Kematian dan Sesudahnya

rays-656582_1280

Death and Beyond – Yeshua disalurkan oleh Pamela Kribbe

Teman-teman sayang, malaikat cahaya yang terkasih, saya menyapa kalian semua.

Adalah dari hati energi Kristus di mana saya, Yeshua, mengulurkan tangan saya dan menyampaikan salam saya kepada kalian.

Malaikat terkasih, ketahuilah bahwa kalian disayangi. Ketahuilah bahwa kalian dicintai tanpa syarat, juga sekarang ketika kalian tinggal dalam sebuah tubuh dari daging dan darah, tubuh yang mati. Bahkan ketika hidup di dalam batasan-batasan dari rumah yang temporer ini, kalian masih menjadi bagian tanpa syarat dari Tuhan, dari Rumah yang sangat kalian rindukan. Kalian tidak pernah benar-benar meninggalkan Rumah, juga meskipun kalian tidak menyadari cahaya abadi yang tetap bersinar selamanya dalam keberadaan kalian. Terhubunglah dengan cahaya itu pada saat ini, cintailah diri kalian sendiri, ketahuilah siapa kalian sebenarnya. Sebuah cahaya menyala di dalam kalian, begitu indah dan murni. Bagaimana kalian pernah meragukan ini?

Hari ini kita berbicara tentang kematian. Banyak ketakutan yang eksis tentang kematian. Ketakutan akan pemusnahan, ketakutan menjadi hilang, ketakutan tertelan oleh lubang hitam yang besar yang diasosiasikan dengan kematian. Seperti kasus yang seringkali terjadi dalam dimensi duniawi, kalian cenderung menempatkan hal-hal secara terbalik dan menampilkan mereka tepat sebaliknya dari apa hal-hal yang sebenarnya. Faktanya, kematian adalah pembebasan, pulang ke rumah, mengingat kembali siapa kalian sebenarnya.

Ketika kematian tiba, kalian tanpa susah payah kembali ke kondisi keberadaan kalian yang alami. Kesadaran kalian bersatu kembali dengan sinar dari cahaya yang merupakan identitas kalian sebenarnya. Beban-beban duniawi diangkat dari pundak-pundak kalian. Tinggal dalam tubuh fisik (duniawi) menimbulkan pembatasan-pembatasan terhadap kalian. Adalah benar di mana kalian memilih untuk menyelam ke dalam kondisi pembatasan ini karena peluang pengalaman yang ditawarkannya. Bagaimanapun merupakan sebuah sensasi kebahagiaan untuk dikembalikan ke dalam kondisi alami malaikat kalian. Malaikat di dalam diri kalian ingin terbang dan menjadi bebas, untuk secara bebas menyelidiki dunia yang tiada terhitung yang membentuk alam semesta. Ada begitu banyak yang bisa ditemukan dan dialami. Ketika kalian dilahirkan dalam sebuah tubuh duniawi, kalian setidaknya kehilangan hubungan dengan kebebasan malaikat ini dan rasa keberadaan tanpa batasan.

Mari bergabunglah dengan saya sekarang, ketika kita kembali pada momentum sesaat sebelum kalian melompat ke dalam inkarnasi saat ini. Di tingkat batin kalian mengijinkan diri kalian sendiri untuk memulai kehidupan duniawi ini. Itu adalah pilihan yang sadar. Mungkin kalian telah lupa akan hal ini, dan kalian kadang-kadang merasa ragu apakah kalian benar-benar ingin berada di sini. Namun ada sebuah momentum di mana kalian mengatakan “ya”. Itu adalah pilihan yang berani. Itu adalah tindakan keberanian yang luar biasa untuk secara temporer menukar kebebasan malaikat dan rasa tidak terbatas kalian untuk mengalami rasa menjadi manusia, menjadi mati. Pengalaman itu menyimpan sebuah janji yang membuat semua itu berharga. Rasakan “ya” ini yang pernah muncul dari hati kalian. Ingatlah juga rasa tertarik pada Bumi. Rasakan bagaimana kalian terhubung dengan realitas Bumi, dan rasakan ketika kalian menenggalamkan diri sebagai embrio di dalam rahim ibu kalian. Kalian mungkin mengetahui ada sesuatu yang berat yang mengelilingi planet bumi, suatu kesuraman atau kepadatan tertentu.

Ada banyak penderitaan di bumi. Rasa sakit, kehilangan, ketakutan, pikiran-pikiran negatif adalah bagian dari atmosfir kolektif di bumi. Dan itulah apa yang kalian lalui, sebagai jiwa yang baru berinkarnasi. Cahaya kalian menemukan cara bagi dirinya sendiri melalui kegelapan ini dan dalam melakukannya, sebuah tirai ketidaktahuan yang tidak dapat dihindari menutupi kesadaran malaikat kalian yang asli. Rasakan kesedihan dari peristiwa tersebut, dan di balik itu, semangat dan keberanian kalian. Kalian memutuskan dengan bulat: “Saya akan melakukannya. Sekali lagi, saya akan mengakarkan diri saya sendiri ke dalam realitas bumi, dengan tujuan menemukan cahaya saya sendiri, dengan tujuan untuk mengakuinya, menemukannya kembali, dan untuk menyalurkannya ke dalam dunia ini yang begitu membutuhkannya.”

