Menyikapi Emosi-Emosi

autumnal-leaves-1352107_640

Menyikapi Emosi-Emosi

(Dealing with Emotions)
Yeshua – dengan channeler (perantara) Pamela Kribbe

Teman-teman sayang, saya senang berada di antara kalian lagi dan berkomunikasi dengan kalian dengan cara ini. Saya harus mengatakan bahwa ini juga memiliki arti besar bagi saya. Saya menghargai pertemuan-pertemuan lewat cara ini, dimana saya bisa datang lebih dekat pada kalian dibanding dari pesawat realitas saya sendiri.
Saya selalu hidup dalam hati kalian dan menunggu momentum-momentum dalam masa kalian, ketika kalian terbuka dan peka terhadap energi saya. Energi saya, energi Kristus yang lahir kembali saat ini, bukan semata-mata energi saya. Itu bukan hanya energi yang dimiliki seorang pria yang telah hidup di bumi pada sebuah masa; itu adalah medan energi kolektif, dimana kalian ambil bagian dengan cara yang lebih mendalam daripada yang kalian sadari.

Kalian semua sudah pernah bersumpah akan mengerahkan segala tekad kalian untuk membawa energi ini ke dalam realitas bumi, untuk menjangkarkannya di bumi. Dalam banyak masa kehidupan, berabad-abad, kalian telah bekerja untuk misi ini. Kalian semua berada dalam proses melahirkan benih Kristus dan saya membantu kalian. Saya adalah pendahulu, namun menebar benih Kristus adalah usaha kolektif. Bahkan kedatangan saya ke bumi hanya mungkin terjadi karena medan energi yang ada di sini, yang dijalin oleh kalian. Kita bekerja bersama-sama, kita adalah kesatuan. Oleh karena itu saya dapat diakses oleh kalian semua. Saya bukan tersedia secara eksklusif untuk orang tertentu. Saya melayani kalian semua.
Hari ini saya ingin berbicara tentang tema yang menyentuh kalian secara mendalam dan amat sering dalam kehidupan kalian sehari-hari. Ini menyangkut berhadapan dengan emosi-emosi.

Waktu yang lalu saya berbicara tentang energi-energi pria dan wanita yang mengalir melalui medan energi dan chakra-chakra kalian. Saya telah menekankan pentingnya penyembuhan tiga chakra terbawah, sebagai bagian untuk menjadi diri kalian sendiri yang utuh dan lengkap. Saya pikir penting untuk menekankan hal ini, karena sejumlah dari kalian yang memiliki tujuan spiritual, cenderung menarik diri kalian sendiri ke chakra-chakra yang lebih tinggi, baik dalam pikiran maupun perasaan.

Chakra hati, chakra mata ketiga dan chakra mahkota menarik perhatian kalian, karena pusat-pusat energi ini menghubungkan kalian dengan dimensi lebih tinggi yang begitu alami bagi kalian. Tapi terobosan batin nyata sekarang harus terjadi di tingkat lebih rendah, di area chakra-chakra lebih rendah, yang lebih dekat ke bumi.
Area-area dari emosi adalah area sangat penting dalam proses pertumbuhan kalian menuju kebebasan dan keutuhan. Kalian adalah makhluk-makhluk spiritual. Kalian datang dari sebuah pesawat realitas, dimana kepadatan dan kekasaran realitas bumi asing bagi kalian. Untuk berurusan dengan hal ini, telah menyebabkan kesulitan.

Selama banyak kehidupan, kalian telah mencoba untuk mengekspresikan energi kosmik kalian di sini, di bumi. Dan dalam ekspresi ini, dalam menyalurkan energi kalian ke bumi, telah banyak terbentuk trauma-trauma mendalam. Tubuh emosional yang kalian miliki penuh dengan luka-luka dan trauma-trauma. Saya ingin berbicara tentang hal tersebut hari ini.

