Pesan Kelompok Arcturian oleh Marylin Raffaele – Memaafkan Dalam Makna Paling Sebenarnya

space-909719_640

Pesan The Arcturian Group disalurkan oleh Marylin Raffaele – 23 April 2017 (http://www.onenessofall.com/)

Orang-Orang Sayang, kami menyapa kalian dalam cinta dan dengan rasa hormat yang besar ketika kami menyaksikan perjuangan-perjuangan yang terjadi baik di dalam maupun di luar bagi begitu banyak orang. Semakin bertambahnya intensi tingkat-tingkat energi Cahaya sekarang sedang mengalir ke bumi untuk tujuan membantu Gaia dan semua yang memilih, untuk bergerak maju dalam perjalanan kenaikan (ascension) mereka.

Jangan pernah ragu bahwa kalian berada dalam tubuh sekarang karena kalian telah memilihnya. Kalian mengenali nilai berada di bumi selama masa-masa kesempatan sulit ini untuk menyelesaikan semua bisnis tersisa yang belum diselesaikan dengan yang lain, membersihkan memori seluler tua, mengalami kenaikan Gaia dan juga kenaikan kalian sendiri, dan pada saat bersamaan membantu yang lainnya.

Banyak orang yang terjaga merasa bingung dan bertanya karena dilihat dari tampilan-tampilan, dunia tidak terlihat atau sepertinya tidak mendekati apa yang diharapkan. Bersabarlah orang-orang sayang, dan jangan membiarkan diri kalian sendiri dibanjiri oleh keputusasaan karena kalian sedang berada di tengah-tengah pembersihan dalam (batin) dan luar yang intensif pada saat ini, masih banyak yang akan terjadi saat proses ini berkembang.

Lepaskanlah konsep apapun tentang bagaimana kehidupan kalian atau dunia seharusnya menjadi, karena pikiran manusia hanya mampu mengungkapkan solusi dan gagasan yang sudah ada dalam kesadaran konsensus. “Dunia baru” tidak akan hanya menjadi versi yang dipoles dari “dunia lama” tapi akan menjadi baru, karena itu akan dibentuk dari energi-energi Cahaya yang lebih tinggi dan cinta tanpa syarat.

Ketika semakin dan semakin banyak individu memegang dan mencerminkan kebenaran dan kepercayaan, mengakui realitas dari hal-hal yang dilihat dan tidak terlihat, dunia yang terbentuk dari kepalsuan dan kesadaran berkepadatan rendah harus mulai bubar. Ciptaan-ciptaan kepadatan rendah tidak memiliki hukum untuk mendukung atau menahan mereka di tempatnya, karena hal-hal itu telah dibuat dari keyakinan-keyakinan akan dualitas dan pemisahan.

Kami ingin berbicara tentang memaafkan (pengampunan) karena kebanyakan dari kalian sedang dalam proses membersihkan memori seluler lama dan baru, yang menyebabkan semua energi resonansi lebih rendah yang tersisa untuk muncul kembali. Isu-isu dan emosi-emosi yang kalian pikir sudah lama kalian selesaikan, mungkin sekali lagi menampilkan diri mereka sendiri. Ini karena pembersihan dari pengalaman-pengalaman intensif berlangsung dalam lapisan-lapisan ketika kalian secara spiritual mampu dan siap yang ditentukan oleh Diri kalian Yang Lebih Tinggi.

Banyak dari kalian sekarang siap secara spiritual untuk membersihkan semua energi lama yang tersisa, bahkan hal-hal yang kalian kubur dalam-dalam, yang diharap tidak akan pernah lagi merasakan atau memikirkannya. Jika kalian mendapati diri kalian sendiri mengalami emosi-emosi yang tidak biasa atau tidak menyenangkan, simptoma-simptoma fisik, atau mimpi-mimpi gila, mengertilah bahwa itu kemungkinan besar adalah energi-energi lama yang mengalir dan keluar.

Memaafkan (Pengampunan) yang sebenarnya tidak memungkinkan bagi manusia yang hidup sepenuhnya dalam kesadaran dimensi ketiga. Bila seseorang telah disakiti, dihukum secara tidak adil, atau dibuat menderita atas tindakan-tindakan orang lain, pikiran-pikiran balas dendam yang muncul dalam makna pemisahan adalah reaksi-reaksi normal. Energi-energi yang diperlukan untuk pengampunan (memaafkan) secara sederhana tidak ada di sana.

