Bumi Berbicara – Spiritualitas dari Bumi

earth-405096_640

Pamela menyalurkan Bumi (A Spirituality of the Earth)

Teman-teman sayang, saya adalah suara dari Bumi. Saya menyambut kalian semua dengan sukacita! Saya ada di sini bersama kalian, di dalam kalian, dan dalam segala hal yang mengelilingi kalian, dan ini menciptakan ikatan yang dalam di antara kita. Saya membantu kalian untuk mengekspresikan jiwa kalian melalui tubuh kalian, melalui materi. Bersama-sama kita menampilkan sebuah tarian, sebuah tarian antara Surga dan Bumi, sebuah tarian dari jiwa dan tubuh. Namun, untuk banyak orang tarian ini sekarang telah menjadi sebuah perjuangan, sebuah usaha yang susah payah. Keberadaan menjadi manusia telah menjadi perjuangan bertahan hidup, dan ini menimbulkan kesedihan bagi saya. Dalam diri saya ada keinginan mendalam untuk menerima kalian, dan untuk bermain bersama kalian dalam hidup yang singkat di Bumi. Untuk menari, untuk menikmati dan untuk sepenuhnya diijinkan masuk ke dalam kesadaran kalian akan siapa kalian adanya dalam inti kalian: sebuah bintang Cahaya – suatu makhluk ilahi yang ada di sini untuk menempuh pengalaman inkarnasi.

Kalian turun memasuki lapisan (alam) saya dan kalian mengambil tubuh dari daging dan darah. Mengapa kalian telah melakukan itu? Apa kepentingan, hal yang signifikan dari pengalaman ini? Kalian melakukan ini pada dasarnya dari cinta. Dari cinta, kalian telah dilahirkan dari rahim Allah, dari mana kalian memulai suatu perjalanan panjang – kalian adalah jiwa yang unik – untuk menemukan dan untuk mengalami segala hal dalam penciptaan yang kaya dengan potensi-potensi. Kalian telah memilih untuk datang ke Bumi untuk perjalanan panjang ini dan untuk menyalakan Cahaya kalian di sini. Adalah tepat di sini di planet ini, di atas saya Bumi, di mana begitu banyak pengaruh yang berbeda sedang bekerja, termasuk pengaruh-pengaruh yang telah membuat kalian putus asa. Adalah di sini di Bumi di mana berbagai kekuatan kontradiksi – Kegelapan dan Cahaya, hidup dan mati, dll – memainkan peranan mereka dalam “permainan” besar dari hidup. Ingatan dari siapa kalian sebenarnya, dari siapa kalian dulu adanya ketika kalian dilahirkan keluar dari lapisan (alam) Ilahi, diselubungi dengan “permainan” ini. Dengan menjadi manusia, kalian telah menjadi hilang di sepanjang jalan.

Pada saat ini, ada sebuah panggilan yang dapat dirasakan pada hati orang-orang. Ada keinginan yang murni untuk menemukan, jauh di dalam diri kalian sendiri, siapa kalian adanya dan tidak ditentukan oleh pengaruh-pengaruh eksternal; untuk tidak dimanipulasi oleh segala hal yang diberitahukan kepada kalian dari luar, tapi untuk kembali ke inti keberadaan kalian: sebuah jiwa, sebuah bintang Cahaya.

Saya ingin menceritakan kepada kalian sesuatu tentang pengalaman yang kalian lakukan pada saya, Bumi. Adalah di dalam permainan bersama (interaksi) dengan sayalah, di mana kalian berkembang dan menemukan diri kalian sendiri. Kalian ada, di sini dan sekarang, seorang manusia, dan cara hidup di Bumi adalah untuk mengijinkan energi jiwa kalian mengalir secara lengkap ke dalam kealamian manusia kalian; untuk menerima secara lengkap jiwa kalian di Bumi. Kalian telah diajari di masa lalu, bahwa jiwa adalah sesuatu yang lebih tinggi yang hanya dapat kalian raih melalui menekan sifat alami manusia kalian. Di masa lalu, ada banyak penghakiman-penghakiman yang ketat yang telah dibuat terkait kealamian manusia duniawi kalian. Secara tepat karena tradisi-tradisi relijius dan spiritual yang mengatakan dan mengajarkan tentang jiwa, orang-orang telah menjadi diasingkan dari kealamian mereka: kerinduan-kerinduan, kegairahan dan keinginan-keinginan seksual mereka.