Siapapun yang berada di jalan pertumbuhan batin mengenal pentingnya emosi-emosi: bahwa kalian tidak harus menekan mereka, dimana kalian harus berdamai dengan mereka lewat berbagai cara, dimana kalian akhirnya harus melepaskan mereka. Tapi bagaimana semua itu sebenarnya berfungsi, tidak selalu begitu jelas.
Saya pertama-tama akan membedakan antara emosi dan perasaan. Saya di sini tidak mempermasalahkan istilah atau label tertentu dan kalian dapat menyebutnya dengan nama yang berbeda, tapi saya ingin menarik perbedaan antara emosi, dalam arti energi-energi yang pada dasarnya eskpresi dari kesalahpahaman dan perasaan, atau energi-energi yang merupakan bentuk dari pengertian lebih tinggi.
Perasaan-perasaan adalah guru kalian, sementara emosi-emosi adalah anak-anak kalian.

Emosi-emosi adalah energi yang memiliki manifestasi yang jelas dalam tubuh fisik. Emosi-emosi adalah reaksi dari hal-hal yang tidak benar-benar kalian mengerti. Pikirkan apa yang terjadi ketika kalian dikuasai oleh kemarahan. Misalnya ketika seseorang menyakiti perasaan kalian tanpa diduga, dan kalian merasa menjadi marah. Kalian merasakan ini secara sangat jelas dalam tubuh kalian; di tempat-tempat tertentu kalian merasakan energi menjadi tegang. Ketegangan fisik atau pengetatan yang mengiringi syok energetis menunjukkan bahwa di sana ada sesuatu yang tidak kalian mengerti. Ada energi yang datang pada kalian yang kalian rasa tidak adil. Perasaan diperlakukan tidak adil, singkatnya tidak-mengerti, dibawa keluar melalui emosi. Emosi adalah ekspresi dari tidak-mengerti, itu adalah ledakan energetis dan pelepasan.

Ketika ini terjadi, kalian dikonfrontasi dengan pilihan berikut: apa yang harus saya lakukan dengan emosi ini? Apakah saya akan mendasari perilaku saya saat ini atas hal itu? Apakah saya akan menggunakan ini sebagai pemicu bagi reaksi-reaksi saya terhadap orang lain atau apakah saya membiarkan emosi apa adanya dan mendasari tindakan saya atas sesuatu yang lain?

Sebelum menjawab pertanyaan ini, saya ingin menjelaskan sifat alami perasaan.

Emosi-emosi pada dasarnya ledakan-ledakan dari kesalahpahaman yang dapat dengan jelas kalian rasakan dalam tubuh. Perasaan, di sisi lain, memiliki sifat alami yang berbeda dan juga dirasakan secara berbeda. Perasaan-perasaan lebih tenang dari emosi. Mereka adalah bisikan-bisikan dari jiwa yang mencapai kalian dengan dorongan lembut, pengetahuan batin atau tindakan intuitif mendadak, yang kemudian tampak amat bijaksana.

Emosi-emosi selalu memiliki sesuatu yang sangat intensif dan dramatis. Pikirkan suatu ledakan kemarahan, ketakutan, kepanikan atau kesedihan mendalam. Emosi-emosi menguasai kalian sepenuhnya dan menarik kalian keluar dari pusat spiritual kalian. Pada saat kalian berada pada emosi tinggi, kalian penuh dengan sejenis energi yang menarik kalian keluar dari pusat kalian, kejelasan batin kalian. Dalam hal ini, emosi-emosi seperti awan-awan yang menutupi matahari.
Dengan ini, saya tidak bermaksud mengatakan hal yang menentang emosi. Emosi-emosi tidak harus ditekan; mereka adalah sarana yang sangat berharga untuk mengenal diri kalian sendiri secara lebih intim. Tapi yang ingin saya katakan adalah apa sifat alami dari energi emosional: itu adalah ledakan dari ketidak mengertian. Emosi pada dasarnya menarik kalian keluar dari pusat keseimbangan kalian.

Perasaan-perasaan, di sisi lain, membawa kalian lebih dalam menuju diri kalian sendiri, ke pusat kalian. Perasaan-perasaan diasosiasikan lebih dekat dengan apa yang kalian sebut intuisi. Perasaan-perasaan mengekspresikan pengertian lebih tinggi, sejenis pengertian yang melampaui emosi maupun logika.

