Keadilan Adalah Gagasan Spiritual

space-1522035_640

Pesan The Arcturian Group disalurkan oleh Marylin Raffaele

9 Oktober 2016

Salam orang-orang sayang. Kami datang dalam Cahaya sebuah hari baru dan menemui kalian dalam tempat itu.

Jangan mengharapkan segalanya berlanjut seperti apa yang telah kalian kenal/ketahui di masa lalu. Ini karena dunia materi yang akrab dengan kalian telah dibentuk dari energi keyakinan-keyakinan yang tidak lagi eksis. Terbukalah dan peluklah perubahan dibanding menolaknya, karena tidak ada yang real/nyata akan pernah hilang, dan ide-ide yang dilandasi kebenaran (realitas) akan selalu muncul kembali dalam bentuk-bentuk ekspresi baru dan lebih tinggi bila diperlukan.

Kelompok Arcturian ingin berbicara tentang keadilan yang sebenarnya merupakan gagasan spiritual, suatu aspek Kesadaran Ilahi, konsep-konsep yang sekarang bergeser ke dalam ekspresi lebih tinggi.

Dalam dunia tiga dimensi – yang berdasarkan pada dualitas dan pemisahan, keadilan/kehakiman adalah pikiran yang umum dari “eye for an eye” atau gagasan bahwa seseorang yang menyebabkan penderitaan orang lain harus mengalami penderitaan yang sama, dan banyak sistem-sistem keyakinan agama masih mengajar konsep ini dengan menggunakan kitab suci bagi acuan mereka. Apa yang sering diabaikan adalah konsep ini mengacu perjanjian lama dari kitab suci, yang ditulis di masa lalu untuk kesadaran yang belum tercerahkan pada masa-masa tersebut.

Ada kebenaran yang tersembunyi dalam kisah-kisah bagi mereka yang membacanya dengan “mata untuk melihat, dan telinga untuk mendengar” tapi kebanyakan masih meninterpretasikannya secara harfiah. Konsep dari “eye for an eye” (gagasan bahwa seseorang yang menyebabkan penderitaan orang lain harus mengalami penderitaan yang sama) dulu diharapkan bergeser melampaui itu, ketika Master Yesus mengajarkan: “Saya datang untuk membawa sebuah testamen baru”, tapi orang-orang pada masa itu dan bahkan sekarang pun, masih belum siap untuk menerimanya.

Keadilan adalah keseimbangan energi. Karena hanya ada Satu Energi, Yang Satu yang selalu mencari untuk bergabung dengan Dirinya Sendiri (masuk ke dalam keesaan/kesatuan) dan dialami sebagai keadilan (fairness), di dalam dunia yang masih belum mengetahui tentang Keesaan. Itu sering termanifestasi melalui apa yang dalam dunia metafisik disebut dengan Karma, yang merupakan penyeimbangan energi-energi dan bukan hukuman atau pembalasan seperti yang dipercayai oleh banyak orang.

Karma adalah mengalami energi yang dibentuk dan terjadi melalui ketidaktahuan oleh seorang individu, dan sering dibawanya melalui berbagai masa kehidupan sampai orang itu secara spiritual siap untuk mengalami dan belajar dari ciptaan-ciptaan mereka. Karma sudah selalu menjadi bagian dari setiap perjalanan pelajaran jiwa – sampai sekarang.

Karma menjadi tidak relevan setelah kalian telah berkembang melampaui kondisi kesadaran tersebut. Lepaskan konsep apa pun tentang pembalasan karma yang mungkin masih kalian pegang bagi diri kalian sendiri, karena kalian sekarang mampu membersihkan, menyeimbangkan dan menyelesaikan isu-isu pada tingkat yang lebih tinggi, melalui pencapaian kesadaran kalian akan kebenaran.

Berpindah ke dalam rasa lebih tinggi dari keadilan sering menghadirkan suatu dilema bagi pelajar-pelajar serius kebenaran, yang mencoba untuk “melakukan hal yang benar.” Dalam ambisi mereka untuk menjadi terbuka dan spiritual, dan mempercayai bahwa mereka mempraktekkan cinta tanpa syarat, mereka sering mengabaikan atau “menyembunyikan” aktivitas-aktivitas yang perlu diketahui demi kebaikan semua yang terlibat.

Keadilan sejati berarti membantu yang lain dalam cara-cara yang selaras dengan kondisi kesadaran mereka (itu dapat berarti penjara, latihan-latihan, atau sekedar pelajaran yang baik). Tidak ada baiknya untuk mengutip kitab suci atau, berbicara tentang nilai batin dari hak-hak pribadi, jika kesadaran seseorang secara sederhana tidak mampu melakukan keselarasan dengan pendekatan itu.

