Bagaimana Menemukan Cahaya Dalam Hidup?

sunlight-166733_640

Cahaya yang kamu cari dalam hidupmu ada dalam dirimu.
Bagaimana kamu menemukannya? Kamu menemukan cahaya ini jika kamu berkonsentrasi pada energi cinta, pada harapan, pada sukacita.
Namun apa yang sebaliknya sering kamu lakukan? Kamu kemungkinan besar sudah mengenal jawabannya.
Kamu menyibukkan dirimu dengan masalah-masalah. Dan masalah benar-benar cukup banyak, demikianlah keyakinanmu. Kamu tidak punya waktu sebanyak yang kamu perlukan untuk menyelesaikan berbagai masalahmu. Kamu begitu terbelenggu dalam pikiran-pikiran ini, sehingga kamu tidak bisa lagi tersenyum. Di mana pada malam hari, kamu pergi ke tempat tidur dengan pikiran-pikiran berat dan hampir tidak bisa tidur. Dan di pagi hari kamu bangun dan hal pertama yang menyambutmu adalah masalah-masalahmu.

Kamu terjebak dalam roda hamster (hamster wheel). Bagaimana itu terjadi? Apakah hidup tidak adil? Apakah bahkan mungkin saya ingin mengujimu, di mana saya meletakkan batu-batu ini di jalanmu? Saya sekarang mengatakan kepadamu hal yang sebenarnya: Ini semua telah kamu ciptakan sendiri.

“Saya telah menciptakan sendiri semua kekacauan ini? Tidak, itu tidak begitu, saya toh terus berusaha untuk kedamaian. Saya melakukan semua apa yang saya bisa. Saya ada bagi semua, tapi saya hanya disalahgunakan.”
Kira-kira begitulah bunyi kata-katamu. Tapi saya mengatakan kepadamu: Kamu sendiri menciptakan bagimu kekacauan ini.

Saya menunjukkan kepadamu jalan keluar dan kamu pasti akan terkejut, karena kamu mengharap sesuatu yang lain dari Tuhanmu.
Solusinya: berpikirlah lebih banyak untuk dirimu! Jadilah lebih egoistis.
“Apa? Tuhan berkata, saya sebaiknya menjadi lebih egoistis? Itu tidak mungkin. Tuhan tentunya ingin agar saya ada bagi orang lain, agar saya memraktekkan kasih bagi orang lain dan bahkan mungkin mengorbankan diri saya. Dan itu juga saya lakukan!”

Sekarang kamu dapat melakukan bila kamu percaya bahwa hal itu bermanfaat. Tapi apakah itu pernah benar-benar membantumu? Apakah kamu benar-benar pernah memperoleh Terima Kasih? Atau apakah angin “neraka” yang dingin menampar pipimu? Apakah untuk bantuanmu kamu diinjak? Apakah kamu telah dibanting dan lama terpuruk di tanah?

Kamu mengenal jawabannya, saya mengenalnya juga, karena saya mengenal hidupmu. Dan saya mengatakan kepadamu: Berhentilah mengorbankan dirimu. Dan mulailah mencintai.

Di mana perbedaannya? Cinta membiarkan orang bebas, cinta membantu hanya dalam kadar di mana itu tidak merampas inisiatif masing-masing orang. Karena jika kalian melakukannya, jika kalian mencampuri kehidupan orang lain, maka kalian akan menuai badai. Batasilah diri kalian dari kehidupan orang lain.

Bantuan bagi yang lain bukan berarti mengendalikan atau menentukan kehidupan orang lain. Tapi seringkali kalian justru tepat melakukan itu dan menyebutnya kasih terhadap sesama. Pada kenyataannya itu adalah kebalikannya dan dengan itu, kalian dapat benar-benar menyebabkan banyak kerusakan! Tapi itu mungkin sudah kalian sadari. Karena seorang manusia yang kalian blokir untuk mengambil keputusannya sendiri, ia akan melawan. Selalu. Juga jika kalian sebetulnya hanya bermaksud “baik”. Biarkan satu hal ini dikatakan kepada kalian: kalian selalu mulai ingin membantu orang lain, jika kalian sendiri sebetulnya sangat kebingungan. Sayangnya, itu bukan cara yang baik menjalani kehidupan.

Jika kalian mulai lebih banyak memikirkan diri kalian sendiri, maka kalian pada awalnya tidak akan terlalu banyak mendapat persetujuan untuk itu. Banyak orang akan beralih dari kalian. Itu adalah orang-orang yang memanfaatkan kalian. Yang mungkin hanya membutuhkan kalian guna menjadi tempat mengadu, menumpahkan frustrasi mereka kepada kalian. Kalian tidak harus sedih, jika wajah asli seseorang ditunjukkan. Hal itu mungkin mula-mula akan mengejutkan kalian, tapi untuk jangka panjang itu akan membebaskan kalian!

Kalian dapat membuat kalian bebas, kalian boleh lebih banyak memikirkan diri kalian sendiri. Kalian tidak hanya boleh, kalian sebaiknya benar-benar melakukan itu. Dengan begitu, kalian akan memperoleh lebih banyak kekuatan. Karena saya tahu, banyak dari kalian merasa terus-menerus kelelahan dan tidak bertenaga. Ya, dari mana itu berasal? Apakah kalian mengenal jawabannya? Kalian membuat diri kalian burn out untuk orang lain. Energi kalian secara terus-menerus mengalir kepada orang lain, itu tidak pernah dapat menghasilkan yang baik. Banyak dari kalian sering membicarakan orang lain, yang tidak hadir.

Dengan begitu, kalian kembali memberikan energi kalian ke luar dan dengan begitu orang dapat melihat, bagaimana energi kalian semakin lemah dan semakin lemah. Simpanlah energi kalian pada kalian.
Camkanlah kata-kata saya secara serius, tapi jangan terlalu (menganggap serius) hidup kalian.

Diterjemahkan kosmosindo dari Sumber:https://www.facebook.com/GottesNachricht

www.bottschaftenvongott.de

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s