George Soros dan Agenda Khazarian – Krisis Ekonomi Asia (Bagian I)

George Soros dan Agenda Khazar – Krisis Ekonomi Asia (Bagian I)

money-1578510_640

Bagian 1
Bagaimana Anwar Membantu Soros Melumpuhkan Ekonomi Asia

George Soros bahkan mendanai kegiatan militan di seluruh dunia.

Oleh The Third Force (Kolumnis pada Malaysia Today) -14 November 2016

Lebih sedikit dari satu minggu yang lalu, tim saya menemukan pakta sejumlah tindakan yang pernah dilakukan mantan wakil presiden AS Albert Arnold Gore Al dengan George Soros, tokoh bisnis keuangan Hungaria-Amerika yang begitu terkenal. Tampaknya ada bukti legitim di mana duo itu berada pada misi rahasia untuk merestrukturisasi perekonomian dan peta politik Asia Timur.

Suatu ketika pada bulan Januari 1997, Gore telah berhubungan dengan Soros, yang kemudian membentuk sindikat internasional yang didedikasikan untuk menjadi penyebab yang mempengaruhi perubahan rezim di Malaysia dan Indonesia. Asosiasi (rekanan) dan anggota-anggota sindikat dijanjikan hadiah-hadiah, mulai dari perjanjian perdagangan yang potensial sampai pengawasan langsung terhadap lembaga-lembaga keuangan di kawasan Asia Tenggara.

Tony Blair adalah seorang kaki tangan, seperti halnya mantan duta besar AS untuk Malaysia, John R. Malott (19 Desember 1995 – 30 Desember 1998). Blair, yang kala itu pemimpin oposisi Inggris, sedang sibuk mempersiapkan Partai Buruh-nya untuk pemilihan umum, yang saat itu diantisipasi akan berlangsung di seputaran sudut. Pada saat tersebut, Malott sudah melakukan hubungan erat dengan yang kala itu Menteri Keuangan Malaysia (MoF), Dato’ Seri Anwar Ibrahim.

Baik Malott maupun Anwar sedang sibuk merencanakan upaya kudeta terhadap Dr. Mahathir Mohammad, yang kala itu adalah Perdana Menteri Malaysia, bersama-sama dengan Tong Kooi Ong dan (orang) yang kala itu menjadi Gubernur Bank Negara Malaysia (BNM), Tan Sri Dato’ Ahmad bin Mohd Don. Tapi Mahathir lama sebelumnya sudah mengetahui tentang plot tersebut.

Ketika awal Desember 1994, beberapa orang dalam BNM yang bersekutu dengan Tun Daim Zainuddin mengatakan kepadanya dalam diskusi-diskusi yang kala itu berlangsung antara Anwar dan Ahmad. Menurut mereka, baik Anwar maupun Ahmad merencanakan untuk menempatkan noda pada kepemimpinan Mahathir dalam cara yang mereka belum pasti. Daim tidak membuang waktu dalam menyampaikan kata tentang dugaan konspirasi itu kepada Mahathir.

Tapi tidak sampai tahun berikutnya Mahathir menanggapi Daim secara serius. Suatu waktu pada bulan Maret 1995, Daim mengatakan kepada mantan perdana menteri bahwa Lim Thian Kiat (LTK) adalah kaki tangan Anwar dan dalam tim direksinya memiliki beberapa direktur dari sejumlah perusahaan yang terhubung dengan Multi-Purpose Holdings Berhad (MPHB), yang kala itu dijalankan oleh LTK sebagai godfather yang kooperatif- memimpin sarana investasi untuk bisnis Cina. Tentu saja, ini berarti bahwa elit Cina yang kaya raya membantu mendanai UMNO untuk kampanye pemiliunya yang menjadi kaki tangan Anwar.

Mahathir tidak suka pada apa yang didengarnya. Jadi dia menggerakkan detektif-detektif dari luar UMNO untuk melakukan penggalian sendiri. Beberapa bulan kemudian, mereka kembali dengan kabar yang hampir membuat mantan perdana menteri itu terkena serangan jantung. Mahathir diberitahu bahwa putra-putranya mungkin berada dalam kesulitan, di mana Anwar dan Ahmad telah melibatkan bantuan bagian-bagian tertentu dari luar negeri dan bank sentral untuk mengetahui tindak tanduk mereka.

Mahathir segera menempatkan anak-anaknya – Dato’ Mokhzani Mahathir, saat itu pimpinan Tongkah Holdings Berhad, dan Mirzan Mahathir, yang saat itu menjadi Presiden dan Ketua Konsorsium Logistik Berhad – pada siaga merah. Ketika mantan perdana menteri menyampaikan kepada istrinya apa yang telah diberitahukan kepadanya, dia menangis dan memohon untuk tidak membiarkan Anwar menciduk anak-anaknya.

Keputusan telah diambil. Anwar harus pergi.

