George Soros dan Agenda Khazar : Nexus Soros-Rewcastle-Mahathir dan Link ke Departemen Kehakiman AS (Bagian II)

america-1356790_640

George Soros dan Agenda Khazar – Bagian 2

Oleh The Third Force (Kolumnis pada Malaysia Today)

Nexus (Jalinan) Soros-Rewcastle-Mahathir dan Link ke Departemen Kehakiman AS

Artikel ini ditulis dengan tujuan menunjukkan jalinan dari asosiasi/rekanan yang menghubungkan individu-individu kunci, perusahaan, institusi dan instansi yang terlibat dengan elit-elit global untuk mempengaruhi perubahan-perubahan rezim di Malaysia dan Indonesia.

Nexus (jalinan) yang disebutkan dimulai dengan George Soros dan tampaknya berakhir dengan Dato’Seri Anwar Ibrahim, yang, selama dua puluh tahun terakhir, telah secara langsung dan tidak langsung membantu tokoh miliarder membuat malapetaka terhadap ekonomi Asia.Lainnya yang harus saya implikasi pada nexus ini mencakup Dato’ Ezam Mohd Nor, Datin Seri Dr. Wan Azizah Wan Ismail, putrinya, Nurul Izzah Anwar, dan wakil presiden PKR saat ini Chua Tian Chang (Tian Chua). Beberapa dari nama-nama ini mungkin muncul selanjutnya dalam seri ini, bagian satu dari yang dapat diakses melalui link yang saya berikan di bawah artikel ini.

Ketika kita telusuri bersama, kita akan sampai untuk mempelajari link-link PKR dengan militan-militan Islamis di Indonesia dan nexus asosiasi-asosiasi yang eksis antara Dr. Mahathir Mohammad dan mantan Presiden Indonesia, Suharto. Dalam proses ini, kita akan mengilas balik kisah atas penangkapan terkenal 10 aktivis politik pada tahun 2001 di bawah ISA yang sekarang tidak eksis lagi dan mengkaji bagaimana sejumlah penangkapan tersebut terhubung aktivitas militan Islamis di Jakarta, yang mana baik Ezam maupun Tian Chua terlibat dengannya.

Nexus Soros-Gore-Blair

Suatu saat pada pertengahan Januari 1997, mantan wakil presiden Amerika Serikat (AS) Albert Arnold Gore Al bertemu George Soros untuk membahas pemerintahan Clinton dan rencana-rencananya untuk ‘merekonfigurasi’ ‘pangkalan ekonomi dan komando’ Asia Tenggara. Soros, tokoh bisnis terkemuka Hungaria-Amerika yang terkenal, bersikeras bahwa seandainya perubahan rezim dilaksanakan di wilayah tersebut, itu harus menguntungkan elit keuangan global dan bukan hanya pemerintahan Clinton sendiri.
Gore akhirnya menyetujui untuk rencana tindakan yang memiliki potensi membawa Dr. Mahathir Mohammad dan presiden Indonesia kala itu Suharto, tersingkir.

Gore menyadari bahwa pemerintahan Clinton, yang mana ia merupakan bagian darinya, telah melewati para elit keuangan dalam membentuk agenda Asia Tenggara. Hal yang membuatnya kesal di mana Presiden AS saat itu, Bill Clinton, telah mengesampingkannya dalam diskusi yang mengarah ke pembentukan William J. Clinton Foundation, yang berlangsung untuk mendirikannya bersama dengan istrinya, Hillary Rodham Clinton.
Soros juga sama kesalnya dengan perkembangan ini seperti halnya Gore. Meskipun tokoh miliarder itu setuju untuk membantu Clinton mengawali Clinton Foundation, ia melihat Presiden AS melakukan hal-hal dengan caranya sendiri. Hal yang merupakan pukulan bagi Soros di mana Clinton Foundation memiliki potensi untuk merangkul elit global, dengan Senator AS (Hillary) dan mantan Presiden AS menjalankan pertunjukan. Soros berpikir hal yang penting bagi tim para elitnya untuk bersatu di bawah sebuah sindikat bayangan hanya untuk menangkal potensi ancaman yang timbul dari agenda Clinton.

