George Soros dan Agenda Khazar : Tentang Para Khazar dan Pengincaran Laut Cina Selatan (Bagian 3)

oil-platform-484859_640

Nexus Soros – Mahathir dan Agenda Khazar
Oleh The Third Force (Kolumnis terkemuka dalam Malaysia Today) – 30 November 2016

Elit dunia merekomendasikannya sebagai seorang dermawan.

Pemerintah-pemerintah dunia ketiga menuduhnya mengeruk pasar keuangan asing untuk alasan-alasan jahat.
Apapun deskripsinya, George Soros selalu mempertahankan bahwa dirinya seorang liberasionis dan sosialis.
Tapi dia bukan.

Saya sudah mempelajari – untuk fakta – bahwa tokoh miliarder itu diam-diam membiayai kegiatan-kegiatan militan di seluruh dunia untuk mendukung kemajuan dogma Islamis radikal terhadap tatanan yang mapan.
Seperti yang sudah kita ketahui, ia mendanai gerakan-gerakan reformis di negara-negara yang para pemimpinnya dia tentang.

Pada tahun 2015, misalnya, Soros Foundation menyalurkan lebih dari 33 juta dolar AS kepada penyelenggara protes yang berlangsung di Ferguson, Missouri, menyusul penembakan Michael Brown oleh seorang polisi tahun sebelumnya.
Dua minggu yang lalu, raja miliarder itu menyalurkan beberapa 10 juta dolar AS untuk berbagai kelompok aktivis di seluruh Amerika Serikat (AS) guna memicu protes terhadap kepresidenan Donald J. Trump.

Agen-Agen Malaysia Soros

Sejak April tahun 2016, Soros dikatakan telah menyalurkan lebih dari 10 juta dolar AS ke dalam war chest (kas untuk mendanai perang) dua organisasi non-pemerintah (NGO) di Malaysia untuk mengobarkan ketegangan dan memicu kerusuhan terhadap pemerintahan Najib Razak.
Sebuah sumber yang ditempatkan di California tampaknya berpikir bahwa sebagian dana tersebut dinegosiasikan melalui saluran/channel pihak ketiga yang terhubung dengan S. Ambiga, mantan co-chairman dari gerakan Bersih, dan Mahathir Mohamad, mantan perdana menteri dan pengayom Perkasa, sebuah organisasi non pemerintah (LSM) Malaysia untuk hak-hak asasi manusia.

Mahathir menjadi agen Soros pada tahun 2003, sementara Ambiga mengambil peran sebagai titik kontak tokoh miliarder itu tiga tahun sesudahnya.
Agen Soros lainnya di Malaysia termasuk Anwar Ibrahim (sejak 1996), Ezam Mohd Nor dan Tian Chua (sejak tahun 1998), Azmin Ali (sejak 1999), Wan Azizah Wan Ismail (sejak 2002), Lim Kit Siang (sejak 2004), Maria Chin Abdullah (sejak 2010), Abdul Gani Patail (sejak 2013), beberapa anggota Dewan Bar dan mantan pejabat-pejabat dari Komisi Anti-Korupsi Malaysia (MACC).

Kepentingan Soros di wilayah tersebut meliputi konspirasi dekade tua yang menyusur kembali ke tahun 1990.

Hari ini, saya akan mengungkap bahwa konspirasi dan nexus (kaitan) asosiasi-asosiasi yang beriringan dengan itu.

Dalam proses ini, kita akan belajar tentang agenda global para Khazar (Khazarian) untuk memaksakan kerangka regulasi di kawasan Asia Tenggara, sebuah agenda yang membuat Mahathir tersandung pada tahun 2003.

Agenda para Khazar, singkatnya, dipandu oleh sebuah misi untuk tetap mengawasi kehausan tak terpuaskan Cina untuk minyak mentah.

Dalam sebuah artikel untuk diikuti, kita akan melihat bagaimana semua ini memuncak menjadi keterlibatan yang melibatkan dua mantan perdana menteri Inggris, seorang mantan perdana menteri Malaysia dan seorang mantan wartawan BBC untuk menyabot 1MDB, dana kekayaan negara yang sepenuhnya dimiliki oleh pemerintah Malaysia.

Pengincaran Laut Cina Selatan

Pada tanggal 10 Mei 1990, anggota-anggota klan Rothschild mengeluarkan peringatan siaga merah untuk suatu lingkaran yang hanya diketahui segelintir dalam komunitas elit global.
Pada hari itu, pemimpin lingkaran, George Soros, diberitahu oleh Evelyn dan Edmund Rothschild bahwa adalah hal penting mereka bertemu untuk membahas ancaman yang berpotensi mengganggu agenda otoriter global mereka.

