Heavenletter – Pemain Akrobat Kehidupan

acrobats-412011_640

Heavenletter #5768 via Gloria Wendroff: An Acrobat of Life

Terserah seberapa aktif kalian dalam hidup kalian, kalian juga seorang pengamat kehidupan kalian, seperti yang diungkapkan olehnya (oleh kehidupan) kepada kalian. Kalian menjadi saksi kehidupan kalian, ibarat menyaksikan dari kawasan yang jauh. Ini seperti kalian tidak sedang mengalami hidup kalian, melainkan lebih sedang melihat kehidupan kalian ibaratnya ia melintas di hadapan kalian. Kalian melihat bagaimana hidup kalian meluncur tidak terkendali.

Dari basis ini, kami dapat mengatakan bahwa ada dua kehidupan yang kalian jalani, yang satu adalah yang kalian tampilkan di atas panggung, dan yang lainnya yang kalian tonton ibaratnya itu sedang menari di hadapan kalian. Betapa kalian merupakan seorang seniman. Kalian adalah seorang pemain akrobat virtual dari kehidupan.

Kemungkinan ada kehidupan ketiga yang ikut bercampur di dalamnya, dan itu adalah hidup yang kalian interpretasikan. Apa yang kalian interpretasikan mengambil tempat utama. Terlepas apakah kalian menginterpretasikan hidup kalian pro atau kontra, interpretasi kalian menjadi pendorongnya. Sebetulnya, kalian mendandani (memberi make up) interpretasi kalian. Kalian menyelubunginya. Kalian melakukannya dengan bagaimana kalian melihat kehidupan kalian.

Bila kalian melihat seseorang siap untuk memukul kalian, kalian secara langsung masuk dalam modus perlawanan kalian. Kalian tidak selalu menempatkan cahaya terbaik dalam hidup kalian.

Kalian mungkin mencari rasa sakit, karena rasa sakit mungkin apa yang biasa menjadi lakon kalian, dan dengan begitu kalian merespon itu dengan kepalan tinju. Bila kalian mengetahui seseorang memberi kalian sebuah cincin berlian, kalian berlari memeluk orang itu. Apa yang benar atau tidak benar pada poin ini, tidak relevan. Interpretasi kalianlah yang menjadi majikan di sini.

Bila, katakanlah, meskipun kalian tepat dalam penghakiman negatif kalian, masih, jangan kalian memegangnya seperti piala. Kalian bukan pemburu kepala. Kalian tidak ingin untuk memenggal kepala siapa pun. Kalian tidak ingin mengalami disakiti lagi dan kembali lagi dan (rasa sakit itu) didekapkan kepada kalian.

Bila kalian dari awal tidak ingin diserang, maka lepaskan pikiran-pikiran tentang seberapa sakitnya perasaan kalian yang disapu pergi oleh angin-angin perubahan, atau mungkin, bayangkan seekor kupu-kupu yang lama tidak hinggap sebelum ia mencapai tempat yang lain untuk hinggap. Selamat tinggal rasa sakit masa lalu, baik yang benar ataupun yang dibayangkan.

Kalian tidak memiliki kewajiban untuk menyimpan kehidupan masa lalu. Jika kalian memiliki kewajiban, itu adalah membebaskan kalian sendiri dari masa lalu. Atau kalian mungkin ingin berpikir tentang ini sebagai pembebasan masa lalu dari kalian. Lepaskan masa lalu yang tidak hormat dari saat ini. Mulailah yang baru. Lihatlah hidup dari sebuah cahaya yang baru. Berilah hidup kalian kesempatan kedua. Kalian tidak ingin memaku diri kalian sendiri di masa lalu.

Apabila kalian memiliki luka memar yang meninggalkan lebam hitam dan biru, itu akan memudar secara alami. Kemudian itu hilang. Kalian tidak memiliki hak berbicara untuk ini juga kalian tidak sedih melihat lebam warna hitam dan biru itu pergi.

Milikilah loyalitas yang berbeda hari ini. Bersikap loyal-lah kepada Dirimu Yang Lebih Tinggi. Berilah ciuman perpisahan kepada luka-luka masa lalu. Selamat berpisah. Sampai kalian melepaskannya, kalian membebani diri kalian sendiri dengan masa lalu. Kalian memakai kostum sebagai korban. Kalian menjadi orang yang mengelabui. Kalian memainkan sebuah peran yang tidak sesuai dengan kalian dan juga tidak menguntungkan kalian. Jadilah diri kalian sendiri, bebas dan bersih. Jangan membuat penyerang kalian menjadi korban, karena kalian bukanlah pemenang dan kalian tidak memenangkan apapun. Jadilah bukan pemenang juga bukan korban.

Ada kata yang lalu. Itu berarti sudah lewat, dulu, pada suatu ketika. Itu tidak berarti lagi. Masa lalu adalah fenomena singkat. Itu sama sekali tidak pernah real (nyata). Mengapa menyimpan masa lalu di depan kalian? Kuburlah masa lalu. Bukan tugas kalian untuk membiarkan luka-luka masa lalu bernanah. Tugas kalian adalah membebaskan luka-luka dari kalian. Bebaskan masa lalu dari ikatan-ikatan. Kalian tidak menguntungkan masa lalu dengan memanjakan masa lalu atau memberinya pigura dan memasangnya di tembok di atas tempat tidur kalian.

Pergilah masa lalu, pergilah.

Diterjemahkan kosmosindo dari sumber http://heavenletters.org/an-acrobat-of-life.html

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s