Sementara itu mungkin telah menjadi dorongan untuk akhirnya membentuk sindikat bayangan, tapi itu bukanlah alasan utama. Di Indonesia, hal-hal tidak  cukup bergerak seperti yang diharapkan Soros. Pada tanggal 27 Juli 1996, Suharto menginstruksikan panglima tertingginya untuk melancarkan serangan terhadap kelompok-kelompok militan yang aktivitasnya menjadi tugas Gore untuk mengkoordinasinya. Gore mengatakan kepada Soros pada bulan Agustus bahwa Suharto telah mengarah pada “operasi yang didanai Yahudi” untuk memicu perubahan rezim di Indonesia.

Beberapa bulan kemudian, sebuah gerakan anti-Mahathirisme di Malaysia membentur halangan, ketika Mahathir diperingatkan oleh Tun Daim Zainuddin tentang konspirasi yang ada antara individu-individu yang terkait dengan Anwar (lihat bagian 1, link di bawah) dan mantan duta besar AS untuk Malaysia, John R . Malott, untuk memicu perubahan rezim di Malaysia. Gore menyampaikan kepada Soros bahwa upaya timnya untuk menyusupkan perilaku-perilaku reformis di kawasan ini tampaknya terjegal di setiap blok. Dia mengatakan kepada Soros bahwa benteng Mahathir dan Suharto dijaga secara ketat.
Mendengar ini, Soros segera memutuskan untuk jalur cepat pembentukan sindikat bayangan. Bulan itu adalah Desember dan tahunnya, 1996 – Soros baru saja menyelesaikan pertemuan dengan Gore dan Tony Blair untuk membahas sindikat bayangan tersebut.

Pertemuan itu terjadi sesaat setelah kunjungan Blair ke Kantor Oval (Gedung Putih) pada 4 Desember 1996. Blair dikatakan telah menyampaikan kepada para pembantunya bahwa ia dan Clinton adalah “teman politik sejiwa.”
“Dia adalah politisi paling tangguh yang pernah saya temui … dalam tindakan kelas politik, saya menggolongkannya ke master. Dia memiliki semuanya. ”

Blair berada di AS untuk mencari perlindungan Clinton dalam kampanye pemilu melawan (kubu) Konservatif Inggris yang berkuasa. Blair didampingi oleh mantan jurnalis Inggris, Alastair John Campbell, yang tidak hanya sekutu setia, tapi penasihat rahasia dan seseorang yang dirujuk mantan perdana menteri Inggris di saat-saat krisis. Rumor mengatakan bahwa adalah Campbell yang menyarankan Blair untuk mencari perlindungan Soros dalam upaya guna merebut pengendalian dari pemerintahan Inggris.

Satu bulan sesudahnya, sindikat bayangan yang baru didirikan menguraikan skema untuk mematahkan bank sentral Thailand, Malaysia, Indonesia dan Filipina. Soros mengatakan kepada sindikat bahwa anggota-anggota Quantum Fund, yang didirikannya pada tahun 1973 bersama dengan Jim Rogers, telah berhasil menciptakan gelembung ekonomi dalam kawasan itu yang timnya akan sangat mengembangkannya dan menusuk pada saat yang tepat. Di sela-sela, Soros memperingatkan Gore untuk tidak melakukan gerakan kejutan apapun oleh pemerintahan Clinton yang tidak didukung para elit global.

Salah satu versi mengatakan bahwa tokoh miliarder itu membutuhkan kubu Partai Buruh Blair untuk mula-mula menyapu pemilu Inggris, yang mana saat itu diketahui akan digelar sebelum 22 Mei 1997. Soros mengatakan kepada Gore bahwa Blair adalah penting untuk skema hal-hal dan di mana setiap bentuk tindakan harus menunggu sampai setelah pemilu Inggris.

Pemilihan umum Inggris datang dan pergi. Blair, kala itu pemimpin oposisi, diangkat sebagai Perdana Menteri pada tanggal 2 Mei 1997, hanya dua belas hari sebelum Quantum Fund menempatkan taruhan spekulatif dalam apa yang mungkin serangan paling tajam yang pernah terjadi terhadap mata uang – mata uang Thailand. Jelas ada sesuatu tentang Blair yang mana kita tidak diberitahu tentang itu.
Yang menarik, Blair dikenal untuk berbagi hubungan erat dengan Gordon Brown, yang berhasil menjadi (mantan) Perdana Menteri pada tanggal 27 Juni 2007. Naiknya Gordon memicu spekulasi bahwa keduanya telah bersekongkol pada rencana suksesi tindakan menyusul kematian tak terduga dari pimpinan Partai Buruh John Smith pada tanggal 12 Mei 1994 – dua tahun setelah Soros hampir membangkrutkan Inggris.

