Belajar untuk Mengerti Penyakit

flower-139356_640

Dari Serial Channeling Menjadi Lightworker dalam Era Baru

Being a Lightworker in the New Age: Learning to understand Illness

Pamela men-channel Maria Magdalena

Teman-teman sayang, saya di sini penuh rasa hormat untuk jalur yang sedang kalian jalani. Saya Maria Magdalena, dan saya juga pernah berada di Bumi dalam tubuh duniawi. Saya telah mengalami kebingungan, emosi, dan kegelapan yang dapat hadir dalam kehidupan manusia. Saya juga telah mengalami cahaya, saat-saat pengertian dan ekstasi mendalam, karena saya telah merasakan kehadiran jiwa saya, dan  pengalaman tersebut mengangkat saya keluar dari kebingungan, dan pergi dari kesepian kehidupan duniawi.

Kembali mundur dan maju antara cahaya dan gelap adalah karakteristika menjadi manusia. Itu juga tujuan dari kehidupan duniawi untuk mengetahui dan menghormati perlawanan ini yang muncul dalam diri kalian sendiri dan di dalam dunia. Cahaya, seperti halnya gelap, membawa harta karun di dalamnya. Dari perspektif kesatuan, yang mengubah dualitas dari hidup di bumi, tidak ada konflik antara cahaya dan gelap; hanya ada dinamika antara kedua perlawanan ini.

Melalui kegelapan, kalian masuk ke kedalaman yang hanya mungkin untuk mengalaminya saat berada dalam tubuh manusia, dengan pikiran dan emosi-emosi dari manusia. Dari kedalaman-kedalaman itu, sebuah cahaya dapat lahir yang menambahkan sesuatu yang baru bagi Penciptaan, bagi universum dan kosmos. Apa yang sedang kalian lakukan di sini di Bumi secara istimewa berharga. Untuk menjadi terkoyak antara rasa-rasa sakit, kesepian, dan kebingungan, dan ekstasi, keringanan dan sukacita adalah bagian dari keberadaan di alam dualitas duniawi. Terimalah pasang surut itu, karena dengan melakukan itu akan membuat hidup jauh lebih mudah.

Kalian sangat sering berjuang melawan gelombang-gelombang itu, karena kalian ingin menolak merasa tidak enak dan untuk kembali ke kutub cahaya secepat mungkin. Tapi dari penolakan terhadap kegelapan, berkembang suatu pemisahan buatan antara cahaya dan gelap, antara baik dan buruk. Mereka menjadi antonim: cahaya adalah baik, gelap adalah buruk, tapi perlawanan itu menciptakan dualitas yang palsu, yang tidak murni. Emosi-emosi gelap juga berharga dan membawa pesan-pesan yang penuh arti. Cahaya saja tidak cukup. Gelap mewakili kekuatan luar biasa, karena dari sana datang kemungkinan-kemungkinan untuk menjadi diri yang independen yang membuat pilihan-pilihan dan keputusan-keputusan, menyelidiki hal-hal baru, tumbuh dalam kekuatan dan kesadaran diri. Seluruh evolusi dari jiwa kalian tergantung pada kalian memliki pengetahuan akan gelap, sehingga kalian dapat bekerja sama dengannya dan mentransformasinya.

Itu menjadi sangat jelas ketika kalian berhadapan dengan penyakit, dengan simptoma-simptoma fisik yang menggangu dan mengacaukan kehidupan sehari-hari dan kebiasaan kalian. Kehadiran dari simptoma-simptoma ini memaksa kalian untuk menyelam ke dalam kegelapan, karena di bawah rasa sakit dan tingkat fisik dari penyakit, terletak seluruh penyimpanan emosi-emosi yang ingin dilihat, yang telah ditekan untuk waktu yang cukup lama. Itu adalah suara-suara dalam kegelapan yang sering ingin naik ke atas melalui penyakit. Bagaimanapun, karena kalian, melalui cara kalian menjadi dewasa dan masyarakat, telah membawa bersama kalian begitu banyak penghakiman dini tentang buruk dan baik, apa yang boleh dan apa yang tidak, kalian menekan pesan-pesan dari penyakit, dan kalian sering terfokus pada tingkat fisik, yang dapat dikatakan aspek-aspek eksternal dari penyakit.

Saya mengundang kalian untuk melihat lebih mendalam pada penyakit, dan dalam sebuah cara yang mulai melepaskan semua penghakiman tentang buruk dan baik, yang benar-benar merugikan pemeriksaan batin: menyelidiki diri kalian sendiri. Penyakit tidak buruk dalam makna moral. Itu tentu saja menjengkelkan, tidak enak, menyakitkan, dan dalam cahaya dari itu, hal alami dimana kalian merindukan harmoni dan kesehatan, tapi penyakit itu sendiri tidak buruk. Itu adalah hasil akhir dari proses batin, dan sebuah dinamika antara represi dan ingin untuk dilihat, dan dinamika itu membuat dirinya diketahui melalui tubuh.