Perasaan-perasaan berasal dari dimensi non fisik, dari luar tubuh. Itu sebabnya mereka tidak begitu jelas berlokasi dalam suatu bagian tubuh fisik. Pikirkan apa yang terjadi ketika kalian merasakan sesuatu, suatu atmosfir atau suasana hati, atau ketika kalian memiliki firasat tentang sebuah situasi. Di sana ada sejenis pengetahuan di dalam diri kalian yang sepertinya datang dari luar, dan bukan reaksi dari kalian untuk sesuatu dari luar. Itu datang “entah dari mana” (“jatuh dari langit” seperti yang kalian ungkapkan dengan indah). Dalam saat-saat semacam itu, kalian mungkin merasa sesuatu terbuka dalam chakra jantung kalian.

Ada banyak momentum di mana pengetahuan batin datang kepada kalian. Sebagai contoh, kalian mungkin “tahu” sesuatu tentang seseorang tanpa harus benar-benar berbicara dengannya. Kalian dapat merasakan sesuatu tentang hubungan antara kalian yang kemudian dapat memainkan sebuah peran penting. Hal-hal semacam ini tidak dapat dijelaskan dengan mudah dalam kata-kata – “hanya sebuah perasaan” dan tentu saja tidak mudah dimengerti oleh logika. (Ini adalah momentum-momentum dimana logika kalian menjadi skeptis, mengatakan bahwa kalian berkhayal dan mulai menjadi gila).

Saya juga ingin menyebutkan energi lain yang memiliki “perasaan” lebih alami dibanding energi emosional. Itu adalah sukacita. Sukacita dapat menjadi fenomena yang melampaui hal-hal emosional. Kadang-kadang kalian dapat merasakan sejenis kegembiraan di dalam diri yang mengangkat kalian tanpa alasan tertentu. Kalian merasa keilahian dalam diri kalian dan hubungan intim kalian dengan segala yang ada. Perasaan semacam itu dapat datang kepada kalian ketika kalian paling tidak mengharapkannya. Itu sepeti Sesuatu Lebih Besar menyentuh kalian atau seperti kalian menyentuh Realitas Lebih Besar. Perasaan-perasaan tidak dapat diciptakan dengan mudah dan tampaknya datang kepada kalian “entah dari mana.” Emosi-emosi hampir selalu memiliki penyebab langsung yang jelas: pemicu dari dunia luar yang “menekan tombol-tombol kalian.”

Perasaan-perasaan berasal dari dimensi Diri Kalian Sendiri yang Lebih Tinggi atau Lebih Besar. Kalian perlu benar-benar hening dalam batin untuk mendengar bisikan-bisikan tersebut dalam hati kalian. Emosi-emosi dapat mengganggu keheningan dan kedamaian batin ini. Oleh karena itu sangat penting untuk menjadi tenang secara emosional dan untuk menyembuhkan dan melepaskan emosi-emosi yang tertekan. Hanya dari perasaan kalian yang terhubung dengan jiwa kalian, kalian dapat mengambil keputusan yang seimbang.

Dengan menjadi tenang dan penuh damai, kalian dapat merasakan dengan semua keberadaan kalian, apa yang benar bagi kalian pada saat tertentu. Membuat keputusan berdasarkan emosi adalah mengambil keputusan dari keadaan yang tidak terpusat. Kalian mula-mula perlu untuk melepaskan emosi-emosi dan melakukan hubungan dengan inti batin kalian, dimana di sana terdapat kejelasan.
Sekarang saya ingin menanggapi pertanyaan bagaimana kalian dapat menyikapi emosi-emosi kalian dengan cara terbaik.
Saya telah mengatakan “perasaan-perasaan adalah guru kalian dan emosi-emosi adalah anak-anak kalian.” Hal yang paralel antara “menjadi emosional” dan “menjadi seperti anak-anak” menjadi jelas. “Anak dalam diri” kalian adalah tempat dari emosi-emosi kalian. Juga di sana ada kemiripan yang jelas antara cara kalian menghadapi emosi-emosi kalian dan cara kalian menghadapi dengan anak-anak (yang) nyata.

