Kisah Yang Sungguh-Sungguh Saya Alami Sendiri

balloons-1615032_640

Para peniti jalan cahaya yang dikasihi,

Saya sedang berada dalam sukacita dan terima kasih yang dalam. Sejak satu tahun, sejak 1 Oktober 2015 saya “jungkir balik” mencari pekerjaan. Selama 1 tahun terakhir ini, lebih dari 100 lamaran sudah saya kirim dan sebanyak itu juga penolakan yang telah saya terima. Dari segi finansial sampai Juli 2016 lalu tidak terlalu kritis, karena saat menjalankan usaha wiraswasta, saya setiap bulan membayar asuransi pengangguran. Jadi ketika berhenti berwiraswasta tahun lalu, di Jerman, saya masih dapat tunjangan pengangguran. Saat akhir Juli tunjangan pengangguran itu habis, saya dapat proyek terjemahan, meskipun pendapatannya tidak sebesar tunjangan pengangguran, tapi cukup memenuhi bayar sewa apartemen, kebutuhan rumah tangga, listrik, telekomunikasi, dan kewajiban pembayaran bulanan lainnya.

September 2016 adalah waktu di mana saya benar-benar merasa “senewen” karena belum dapat pekerjaan dan tidak ada pemasukan. Memang saya bisa dan bahkan sudah dianjurkan untuk meminta tunjangan sosial, yang di Jerman disebut „Hartz IV“. Tapi saya masih berkeinginan dan berdoa minta tolong, supaya kalau bisa, kalau boleh jangan sampai harus mengambil jalan Hartz IV. Itu yang namanya air mata kalau ditampung, sudah bisa mengairi tambak ikan:-) Hari-hari di bulan September berganti menjadi minggu, dan minggu-minggu bulan September pun hampir habis, dan tingkat “kebingungan, kepanikan” saya terus bertambah. Apalagi kalau mengingat, selain bayaran sewa apartment, jaminan asuransi kesehatan dari pekerjaan terjemahan bulan Agustus akan berakhir tanggal 28 September. Ini berarti, tanggal 29 September saya sudah harus membayar sendiri biaya asuransi kesehatan. (Di Jerman adalah kewajiban setiap orang untuk punya dan bayar asuransi kesehatan tiap bulan, terlepas apakah orang itu punya kerja atau tidak. Kalau punya kerja, separuh biaya asuransi kesehatan ditanggung pemberi kerja, kalau tidak punya kerja, harus menanggung seluruh biaya asuransi kesehatan sendiri). Untuk menenangkan diri, saya terus berdoa dan menjaga energi saya supaya tidak runtuh dengan afirmasi positif. (Sampai kalau terbangun malam-malam pun secara otomatis saya berdoa dan ber-afirmasi).

Jumat tanggal 23 September sore, saya secara spontan melamar untuk pekerjaan paruh waktu sebagai receptionist untuk sebuah asrama mahasiswa swasta. Saya sudah tidak berpikir lagi tentang dua ijazah universitas yang saya miliki dan pengalaman kerja jurnalistik. Saya hanya berpikir: Saya punya pengalaman kerja di bidang perhotelan, wellness dan gastronomi, bisa berkomunikasi dengan para mahasiswa internasional dan senang memberi informasi dan tentu saja, butuh income:-) Sampai hari Senin lepas tengah hari, masih belum ada email, telefon atau respon untuk lamaran saya itu. Wah, saya sudah senewen pangkat 10. Di tengah kepanikan itu saya menulis (mengetik di komputer) doa….keputusasaan ini:

26.09.2016

Liebe(r) Gott, Liebe Engel, Liebe himmlische und Galaktische Familie,

bis jetzt habe ich noch keine Arbeitsstelle gefunden was auch heißt dass ich noch keine Einkommen habe. Diese Situation macht mir natürlich traurig, verzweifelt. Ich weiss wirklich nicht, wieso habe ich noch keine Arbeitsstelle habe. Wenn ich ehrlich bin, frage ich mich wieso habe ich nicht gespürt/gefühlt/gesehen Eure Unterstützung in meiner Situation. Es tut mir leid das zu sagen, aber das ist was ich bei meiner Arbeitsuche erlebt. Ich fühle mich einfach allein mit dieser Situation gelassen. Obwohl ich schon so oft um Hilfe geschrien. Bitte hilf mir doch, bitte. Ich kann nicht mehr in dieser arbeitslose Situation aushalten. Ich bitte um eine konkrete Hilfe. Danke.

