Semakin Kuat Niat Kalian untuk Mencintai di Setiap Saat, Semakin Intensif Kalian akan Merasakan Cinta Yang Menyelimuti Kalian

swans-342887_640

Semakin Kuat Kalian Berniat untuk Mencintai di Setiap Saat, Semakin Intensif Kalian akan Merasakan Cinta Yang Menyelimuti Kalian
Disalurkan oleh John Smallman – Saul Audio Blog, Sabtu 1 April 2017

Untuk menjadi Satu adalah untuk menjadi terjaga. Jika kalian tidak sadar dalam keberadaan Satu, kalian sedang tidur dan bermimpi, dan mayoritas besar dari umat manusia adalah tertidur dan bermimpi. Dalam kondisi manusia kalian “mimpi besar” dari kehidupan hidup di Bumi, tampaknya sangat real sebagai hal yang berlawanan dengan mimpi-mimpi yang kalian alami secara individu di tempat tidur pada malam hari. Perbedaan satu-satunya di antara keduanya adalah di mana kalian bangun dari waktu-waktu tidur (malam hari) tapi tidak dari waktu siang hari kalian, karena kalian benar-benar mempercayai hal yang terakhir (waktu siang hari) adalah real/nyata secara mutlak, dan menolak untuk terbangun dari itu.

Ketika kalian memberi perhatian pada rasa sakit, penderitaan, dan konflik yang menjadi endemik di Bumi, dan yang telah berlangsung selama ribuan tahun, kalian tidak bisa tidak menyadari, bahwa adalah hal esensial untuk terjadinya perubahan besar dalam cara di mana manusia merespon dan berinteraksi dengan satu sama lain di seluruh dunia.

Perubahan-perubahan itu hanya dapat terjadi secara individual, karena masing-masing dari kalian hanya dapat mengubah diri kalian sendiri. Karena semua sejarah tercatat kalian, orang-orang telah mencoba untuk memaksakan pandangan-pandangan mereka, opini-opini, dan keyakinan-keyakinan mereka terhadap orang lain secara paksa, dan itu tidak pernah berfungsi. Pendekatan itu untuk resolusi konflik adalah gila! Faktanya bahwa semua yang tidak real/nyata tidak mengurangi intensitas rasa sakit dan penderitaan yang dirasakan orang-orang. Dalam ilusi itu terasa nyata secara mutlak dan tak dapat disangkal, dan itulah sebabnya kalian perlu untuk melepaskan isu-isu inti kalian dan mengijinkan diri kalian kalian sendiri terjaga (awaken).

Bapa surgawi kalian hanya menginginkan bagi kalian hidup dalam sukacita abadi – dan dalam kebenaran yang kalian lakukan, kalian hanya menyembunyikan Realitas itu dari diri kalian sendiri – dan dalam kondisi surgawi tidak ada penghakiman, mengecam/menyalahkan, kepahitan, kebencian atau pembenaran (yang beranjak dari kategori benar/salah).

Karena pilihan kalian untuk melihat diri kalian sendiri sebagai individu yang terpisah – terpisah dari satu sama lain dan dari Allah – kalian terlibat dengan orang-orang lain dan dengan Tuhan secara ketakutan, dan kemudian membangun pertahanan untuk melindungi diri kalian sendiri melalui penggunaan penghakiman dan menyalahkan, dan semua yang mengarah ke situ. Namun, penghakiman hanyalah proyeksi dari ketakutan-ketakutan mendalam kalian sendiri, tentang apa yang lihat/anggap dan alami sebagai ketidak-layakan berdosa kalian sendiri.

Namun, menjadi ciptaan ilahi yang sempurna, seperti masing-masing dari kalian secara paling pasti demikian adanya, tidak ada cara bahwa kalian adalah atau pernah bisa berdosa atau tidak layak/berharga! Ya, kalian dapat memainkan permainan seperti itu, dan meskipun itu dapat menyebabkan rasa sakit intensif bagi kalian pada momentum tersebut, itu tetap tidak nyata, hanya sebuah permainan. Sebuah permainan yang kalian pilih untuk terlibat dalam setiap momentum yang kalian alami. Jadi pilihlah untuk tidak memainkannya!

Kalian membuat pilihan itu ketika kalian memilih untuk mencintai setiap saat, dan ketika kalian berniat untuk memperlakukan setiap orang lainnya dengan penuh cinta, tanpa membuat pengecualian apapun, dan terlepas dari situasi-situasi yang mungkin muncul. Itu berarti melepaskan penghakiman – ya, tentu saja pikiran-pikiran menghakimi akan muncul, tapi kalian selalu mempunyai pilihan apakah untuk atau untuk tidak terlibat dengan mereka.

Ketika kalian menjadi terbiasa untuk tidak terlibat dengan mereka, dan sebaliknya mengijinkan mereka untuk lewat secara bebas, kalian paling pasti akan mulai menemukan diri kalian sendiri merasa jauh lebih damai daripada sebelumnya dalam kehidupan kalian. Cinta adalah penyembuh besar, dan Itu akan menyembuhkan luka-luka mendalam yang menganiaya (fisik atau psikologis), kepahitan, kebencian, kecemburuan/iri, dan kemarahan yang telah dibakar ke dalam rasa dari siapa kalian adanya. Dan sebagian besar dari kalian secara pribadi mengidentifikasi diri kalian sendiri dengan perasaan-perasaan dan emosi-emosi negatif itu! Ingat, kalian bukanlah perasaan-perasaan atau emosi-emosi, kalian adalah makhluk ilahi dari Cinta yang tak terukur, lebih luas melampaui kemampuan kalian untuk memahami, karena Bapa Surgawi kalianlah yang yang menciptakan kalian seperti DiriNya sendiri.