Kala itu dalam pertemuan untuk membahas rezim komunis Polandia Rakowski, Soros meninggalkan segalanya dan bergegas untuk menemui Evelyn dan Edmund.
Rothschild menunjukkan kepada miliarder Hungaria itu beberapa laporan intelijen sangat rahasia yang melaporkan Cina telah membuat kemajuan yang signifikan dalam pengembangan teknologi air yang dalam untuk pengeboran di Laut Cina Selatan.
Menurut Evelyn dan Edmund, itu hanya masalah waktu sebelum Republik Rakyat (Cina) akan menjadi importir terbesar minyak mentah di dunia, dan itu hanya logis untuk Cina untuk bergerak menuju kedalaman Laut Cina Selatan, saat ini berpikir untuk mengadakan 11 miliar barel minyak dan 190 triliun ft³ (190 triliun cubic feet) gas alam, keduanya terbukti dan diperkirakan.

Soros dan Rothschild sudah melihat akan terjadinya hal ini pada tahun 70-an.

Pada saat itu, konsumsi energi dalam negeri Cina mulai semakin tinggi dan hampir menyusul produksinya.
Pada tahun 1973, Cina sudah mengekspor minyak mentah ke Jepang dan terpaksa melakukan eksplorasi lepas pantai untuk memenuhi permintaan-permintaan.
Soros cepat mendirikan Quantum Fund untuk menangkap investasi-investasi strategis yang dilakukan oleh rekanan-rekanan Cina dalam upaya mencegah kekayaan Cina agar tidak menetes ke Asia Tenggara.
Pada saat itu, Cina sudah mulai mengkonsolidasikan usaha-usaha lepas pantai mereka.

Cina berada di tengah-tengah pembicaraan untuk mendirikan perusahaan negara miliknya sendiri (Chinese) National Offshore Oil Corporation (CNOOC).
Rothschild dapat mengetahui hal ini melalui pejabat-pejabat keuangan Swiss yang bermitra dengan tokoh-tokoh bayangan dalam pemerintahan Cina.
Tokoh-tokoh misterius ini melakukan transaksi cetak biru rahasia top pemerintah dengan Rothschild di tengah undang-undang ketat Cina yang bertindak keras terhadap kejahatan pengkhianatan.

Baik Soros maupun Rothschild sepakat bahwa hanya tinggal masalah waktu sebelum Republik Rakyat Cina akan menjadi importir terbesar minyak mentah di dunia.
Mereka juga menyadari bahwa Selat Malaka dan Laut Cina Selatan pada suatu hari akan menjadi episentrum pergumulan Sino-Rusia-Amerika yang berpusat pada keamanan maritim, sengketa teritorial dan kerangka-kerangka regulasi perdagangan.
Dan mereka benar.

Dalam periode sepuluh tahun dimulai pada 2001, konsumsi minyak Cina naik lebih dua kali lipat dari 4,859 juta barrel menjadi 9,758 barrel, dengan lebih dari separuh permintaan itu dipenuhi lewat impor.
Institut Penelitian Ekonomi dan Teknologi dari China National Petroleum Corporation (CNPC) memperkirakan bahwa pada tahun 2020, 65 persen dari pasokan minyak mentah Cina akan berhenti diimpor.

Seperti apa yang ada, lebih dari 16 persen impor Cina berasal dari Kerajaan Arab Saudi (KSA), kedaulatan tunggal terbesar untuk memasok minyak ke Cina.
Pada tahun 2010, pemerintah Cina mengumumkan minatnya untuk mengeksplorasi Laut Cina Selatan dan mengklaim hak veto atas proyek-proyek lepas pantai baru di kawasan tersebut.Posisi unilateral itu dengan sangat cepat menjadi subjek sengketa teritorial antara Cina dan yang tetangga-tetangganya di Laut Cina Selatan, yang muncul keluar paling dramatis dengan Vietnam dan Filipina atas kedaulatan pulau-pulau Spartly dan Paracel.

Tentu saja, sengketa terestrial di kawasan ini pada akhirnya akan mempengaruhi Amerika dan Inggris – mereka menerapkan pengawasan signifikan, secara langsung atau tidak langsung, terhadap persentase yang besar dari sumur-sumur minyak di Irak dan rig pengeboran dalam Teluk Persia, kawasan-kawasan yang termasuk pemasok-pemasok terbesar minyak mentah Cina.