Terjemahan:

Tuhan sayang, Malaikat sayang, Keluarga surgawi dan galaktik sayang, sampai sekarang saya masih belum dapat tempat kerja yang juga berarti saya masih belum memiliki pendapatan. Situasi ini tentu saja membuat saya sedih, putus asa. Saya benar-benar tidak tahu, mengapa saya masih belum mendapat tempat kerja. Kalau saya boleh jujur, saya bertanya-tanya mengapa saya tidak merasakan/melihat bantuan kalian dalam situasi saya. Maafkan saya mengatakan hal itu, tapi itulah yang saya alami dalam upaya pencarian kerja saya. Saya merasa benar-benar ditinggalkan sendirian dengan situasi ini. Meskipun saya sudah begitu sering berteriak meminta bantuan. Tolong bantulah saya, tolong. Saya tidak tahan lagi dalam situasi tanpa kerja ini. Saya minta bantuan yang kongkrit. Terima kasih.

Saya selesai mengetik doa itu di komputer (sesuai waktu di Jerman) pk. 13.08. Setelah mengetik saya pergi ke dapur melihat ke luar jendela, melihat pohon-pohon, burung dan tupai yang bebas bermain di tengah cerahnya matahari yang di (musim gugur) bulan September, sambil dalam hati tidak lepas berdoa/meminta bantuan. Pk. 13.17 telefon saya berdering…agen Personal Service tempat saya melamar kerja sebagai receptionist menelepon dan mengatakan, “Besok Selasa 27 September sore, saya diminta datang untuk perkenalan dan membawa daftar riwayat hidup.” Tentu saja saya datang sesuai permintaan tersebut. Dalam pertemuan Selasa sore itu ada lebih dari lima orang yang melamar untuk lowongan kerja receptionist tersebut. Mbak dari personal service itu mengatakan, dia besok Rabu 28.09. akan menelepon untuk keputusannya. Aduh, satu malam lagi saya resah, walaupun saya sudah punya intuisi, sepertinya saya akan dapat pekerjaan itu. Tapi tetap saja hari Rabu, handphone tidak lepas dari “pelototan” saya:-) DAN Rabu siang sekitar pk 14.00, kabar baik yang ditunggu-tunggu itu pun tiba. Ya, saya diterima untuk pekerjaan itu dan Kamis 29 September, kontrak kerja sudah ditandatangani.

Yang lebih “magis” lagi, ikatan kerja saya sudah dimulai pada tanggal penandatanganan kontrak, yakni 29 September, bukan tanggal 1 Oktober. (Karena tanggal 30 September saya sudah mulai bekerja). Ini berarti, jaminan asuransi saya mulai ditanggung oleh perusahaan pengelola asrama/apartemen mahasiswa  sebagai pemberi kerja baru, tepat pada hari berakhirnya (28 September) jaminan asuransi dari perusahaan yang memberi saya pekerjaan proyek terjemahan. Dengan kata lain urusan jaminan asuransi bersambung mulus. Suatu hal yang kelihatannya kecil, tapi bagi saya menunjukkan sinkronisitas yang luar biasa dari alam semesta. Ya, alam semesta (universe), para pembimbing spiritual, keluarga surgawi, keluarga galaktik memperhatikan dan memenuhi kebutuhan kita sampai hal sekecil-kecilnya. Juga pekerjaan terjemahan yang saya peroleh Agustus 2016 itu, datang tanpa usaha saya, tanpa saya mencarinya, melainkan datang tiba-tiba seolah-olah dari langit/ Surga / alam semesta, lewat seorang kenalan lama yang memberi referensi kepada pimpinan proyek (terjemahan) agar menghubungi saya untuk menggarap terjemahan itu.

Saya juga sudah berjanji kepada alam semesta akan menceritakan/menulis di blog ini, bila saya mendapat pekerjaan. Dan sekarang saya mewujudkan niat tersebut dengan rasa terima kasih dan sukacita yang luar biasa.

Light and Love,

(Dyan) kosmosindo

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s