Keadilan adalah aktivitas spiritual, suatu bagian dari kehidupan sehari-hari setiap orang dan tidak terbatas pada hukum dan pengadilan. Guru-guru, orang tua, keluarga dan teman-teman semua mengalami peluang-peluang untuk mempraktekkan keadilan dari peristiwa-peristiwa terkecil sampai yang mendalam.

Keadilan di dunia saat ini bagi banyak orang masih suatu alasan yang diterima untuk balas dendam, kebencian, kemarahan, dll. Namun, kesadaran dunia secara cepat terbuka untuk pengertian, bahwa semua saling berhubungan, dan apa yang kalian lakukan, lihat, yakini tentang orang lain, adalah apa yang kalian lakukan, lihat dan yakini tentang kalian sendiri. Inilah sebabnya mengapa kalian menjadi saksi bentrokan-bentrokan intensif antara sistem keyakinan lama yang berjuang untuk tetap dalam kekuatan, dan kesadaran baru yang menghargai semua dalam Satu. Jangan pernah takut, karena satu dengan Tuhan adalah mayoritas.

Keadilan adalah cinta tanpa syarat yang diekspresikan sesuai kebutuhan individu-individu. Tidak akan bisa “satu ukuran cocok untuk semua” dalam makna lebih tinggi dari keadilan, dan sebagai jiwa-jiwa yang berkembang, kalian harus tiba ke dalam pengertian dan menerima cara-cara yang mencerminkan ini. Melihat keadilan hanya sebagai hukuman, merefleksikan dualitas dan pemisahan, tapi melihat keadilan sebagai peluang demi membantu yang lain untuk tumbuh melampaui kondisi kesadaran mereka saat ini, mencerminkan kesadaran yang baru dan lebih berkembang.

Ketika kalian mengamati penderitaan orang lain, kecenderungannya adalah mengharap pembalasan bagi mereka yang menyebabkannya. Kepercayaan akan pemisahan tetap secara kuat menjadi bagian dari sistem kepercayaan setiap orang untuk banyak masa kehidupan. Ketika kalian mengalami emosi-emosi negatif ini, cobalah untuk tidak mendorong mereka pergi dalam usaha untuk mengubur, menolak, menentang mereka, melainkan mengetahui mereka hanya sebagai bagian dari siapa kalian adanya pada saat ini.

Tanpa penghakiman diri sendiri dan kajian-kajian yang kritis dan mulai menggeser sistem keyakinan kalian – “Keyakinan-keyakinan apa yang masih saya pegang tentang orang lain? Apakah keyakinan-keyakinan ini kebenaran dalam Cahaya dari apa yang sekarang saya ketahui dan nyatakan untuk memegangnya sebagai kebenaran?” Setelah pengkajian yang jujur, jalanilah saja hari-hari kalian, tanpa memberi konsep-konsep dan keyakinan-keyakinan lama yang masih tinggal suatu kekuatan yang tidak mereka miliki.

Sekali lagi kami harus menekankan, bahwa individu-individu tertentu perlu disingkirkan dari masyarakat dan tindakan-tindakan sangat menentukan yang  memadai dapat diambil dan menjadi tindakan yang mencintai bagi mereka. Kondisi kesadaran yang belum berkembang, yang masih sepenuhnya berfungsi dalam energi dimensi ketiga, secara sederhana belum mampu menjangkau konsep dari kesatuan. Solusi-solusi sedang dipersiapkan pada semua tingkatan kesadaran, karena solusi-solusi, sebetulnya adalah rasa material dari keutuhan Ilahi.

Mereka yang berada dalam posisi menyampaikan hukum, yang telah mencapai kesadaran akan keadilan yang sebenarnya, mampu mengenali (mereka sering kali tidak menyadarinya) esensi kebenaran dari setiap orang yang dibawa ke hadapan mereka dan kemudian memutuskan secara intuitif apa yang diperlukan masing-masing individu tersebut untuk belajar dan tumbuh (berkembang).

Pada saat ini, seluruh sistem keyakinan tiga dimensi sedang bergeser – ide-ide lama sedang dilepaskan dan ide-ide baru diterima, diketahui, dan dipraktekkan dari perspektif-perspektif yang belum pernah dipertimbangkan sebelumnya. Sejumlah orang tidak mampu menerima rasa lebih tinggi dari keadilan, dan bagi mereka muncul kebingungan dan konflik, karena mereka belum mampu memisahkan keadilan dari hukuman dan pembalasan. Keadilan, seperti Ide-Ide Ilahi lainnya, harus dipahami dalam maknanya yang lebih dalam, jika suatu individu berkembang secara spiritual.