Soros sendiri memiliki dana-dana yang terkait agen khalifah yang kaya modal (cahs-rich) dan konglomerat-konglomerat Amerika yang bersaing di antara mereka sendiri dan untuk terkait pencarian (kekuasaan) di Laut Cina Selatan.
Soros tahu bahwa pencarian pada akhirnya akan menguntungkan mitra-mitra dagang China di kawasan Asia Tenggara, khususnya, Malaysia dan Indonesia.

Cina telah lama melakukan kemitraan strategis dengan lembaga/perusahaan minyak dan gas di wilayah tersebut untuk memajukan ambisi-ambisi lepas pantainya.
Misalnya, pada tahun 1993, Chinese National Offshore Oil Corporation (CNOOC) mengakuisisi 32,58 persen saham dari blok Indonesia di Selat Malaka, yang suku bunga sahamnya melonjak 6,93 persen poin dua tahun kemudian untuk mengubah CNOOC menjadi pemegang saham terbesar.Selat Malaka dengan cepat menjadi jalur perairan penting bagi perdagangan minyak Cina, yang mana hampir 90% dari impor minyak mentah Cina dikirimkan melalui jalur air sempit dan padat tersebut setiap hari.

Agenda Khazarian

Pada tanggal 13 Mei 1990, Soros dan para Rotschild menyusun kerangka untuk master plan (rencana induk) dua puluh tahun yang mereka sempurnakan satu tahun kemudian.
Rencana tersebut, bertujuan untuk memasukkan pengaruh para Khazar terhadap kawasan Asia Tenggara, berisi cetak biru yang memerinci jenis pemerintah-pemerintah boneka yang diinginkan oleh Soros dan Rothschild terbentuk di Inggris (UK), Amerika Serikat, Malaysia dan Indonesia.

Tujuan utamanya adalah untuk menemukan cara-cara guna mendikte kebijakan-kebijakan maritim dan perdagangan kepada pemerintahan yang berdekatan dengan Selat Malaka dan Laut Cina Selatan.

Tapi siapa sebetulnya para Khazar itu?

Nah, orang-orang Khazar adalah suku Turki-Asia yang menerima kepercayaan Yahudi di pertengahan abad ke-8.
Mereka tidak bisa dirancukan dengan Yahudi Semetik, yang jejak-jejak keturunannya menuju suatu daerah yang berkaitan dengan Timur Tengah modern saat ini (Irak modern, Turki Tenggara, Iran Barat Daya, Suriah Timur Laut dan Kuwait).
Para Rothschild mengklaim dirinya sebagai orang Yahudi, tetapi mereka bukan.
Mereka adalah ras orang-orang Khazar.

Evelyn Rothschild adalah pemodal miliarder Inggris dan ketua non-eksekutif Rothschild & Sons yang sangat besar, sebuah bank investasi multinasional Inggris yang didirikan di kota London.
Dia memegang kendali yang signifikan atas pers melalui kepemilikan keluarganya atas the Economist dan Daily Telegraph, meskipun media mainstream (MSM) akan membantah hal ini.

Marcus Ambrose Paul Agius, ia sendiri keturunan dari Khazar, adalah direktur non-eksekutif BBC Corporation (di mana Clare-Rewcastle Brown bekerja sebagai jurnalis) dan menikah dengan putri Edmund Rothschild, Katherine de Rothschild.
Dia saat ini memegang posisi di kelompok keuangan global Barclay dan masih memegang posisi non eksekutifnya pada BBC.

Marcus membangun karirnya dengan mendorong agenda Khazar Inggris ke seluruh dunia di tengah sikap sosialis palsu para Rothschild.
Baik Evelyn maupun Marcus melewatkan waktu bertahun-tahun dalam menggunakan cengkeraman mereka atas media untuk mempromosikan para Khazar di Inggris meskipun propaganda dan keuangan menyesatkan yang menjadi bahasa sehari-hari.
Mereka secara tidak langsung bertanggung jawab untuk naiknya Tony Blair menjadi perdana menteri pada tahun 1997, hari-hari sebelum Soros memicu krisi keuangan yang menyapu ekonomi Asia.

Politisi partai Buruh Inggris Peter Mandelson adalah seorang Khazar, seperti halnya Oliver Letwin, mantan Anggota Parlemen Inggris pada kubu Konservatif.
Mereka bertugas sebagai agen-agen politik Evelyn dan Marcus di Inggris yang didedikasikan untuk menanamkan ‘mentalitas kartel’ ke dalam dunia politik Inggris.
Bill dan Hillary Rodham Clinton adalah agen Evelyn di Amerika Serikat.
Catatan-catatan keturunan keluarga Clinton yang telah saya lihat menunjukkan jejak yang pasti menuju rezim-rezim Khazarian yang memerintah pada abad pertengahan.