Ya, itu telah menjadi lompatan ke dalam ketidakingatan. Secara temporer melupakan siapa kalian adanya, tidak mengingat kondisi kalian yang tanpa batas adalah bagian dari menjadi manusia. Kalian lupa bahwa kalian aman dan bebas, tidak peduli di mana kalian berada. Menjadi manusia, kalian ditata untuk mengklaim kembali perasaan alami dari kebebasan dan keamanan itu. Dalam perjalanan kalian, kalian dapat terjebak oleh kekuatan-kekuatan yang tampaknya menawarkan apa yang kalian cari, tapi pada kenyataannya membuat kalian tergantung pada sesuatu di luar kalian. Kalian dapat dipimpin oleh penghakiman-penghakiman yang datang dari luar diri kalian sendiri, mengatakan kepada kalian bagaimana kalian harus bertindak dengan tujuan agar dicintai. Imej-imej salah dari Rumah ini, substitusi-substitusi ini, cenderung membuat kalian sedih dan tertekan (depresi). Memang, perjalanan turun dari Surga ke Bumi telah menjadi sesuatu yang keras. Namun, kematian, membawa kalian kembali ke pesawat abadi dari cinta dan keamanan. Dalam kematianlah kalian dapat berserah pada siapa kalian yang selalu ada. Jika kalian mati secara sadar, jika kalian menerima kematian dan berserah padanya, kematian menjadi peristiwa yang menggembirakan.

Apa yang terjadi jika kalian mati? Sebelum kalian mati, kalian melalui sebuah stadium dari memilah dan melepaskan. Itu adalah fase di mana kalian mengatakan selamat tinggal kepada kehidupan duniawi, kepada orang-orang yang kalian cintai. Ini dapat menjadi sulit, namun sekaligus itu menawarkan kalian kemungkinan untuk merefleksi secara mendalam tentang siapa kalian adanya, dan apa yang telah kalian pelajari dan terapkan di bumi selama masa kehidupan kalian. Dalam kesedihan yang mungkin kalian rasakan saat kalian melepaskan orang-orang yang kalian cintai, itu bahkan membuat semakin jelas apa yang menghubungkan kalian dengan mereka. Sebuah ikatan cinta yang tidak dapat mati. Ikatan ini begitu kuat di mana dengan tanpa susah payah menyeberang melintasi batasan yakni kematian. Cinta adalah sumber yang tidak dapat mati, selamanya memberi kemunculan bagi hidup baru. Jangan takut untuk kehilangan orang-orang yang kalian cintai, karena pada saat mengatakan selamat tinggal itulah ikatan-ikatan cinta tanpa syarat memperkuat dan memberikan kehidupan baru. Karena sudah pasti: ketika kalian terpisah dalam cinta, kalian akan bertemu kembali. Kalian akan bertemu kembali satu sama lain, tanpa susah payah, karena jalan tersingkat menuju yang lain tetap selalu jalan dari hati.

Jika kalian kehilangan orang yang dicintai, kalian dapat yakin bahwa mereka ada dekat dengan kalian di tingkat hati. Rasakan kehadiran mereka, karena mereka ada di antara kita, menyampaikan salam mereka kepada kalian. Mereka merasa istimewa dan bebas. Mereka bebas dari keraguan yang membelenggu begitu banyak orang di bumi dan mereka rindu untuk membagi dengan kalian cinta dan kebaikan yang tersedia bagi kalian pada setiap saat.

Mereka yang ditinggalkan sering mengasosiasikan fase terkait kematian orang yang mereka cintai dengan rasa sedih dan kehilangan. Adalah hal alami untuk bersedih karena kepergian orang yang dicintai; adalah hal yang alami untuk merindukan kehadiran orang yang dicintai dalam bentuk fisik. Namun, kami menyemangati kalian untuk mencoba dan merasakan, bahwa dengan kepergian mereka, sebuah gerbang menuju sebuah dimensi baru telah terbuka, sebuah dimensi di mana komunikasi dengan sifat alaminya yang begitu murni, jernih dan langsung, yang melampaui metode-metode komunikasi yang biasa digunakan di bumi. Kalian dapat berkomunikasi langsung dengan orang yang dicintai setelah mereka meninggal, dari hati kalian ke hati mereka. Dengan cara ini, salah paham konsepsi yang biasa terjadi di antara kalian, dengan mudah dapat dijernihkan ketika kalian secara jujur dan terbuka berkomunikasi dengan yang lain. Pesan kalian akan diterima, selalu.

