Energi Pria dan Energi Perempuan

heart-1137259_640

Yeshua – dengan channeler (perantara) Pamela Kribbe

Teman-teman terkasih, memberi saya sukacita yang besar kembali bersama dengan kalian. Saya begitu senang berada dengan kalian. Kalian memiliki kecenderungan mengagumi saya, atau makhluk lain yang seperti saya sebagai ahl-ahli, tapi kami tidak melihatnya demikian. Kami melihat bahwa kalian menempuh jalan kalian di bumi pada waktu yang sulit, pada waktu dimana banyak hal mengalami perubahan, dan kami melihat kalian berkembang menuju penguasaan kalian sendiri. Kami melihat kalian menjadi ahli-ahli, ahli yang kadang-kadang masih kalian pandang dengan kekaguman. Dan inilah semua maksudnya – menemukan penguasaan kalian sendiri! Jangan mengikuti ahli mana pun yang ditetapkan oleh tradisi atau buku-buku atau oleh apa pun yang dikatakan orang lain kepada kalian. Temukanlah penguasaan diri kalian sendiri – itulah maksud dari semuanya.

Hari ini saya ingin berbicara tentang tema yang menjangkau jauh ke belakang sejarah kalian: energi-energi pria dan perempuan. Ini adalah energi-energi tua dan banyak yang terjadi dengan energi tersebut saat ini.

Pertama saya ingin mengatakan sesuatu tentang sifat alami laki-laki dan wanita. Energi-energi ini adalah dua aspek dari Satu. Karena itu, mereka tidak benar-benar berlawanan atau bersifat dualistis, mereka adalah satu; mereka adalah dua wajah dari satu energi.

Energi pria adalah aspek yang lebih terfokus ke arah luar. Ini adalah bagian Tuhan atau Spirit yang mendorong manifestasi ke luar, yang membuat Spirit termaterialisasi dan mengambil bentuk. Karena itu energi pria dikenal sebagai kekuatan kreatif yang kuat. Hal yang alami bagi energi pria untuk sangat terfokus dan berorientasi pada sasaran. Dengan cara ini energi pria menciptakan individualitas. Energi pria mengijinkan kalian untuk memisahkan diri kalian sendiri dari Satu, dari Keutuhan, dan menjadi individu yang mandiri dan spesifik.

Energi perempuan adalah energi dari Rumah. Ini adalah energi dari Sumber Utama, Cahaya yang mengalir, Keberadaan murni. Ini adalah energi yang masih belum termanifestasi, aspek batin dari hal-hal. Energi perempuan meliputi segala sesuatu dan bersifat kesamudraan; energi ini belum dibedakan atau terindividualisasi.

Sekarang, bayangkan energi perempuan menjadi sadar akan gerakan tertentu di dalamnya, sedikit kegelisahan, sebuah keinginan … untuk menggapai keluar, ke luar batas-batasnya, bergerak keluar dari dirinya untuk mengumpulkan pengalaman. Ada kerinduan untuk sesuatu yang baru, untuk petualangan! Dan kemudian sebuah energi datang kepadanya yang menjawab kerinduan tersebut. Itu adalah energi pria yang ingin melayani dan membantunya memanifestasikan dalam materi, ke dalam bentuk. Energi pria mendefinisi dan membentuk energi perempuan dan dalam kerjasama mereka, jumlah keseluruhan dari energi-energi dapat membawa ke arah yang sama sekali baru. Sebuah realitas baru dapat tercipta, dimana semua hal dapat dicoba dan dialami, dalam bentuk yang terus berubah dari manifestasi.

Tarian dari laki-laki dan wanita menghasilkan tampilan yang mengalir dari realitas penciptaan, ciptaan kalian. Peristiwa ini sangat indah, dimana energi pria dan perempuan saling menghargai dan merayakan kerjasama dan kebersamaan permainan mereka. Dan inilah yang seharusnya terjadi. Energi pria dan perempuan adalah milik bersama, mereka adalah dua aspek dari Satu, dan bersama-sama mereka dapat merayakan sukacita manifestasi yang diharapkan dari Penciptaan.

Telah dikatakan, bahwa dalam realisasi akhir siapa kalian sebenarnya, kebenaran satu-satunya adalah: SAYA ADA. Dan ini adalah mantra mistis yang tepat, dimana dua aspek bergabung. Dalam SAYA ada energi pria dan dalam ADA terdapat energi perempuan. SAYA membatasi, membedakan. Itu memberi fokus, itu memberi arah, itu mengindividualisasi: SAYA, bukan yang lain, SAYA. Dan kemudian ADA. ADA adalah kesamudraan, mencakup semua. Itu merefleksikan samudra dari Rumah, energi perempuan, sumber yang tahu tidak adanya batas-batas, tidak ada perbedaan. Aspek mengalir dan kebersamaan adalah inti dari energi perempuan. Dalam SAYA ADA, laki-laki dan wanita datang bersama dan dengan bahagia menggabungkan energi mereka.