Kutipan dari Wikipedia menyatakan berikut ini:

Kesepakatan Blair-Brown (atau Granita Pact) adalah diduga perjanjian dari para pria ini antara politisi Partai Buruh Inggris Tony Blair dan Gordon Brown bulan Mei 1994, ketika mereka masing-masing menjadi Home Secretary bayangan dan Menteri Keuangan bayangan Inggris.
Tapi tanpa diketahui banyak orang, Blair telah selamanya ingin tahu dalam urusan Gordon, meskipun telah menjadi keinginan Soros bahwa Gordon akan sukses menyusul dia (Blair) sebagai perdana menteri pada “waktu yang tepat.” Dikatakan bahwa Blair menugaskan Campbell untuk melakukan penggalian dan sindikat publikasi negatif terhadap Gordon untuk alasan-alasan yang tidak saya ketahui. Campbell juga dikatakan sangat menentang Andrew Brown, sekutu lain dari Soros dan saudara Gordon.

Nexus Soros-Clare Rewcastle-Departemen Kehakiman AS (DoJ)

Andrew menikah dengan Clare Rewcastle-Brown, mantan wartawan BBC yang sangat dipersengketakan yang portal beritanya saat ini, Sarawak Report, diyakini didanai oleh Mahathir untuk menjalankan kampanye kotor terhadap pemerintahan Perdana Menteri Dato’ Seri Najib Tun Razak. Sumber-sumber saya tampaknya percaya bahwa Clare mungkin telah menjalin informasi rahasia yang terkait dengan 1MDB dengan pejabat tinggi di pemerintahan Obama.

Apakah itu Hillary resmi?

Untuk menjawab pertanyaan itu, mari kita pertama-tama membentuk nexus (jalinan) asosiasi-asosiasi dimulai dengan Andrew, suami Clare Rewcastle, dan melacak jalan semua nexus sampai ke Hillary dan sesudahnya, Mahathir.
Sekarang, baik Gordon dan Andrew menjalin hubungan keselarasan sangat dekat dengan Soros melalui seorang pria bernama Theodore S. Greenberg, mantan pejabat Departemen Kehakiman AS (DOJ). Greenberg bertugas di DOJ selama lebih dari 30 tahun di berbagai kapasitas, terakhir sebagai wakil kepala Aset Penyitaan dan Seksi Pencucian Uang (AFMLS) dalam departemen Divisi Kriminal.

Di antara banyak bakat terkenal Greenberg adalah kemampuan bawaannya untuk mengajukan atau memenangkan kasus sambil mencegah terungkapnya secara publik rahasia-rahasia Pemerintah. Dia tercatat sebagai ahli departemen dalam penggunaan American Classified Information Procedures Act tahun 1980, yang mengatur prosedur penanganan informasi rahasia di persidangan pidana tanpa pengungkapan publik.
Jadi bisa Anda bayangkan betapa pentingnya orang ini bagi DOJ.
Sementara di AFMLS, Greenberg menyampaikan banyak bakatnya kepada Richard Weber, afiliasi dekat dan pada saat itu asisten pengacara pada Kantor Kejaksaan AS di New York. Weber kemudian menjadi Kepala AFMLS pada Maret 2005, hampir dua tahun setelah Greenberg meninggalkan DOJ untuk tugas pada Bank Dunia.

Di Bank Dunia, Greenberg membantu merancang dan mengimplementasikan program bantuan teknis global untuk memerangi pencucian uang dan pendanaan teroris. Dalam proses itu, ia menciptakan dan menerapkan Stolen Asset Recovery (StAR) Initiative, untuk membantu negara-negara memulihkan hasil korupsi. StAR terus memainkan peran utama selama ‘investigasi-investigasi’ oleh FBI dalam tuduhan kecurangan yang terkait dengan pejabat-pejabat 1MDB.
Greenberg dikatakan menawarkan jasa konsultasi untuk Bank Dunia maupun DOJ sampai hari ini. Paul Wolfowitz dan Robert Zoellick, dua nama yang muncul dalam daftar tambahan dari pemodal yang berkaitan dengan sindikat bayangan Soros, adalah mantan presiden Bank Dunia yang dikenal sebagai rekan-rekan Greenberg. Dan begitu juga Loretta Lynch, Jaksa Agung AS.