Namun ketika individu-individu secara bertahap bergerak melampaui keyakinan palsu tentang dualitas dan pemisahan (evolusi) dan masuk ke dalam kesadaran realisasi akan Keesaan, pintu untuk memaafkan mulai terbuka mengijinkan energi-energi dari cinta tanpa syarat dan pengampunan yang telah hadir untuk mengalir, bukan dari, karena hanya Tuhan yang dapat mencintai.

Memaafkan (pengampunan) dalam makna paling sebenarnya adalah pengakuan akan kemustahilan apapun atau siapapun eksis di luar dari SATU. Selama di sana ada keyakinan bahwa seseorang atau diri membutuhkan pengampunan, di sana eksis keyakinan akan dualitas dan pemisahan. Pada titik tertentu masing-masing jiwa yang berkembang harus bergerak melampaui konsep memaafkan dan memasuki kebenaran.

Cinta adalah jawaban satu-satunya, karena Cinta adalah semua yang eksis. Apakah suatu individu percaya hal ini atau tidak, itu tidak relevan dan tidak dapat mengubah realitas dari apa yang ADA. Kami tidak berbicara tentang emosi omong kosong “wishy/washy” yang begitu banyak dianggap tentang cinta. Kami berbicara tentang sebuah kesadaran yang mengerti bahwa tidak seorang pun dapat menyentuh realitas dari siapa kalian adanya, kecuali kalian yakin mereka dapat karena hanya ada SATU.

Pengalaman-pengalaman di luar (eksternal) akan terus mencerminkan kesadaran pribadi seseorang demikian juga kesadaran konsensus dunia, sampai dia melepaskan dirinya sendiri keluar dari bawah perbudakan kesadaran yang dikondisikan oleh kepalsuan. Kalian adalah pencipta-pencipta, tapi belum mengetahui itu, jadi selama ribuan tahun telah secara bodoh menciptakan pengalaman-pengalaman dualitas dan pemisahan dan kemudian bertanya mengapa Tuhan mengizinkan hal-hal semacam itu.

Gagasan tentang memaafkan ini akan membingungkan sejumlah dari kalian, dan kalian mungkin akan meresponsnya dengan penolakan. Bawalah mereka ke dalam meditasi dan kontemplasi bertanya pada diri kalian sendiri, “Apa yang saya yakini yang membuat saya merasa seperti ini? Benarkah itu? Bagaimana saya bisa memaafkan dan benar-benar mencintai orang ini, gereja, anggota keluarga, bisnis, dsb. yang telah melakukan hal buruk ini terhadap saya?”

Kami tidak mengatakan bahwa kalian harus melupakannya, juga kami tidak mengatakan bahwa kalian tiba-tiba menjadi teman terbaik dari seseorang yang telah menyakiti kalian, atau hal yang baik untuk mengambil risiko tidak aman di sekitar orang-orang yang mungkin tidak memiliki niat terbaik bagi kalian di pikirannya. Berpura-pura hidup dari kondisi kesadaran yang belum tercapai, adalah sangat manusiawi tapi kebanyakan dari kalian telah berkembang memasuki kesiapan untuk memahami dan mengintegrasikan pengampunan (memaafkan) yang sebenarnya.

Kenyataannya adalah bahwa kalian selamanya dan selalu sudah merupakan ungkapan Kesadaran Ilahi/ Sumber/Tuhan. Apakah, atau bahkan bisakah, Tuhan melakukan sesuatu yang berbahaya dan menyakitkan bagi Dirinya sendiri? Ketika kalian belajar mengenali sifat sejati dari hal-hal, kalian akan menemukan bahwa tidak ada yang benar-benar perlu dimaafkan karena gagasan memaafkan (pengampunan) merupakan indikasi bahwa ada seseorang di luar dari SATU.
Rasa sakit dari dikhianati (alasan bagi sebagian besar masalah yang membutuhkan pengampunan), tetap berada lama setelah peristiwa, orang, atau organisasi bukan lagi bagian dari kehidupan seseorang, karena emosi-emosi intensif dari pengalaman itu biasanya tersimpan secara kokoh dalam memori seluler, siap dan mampu diaktifkan pada provokasi terkecil.