Berapa banyak peringatan dan penghakiman ada di sana yang secara langsung ditujukan menentang kealamian manusia? Bagi kalian, sebagai jiwa, telah diberi sebuah instrumen luar biasa di dalamnya untuk hidup sebagai makhluk hidup: tubuh kalian, dengan emosi-emosi alaminya yang spontan. Dan apa yang terjadi jika kalian diajari sejak usia muda bahwa kalian harus tidak mempercayai instumen ini; bahwa kalian harus menyesuaikan diri dengan doktrin-doktrin dan prinsip-prinsip yang kalian peroleh dari luar (eksternal) diri kalian sendiri: melalui cara kalian (dididik) menjadi dewasa oleh keluarga kalian, atau di dalam sekolah atau gereja, atau oleh budaya kalian? Akar-akar dari tradisi-tradisi tersebut merasuk secara mendalam di dalam banyak orang, juga meskipun mereka berpikir bahwa mereka tidak lagi mempercayai (tradisi) tersebut; masih, tetap ada penghakiman negatif di dalam diri mereka tentang kealamian manusiawi mereka sendiri.

Apa yang terjadi adalah banyak orang menjadi asing dengan emosi-emosi, keinginan-keinginan dan perasaan-perasaan terdalam mereka. Saya melihat kesepian dalam orang-orang, terisolasi dan kerinduan akan rumah yang mendalam, dan ketidaktahuan dari mana rasa rindu rumah itu muncul. Ada kerinduan nostalgis akan keseimbangan dan harmoni, di mana kalian dapat menjadi diri kalian sendiri dalam cara yang tenang, secara spontan, seperti yang dilakukan seorang anak. Dalam masing-masing dari kalian hidup keinginan ini – rasa rindu rumah ini – dan sekaligus, kalian menjadi terasing dari instrumen yang paling berkemampuan yang kalian miliki: tubuh kalian, dengan perasaan-perasaan dan kealamian asli kalian. Tentang bagian dari kalian inilah yang ingin saya bicarakan. Itu adalah bagian yang menunjukkan jalan keluar bagi kalian – kembali menuju Rumah, di mana Rumah selaras dengan siapa kalian adanya dan dengan suatu rasa keesaan (kesatuan). Terimalah siapa kalian adanya – cintailah dirimu sendiri! – dan dengan melakukan itu kalian menyebarkan cinta dan harmoni di sekeliling kalian – itu adalah semudah itu.

Saya menyemangati kalian untuk mengalami aliran alami dari jiwa kalian. Banyak dari kalian berkeinginan untuk berhubungan dengan jiwa kalian, dan kalian rindu untuk mampu hidup dengan sukacita dan gairah di Bumi. Itu adalah kasus yang terjadi pada banyak dari kalian, di mana kalian mula-mula terjaga pada arus dari jiwa kalian melalui kepala (pikiran) kalian. Kalian sedang mencari makna lebih besar dalam apa yang kalian lihat dan alami di sekitar kalian, dan adalah melalui kepala kalian, di mana kalian menjadi terbiasa dengan ide-ide baru. Kemudian diikuti sebuah terobosan ke hati kalian dan perasaan-perasaan kalian, di mana kalian menjadi percaya (terbiasa) pada tingkat lebih dalam dengan Cahaya jiwa kalian. Itu sering terjadi ketika perubahan-perubahan besar terjadi dalam hidup kalian. Jiwa kalian meminta kepada kalian untuk mengkaji segala hal yang dulu tampaknya sudah menjadi hal yang wajar, dan mungkin hasilnya adalah hal-hal menjadi bergejolak dan kacau balau. Lihatlah jika kalian dapat mengalami, dalam hati kalian, suatu keterbukaan yang mengalir dari jiwa yang ingin keluar mendekati kalian; tidak hanya untuk menstimulir kepala kalian, tapi juga untuk membuka hati kalian. Adalah melalui tubuh kalian di mana kalian mengalami arus dari jiwa.
Tapi biarkan keinginan ini terus turun lebih jauh, memasuki perut kalian. Perut adalah kedudukan dari emosi-emosi dan perasaan-perasaan kalian. Jiwa kalian hanya dapat benar-benar terjangkar di Bumi, dan hanya benar-benar dapat berkembang dan berpartisipasi dalam kehidupan di Bumi, ketika itu diijinkan untuk mengalir melalui perut kalian. Benar-benar pulang ke rumah ke diri kalian sendiri berarti kalian mengijinkan arus dari jiwa kalian untuk menetap sepenuhnya dalam seluruh tubuh kalian, dan terutama masuk ke dalam perut kalian.

