mencari-cari kesulitan dan untuk menemukannya. Memanjatlah lebih tinggi dan lihatlah lebih baik. Lihatlah horison-horison di depanmu. Lihatlah lebih luas. Mungkin penyembuhan tidak datang melalui mencari tahu melainkan melalui melihat (secara) baru.

Putra-Putri yang disayangi, dari ketinggian yang lebih besar, kalian tentu saja melihat lebih tinggi.

Cukup berkata-kata.

 

Diterjemahkan kosmosindo dari Sumber: http://heavenletters.org/slow-down.html

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s