Cobalah untuk tidak menolak, karena penolakan hanya memberi kekuatan dan realitas bagi emosi-emosi, keyakinan-keyakinan, dan lain-lainnya itu, yang kalian usahakan untuk bergerak melampauinya. Sebaliknya sabarlah dan cintailah dengan diri kalian sendiri ketika kalian disakiti. Akuilah bahwa emosi-emosi yang menyakitkan saat ini untuk sekarang adalah bagian dari energi kalian, tapi tidak ada hukum yang memegang atau mendukung mereka. Berbicaralah kepada sel-sel tubuh fisik kalian, visualisasikanlah mereka terisi dengan Cahaya dan katakan kepada mereka bahwa itu oke dan jangan takut melepaskan energi lama dan sudah diselesaikan.

Ketahuilah bahwa hal yang oke untuk memanjakan diri kalian sendiri, tidak ada yang non-spiritual tentang melakukan hal-hal yang kalian cintai, dan hanya menikmati hidup. Ajaran-ajaran yang memisahkan spiritual dan manusia adalah palsu, berlandaskan pada doktrin-doktrin religius yang diciptakan oleh pikiran-pikiran manusia yang tidak berkembang dan bukan Tuhan. Tidak ada apapun di luar dari SATU, itu hanya sistem keyakinan palsu pikiran manusia yang menginterpretasikan sejumlah hal sebagai spiritual, tapi hal-hal lainnya bukan. Inti dari segala hal adalah Ilahi karena itulah semua di mana itu ada.

Isu-isu yang menyakitkan dan tidak terselesaikan antara dua orang (seringkali dominasi/korban) akan tetap tinggal dalam memori seluler dan dibawa ke dalam setiap masa kehidupan yang berlanjut untuk bermanifestasi antara orang-orang yang sama dalam peran-peran yang berbeda. Jenis hubungan antara orang-orang ini dihasilkan dalam formasi saluran-saluran (pipa-pipa) energi.

Saluran-saluran energi diciptakan setiap kali ada pengalaman-pengalaman intensif, apakah yang baik atau buruk di antara dua orang dan menjadi bagian dari medan energi seseorang, sampai dilepaskan atau sampai salah satu dari keduanya berkembang melampaui energi yang telah menciptakan saluran-saluran itu sebelumnya (saluran/pipa itu tidak lagi memiliki tempat untuk melekat). Pembubaran saluran/pipa energi itu tidak menghilangkan seseorang dari kehidupan seseorang, tapi menghilangkan rasa perbudakan yang intensif dan seringkali tidak sehat yang menyertainya.

Saluran/pipa energi yang berkembang di antara pasangan seksual, seringkali antara anak dan orang tua, atau dengan siapa pun yang pernah berbagi pengalaman intensif. Saluran-saluran (pipa-pipa) energi mengikat mereka yang terlibat ke energi beresonansi rendah dan harus dilepaskan yang secara mudah dilakukan oleh para penyembuh energi, atau diri sendiri melalui niatan. “Dalam kehadiran Diri saya Yang Lebih Tinggi dan Pembimbing-Pembimbing saya, saya secara sadar memilih untuk menghapus apapun dan semua saluran (pipa) energetis yang melekatkan saya kepada_____.” Visualisasikanlah Cahaya yang melepaskan saluran-saluran itu yang biasanya melekat pada chakra solar plexus dan mengisi ruang itu dengan Cahaya keemasan yang lembut. Yang penting adalah niat, bukan kata-kata spesifik.

Kesadaran yang menyadari diri(nya sendiri) sebagai DIRI adalah jalur menuju kebebasan, orang-orang sayang, dan adalah bagaimana kalian terbebas dari rasa sakit dan penderitaan di dalam dunia yang terbentuk dari energi yang bahkan tidak pernah eksis dalam Pikiran Ilahi. Setelah kalian mampu mengakui realitas tentang siapa dan apa kalian adanya, adegan di luar (eksternal) tidak akan lagi memiliki kekuatan (kekuasaan) atas kalian, karena kalian sekarang mengenalinya untuk apa itu adanya.