Lihatlah dengan imajinasi kalian untuk sesaat, seorang anak yang sedang duduk di area perut kalian. Anak ini merupakan simbol dari kealamian asli kalian dan emosi-emosi kalian, ketika mereka tidak dipengaruhi oleh apa yang telah diajarkan kepada kalian. Kalian pernah menjadi seorang anak, tidak punya beban dan bahagia, dan anak ini membawa bagian paling asli dari jiwa kalian. Lihatlah jika kalian dapat menemukan anak ini duduk dalam perut kalian. Bagaimana kelihatannya anak itu? Apakah ia merasa bahagia dan penuh sukacita, atau sedih dan ketakutan? Atau mungkin, apakah ia merasa disalahpahami, memiliki dendam, dan marah? Lihatlah pada anak itu, berhubunganlah dengannya, dan julurkanlah tangan kalian kepadanya. Tanyalah kepada anak itu: “Apa yang kamu butuhkan agar mampu menjadi rileks? Apa yang kamu inginkan di sini dan sekarang, pada saat ini? Ijinkanlah diri kalian sendiri untuk terllihat – Saya menyemangati kalian untuk melakukan hal itu.” Raihlah anak ini dengan tangan dan kemudian peluklah dia dalam lengan kalian. Anak itu ingin menjadi milik kalian dan untuk diperhatikan oleh kalian.

Sekarang amatilah masalah atau pertanyaan yang sedang kalian alami dalam kehidupan kalian sehari-hari; di sana selalu ada sesuatu yang mana kalian sedang berjuang dengannya, atau yang sedang kalian perangi! Perjuangan-perjuangan ini sering muncul karena kalian berpikir terlalu banyak: kalian cemas tentang apa yang harus kalian lakukan dan bagaimana kalian dapat mencapai solusi, atau ada penghakiman keras yang telah kalian tujukan terhadap diri kalian sendiri. Kalian ingin mengubah sesuatu dalam diri kalian sendiri dan dalam hidup kalian, dan paling sering kalian tidak berhasil. Dengan berpikir terlalu banyak tentang suatu masalah, di sana tampaknya tidak ada jalah keluar – yang ada justru kalian cenderung terlilit masuk dalam belenggu yang ketat. Berpikir tidak memberi kalian jalan keluar, karena proses berpikir biasanya diberi makan oleh ide-ide di luar diri kalian sendiri.
Berbaliklah menuju ke anak dalam diri kalian. Bagaimana anak itu mengalami masalah ini? Apa emosi-emosinya terkait masalah ini? Dan apa yang diperlukan anak itu sekarang dari kalian? Ambillah waktu, ruang, dan keheningan untuk bertemu dengan bagian dari diri kalian sendiri ini.

Banyak dari kalian begitu terbelenggu dalam memberi perhatian bagi hal-hal di luar diri kalian sendiri, di mana begitu sedikit waktu atau ruang yang diberikan untuk bertemu dengan anak batin dalam diri kalian sendiri – tapi di dalam sana terletak kunci untuk transformasi. Biasanya, ketika anak batin mencoba untuk berhubungan dengan kalian melalui kemarahannya, kesedihannya, atau kesepiannya, tidak ada yang berubah karena kalian tidak menyadari sumber dari emosi-emosi ini. Hanya ketika kalian menjadi sadar akan emosi-emosi terdalam kalian dan sumber mereka, yang dilambangkan dengan anak (batin) ini, kalian dapat mengerti diri kalian sendiri dengan lebih baik dan menjadi penuh kepercayaan terhadap diri kalian sendiri.

Banyak dari kalian merasakan, secara mendalam dalam batin, suatu rasa berada dalam tempat yang salah dan merasa tidak punya rumah, dan kalian mencari-cari di luar diri kalian sendiri untuk solusi sementara dan meredakan rasa sakit kalian. Tidak seorang pun ingin mengalami rasa kesepian dan rasa menjadi hilang! Kalian ingin agar rasa sakit itu pergi, dan karena itulah muncul keinginan kalian berputar menuju hal-hal di luar (eksternal): untuk impuls-impuls, stimulasi, pengalihan perhatian, hubungan-hubungan, atau situasi-situasi yang mengisi kekurangan ini dalam diri kalian, meskipun peredaan itu hanya bersifat sementara. Jujurlah dengan diri kalian sendiri dan perhatikanlah seberapa sering kalian melakukan ini. Tapi juga milikilah kesabaran untuk impuls-impuls dalam diri kalian yang selalu mencari-cari, namun selalu menarik kalian keluar dari pusat dan bergerak ke luar, dan cobalah untuk mengerti mengapa reaksi ini terjadi. Ada rasa sakit dalam jiwa manusia, dan sangat sulit untuk menghadapi rasa sakit itu sepenuhnya. Itu rasanya seperti kalian telah pergi ke sana, itu terasa seperti jatuh ke dalam sesuatu tanpa dasar, lubang hitam. Tampaknya seperti mudah untuk menuju kepada anak yang hidup dalam perut kalian, tapi itu tidaklah mudah. Itu memanggil untuk kejujuran total dan melepaskan dunia luar (eksternal) sebagai solusi bagi masalah-masalah kalian.