Anak-anak sifatnya jujur dan spontan dalam emosi-emosi mereka dan tidak menyembunyikan atau menekannya, sampai orang dewasa mengajari mereka untuk berlaku demikian. Fakta dimana anak-anak mengekspresikan emosi mereka secara spontan, bagaimanapun tidak berarti bahwa anak-anak mengalami emosi mereka dalam cara yang seimbang. Siapapun tahu, bahwa anak-anak dapat terluapi oleh emosi-emosi mereka (marah, takut atau sedih) dan mereka seringkali tidak mampu mengendalikan emosi-emosi tersebut. Dalam situasi semacam itu, anak dapat hampir tenggelam dalam emosinya dan membuat mereka menjadi tidak seimbang, yakni keluar dari pusat keseimbangannya.

Salah satu alasan bagi emosionalitas yang tidak terkendali ini adalah anak baru saja meninggalkan sebuah dunia, dimana di sana hampir tidak ada batasan-batasan. Dalam alam etreal atau astral, di sana tidak ada restriksi dan pembatasan seperti halnya dalam alam fisik, di dalam tubuh fisiknya. Emosi-emosi anak sering merupakan “reaksi ketidak-mengertian” terhadap realitas fisik. Oleh karena itu jika ia tumbuh, anak memerlukan bantuan dan dukungan untuk menghadapi emosi-emosi mereka. Ini adalah proses “inkarnasi yang seimbang” di bumi.
Jadi bagaimana kalian menyikapi emosi-emosi, baik dalam diri kalian sendiri atau dalam diri anak-anak kalian?

Emosi-emosi tidak harus dihakimi atau ditekan. Emosi-emosi adalah bagian yang vital dari kalian sebagai manusia dan dengan begitu perlu dihormati dan diterima. Kalian dapat melihat emosi-emosi kalian ibaratnya anak-anak kalian yang memerlukan perhatian dan rasa hormat kalian dan bimbingan kalian.

Sebuah emosi dapat dipandang dengan cara terbaik sebagai sebuah energi yang datang kepada kalian untuk menyembuhkan kalian. Oleh karena itu penting untuk tidak sepenuhnya terhanyut oleh emosi, tapi untuk tetap dapat memandangnya dari posisi netral. Hal yang penting untuk tetap sadar. Orang dapat mengatakan; kalian tidak harus menekan suatu emosi, tapi kalian juga tidak harus tenggelam di dalamnya. Karena jika kalian tenggelam di dalamnya, ketika kalian mengidentifikasi dengannya secara penuh, anak dalam diri kalian menjadi penguasa-penguasa, yang membawa kalian tersesat.

Hal yang paling penting yang dapat kalian lakukan dengan emosi-emosi adalah untuk mengijinkan mereka, untuk merasakan semua aspek darinya tanpa kehilangan kesadaran kalian. Ambil contoh marah. Kalian dapat mengundang kemarahan agar sepenuhnya hadir, merasakannya di beberapa tempat dalam tubuh kalian, sementara kalian pada waktu yang sama secara netral menyelidikinya. Bentuk kesadaran semacam ini menyembuhkan. Apa yang terjadi dalam kondisi ini adalah bahwa kalian memeluk emosi, yang pada pada dasarnya sebuah bentuk ketidak-mengertian, dengan pengertian. Ini adalah alkimia spiritual.
Saya akan coba menjelaskan dengan bantuan sebuah contoh. Anak kalian terbentur lututnya pada meja dan itu benar-benar membuatnya sakit. Ia terkejut, berteriak karena sakit dan menendang meja, karena ia marah terhadap meja itu. Ia menganggap meja sebagai sumber dari rasa sakitnya.

Bimbingan emosional pada saat ini berarti, bahwa orang tua mula-mula menolong anak menyebut nama pengalaman yang dialaminya. “Kamu marah bukan – kamu sakit, betul tidak? Menyebut nama adalah penting. Kalian mengalihkan akar masalah dari meja kepada anak itu sendiri. “Bukan di dalam meja, itu kamu yang sakit, itu kamu yang sedang marah. Dan ya, saya mengerti emosimu!”