Kini dalam sejarah manusia dan bahkan sebelum manusia eksis, sebuah konflik berkembang antara maskulin dan feminin. Saya sekarang tidak perlu masuk ke dalam asal usul konflik ini. Tapi dalam sejarah kalian, ada keterpisahan dari energi pria dan perempuan sehingga mereka tampaknya kekuatan yang berlawanan. Simbol yin-yang menunjukkan situasi sebenarnya dengan sangat tepat. Dalam maskulin di sana selalu ada inti dari feminin, dan dalam feminin di sana selalu ada inti dari maskulin, sama seperti di sana ada titik putih dalam hitam dan titik hitam dalam putih. Tapi dalam perjalanan sejarah, kesatuan mistis dari maskulin dan feminin ini telah terlupakan, dan energi-energi ini menjadi lawan satu sama lain, seperti halnya hitam dan putih. Kesatuan yang mendasarinya tidak lagi dikenali.

Saat ini, kalian berada dalam fase terakhir pada sejarah konflik ini, dimana energi pria telah memainkan peran sebagai pelaku selama berabad-abad. Energi pria lama telah memainkan peran yang menekan, mematahkan dan menghancurkan energi perempuan. Itu tidak selalu demikian. Ada periode dimana energi perempuan berada di atas angin dan secara tidak benar memanipulasi dan mengatur energi pria. Tapi masa itu sudah berakhir. Konflik tersebut berubah pada titik tertentu, dan peran dari pelaku dan korban ditukar. Energi pria telah berkuasa untuk waktu lama sekarang dan telah menyalahgunakan kekuatan ini dalam berbagai bentuk, sehingga energi perempuan menjadi lemah dan tidak lagi mengenali integritas keberadaannya. Kapanpun maskulin dan feminin terlibat konflik, desintegrasi keduanya tidak dapat dihindari. Dimana feminin semakin banyak menjadi korban dan hilang dalam penyangkalan diri, energi maskulin kehilangan dirinya dalam tindak kekerasan dan sejenis agresi yang kalian ketahui, dari banyak perang di masa lalu kalian.

Maskulin dan feminin tergantung satu sama lain. Jika mereka saling memerangi, konsekuensinya adalah bencana. Tapi waktu mengalami perubahan. Sejak abad ke-19 dan ke-20, energi perempuan memperoleh kembali kekuatannya dan melampaui peran sebagai korban. Kebangkitan ini datang dari kedalaman energi perempuan. Mereka akhirnya mencapai batas terluar dari penyangkalan diri sendiri. Pada titik ini, mereka telah memandang dirinya sendiri dan mengatakan: sampai sini dan tidak lebih.

Sebagai tambahan, inilah yang selalu terjadi dalam dinamika antara korban dan pelaku. Perubahan dimulai ketika korban menolak untuk menerima (menjadi korban) lagi. Pelaku masih dapat mempertahankan perannya untuk sementara waktu, karena ia kurang punya alasan untuk berhenti. Revolusi dimulai ketika korban tidak mau lagi menerima dan akhirnya meraih kembali kekuasaannya. Dalam semua situasi represi, misalnya pada wanita dalam keluarganya atau dalam masyarakat, momentum nyata perubahan terjadi ketika perempuan – atau energi perempuan dalam diri seseorang – memutuskan bagi dirinya sendiri: Saya tidak mau menerima ini lebih lama. Ini adalah saat dimana perubahan benar-benar mulai terjadi. Ukuran eksternal tidak berguna sampai momentum ini hadir.

Energi perempuan telah muncul dan bintangnya sedang naik. Sebenarnya masalah yang paling mendesak saat ini adalah transformasi energi pria!! Kini tiba waktunya untuk sebuah definisi baru bagi energi pria. Saya dengan mudah dapat juga menyebut channeling ini “kelahiran kembali energi pria.” Karena saya ingin menekankan bahwa hanya dalam reunifikasi energi pria yang dewasa dan seimbang, energi perempuan dapat kembali berkembang.

Energi perempuan pada abad lalu (ke-20) dan bahkan sebelumnya, sudah memperoleh kembali kekuasaan dan kekuatannya. Energi itu sudah mulai berkembang dalam cara yang baru dan lebih seimbang. Meskipun ketidaksamaan jender masih hadir dalam masyarakat kalian, naiknya energi perempuan tidak dapat dihentikan. Namun energi perempuan tidak dapat mencapai kekuatan dan vitalitas sepenuhnya, tanpa kerjasama dengan energi pria. Ini berlaku bagi tingkat kolektif maupuan individual. Energi perempuan tidak dapat melakukan terobosan final tanpa bantuan dan hubungan dengan energi pria. Ini bukan karena kelemahan dalam energi perempuan. Itu karena sifat inti yang alami dari energi-energi pria dan perempuan: kenyataannya adalah mereka saling terkait dan hanya dapat memenuhi potensi paling cerah mereka dalam kerjasama. Inilah mengapa sekarang sangat penting dimana energi pria menata kembali bentuknya dan masuk ke dalam era baru!