Keesokan harinya, mantan perdana menteri mengerahkan layanan jasa dari detektif-detektifnya, kali ini baik dari UMNO dan luar partai, untuk menggali ke dalam setiap aspek rekanan-rekanan Anwar dengan dunia usaha baik lokal maupun asing. Pada saat itu, mantan perdana menteri tersebut telah sampai mengetahui kecenderungan seksual Anwar melalui petugas Cabang Khusus (yang akan saya bicarakan nanti) dan beberapa orang dalam UMNO. Mahathir bahkan mengatakan telah ditunjukkan daftar ‘korban-korban’ yang disukai Anwar.

Detektif-detektif Mahathir diberitahu untuk menggali lebih dalam skandal-skandal Anwar dan untuk terus menggali sampai mereka tahu setiap ons kelemahannya (Anwar) yang akan berarti melakukan perbuatan kriminal. Beberapa bulan kemudian, detektif-detektifnya kembali dengan volume-volume ‘kotoran’, yang sebagian besar tergolong aktivitas homoseksual, penyimpangan pidana dan penipuan perusahaan. Pada bulan Desember 1996, Mahathir mengatakan kepada Daim di hadapan pihak ketiga bahwa “Anwar harus pergi.” Tapi sedikit yang mereka ketahui, bahwa ‘saksi’ itu berlari kepada Anwar dan memicu alarm.

Ya, dalam kaitan ini, saya yakin baik Mahathir maupun Daim akan segera menyadari bagaimana Anwar sampai tahu tentang ‘pertemuan rahasia kecil’ yang mereka lakukan dan mengapa wakil perdana menteri yang dipecat tepat melakukan balas dendam terhadap Mirzan Mahathir selama puncak Krisis Ekonomi Asia. Dan saya cukup positif bahwa artikel ini akan membuka mata Mahathir untuk fakta bahwa ia sekarang memiliki dalam timnya ular berkepala dua, yang mana tidak pernah sekalipun ia berpikir akan mengkhianatinya.

Kembali ke cerita – setelah mengetahui niat Mahathir, Anwar segera berhubungan dengan Malott, yang kemudian mengatakan kepada Soros bahwa kamuflase mereka telah terbongkar, di mana Mahathir telah mengepung Anwar. Soros sangat kecewa dengan berita itu, karena hal-hal juga tidak berjalan lancar di Indonesia. Orang-orang Gore menderita kemunduran besar dalam upaya memicu penyingkiran Suharto. Soros memutuskan bahwa ekonomi Asia perlu dijatuhkan sebagai salah satu cara untuk melemahkan genggaman Suharto dan Mahathir terhadap Malay Archipelago.

Pada awal Januari 1997, Soros menginstruksikan rekanan-rekanannya di Quantum Fund, sebuah hedge fund yang didirikannya pada tahun 70-an bersama dengan Jim Rogers, untuk menggandakan stok dari mata uang Baht Thailand. Salah satu versi mengatakan bahwa Soros telah berhubungan dengan Tony Blair dan orang yang saat itu menjadi Managing Director Merrill Lynch, Britt Bartter, tepat setelah ia memutuskan tentang pembentukan sindikat yang saya bicarakan sebelumnya, sindikat yang didedikasikan untuk menyingkirkan Mahathir dan Suharto.

Menurut versi ini, baik Blair maupun Soros telah mendiskusikan pemilu-pemilu Inggris yang akan datang (pada saat itu), yang kala itu diketahui akan diselenggarkan sebelum tanggal 22 Mei 1997. Soros, yang hedge fund-nya telah memborong mata uang Baht Thailand seolah-olah itu kertas biasa, setuju untuk meredakan taruhan terhadap mata uang Thailand sambil menunggu hasil pemilu Inggris. Pada pertengahan Januari 1997, Soros telah menyusun struktur sindikatnya dan siap untuk bergerak.

Kebetulan, Paul Wolfowitz (Presiden Bank Dunia, 1 Juni 2005 – 1 Juli 2007) dan Dick Cheney (wakil presiden AS, 20 Januari 2001 – 20 Januari 2009) adalah dua nama yang menduduki puncak daftar tambahan dari pemodal yang terlibat dengan sindikat itu. Daftar menanggung referensi untuk beberapa lembaga penting, di antaranya Heritage Foundation yang berkantor di Washington, International Crisis Group (ICG) yang dibiayai Soros dan Yayasan yang dikelola Cheney, Foundation for the Future. Nama-nama sejumlah pemimpin terkemuka, diplomat dan duta besar muncul juga dalam daftar ini.

Soros menyuntikkan dana-dana yang pernah dijarahnya dari Bank of England ke dalam pundi-pundi sindikat ini. Pada tanggal 16 September 1992, keputusan oleh fund miliarder itu untuk menjual senilai 10 juta dolar dari poundsterling Inggris tercatat sebagai kerugian 3,2 miliar pound yang hampir membangkrutkan Inggris (UK). Hari itu masuk dalam sejarah sebagai “Rabu Hitam,” atau hari di mana Soros “meruntuhkan Bank of England.”

Perhatikan bahwa 16 September 1992 adalah hari Rabu, seperti tanggal 2 Juli 1997, hari di mana Soros meruntuhkan Bank Sentral Thailand. Pada hari itu, bank terpaksa mendevaluasi uang Baht Thailand sebesar nilai rekor 20 persen sehubungan serangan-serangan spekulatif terhadap mata uang yang itu yang dimulai tanggal 14 Mei 1997, juga hari Rabu. Apakah ini kebetulan belaka?