Orang tua memeluk emosi dari anak dengan pengertian, dengan cinta. Momentum dimana anak merasa dimengerti dan diakui, kemarahannya secara bertahap akan menghilang. Rasa sakit pada tubuh fisik mungkin masih ada. Tapi penolakannya terhadap rasa sakit, kemarahan yang mengelilinginya dapat dilepaskan. Anak membaca kasih sayang dan pengertian di mata kalian, dan ini meredakan dan melunakkan emosi-emosinya. Meja yang menjadi pemicu emosi-emosinya, tidak relevan lagi.

Dimana kalian memeluk emosi dengan pengertian dan kasih sayang, kalian menggeser fokus perhatian anak dari luar ke dalam, dan kalian mengajari anak untuk mengambil tanggungjawab bagi emosinya. Kalian menunjukkan kepada anak bahwa reaksinya terhadap pemicu dari luar bukan hal yang otomatis, tapi itu merupakan masalah pilihan. Kalian dapat memilih ketidakmengertian atau pengertian. Kalian dapat memilih memerangi atau menerima. Kalian dapat memilih.
Ini juga berlaku dalam hubungan dengan emosi-emosi kalian sendiri, anak batin kalian sendiri. Mengijinkan emosi-emosi kalian masuk, memberi mereka nama dan melakukan usaha untuk mengerti mereka, berarti kalian benar-benar menghormati dan menghargai anak dalam diri kalian. Membuat pergeseran dari “luar” ke “dalam”, mengambil tanggungjawab bagi emosi, membantu untuk menciptakan anak batin yang tidak mau menyakiti orang lain, yang tidak merasa menjadi korban.

Emosi-emosi kuat – apakah itu marah, sedih atau takut – selalu memiliki komponen dari ketidakberdayaan, yaitu rasa dimana kalian menjadi korban dari sesuatu di luar kalian. Apa yang kalian lakukan ketika kalian tidak berfokus pada keadaan di luar kalian melainkan pada reaksi kalian dan rasa sakit kalian adalah, bahwa kalian “melepaskan” dunia luar sebagai penyebab emosi-emosi kalian. Kalian tidak terlalu peduli tentang apa yang memicu emosi. Kalian sepenuhnya berputar ke dalam dan kalian berkata pada diri kalian sendiri: okay, ini pernah menjadi reaksi saya dan saya mengerti mengapa. Saya mengerti mengapa saya merasakan itu, dan saya akan membantu diri saya sendiri untuk ini.

Berbalik ke arah emosi-emosi kalian dalam cara penuh cinta adalah membebaskan. Itu memerlukan sejenis disiplin diri sendiri. Melepaskan realitas di luar kalian sebagai “sumber dari kejahatan” dan mengambil tanggungjawab penuh bagi diri kalian sendiri berarti kalian mengetahui “pilihan kalian untuk bereaksi dengan cara tertentu.” Kalian berhenti berargumentasi tentang siapa yang benar dan siapa yang salah, siapa yang harus disalahkan untuk sesuatu, dan kalian hanya melepaskan seluruh rantai peristiwa yang terjadi di luar kendali kalian. “Saya sekarang mengalami emosi ini dengan kesadaran penuh dimana saya memilih untuk mengalaminya.” Itu adalah mengambil tanggungjawab. Itu adalah keberanian!

Disiplin diri sendiri dalam hal ini adalah kalian melepaskan menjadi yang benar atau menjadi korban yang tidak berdaya. Kalian melepaskan perasaan marah, tidak dimengerti dan semua ekspresi lainnya sebagai korban, yang kadang-kadang bisa terasa sangat baik. (Sungguh, kalian sering menyukai emosi yang paling mengganjal kalian). Mengambil alih tanggungjawab adalah sikap kerendahan hati. Ini berarti bersikap jujur terhadap diri kalian sendiri, bahkan pada saat-saat terlemah kalian.
Ini adalah disiplin diri yang diminta dari kalian. Pada waktu yang sama, bentuk berbalik ke dalam diri membutuhkan kasih sayang terbesar. Emosi yang ingin secara jujur kalian temui sebagai penciptaan kalian sendiri juga memandangnya dengan pengertian yang lembut. “Kalian memilih kemarahan kali ini, bukan?” Kasih sayang mengatakan kepada kalian: “Okay, saya dapat melihat mengapa itu terjadi dan memaafkan kamu. Mungkin jika kamu merasakan cinta dan dukungan saya dengan lebih jelas, kamu tidak akan merasa tertarik untuk mengambil reaksi semacam itu pada waktu mendatang.”