Pada akhirnya pulang ke Rumah kepada diri kalian sendiri adalah sesuatu yang terjadi di dalam (di batin). Itu berarti mengatakan “Ya” secara total kepada segala hal yang merupakan kalian adanya. Tidak hanya untuk kesuksesan-kesuksesan di luar, atau merasa aman dan terjamin dalam hidup kalian, tapi juga untuk berbalik ke dalam menuju bagian-bagian yang gelap; rasa sakit, kesepian, ketidaktahuan, dan tidak mengerti. Untuk memeluk bagian-bagian yang tersembunyi ini memerlukan keberanian dan kebulatan tekad. Itulah apa keinginan-keinginan kalian dan jiwa kalian yang diminta dari kalian. Dan mengapa jiwa kalian merindukan hal ini? Karena hanya dengan melihat pada rasa rindu rumah dan rasa sakit terdalam kalian, jiwa dapat benar-benar bersinar dari dalam (batin).

Banyak orang pada saat ini terpesona oleh spiritualitas dan pencarian akan makna dari hidup. Sangat sering kalian melihat bahwa itu dimulai dalam kepala melalui membaca buku-buku dan bertukar ide-ide baru, dan seiring waktu juga mulai membuka hati. Tapi kemudian, jiwa ingin turun secara lebih dalam – ke dalam perut – dan di sanalah di mana kalian bertemu dengan penolakan dari bagian-bagian yang paling sulit dari diri kalian sendiri; bagian-bagian yang telah disakiti begitu dalam sebagai manusia, atau sebagai anak, atau dalam masa remaja kalian, atau mungkin bahkan kembali lebih jauh ke masa-masa kehidupan sebelumnya. Perjalanan ke dalam jiwa meliputi kejauhan dan kedalaman; namun solusi-solusinya sangat dekat. Kebenaran, jawaban bagi keinginan kalian akan Rumah, terletak tepat di depan kaki-kaki kalian, seperti sudah selalu berada di situ.

Dalam melakukan hubungan dengan kemanusiaan duniawi dan emosi-emosi duniawi kalian, bahkan di mana itu ditolak atau diblokir, terletak peluang untuk kembali kepada apa yang saya sebut Surga. Ada kisah lama dari Kitab Suci yang menceritakan bahwa orang-orang telah diusir dari Taman Eden. Taman Eden atau Surga, adalah kealamian duniawi dalam kondisinya yang paling asli: bebas dan liar dan hijau; dan juga manusia-manusia: bebas dan menjadi diri mereka sendiri tanpa susah payah. Kemudian, pada waktu tertentu, telah datang penghakiman – kegelapan dapat kalian katakan – sebuah rasa terputus dari rasa cinta tanpa syarat, dari tanpa susah payah mengikuti arus kealamian kalian sendiri.

Jadi di mana adanya Taman Eden? Apakah itu pernah ada di sini di Bumi? Saya mengatakan kepada kalian, Taman Eden terletak sebagai sebuah janji dalam hati kalian semua. Adalah intensi dalam masa-masa bermasalah ini di mana kalian memberi kelahiran dan ekspresi bagi Surga dari masa kuno, tapi di sini dan sekarang di Bumi. Proses itu dimulai dengan kalian memberanikan diri untuk turun memasuki pojok-pojok terdalam dari keberadaan kalian, dan berani untuk membiarkan Cahaya kalian bersinar di sana dan tidak merasa malu terhadap Cahaya ini. Kalian melakukan demikian dengan melepaskan hal-hal yang tidak penting dan menjadi luar biasa (extraordinary); dan mengetahui bahwa jiwa kalian dan keinginan terdalam kalian adalah luar biasa!
Itu biasanya terjadi ketika kalian pertama kalinya mendengar panggilan dari jiwa kalian dalam kepala kalian, dan hanya sedikit dalam hati kalian, di mana hidup kalian menjadi tidak tetap. Kalian memiliki rasa akan eksistensi jiwa kalian, tapi kalian menariknya kembali ketika ia datang untuk benar-benar memberi bentuk (ekspresi) untuk tangisan terdalam dari hati kalian. Di sana ada ketakutan besar, sebuah jurang untuk dilangkahi. Di sanalah kalian berhadapan dengan ketakutan-ketakutan, penolakan-penolakan yang terletak tersembunyi dalam area perut.