Suatu saat ketika kalian sendiri mengalami kematian, kalian akan memandang orang-orang yang hidup di bumi dari perspektif yang berbeda. Kalian akan menjadi lebih toleran, baik hati dan kalian akan menemukan diri kalian sendiri dengan rasa bijaksana yang semakin besar. Kalian tidak akan benar-benar seimbang sekaligus, karena ada emosi-emosi dan perasaan-perasaan yang kalian bawa bersama kalian dan yang perlu untuk dihadapi. Kalian tidak akan langsung sempurna atau tahu semuanya bila kalian melepaskan kehidupan fisik kalian. Dan itu tidak begitu buruk, sungguh, karena masih ada banyak hal untuk dialami dan ditemukan di sisi ini! Namun bagi kebanyakan dari kalian ada sebuah perspektif baru. Dimensi keabadian adalah nyata dan ini secara penuh hormat meringankan pandangan kalian tentang apa yang menguasai kalian dan orang-orang yang berada langsung di sekitar kalian selama kalian tinggal di bumi.

Sekarang, apa yang terjadi pada KALIAN ketika kalian melewati batasan dari kematian? Segera setelah kalian pergi melewati tahap kesedihan, tahap mengatakan selamat berpisah, kalian akan mulai merasa kematian semakin dekat menjelang. Fokus dari kesadaran kalian sekarang berubah. Melepaskan hal-hal di dunia luar, orang-orang, tubuh kalian, fokus itu sekarang akan beralih ke dalam dan bergerak lebih dalam ke dalam diri kalian. Kesadaran kalian akan dunia luar menghilang dan ini mengijinkan kalian untuk mempersiapkan perjalanan batin yang sedang akan kalian masuki. Jika kalian secara sadar menerima kematian, kalian akan mengalami “menjadi siap”, kesediaan untuk benar-benar melepaskan. Bagi orang-orang yang kalian cintai, ini adalah saat untuk membiarkan kalian pergi, karena kalian membutuhkan semua kekuatan kalian untuk berbalik ke dalam dan mempersiapkan diri kalian sendiri.

Kematian tidak harus menjadi proses yang menyakitkan. Apa yang sebenarnya berlangsung adalah kejadian alami yang luar biasa dan agung. Kematian adalah peristiwa suci di mana jiwa berhubungan dengan dirinya sendiri dalam cara yang paling intim. Selama tahap akhir, orang yang meninggal merasakan dimensi duniawi dalam cara yang jelas: tubuh, bau-bauan, warna-warni, dan sensasi fisik lainnya. Dimensi yang lain memasuki kesadaran mereka, dengan sebuah pancaran yang begitu menjanjikan dan mengundang, di mana tidak begitu sulit lagi untuk berserah dan meninggalkan semua hal duniawi di belakang. Bahkan kehadiran orang-orang yang kalian cintai pun tidak dapat menghentikan kalian untuk pergi sekarang. Energi dari Rumah – Tuhan, surga atau apa pun yang ingin kalian sebut – begitu diliputi dengan kebaikan, kehangatan dan memberi jaminan sehingga menjadi mudah untuk melepaskan dan mengembalikan tubuh kalian yang lelah dan usang kepada bumi.

Ketika kalian melepaskan dalam damai, jiwa kalian akan naik dari tubuh kalian secara lembut dan lancar. Kalian akan merasa terdorong oleh kekuatan universal dari kebijaksanaan dan cinta. Jika kalian mati tanpa resistensi, sekeliling kalian segera akan terisi dengan energi kehangatan dan mencintai. Kalian akan mengalami suatu rasa pergeseran yang tak dapat diucapkan dengan kata-kata. Kalian bebas, dan segala hal menjadi jelas. Kalian mengingat maha keberadaan dari Cinta, bukan sebagai ide yang abstrak melainkan sebagi realitas yang terjangkau. Sementara ketika di bumi kalian menyebut jenis cinta ini “Tuhan”, dan kalian menyimpan suatu imej yang tercemar, imej manusia tentang apa yang Tuhan “inginkan dari kalian”. Kalian terjebak tentang adanya tuntutan-tuntutan tertentu yang dibuat oleh Tuhan ini, tuntutan-tuntutan yang mana kalian biasanya tidak mampu memenuhinya. Tapi di sini dalam dimensi ini, kalian menemui kembali apa yang diinginkan Tuhan sebenarnya: untuk menjiwai kalian, untuk menginspirasi kalian, untuk mengalami penciptaan melalui kalian dan pada akhirnya mengenali Dirinya sendiri dalam penampakan kalian. Tuhan ingin menjadi manusia melalui kalian. Tujuan dari evolusi alam semesta adalah KALIAN: Tuhan menjadi manusia!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s