Lihatlah tubuh kalian sebagai instumen yang sangat murni. Sementara kepala kalian dipenuhi dengan penghakiman-penghakiman moral tentang baik dan buruk, tubuh tetap eksternal terhadap itu. Tubuh datang sebelumnya, dan berada di luar alam penghakiman dan moralitas. Bahwa di dalam dirinya sendiri adalah sebuah keajaiban; tubuh tidak ingin tergoda oleh, dan bergabung dengan, suara-suara penghakiman dini, ketakutan dan moralitas. Dalam makna ini, tubuh adalah instrumen paling murni pada keberadaan kalian dalam di sini dan sekarang.

Jangan memandang tubuh hanya sebagai sekedar benda fisik, hanya sebagai seonggok sesuatu, tapi sebagai suatu manifestasi atau fenomena yang jauh lebih kompleks. Tubuh pertama-tama adalah sebuah medan energi. Rasakan diri kalian sendiri dari kepala sampai tumit, bahkan ketika kalian duduk di sini sekarang. Sadarilah akan mahkota dari kepala kalian, dan kaki dan tumit kalian, dan rasakan bahwa di sana ada sebuah medan yang melingkupi semua di sekeliling kalian. Medan itu tidak berhenti pada permukaan tubuh kalian, itu merambah keluar lebih jauh, dan itu lebih besar dari tubuh kalian.

Medan yang saya bicarakan ini, medan energi kalian, sangat terhubung erat dengan sel-sel dan organ-organ yang membentuk tubuh kalian di tingkat fisik. Tubuh dan medan itu terjalin secara mendalam; yang satu tidak dapat eksis tanpa yang lain. Rasakan medan yang hidup di dalam dan di sekeliling kalian, dan terhubunglah dengan itu. Tariklah nafas ke dalam perut kalian dan rileks. Medan ini berisi kebenaran tentang kalian dan itu begitu dekat, itu melingkupi dan mengelilingi kalian, dan masih kalian sering tidak dapat mencapainya karena pikiran-pikiran kalian bertindak sebagai pembatas, yang menahan kalian jauh dari impuls-impuls dan sinyal-sinyal, kebenaran dari tubuh kalian.

Batas-batas dari pikiran tercipta dari penghakiman-penghakiman, aturan-aturan bagaimana hal-hal seharusnya menjadi, apa yang diperbolehkan apa yang tidak. Batas ini bekerja seperti pedang yang memilah, karena itu membagi pengalaman-pengalaman dan perasaan-perasaan kalian ke dalam kotak-kotak, dan arus yang lembut, kesatuan dari keseluruhan menjadi terpisah dan terbagi-bagi. Cobalah untuk merasakan medan itu tanpa berpikir tentang itu; cukup mengijinkan ia ada di sana. Katakan “halo” kepada tubuh kalian, kepada medan yang luar biasa indah dan medan energi yang terselaras indah yang ada. Tubuh kalian hadir dalam medan ini seperti halnya sel-sel fisik dari hati kalian, organ-organ tubuh kalian, darah kalian, dan mereka semua terhubung sangat intim. Apa yang memutus hubungan kalian dari medan yang hidup ini adalah pikiran-pikiran kalian yang memilah dan menghakimi. Lepaskanlah ini sekarang dengan menyambut diri kalian sendiri. Pergilah melawan semua prejudis-prejudis yang umurnya berabad-abad dengan mengatakan “ya” kepada hati kalian, kepada perut kalian, kepada semua emosi yang kalian bawa dalam diri kalian, apa yang disebut baik dan buruk, dan lihatlah mereka sebagai suatu keseluruhan. Jadilah bebas dalam diri kalian sendiri! Tariklah asumsi bahwa segala sesuatu yang hidup dan ada di dalam medan ini adalah baik dan disambut, dan berharga.

Bayangkan bahwa kalian mencari sisi-sisi dari medan ini dengan kesadaran kalian. Lihatlah jika kalian dapat merasakan kemana mereka menuju, kemana itu terasa benar, atau seberapa besar medan kalian. Bayangkah bahwa kalian meluncur sangat ringan di sepanjang sisi-sisi itu dengan kesadaran kalian dan kalian membenarkan: “Ya, ini adalah saya; ini adalah siapa saya sekarang dan itu baik. Semua itu diijinkan untuk terjadi”. Juga, silakan menentukan apakah medan meluas di bawah kaki kalian, dan apakah itu melakukan kontak dengan Bumi. Jika itu tidak melakukan sepenuhnya, pergilah dengan kesadaran kalian ke bawah kaki kalian dan rasakan bagaimana energi Bumi menyambut kalian.