Ketika kalian dalam keseharian pergi ke tempat kedamaian batin yang abadi itu, di mana api Cinta Tuhan selalu hadir, berniat dan memutuskan untuk merasakan kedamaian itu dan Cinta dari mana itu mengalir di setiap saat. Jika kalian melakukannya, kalian akan mulai menyadari bahwa tidak ada pemisahan dari Keesaan dan oleh karena itu setiap orang pasti berinteraksi dengan orang lain, terus-menerus. Jadi semakin penuh kekuatan kalian membuat niat untuk mencintai dalam setiap saat, kalian akan semakin menyadari ini dan semakin intensif kalian akan merasakan Cinta yang menyelimuti kalian.

Ketika kalian berpegang pada penghakiman atau penolakan/kemarahan apa pun dan perasaan-perasaan dan opini-opini serupa lainnya – dan terutama jika kalian terlibat dengan mereka dengan membuat diri kalian sendiri benar dan orang lain salah – kalian mengintensifkan tabir yang menyembunyikan sifat sejati kalian dari kalian. Memegang hal itu adalah pilihan untuk menolak Cinta dalam kesukaan akan pembenaran (yang beranjak dari mengategorikan sesuatu ke dalam benar atau salah), dan itu benar-benar hanya menyakiti kalian, sementara, hanya dengan melepaskan pembenaran, kalian bisa berada dalam damai, terlepas apa yang terjadi di sekitar kalian.

Seperti kalian secara konstan telah diberitahu: Kalian hanya dapat mengubah diri kalian sendiri. Dan satu-satunya perubahan yang dapat kalian buat adalah untuk menerima Cinta yang ditawarkan kepada kalian di setiap saat secara lengkap dan tanpa syarat, hanya seperti Itu ditawarkan kepada kalian. Itu selalu bersama kalian, hanya menunggu kalian untuk membuang semua keyakinan tidak mencintai, opini-opini, dan sikap-sikap yang mengunci itu di luar. Kalian adalah Cinta, tapi kalian menolak untuk menjadi Cinta yang merupakan sifat sejati dan abadi kalian. Penolakan itu adalah pilihan, yang masing-masing dari kalian, harus membuatnya secara terus-menerus untuk menjaga agar Cinta tetap terkunci.

Ubahlah sikap-sikap kalian, keyakinan-keyakinan kalian, dan perilaku-perilaku kalian, yang mana semuanya adalah bagian dari permainan pemisahan yang telah menyebabkan kalian begitu banyak merasakan sakit dan penderitaan, dan jadilah diri kalian sendiri, jadilah Cinta. Jangan takut untuk mencintai, itu adalah sifat sejati kalian, dan ketika kalian membiarkan diri kalian sendiri untuk mengekspresikan sifat sejati kalian, kalian akan mengalami dan menikmati ketenangan, kedamaian, dan kepuasan yang dibawanya kepada kalian. Orang lain akan merasakan penerimaan hangat yang kalian tawarkan kepada mereka, oleh karena itu mereka akan menghargai kehadiran kalian secara tinggi, dan mereka akan mencerminkan kembali kepada kalian Cinta secara berlimpah yang kalian tawarkan kepada mereka.

Ingatlah “Cinta mengubah segalanya!” Jadilah diri kalian sendiri – yang merupakan perubahan utama secara perilaku bagi mayoritas besar dari kalian – bukan bersembunyi di balik wajah-wajah masyarakat, topeng-topeng, atau penyamaran yang kalian ciptakan untuk digunakan ketika kalian memasuki ilusi-ilusi, yang membantu membawa ke dalam pengaruh perubahan penting di dunia yang kalian semua telah berdoa dan mengharapkannya.

Kalian telah berusaha untuk mengubah dunia di luar diri kalian sendiri (eksternal), tapi TIDAK ada yang di luar! Semua yang kalian lihat “di luar sana” telah kalian proyeksikan dari dalam diri kalian sendiri, yang itulah mengapa perlu untuk mencintai perubahan-perubahan dunia yang kalian lihat/pahami. Ketika persepsi kalian tentang dunia “di luar” berubah dari penuh kekhawatiran yang menakutkan dan stres yang ditawarkan persepsi itu kepada kalian, kalian akan menemukan diri kalian sendiri semakin damai dan sebagai konsekuensinya mampu melihat Cahaya pada (diri) orang lain, bukannya melihat mereka sebagai ancaman-ancaman terhadap eksistensi kalian.

Kalian semua adalah anak-anak Allah, dan karena itu kalian adalah sempurna, dan dengan demikian kalian tetap tidak dapat diubah dan secara abadi sempurna dalam segala hal. Tolong akuilah kebenaran ilahi ini yang tinggal dalam diri kalian dan beradalah dalam damai, secara lengkap menerima diri kalian hanya seperti kalian adanya, dan seperti yang dilakukan Tuhan, tanpa penilaian/penghakiman negatif atau penghinaan diri sendiri dalam cara apapun, dan ijinkanlah diri kalian sendiri gembira dalam karunia hidup abadi yang telah diberikan kepada kalian dan yang ada bersama kalian di setiap saat.

Dengan begitu banyak cinta, Saul.

 

diterjemahkan kosmosindo dari sumber  https://johnsmallman.wordpress.com/2017/04/01/the-more-powerfully-you-make-the-intent-to-be-loving-in-every-moment-the-more-intensely-will-you-feel-the-love-that-envelops-you/

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s