Rasa lebih tinggi dari keadilan adalah sesuatu yang membantu orang lain untuk belajar, tumbuh, dan berkembang melalui tindakan-tindakannya. Itu termasuk menciptakan situasi-situasi di mana seseorang dapat mulai membuka hatinya bagi dirinya sendiri juga bagi orang lain, melalui metode-metode yang tidak berdasarkan kepentingan diri sendiri tapi dalam cara-cara yang membantu orang tersebut untuk melihat gambaran yang lebih besar.

Sebuah contoh dari ide sederhana yang merefleksikan rasa keadilan lebih tinggi, dapat dilihat dalam penjara-penjara yang membawa masuk anjing-anjing tak bertuan untuk dirawat dan dilatih oleh para tahanan. Bagi banyak tahanan, itu adalah pertama kalinya mereka pernah mengalami cinta tanpa syarat. Mereka mula-mula harus mengalami dan mengerti apa itu cinta, sebelum mereka dapat mulai hidup dan mempraktekkannya bagi diri mereka sendiri. Jenis program ini adalah contoh yang bagus tentang bagaimana energi-energi Cahaya mengalir dalam cara-cara yang praktis sesuai apa yang diperlukan, membantu menggeser mereka ke dalam tempat (titik) yang baru, dan membuka mereka untuk ide-ide baru bahwa mereka berharga untuk dicintai.

Kurangnya cinta dan penerimaan diri sendiri adalah akar dari hampir semua tindak kejahatan dan kekerasan. Individu-individu diajari untuk mempercayai, bahwa mereka “kurang dibanding” atau tidak layak dicintai, atau mereka yang membawa energi-energi ini dalam memori sel-selnya mendesak keluar ke lingkungan mereka secara fisik, emosional dan mental, dalam upaya untuk membuktikan bahwa mereka berharga untuk dihormati. Mereka menurunkan energi ini kepada anak-anak mereka dan itu berlanjut dari generasi ke generasi. Ada juga mereka yang mempercayai, bahwa mereka memiliki semua jawaban yang benar tentang Tuhan dan hidup, dan merupakan tugas mereka untuk memaksakan keyakinan-keyakinan ini terhadap yang lain—secara sederhana usaha lainnya untuk membuktikan bahwa mereka pantas untuk dihormati.

Seperti dalam semua aspek kehidupan di bumi, cinta adalah solusi satu-satunya –bukan konsep-konsep emosional, melodramatis dari cinta, tapi cinta tanpa syarat yang real/nyata yang tidak lain selain realisasi kesadaran Ilahi sebagai esens sebenarnya dari segalanya yang hidup. Secara kontinyu dipraktekkan, kesadaran ini secara bertahap akan menjadi kondisi kesadaran yang kalian raih untuk mengijinkan kalian secara mudah mengenali Cahaya dalam setiap orang – bahkan mereka yang dianggap tidak berharga/tidak layak oleh masyarakat.

Berilah suara bagi hakim-hakim yang telah mencapai kesadaran mampu mengampuni dan menjaga Spirit dari hukum. Dukunglah mereka di bidang Hukum dan Ketertiban yang melakukan pekerjaan mereka dengan hati yang terbuka, bahkan ketika kekuatan atau kekuasaan diperlukan. Cobalah untuk tidak secara otomatis mengecam mereka yang bekerja demi membuat dunia menjadi tempat yang lebih aman bagi kalian, janganlah menempatkan mereka dalam kategori yang sama karena tindakan-tindakan yang dilakukan oleh mereka yang belum terjaga.

Ini adalah kesadaran baru dan itu adalah apa yang telah kalian begitu berat kalian lakukan. Sejumlah orang mengharap energi-energi baru berarti bahwa mereka dapat duduk santai dan menikmati hidup tanpa masalah atau tanpa orang-orang jahat atau tanpa perubahan, sambil mempertahankan sistem keyakinan-keyakinan mereka yang nyaman. Kalian sebaliknya telah menemukan, bahwa kalian menjadi pekerja-pekerja dan orang-orang yang paling sering memicu perubahan dan menghormatinya, dimana mayoritas mungkin tidak menyukainya. Tetaplah gigih dan percayalah bahwa kalian melakukan secara tepat untuk apa kalian sebagai jiwa yang berkembang datang untuk melakukannya.

Bila kalian mengijinkan setiap hari menjadi baru dan segar, melepaskan konsep mana pun tentang bagaimana hal-hal “harus menjadi”, kalian akan secara cepat mulai memiliki pengalaman-pengalaman yang baru secara total dan segera akan menemukan diri kalian sendiri ada dalam kedamaian, sukacita, keutuhan dan kelimpahan, meskipun apa yang mungkin terjadi di sekeliling kalian, karena kalian telah mencapai kesadaran yang mengetahui bahwa hal-hal tersebut adalah realitas.

Kami adalah Kelompok Arcturian 9 Oktober 2016

Diterjemahkan kosmosindo dari sumber http://www.onenessofall.com/2016-3.html

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s