Kekuatan yang mendukung dan menutrisi dari Ibu Bumi membantu kalian untuk merasa lebih santai dan tenang di dalam medan energi kalian sendiri, dan lakukanlah itu tanpa penghakiman. Bumi dan tubuh kalian milik bersama; mereka bekerja dari dinamika yang sama, kebijaksanaan yang sama. Ini adalah awal untuk menghubungkan dengan energi dari penyakit atau keluhan; menjadi bebas dari prasangka dan pulang ke rumah untuk diri kalian sendiri. Rasakan bagaimana kalian membutuhkan koneksi itu dan bagaimana kalian telah merindukannya. Untuk terus-menerus menilai dan membandingkan diri kalian sendiri dengan orang lain adalah merugikan, itu menciptakan ketegangan dan kegelisahan.

Dalam tujuan untuk belajar memahami penyakit, adalah penting untuk pulang ke rumah kepada kalian sendiri, untuk mengatakan “ya” kepada siapa kalian adanya, dan untuk memasuki medan tidak-menghakimi yang mengelilingi kalian dan di dalam tubuh kalian. Bayangkan, ketika kalian menjadi diam, dalam keadaan tenang melihat dan membiarkan, sebuah gerbang muncul di depan mata batin kalian. Di balik gerbang itu ada bagian dari kalian yang telah kalian sembunyikan, yang tidak ingin kalian lihat. Tubuh kalian mengalami keluhan atau ketidakharmonisan, karena kalian ingin menyimpan bagian itu terkunci rapat. Lepaskanlah dalam pikiran kalian tentang apa bagian tersebut, dan sekarang bayangkanlah gerbang itu terbuka. Dengan perhatian dan kehadiran yang tenang, energi itu, bagian dari kalian tersebut, kini diperbolehkan untuk keluar. Kalian tidak lagi merasa perlu untuk menahannya. Hanya melihat apa yang keluar, apa yang muncul. Dan ingat – semuanya adalah baik!

Jika kalian menemukan diri kalian sendiri akan membuat penghakiman, atau jika kalian mulai meragukan bahwa proses itu berfungsi, sekali lagi, lepaskanlah pikiran-pikiran itu. Kalian perlu tidak melihat apa pun, hanya cukup merasakan apa yang mengalir keluar dari gerbang dan berkata “ya” untuk itu. Jika kalian merasa hal yang berat di sana, suasana hati tertentu terbentuk di dalamnya, atau jika kalian melihat gambar atau warna yang keluar dari pintu gerbang itu, bertanyalah di bagian mana itu berada dalam tubuh kalian. Apa yang keluar adalah energi emosional yang telah kalian tekan dan sekarang bertanyalah di mana represi itu terjadi dalam tubuh kalian. Apakah itu terjadi tinggi atau rendah dalam tubuh kalian, dalam organ tertentu, atau di lokasi tertentu di medan energi kalian? Cukup mencari sesuatu yang menarik perhatian kalian di bidang energi yang merupakan kalian adanya. Biarkan tubuh kalian berbicara kepada kalian; ia ingin berkata kepada kalian, untuk memberi kalian saran, untuk memungkinkan kalian melihat sesuatu. Bukalah diri kalian sendiri, dan juga jika itu tidak seketika berhasil, lakukanlah kembali ketika kalian sendirian dan dalam keadaan rileks.

Terhubunglah dengan medan yang tidak mengenal penghakiman. Bayangkan bahwa di sana ada sebuah gerbang, yang mana sesuatu adalah milik kalian, dan dimana kalian telah menepisnya pergi, ingin mewujudkan dan menunjukkan dirinya. Ijinkanlah kesadaran dan cahaya mengalir ke bagian tubuh kalian yang telah menderita karena represi. Dan bukan masalah jika proses menghubungkan dengan tubuh kalian ini tidak segera memberikan hasil yang nyata. Apa yang sedang kalian berjuang melawannya adalah tradisi usia berabad-abad dalam melihat hal-hal berdasarkan penghakiman dan ketakutan. Untuk memulihkan koneksi intuitif murni dengan permintaan tubuh kalian, kembali dan kembali lagi, dimana kalian tunduk kepada diri kalian sendiri dalam kondisi keheningan dan tidak-menghakimi. Jika kalian melakukan ini secara teratur, kalian akan mulai merasakan bagaimana efektifnya hal ini. Bahkan jika tidak ada pesan yang datang kepada kalian dengan segera, masih bagus untuk berada bersama diri kalian sendiri pada tingkat yang sangat murni ini.

Akhirnya, saya meminta kalian sekali lagi untuk mengalami kekuatan Bumi di bawah kaki kalian, dan juga sebagai kehadirannya dalam tubuh kalian. Rasakanlah kekuatan alami dan ketidakhadiran penghakiman di sana. Bumi secara naluriah mengetahui apa yang kalian butuhkan untuk menyembuhkan, baik secara fisik maupun pada tingkat emosional. Terimalah kekuatannya sekarang, dan terbukalah bagi kekuatan Bumi dalam tubuh kalian.

© Pamela Kribbe

Penerjemah: Dyan Andriana Kostermans

www.jeshua.net/id/

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s