Pada intinya, Anwar diberitahu oleh Malott pada awal Februari 1997 bahwa Soros dan timnya telah menimbun mata uang Baht Thailand, di mana mereka yakin Bank Sentral Thailand tidak memiliki cadangan devisa untuk mempertahankan Baht dari kolaps. Baht itu didukung secara buatan melawan data fundamental lemah dalam sistem nilai tukar yang tetap. Soros menunggangi sistem itu dengan meminjam Baht dalam jumlah besar-besaran dan mengubahnya menjadi dolar pada tingkat bunga tetap.

Malott mengatakan kepada Anwar bahwa Soros yakin Bank of Thailand akan kehabisan cadangan-cadangan dolar-nya sebelum Mei. Satu bulan kemudian, Ahmad (Gubernur BNM) menginformasikan kepada Anwar tentang rekor keuntungan dana Soros hasil posting dari pembelian dan penjualan mata uang-mata uang regional. Tapi baik Anwar maupun Ahmad memutuskan untuk tidak memicu alarm atau menyebutkan krisis yang akan datang kepada Mahathir atau Daim.

Tapi tanpa diketahui Anwar, Daim telah memasang detektif-detektifnya di BNM sejak hari-harinya sebagai Menteri Keuangan. Daim, yang dirinya sendiri memiliki kepentingan dalam skenario perbankan regional, bergegas menuju kantor Mahathir dan memberitahu Perdana Menteri itu pada bulan Maret tentang keterlibatan Anwar dengan Soros untuk memicu krisis keuangan regional. Tersambar petir, Mahathir mulai membuat pengaturan-pengaturan untuk membawa Daim kembali ke politik aktif.
Tapi sudah terlambat.

Pada tanggal 2 Mei 1997, Partai Buruh Blair menyapu pemilu untuk membuatnya orang termuda kedua untuk menduduki jabatan sebagai Perdana Menteri Inggris (UK). Lebih sedikit dari satu minggu kemudian, Soros mendapat dana untuk war chest (kas untuk mendanai perang) tidak sampai satu miliar dari dua belas milyar dolarnya melawan mata uang Baht Thailand, mengetahui dengan baik sebelumnya bahwa Bank of Thailand hampir kekeringan cadangan devisa.

Keputusannya bagi Bank of Thailand bernilai miliaran cadangan-cadangan devisa ketika bank itu berusaha secara putus asa untuk mempertahankan Baht. Sebuah keputusan yang diambil oleh Bank Sentral Thailand untuk mendevaluasi mata uangnya pada 2 Juli 1997 memicu respons-respons panik ketika para pedagang mata uang menjatuhkan ringgit dan rupiah Indonesia seolah-olah itu karung kentang busuk. Soros telah berhasil – Krisis Keuangan Asia telah dipicu.

Masalahnya, Anwar telah mengetahui berbulan-bulan sebelumnya bahwa krisis keuangan akan menyerang wilayah tersebut. Dia tahu bahwa Quantum Fund akan melakukan taruhan spekulatif terhadap mata uang Baht Thailand dalam upaya untuk melumpuhkan perekonomian Asia. Tapi ia berjalang seiring rencana tersebut, karena ia telah diinstruksikan oleh Managing Director yang baru dari Dana Moneter Internasional (IMF), Michel Camdessus, untuk tutup mulut dan melakukan seperti apa yang diperintahkan.

Anwar tidak punya pilihan selain mematuhi instruksi Camdessus, karena sindikat Soros yang telah terbentuk menyalurkan jumlah besar dari dana-dana untuk Anwar melalui channel/saluran pihak ketiga yang berbasis di Thailand, Indonesia dan India. Dan itu tidak seperti Anwar ingin untuk melawan perintah. Di tempat pertama, dialah yang membuat jelas kepada Soros, Malott dan Camdessus bahwa ia ingin Mahathir terguling “berapapun harganya.”

Ditemukan kosmosindo  pada sumber http://www.theeventchronicle.com/news/asia/george-soros-khazarian-agenda-recommended/

Catatan Editor (http://www.theeventchronicle.com/news/asia/george-soros-khazarian-agenda-recommended/#): Saya menyiapkan lansiran berita sekitar saat rumor kematian George Soros mulai bermunculan. Saya mendapat teks peringatan setiap kali ada sebutan Soros dalam berita-berita. Saya sudah memasang mata pada berita-berita tentang Malaysia beberapa minggu terakhir karena mereka telah menulis sejumlah paparan yang cukup memberatkan dan diinvestigasi dengan baik tentang Soros baru-baru ini. Di bawah ini adalah bagian 1-3 dari informasi terbaru, beserta link-link tambahan di akhir artikel. Silakan bagi artikel ini!

 

Diterjemahkan kosmosindo dari sumber http://www.malaysia-today.net/how-anwar-helped-soros-cripple-the-asian-economy/

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s