Bila kalian melihat permainan bersama antara pria dan perempuan di tingkat kolektif, energi perempuan sekarang berada dalam posisi menunggu. Ia sedang menunggu. Saat ini ada perjuangan yang berlangsung dalam energi kolektif pria antara yang lama dan yang baru. Gelombang baru energi sedang tumbuh dalam energi pria yang menghargai dan menghormati energi perempuan. Gelombang baru energi pria ini ingin bergabung dengan perempuan, dan bersama-sama memasuki Era Baru. Tapi pada waktu yang sama, gelombang energi lama dari energi pria masih aktif dan mencoba untuk bertahan. Energi ini bekerja secara jelas dalam serangan-serangan teror yang berlangsung di seluruh dunia. Energi pria dalam peran lamanya sebagai agresor tidak berperasaan pada bentuk tersebut menunjukkan wajah terkejamnya. Pada mereka yang melakukan tindakan mengerikan ini terdapat emosi-emosi yang amat gelap: agresi, kemarahan dan sekaligus ketidakberdayaan dan kelemahan amat dalam. Dari kelemahan ekstrim inilah, mereka menarik jenis tindakan paling brutal dan menghancurkan dari tampilan kekuasaan. Energi pria yang sedang kita bicarakan, sekarang sedang bergulat dengan kematian. Ia merasa bahwa ada perubahan penting yang sedang terjadi secara kolektif dan manusia sedang berada di ambang era baru.

Salah satu masalah yang sedang kalian hadapi sekarang, sementara kalian tumbuh menuju kerjasama lebih seimbang antara pria dan perempuan adalah bagaimana menghadapi jenis energi yang kasar ini. Apa yang harus kita lakukan dengan energi pria lama, yang sedang mencoba menciptakan sebanyak mungkin malapetaka dan kehancuran? Ijinkan saya mengatakan ini kepada kalian: kehancuran mereka adalah fakta. Perjuangan energi pria lama sudah kalah, tapi ia tidak ingin menyerah dengan mudah dan sampai titik penghabisan ia akan melawan dengan agresi dan dominasi tanpa perikemanusiaan.

Ini lebih banyak tergantung pada bagaimana sikap internal kolektif dalam menghadapi agresor-agresor ini. Apakah kalian membiarkan kemarahan dan kelemahan masuk dalam medan energi kalian sendiri sebagai reaksi terhadap tindak kekerasan? Maka kalian membuka medan energi bagi agresor-agresor. Pada saat dimana kalian merasa kehabisan tenaga karena kemarahan dan kebencian terhadap mereka, mereka telah mencapai targetnya. Kalian akan merosot ke dalam vibrasi energetis mereka dan kalian juga akan bersedia membunuh: membunuh pembunuh dari ketidaktahuan. Ini semua sangat dapat dimengerti, tapi penting untuk mengetahui apa yang terjadi di sini. Segera setelah emosi yang intensif muncul, hal yang bijaksana untuk melakukan istirahat, dalam keheningan. Pergilah kembali ke bagian yang tenang, bagian yang mengetahui dari kalian dan bertanya: apa yang sebenarnya berlangsung di sini? Ini semua sekarang menyangkut kebijaksanaan dan kemampuan kalian untuk membedakan, kemampuan kalian melihat melampaui hal-hal dan untuk merasakan apa sebenarnya yang terjadi. Dunia tidak akan diambil alih oleh kekuatan teroris; energi pria yang lama sudah berlalu waktunya dan jam kematiannya sudah dekat.

Pesan paling penting yang saya miliki terkait terorisme, manifestasi dari agresi pria lama ini adalah: tetaplah sadar! Jangan biarkan diri kalian menjadi hilang keseimbangan lewat emosi ketidakberdayaan, yakni dengan merasa menjadi korban. Ketahuilah bahwa tidak seorangpun dapat tersentuh oleh energi agresif ini, jika mereka tidak mengijinkan energi ini masuk ke dalam medan energinya. Jika kalian tidak bereaksi dengan kemarahan atau kebencian, itu tidak akan tertarik kepada kalian. Kalian akan aman dan terlindungi oleh cahaya diri kalian sendiri.

Sekarang saya ingin memberi perhatian pada tingkat individual yang bersifat lebih sehari-hari, tingkat dimana kalian berhadapan dengan energi-energi pria dan perempuan dalam diri kalian sendiri. Karena di tingkat individual juga terjadi perjuangan antara energi pria dan perempuan. Semua yang terjadi secara kolektif mencerminkan proses pada tingkat individual.

Untuk menggambarkan pentingnya keseimbangan antara feminin dan maskulin di tingkat individual, saya ingin menyampaikan tentang pusat-pusat energi di setiap manusia, yang juga disebut chakra. Ada tujuh chakra yang saat ini kalian ketahui dan ini berlokasi di sepanjang tulang belakang, mulai dari ujung tulang ekor hingga bagian atas kepala. Saya akan membahas secara singkat chakra-chakra ini, untuk menunjukkan kepada kalian bahwa mereka semua ditandai baik oleh jenis dominasi energi pria ataupun jenis energi perempuan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s