Kembali ke tahun 1997 ketika Soros dan Gore merenungkan serangan terhadap perekonomian Asia, Lynch mengepalai kantor Kejaksaan AS Long Island di Distrik Timur New York. Weber, yang secara teratur berhubungan dengan Greenberg dan menyampaikan banyak keterampilan kepadanya, juga seorang pengacara yang melayani di distrik Timur New York.

Sudah melihat nexus-nya?

Pada April 2012, Weber kemudian menjadi Kepala Divisi Investigasi Kriminal dalam DoJ. Dua tahun kemudian, tanggal 8 November 2014, Presiden Barack Obama menominasikan Lynch untuk jabatan Jaksa Agung AS, posisi yang secara resmi dijabatnya pada 23 April 2015 menyusul 56-43 suara oleh Senat AS mendukung dirinya.
Tentu saja, hal itu secara langsung (dan secara nyaman) mengubah Lynch menjadi ‘lebih unggul’ dari Weber.

Lebih sedikit dari satu tahun kemudian, pada 20 Juli 2016, Lynch melanjutkan untuk mengumumkan pengajuan gugatan penyitaan perdata terhadap sebuah Perusahaan Produksi film Amerika yang konon menarik keuntungan dari praktik korupsi pejabat-pejabat 1MDB. Menurut Lynch, uang yang dicuri dari 1MDB itu “dicuci melalui lembaga keuangan Amerika dan digunakan untuk memperkaya beberapa pejabat (1MDB) dan rekan-rekan mereka.”

Tapi satu-satunya cara Lynch bisa begitu yakin tentang itu adalah jika DoJ mendapat tip (informasi) oleh orang dalam dari Bank Dunia. Menariknya, Lynch membuat pengumuman di hadapan Weber dan wakil direktur FBI, Andrew G. McCabe.
Tapi siapakah McCabe?

Nah, jika sumber saya dari Amerika Serikat benar, adalah McCabe yang mengatur Dato’ Seri Khairuddin Abu Hassan (Khai) dan Matthias Chang untuk bertemu dengan pejabat-pejabat tertentu dari FBI yang terkait dengan Greenberg dan kampanye presiden Clinton. Baik Matthias dan Khai menunjukkan dokumen-dokumen resmi ini yang entah bagaimana berakhir dengan orang-orang yang saat ini terlibat dengan inisiatif StAR Bank Dunia, yang mana Greenberg pernah membantu menemukannya. Saya diberitahu, ini bukanlah dokumen khas perbankan Anda atau dokumen-dokumen yang Anda harapkan dimiliki pejabat perbankan.

Tapi apa hubungan semua ini dengan Clinton Foundation?

Sebelumnya, saya telah mengatakan kepada Anda bagaimana Soros telah membantu langkah awal Bill Clinton memulai yayasan itu pada tahun 2001. Enam tahun kemudian, pada tahun 2007, Soros mulai menyuntikkan dana ke Clinton Foundation melalui miliarder Gilbert Chagoury dan kontributor pihak ketiga lainnya untuk mendukung reli kepresidenan Hillary melawan saingannya kala itu, Barack Obama.

Tepat setelah memenangkan pemilu, Obama berhasil mengetahui janji miliaran dolar Chagoury untuk Clinton Global Initiative. Dia segera mengulurkan tangannya kepada Hillary dan membawanya menjadi Menteri Luar Negeri di bawah pemerintahannya. Obama sangat menyadari link-link Hillary dan Chagoury terhadap kelompok teror Hisbullah yang berbasis di Lebanon melalui Clinton Foundation. Tapi janji miliaran dolar adalah alasan yang cukup baginya untuk menali ‘bakat’ Hillary ke dalam pemerintahannya – Ia memerlukan itu untuk memenuhi janji inti yang dibuatnya selama kampanye presiden – untuk ‘meregulasi’ sistem keuangan AS.

