Heavenletter – Seorang Sersan di Angkatan Laut

lava-1523804_640

Heavenletter #5774 via Gloria Wendroff : A Seargant in the Marines

Kadang-kadang bahasa mengekspresikan dirinya secara sempurna. Lemah karena marah adalah salah satu contoh dari ungkapan yang sempurna tepat untuk ini.

Kemarahan pasti melemahkan. Kuat dengan marah, kalian mungkin juga berbusa-busa di mulut. Tangan-tangan kalian gemetar. Lutut kalian gemetar, bukan karena menyadari ketakutan, tapi karena marah, bentuk lain dari ketakutan.

Mengapa kalian menjadi penuh kemarahan jika kalian tidak ketakutan? Mengapa kalian merasa perlu untuk meluruskan hal-hal dengan kemarahan yang berapi-api jika bukan kalian penuh ketakutan?

Berbicaralah sebanyak yang kalian inginkan tentang membenarkan marah. Kalian akan mencapai jauh lebih banyak tanpa nafsu amarah. Kalian mungkin juga dapat mempercepat kemarahan kalian dengan merasa benar. Kalian dapat mengekspresikan diri kalian sendiri jauh lebih baik tanpa kemarahan dan tanpa membenarkan diri.

Apakah kalian membayangkan bahwa kalian adalah seorang seargent di Angkatan Laut, dan, bila seorang awam lupa memanggil kalian Sir, kalian kemudian menggonggong kepadanya?

Ketika kalian marah, kalian tidak ramah. Kalian meledak. Kemarahan menimbulkan kemarahan. Kemarahan dapat membuat kalian sebagai penyerang otoriter. Setiap orang membenarkan kemarahan langsungnya. Kalian tidak dapat menolong diri sendiri, karena kalian berada di bawah komando kemarahan. Jika kalian tidak dapat membantu tapi menjadi marah, sebutlah itu kelemahan. Kalian tidak dapat menyebutnya kekuatan.

Kalian telah mengamati kemarahan orang lain sedang beraksi. Itu bukan hal yang nyaman dilihat. Kalian telah melihat orang tua meluap dengan kemarahan, memfokuskan kemarahan mereka kepada anak-anaknya yang kecil. Kalian mungkin merasa ngeri terkait anak-anak kecil itu. Kalian juga mungkin ngeri terhadap kemarahan orang tua yang telah menyembunyikan cinta mereka dan menggantikannya dengan kemarahan yang membara.

Ketika kalian marah, pukullah bantal jika kalian harus melakukannya, tapi jangan memberi kekuasaan bagi kemarahan kalian.

Marah adalah serangan besar bagi dunia. Ada banyak dari itu. Ada terlalu banyak dari itu.

Kemarahan mirip dengan kebencian. Apakah kalian benar-benar ingin menjadi marah?

Temukan cara untuk mengendorkan kemarahan kalian tanpa harus merugikan dunia. Ada banyak orang-orang tak berdosa di sekitar kalian atau yang jauh dari kalian yang menerima efek samping tumpahan kemarahan kalian.

Kemarahan adalah seperti bom atom yang dipergunakan untuk menyakiti.

Entah bagaimana kalian telah disakiti, dan kalian melampiaskannya. Ini bukan penyembuhan.

Ambillah tanggung jawab untuk kemarahan kalian. Tidak ada lainnya yang bertanggungjawab untuk kemarahan kalian. Orang lain adalah alasan untuk luapan kemarahan kalian. Kebahagiaan atau ketidakbahagiaan kalian, rasa damai atau rasa marah kalian, pelampiasan cinta atau pelampiasan kemarahan kalian, datang dari dalam diri kalian. Akuilah sendiri itu. Tidak ada pembenaran untuk kemarahan membara kalian. Tidak ada pembenaran untuk semua alasan kalian. Semua alasan kalian bukanlah pembenaran.

Kalian mungkin berpikir kemarahan kalian datang dari anak (batin) tak berdosa kalian menjadi berlumpur atau apa pun yang kalian pikir menyebabkan kemarahan kalian, namun kemarahan kalian muncul ke permukaan dari dalam diri kalian.

Apakah kalian sesudahnya akan bangga dengan kemarahan kalian bila kalian telah tenang? Hampir tidak. Tidak untuk waktu lama.

Carilah karung tinju lainnya. Berlarilah dan tetapkan rekor kecepatan baru. Potonglah kayu-kayu. Lupakanlah ide untuk mengekspresikan kemarahan dan melampiaskan kemarahan seolah-olah ini menjadikan kalian pemenang. Itu membuat kalian menjadi korban dari permusuhan kalian sendiri.

Apakah kalian benar-benar ingin menghabiskan hidup kalian dengan marah? Jika tidak, maka panjatlah tangga evolusi kalian dan lihatlah dari perspektif yang berbeda.

Kemarahan datang dari bagaimana/cara kalian melihat. Kemarahan kalian menutupi sesuatu, menyembunyikan dari mana asal sebenarnya kemarahan kalian menyusup melalui luapan kemarahan kalian, mengirim kepulan asap kemarahan kalian sama seperti Gunung Vesuvius.

Kalian tidak harus menyukai segala sesuatu atau apa pun, juga tidak harus merespon dengan kemarahan. Jika kalian tidak marah, kalian akan melakukan pekerjaan jauh lebih baik dalam mengekspresikan diri kalian sendiri dan merespon secara manusiawi. Kalian tidak ingin menjadi korek api yang menyulut api dan menyakiti atmosfir.

Saya tidak tahu obat bagi kemarahan selain perubahan dalam diri kalian sendiri. Pengertian lebih besar dari kalian dapat menjadi awal. Tentu, pengertian lebih besar terhadap orang yang tampaknya menjatuhkan kalian dan penyebab sebenarnya di balik kemarahan kalian.

Orang-orang sayang berkepala panas, turunkanlah volume kalian.

http://heavenletters.org/daily-heavenletter.html

Diterjemahkan kosmosindo dari sumber http://heavenletters.org/a-sergeant-in-the-marines.html

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s