Pada tahun 1992, istri Evelyn menyalurkan uang dalam jumlah besar untuk membiayai kampanye kepresidenan Bill Clinton.
Awal tahun ini (2016), ia menyalurkan lebih banyak ke Clinton Foundation melalui sumber-sumber pihak ketiganya dalam upaya untuk membawa Hillary menjadi Presiden AS berikutnya.
Ketika Donald J. Trump dinyatakan sebagai presiden terpilih, Evelyn menghubungi Soros untuk menyalurkan 20 juta dolar AS kepada berbagai kelompok aktivis di seluruh AS guna memicu kerusuhan.

Warga Muslim di Malaysia selalu melakukan kesalahan ketika mereka menyalahkan segala sesuatu yang terjadi pada agenda ‘Yahudi’ atau agenda ‘Zionis’.
Itu tidak ada hubungannya dengan orang-orang Yahudi atau Zionis.
Tetapi itu semuanya berkaitan dengan para Khazar, yang agenda globalnya selalu menanamkan mentalitas kartel dalam pemerintah dunia yang didedikasikan untuk urusan Khazarian.
Mahathir tahu semua ini juga dengan baik.

Pada tanggal 16 Oktober 2003, mantan presiden AS George W Bush menarik Mahathir ke samping pada KTT APEC di Bangkok dan mengatakan apa yang hanya diketahui segelintir orang dalam lingkaran elit global – bahwa ia (Bush) adalah seorang Khazar keturunan Yahudi-Ashkenazi.
Bush mengatakan kepada Mahathir bahwa dunia yang diklaim mantan perdana menteri tersebut dijalankan oleh orang-orang Yahudi, sebenarnya dikendalikan oleh para Khazar (Khazarian).Mantan presiden AS itu memperingatkan Mahathir agar tidak mengulangi posisi anti-Semit nya, mengatakan kepada Mahathir bahwa itu adalah peristiwa terakhir, di mana para Khazar tidak akan lagi mentolerir retorika semacam itu yang dibuat olehnya atau oleh pemimpin Asia manapun dalam masalah tersebut.

Ya, Mahathir tahu bahwa dunia sedang dijalankan oleh para Khazar.
Namun, ia memberitahu kepada kita bahwa Zionis dan Yahudi yang harus disalahkan untuk setiap hal buruk yang terjadi pada bangsa.

Tapi apa yang tidak pernah dikatakannya kepada warga Malaysia adalah hubungan kerjanya dengan Soros, benar-benar Soros yang ia kecam pada tahun 1997 karena melumpuhkan perekonomian Asia.

Hari-hari setelah pertemuan singkat Mahathir dengan Bush di Bangkok, mantan perdana menteri itu menjadi tahu tentang master plan (rencana induk) dua puluh tahun yang telah dirancang Soros dan Rothschild dalam tahun 1990, yang bertujuan untuk mengerahkan pengaruh Khazarian terhadap wilayah Asia Tenggara.

Mahathir diberitahu dia tidak berdaya untuk menangkis para Khazar dan akan menjadi hal yang terbaik baginya untuk bekerja sama dengan mereka daripada melawan mereka.
Orang yang melakukan pembicaraan itu tak lain adalah Jack Alan Abramoff, Abramoff yang sama yang menegosiasikan suap 1,6 juta dolar AS untuk menjamin pertemuan Mahathir dengan Bush di oval office (kantor oval Gedung Putih) bulan Mei 2002.

Setelah perjalanan ke Bangkok, Abramoff mengatakan rekan Mahathir (yang pergi dengan nama samaran), Soros telah menyumbangkan hampir US $ 30 juta untuk kelompok advokasi yang mendukung kampanye kepresidenan John Kerry pada tahun 2004 melawan Bush.
Dana itu dikatakan telah disalurkan melalui jaringan yayasan Soros, Open Society Foundation.
Abramoff, pelobi puncak untuk dua perusahaan hukum terkait erat dengan Theodore Greenberg dan para Clinton, berusaha membujuk Mahathir untuk mendukung kiepresidenan Kerry.
Kerry terkait dengan beberapa orang dari perusahaan-perusahaan tersebut dan juga para Clinton.