Kalian sedang berkembang melampaui konsep-konsep memaafkan (pengampunan), memasuki suatu kesadaran akan kesatuan. Evolusi adalah sebuah proses. Pertama-tama, muncul kesadaran intelektual akan sejumlah kebenaran yang diikuti oleh suatu periode waktu (kadang-kadang bertahun-tahun) menghabiskan waktu dengan membaca, mengikuti kelas (kursus/seminar), dan kontemplasi batin. Ketika siap, jiwa mengintegrasikan kebenaran dan itu menjadi tercapainya suatu kondisi kesadaran.

Jika suatu individu telah mencapai kesadaran dari sejumlah kebenaran dalam masa hidup sebelumnya, kesadaran intelektual hanya menjadi “mengingat” diikuti dengan integrasi yang cepat dan mudah. Inilah sebabnya mengapa tidak bijaksana untuk membandingkan perjalanan kalian dengan perjalanan orang lain, karena setiap orang telah memiliki masa-masa kehidupan dan pengalaman-pengalaman yang berbeda sebelum masa kehidupan ini. Percayalah bahwa Diri kalian Yang Lebih Tinggi menempatkan kalian tepat di mana yang kalian perlukan, untuk apa yang perlu kalian pelajari.

Pengampunan (memaafkan) yang sebenarnya adalah kondisi kesadaran yang telah dicapai yang menyadari bahwa tidak ada yang perlu dimaafkan. Pada saat yang sama, hal yang penting untuk mengingat bahwa tidak setiap orang siap untuk mengerti makna lebih dalam dari memaafkan (pengampunan) ini, jadi mungkin masih ada saat-saat ketika diperlukan dan penting untuk mengucapkan kata-kata dan mengambil tindakan yang menegaskan memaafkan (pengampunan). Kata-kata dan tindakan yang diucapkan dari kesadaran yang menyadari kesatuan/keesaan, membawa vibrasi yang lebih tinggi dibanding jika diucapkan sebagai ungkapan secara murni tiga dimensi.

Mereka yang hidup sepenuhnya dalam kesadaran dimensi ketiga lebih terpaku pada kecelakaan dan peristiwa-peristiwa karena mereka mengekspresikan dan menciptakan dengan energi-energi dualitas (pasangan dari lawan) dan pemisahan. Namun, pengalaman-pengalaman serupa (banyak yang tampaknya membutuhkan pengampunan) yang terjadi dalam kehidupan orang-orang yang terjaga menuju kebenaran, bukanlah suatu pertanda kegagalan spiritual seperti yang mungkin dipikirkan sejumlah orang, namun sebaliknya justru pengalaman-pengalaman yang biasanya direncanakan pra-kelahiran yang diperlukan untuk pertumbuhan spiritual.

Ini tidak pernah berarti kalian harus tetap berada dalam situasi-situasi yang kasar atau membahayakan, menunggu orang lain untuk berubah. Itu berarti mengambil langkah-langkah manusia apa pun yang mungkin diperlukan, sambil mengingat sifat Ilahi dari mereka yang terlibat. Menolak untuk membiarkan orang lain tidak menghargai kalian secara fisik, emosional, atau mental adalah hal yang menguatkan karena ini adalah pengakuan diri sebagai DIRI.

Jangan pernah kembali ke sistem-sistem kepercayaan lama, akrab, dan nyaman setelah kalian telah terjaga menuju makna lebih tinggi dari hal-hal ini. Hal yang sangat menggoda untuk menyesuaikan diri dengan energi orang banyak, para pakar, para pemimpin agama, politisi, keluarga, dan teman-teman agar bisa diterima dan dicintai. Jika dibimbing, ikut sertalah, tapi jangan menyelaraskan dengan kondisi-kondisi kesadaran yang beresonansi lebih rendah.

Kembalilah ke kondisi kesadaran yang telah kalian kembangkan melampaui menciptakan perselisihan fisik, emosional, mental, dan spiritual.

Percayalah bahwa Diri kalian Yang Lebih Tinggi mengetahui di mana kalian harus berada, apa yang perlu kalian pelajari, dan bagaimana serta kapan untuk membawa kalian ke sana.

Kami adalah Kelompok Arcturian 4/23/17

Diterjemahkan kosmosindo dari sumber http://www.onenessofall.com/newest.html

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s