Sedikit yang diketahui Obama bahwa keputusannya itu akan ‘secara misterius’ memberi Chagoury akses unik untuk memiliki informasi Departemen Luar Negeri. Tim saya menemukan bahwa Hillary sebenarnya melakukan transaksi informasi rahasia dengan Chagoury dan Soros, dua orang yang berada di tengah-tengah kampanye berperpanjangan terhadap pemerintahan Najib. Kami tiba untuk menyadari bahwa itu adalah di antara banyak alasan Hillary memutuskan untuk menggunakan server email pribadinya bukannya server email yang diberikan Departemen Luar Negeri untuknya.

Telah menjadi perhatian kami bahwa seseorang dari Malaysia dan Inggris pada kenyataannya telah berkomunikasi dengan Hillary sejak tahun 2013 di bawah berbagai nama samaran. Mungkinkah orang-orang ini Mahathir dan Clare Rewcastle? Kami diberitahu bahwa komunikasi itu ada hubungannya dengan Kampanye Anti-Najib.

Itu mengatakan, seandainya Clare Rewcastle memang berkomunikasi dengan Hillary, hal yang sangat mungkin bahwa informasi rahasia top yang diperolehnya dari pejabat-pejabat Bank Negara Malaysia (BNM) juga telah dilakukan melalui server email pribadi Hillary. Pertanyaannya adalah, apakah Hillary menyampaikan informasi tersebut kepada Lynch?
Pada 23 Oktober 2016, Wall Street Journal, sebuah harian Amerika yang diyakini berhubungan erat dengan Claire Rewcastle, menulis sebuah editorial yang melibatkan Dr. Jill McCabe, istri wakil direktur FBI saat ini, Andrew G. McCabe, di mana ia menerima ratusan ribu dolar dari kampanye Clinton untuk membiayai kampanyenya (Dr. Jill) sendiri untuk senat pada bulan Maret 2015.

Sekarang, kampanye Dr. Jill bertepatan dengan berita tentang server email pribadi Hillary yang banyak diperdebatkan itu sebenarnya eksis. Pemerintahan Obama menjadi gelisah dan telah mengetahui bahwa Hillary akan tersandung dalam kampanye presiden melawan Donald J. Trump karena skandal email dan pengusutan tentang sumbangan yang terhubung dengan Clinton Foundation.

Jadi apa yang Obama lakukan?

Nah, ia mendapatkan direktur FBI, James Comey, mempromosikan Andrew G. McCabe menjelang akhir 2015 dan lagi pada 1 Februari 2016 sebagai wakil direktur lembaga tersebut. McCabe segera diberi bertanggungjawab dalam mengawasi investigasi-investigasi dalam kesalahan manajemen Hillary untuk “informasi sensitif pertahanan” melalui penggunaan server email pribadinya.
Pada tanggal 7 November 2016, Comey mengumumkan bahwa “pengkajian email-email baru Hillary Clinton tidak mengubah kesimpulan kami dari awal tahun ini bahwa dia tidak harus menghadapi tuntutan.” Sumber saya, bagaimanapun, tampaknya percaya bahwa terdapat sejumlah hubungan di belakang dan di depan antara Hillary, Lynch dan Soros yang terkait dengan 1MDB.
Apakah itu benar?

Itu hanya masalah waktu sebelum kebenaran muncul keluar. Sumber-sumber saya sedang berada dalam penyaringan melalui sebuah bocoran email yang sekarang telah dipublikasikan. Investigasi-investigasi awal mengungkap bahwa bukan hanya Soros dan Chagoury yang mendanai kampanye presiden Clinton, uang juga diterima melalui sumber pihak ketiga, yang disebutkan berasal dari Malaysia, yang mencatat masuknya sumbangan kepada “mantan pemimpin pemerintahan tingkat tinggi.”

Apakah pemimpin itu Mahathir? Apakah benar bahwa tim Mahathir telah menyuntikkan 100.000 US Dolar ke dalam Clinton Foundation untuk memicu investigasi FBI ke dalam 1MDB?

Ditemukan kosmosindo pada http://www.theeventchronicle.com/news/asia/george-soros-khazarian-agenda-recommended/

Diterjemahkan kosmosindo dari  sumber http://www.malaysia-today.net/the-soros-rewcastle-mahathir-nexus-and-links-to-the-us-department-of-justice/

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s