Menjabat Menteri Luar Negeri AS ke-68 Negara di bawah pemerintahan Obama, Kerry disebutkan telah diposisikan oleh Soros dan Obama dalam Departemen Luar Negeri untuk mempersiapkan, apa yang pernah diyakini yaitu pada akhirnya kenaikan Hillary menjadi presiden.

Sebagai seorang ras Khazar, ayah Kerry telah menikah dengan Rosemary Forbes, orang yang menarik keuntungan dari dana-dana keluarga Forbes, yang mengumpulkan kekayaan sangat besar dalam perdagangan minyak Cina.
Baik Soros maupun Clinton ingin memasuki nexus (jalinan) dari asosiasi-asosiasi yang eksis antara dana-dana (trusts) keluarga Kerry dan para baron minyak Cina, seperti juga Mahathir dan Blair.

Hal yang disadari sang mantan perdana menteri bahwa Kerry akan menjadi pilihan yang lebih baik dibanding Bush untuk memimpin AS.
Hari-hari sebelum menyerahkan jabatan pemerintahan kepada Abdullah Ahmad Badawi, Mahathir mengirim pesan sangat pribadi kepada Soros, yang diselubungi kerahasiaan dan tidak diketahui siapapun, bahkan tidak orang yang paling dipercayai mantan perdana menteri itu sekalipun, Daim Zainuddin dan Matthias Chang.

Dalam pesan itu, mantan perdana menteri tersebut memberi informasi kepada Soros bahwa ia akan mendukung pemerintahan Kerry setelah pemerintahan Bush untuk kepentingan stabilitas yang lebih besar di kawasan ini.
Mantan perdana menteri itu kemudian melanjutkan mendesak Amerika untuk memilih Kerry bukannya Bush selama pemilihan presiden November 2003, mengatakan Bush adalah “penyebab tragedi di seluruh dunia Muslim.”

Tapi kebenarannya adalah, hal itu tidak ada hubungannya dengan Islam atau tragedi-tragedi atau semua yang berkaitan dengan itu.
Itu semua menyangkut minyak, dan seperti yang kita semua tahu, mencuatnya putranya Mukhriz Mahathir ke jajaran tertinggi dalam UMNO.
Apel sebelas jam Mahathir kepada Muslim Amerika sangat menyenangkan Soros.

Sebegitu besar (senangnya), tokoh miliarder itu mengulurkan tangannya kepada Mahathir menuju “hubungan kerja yang positif” yang akan membuka jalan bagi “perusahaan lebih besar” antara kedua Machiavellians. Tapi apakah Anda tahu apa yang saya pikirkan?
Saya pikir Mahathir telah datang untuk berdamai dengan agenda Khazar dan memutuskan untuk menunggang di atasnya daripada melawannya.

Dia telah melihat kesempatan untuk membentuk pemerintahan Abdullah dan semua yang lainnya yang berhasil dalam cara yang dianggapnya cocok, mengetahui dengan baik sebelumnya bahwa Soros dan Blair yang berminat untuk menjalin pemerintahan-pemerintahan boneka di kawasan ini dan menginginkan Anwar untuk memimpin Malaysia bukannya Abdullah.

Dengan Soros dan Anwar melakukan plot kudeta balik tirai, Mahathir telah mengetahui pemerintahan Abdullah akan selalu dikecoh oleh oposisi.
Dia mengantisipasi Abdullah akan menjadi perdana menteri yang lemah yang akhirnya akan bergantung pada sarannya (Mahathir) dan hubungan yang baik dengan kaki tangan dan calon-calon UMNO untuk menangkis ancaman terhadap pemerintahannya, baik lokal maupun asing.

Mahathir tahu bahwa ketika waktunya tepat, ia akan menggunakan Soros dan oposisi untuk menggulingkan perdana menteri Malaysia, siapa pun yang akan menjadi, dalam upaya untuk membawa putranya (Mahathir) menjadi perdana menteri Malaysia.

Ditemukan kosmosindo  pada sumber http://www.theeventchronicle.com/news/asia/george-soros-khazarian-agenda-recommended/

Diterjemahkan kosmosindo dari sumber http://www.malaysiaoutlook.com/mahathir-soros-nexus-and-the-khazarian-agenda/

Catatan kosmosindo: Kisah latar belakang yang diterjemahkan kosmosindo tentang Soros, agenda Khazar (globalis) dan nexus mereka hanya tiga bagian banyak bagian kisah lainnya. Bila Anda ingin menggali lebih jauh silakan membaca artikel berbahasa Inggris dalam Malaysia Today atau/dan dalam http://www.theeventchronicle.com/news/asia/george-soros-khazarian-agenda-recommended/

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s