Itulah sebabnya mengapa spiritualitas meminta cara yang berbeda dalam memandang pada apa yang dimaksud menjadi manusia. Itu memerlukan agar kalian menjalin perdamaian dengan perasaan alami kalian, dan tidak takut akan emosi-emosi, gairah-gairah dan keinginan-keinginan terdalam kalian, dan untuk benar-benar berani melihat kepada mereka. Untuk hidup bukan dari doktrin-doktrin yang didikte dari luar, atau dari teori-teori, bahkan bila mereka terdengar lembut dan spiritual, tapi untuk hidup benar-benar dari hati kalian, dari perut kalian, dan dari kemanusiaan kalian – untuk mengijinkan jiwa kalian bersinar dari dalam.

Inilah apa yang sedang terjadi sekarang di Bumi dan inilah apa yang memanggil kalian semua. Hal yang memberi seseorang sukacita besar untuk melangkah mundur dari luar ke dalam, untuk pulang kembali ke Rumah. Saya menyemangati kalian semua untuk melakukan itu, dan untuk membuatnya tidak rumit dan mudah. Untuk menjalani jalur ini memerlukan keberanian, namun sekaligus itu dapat menjadi sukacita, karena dengan setiap langkah kalian menjadi lebih selaras pada sinyal-sinyal dari tubuh kalian dan emosi-emosi kalian, dan kalian meraih kepercayaan diri dalam siapa kalian adanya. Dengarkanlah pada anak batin; beranilah untuk berdiri (menegaskan) bagi siapa kalian adanya; jangan lagi menyembunyikan diri kalian sendiri – kalian diperlukan!

Pada titik tertentu dalam waktu, jiwa kalian memutuskan untuk mengikuti keinginannya guna mewujudkan tubuh Cahayanya di Bumi, dan untuk memancarkan dan menyebar Cahaya Bintang kalian di sini. Perwujudan itu memberi kalian sukacita, dan memberi sukacita juga bagi yang lain, karena manusia yang terinspirasi menggugah motivasi dalam orang lain – tapi untuk melakukan itu dibutuhkan keberanian. Percayailah Cahaya dari jiwa kalian, dan rasakan kebijaksanaan dan kekuatan yang merupakan kalian adanya. Buatlah perdamaian dengan kealamian manusia kalian, dan beranilah untuk mewujudkan kekuatan kalian secara lengkap di sini di Bumi. Saya ada di sini bagi kalian; rasakanlah kekuatan saya – kekuatan alam. Lihatlah dalam imajinasi kalian, sebuah pohon yang akar-akarnya berkembang penuh kekuatan tumbuh secara mendalam masuk Bumi. Jadilah pohon itu dan percayailah dasar yang mendukung kalian. Rasakan kekuatannya dalam batang dan dahan-dahannya, dan lihatlah bagaimana kekuatan ini merentang lebih luas ke dalam kelimpahan daun-daunnya yang menghasilkan bunga-bunga musim semi dan buah-buah musim panas.

Mintalah jiwa kalian untuk memberi kalian sebuah pesan dan untuk memanifestasikan dirinya sendiri melalui perasaan-perasaan kalian dan melalui tubuh kalian. Sungguh, bahasa dari jiwa sangatlah dekat. Kalian tidak dapat menemukan kebijaksanaan dalam kebanyakan buku-buku sekolah, tapi kalian dapat menemukannya dalam diri kalian sendiri. Lihatlah kembali keajaiban dari siapa kalian adanya dan dari tubuh yang membawa kalian – kalian adalah indah! Kalian adalah anak dari Bumi dan anak dari Surga, dan sebuah jembatan dari keduanya. Rasakan kembali penghargaan dan kehormatan besar untuk menjadi siapa kalian adanya. Saya meminta kalian untuk melakukan ini agar tidak lagi menjadi tergantung, dan untuk mengembangkan lagi percaya dan menjadi pembimbing kalian sendiri. Dan dari kepercayaan itu mengulurkan tangan kepada yang lain dan untuk berhubungan dengan keindahan mereka melalui melihat secara lebih dalam dibanding tampilan luar. Rasakan detak jantung dari orang-orang di sekitar kalian, dan dengan cara ini, berhubunganlah dengan satu sama lain. Melalui manusia, sebuah spiritualitas baru sedang lahir, spiritualitas dari Bumi.

© Pamela Kribbe
Penerjemah: Dyan Andriana Kostermans
http://www.jeshua.net/id/

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s