Ini adalah peran sebenarnya dari kesadaran dalam penyembuhan diri. Inilah arti alkimia spiritual. Kesadaran tidak memerangi atau menolak apapun; ia mengelilingi kegelapan dengan kesadaran. Ia mengelilingi energi-energi ketidakmengertian dengan pengertian dan dengan demikian mengubah logam biasa menjadi emas. Kesadaran dan cinta pada dasarnya adalah sama. Menjadi sadar berarti membiarkan sesuatu dan mengelilinginya dengan cinta dan kasih sayang kalian.
Seringkali kalian mengira bahwa “kesadaran sendiri” tidak cukup untuk mengatasi masalah-masalah emosional kalian. Kalian berkata: Saya tahu saya telah menekan emosi-emosi, saya tahu penyebabnya, saya sadar akan hal itu, tapi mereka tetap tidak pergi.
Dalam hal ini, ada penolakan tersembunyi dalam diri kalian terhadap emosi terkait. Kalian tetap menjaga jarak terhadapnya, karena takut kewalahan oleh itu. Tapi kalian tidak pernah dikuasi oleh sebuah emosi jika kalian dengan sadar memilih untuk mengijinkannya.

Selama kalian menjaga jarak terhadap emosi, kalian berada dalam perang dengannya. Kalian memerangi emosi dan ia akan kembali memerangi kalian dengan berbagai cara. Kalian pada akhirnya tidak dapat menahannya di luar. Ia akan memanifestasikan dirinya dalam tubuh kalian sebagai suatu sakit atau ketegangan atau sebagai perasaan depresi. Merasa terpukul atau kelelahan sering merupakan pertanda jelas bahwa kalian menekan emosi-emosi tertentu.

Masalahnya adalah kalian perlu mengijinkan emosi-emosi sepenuhnya masuk ke dalam kesadaran kalian. Jika kalian tidak tahu dengan tepat apa saja emosi-emosi yang ada di sana, kalian dapat memulai dengan merasakan ketegangan-ketegangan dalam tubuh kalian. Ini adalah gerbang masuk menuju emosi-emosi. Di tubuh kalian semua tersimpan. Misalnya, jika kalian merasa sakit atau ketegangan di perut, kalian dapat pergi ke sana dengan kesadaran kalian dan menanyakan apa masalahnya. Biarkan sel-sel tubuh kalian berbicara kepada kalian. Atau bayangkan bahwa di sana ada seorang anak. Mintalah kepada anak itu untuk menunjukkan emosi apa yang menguasainya.

Ada berbagai cara untuk berhubungan dengan emosi-emosi kalian. Hal yang penting untuk mengenali bahwa energi yang terjebak di dalam emosi ingin bergerak. Energi ini ingin dilepaskan dan oleh karena itu mengetuk pintu kalian sebagai bentuk gangguan fisik atau sebagai rasa stres atau depresi. Tugas kalian adalah benar-benar terbuka dan mempersiapkan diri untuk merasakan emosi-emosi tersebut.
Emosi-emosi adalah bagian dari realitas duniawi kalian – tapi mereka tidak harus menguasai kalian. Emosi-emosi ibaratnya awan yang menutupi matahari. Oleh karena itu penting untuk menyadari emosi-emosi kalian dan menghadapinya dengan sadar. Dari tubuh emosional yang jelas dan seimbang, jauh lebih mudah untuk menghubungi jiwa atau inti kalian melalui intuisi kalian.

Dalam kehidupan masyarakat kalian, ada banyak kerancuan tentang emosi-emosi. Ini antara lain, terutama tampak jelas dari banyaknya perdebatan dan kebingungan tentang cara mendidik anak-anak kalian. Anak-anak jelas jauh lebih spontan secara emosional dibanding kalian sebagai orang dewasa. Ini menciptakan kesulitan. Bagaimana jika batas-batas moral kalian dilangkahi? Haruskah seseorang mengajar anak berdisiplin atau membiarkan mereka secara bebas mengekspresikan dirinya? Apakah emosi-emosi mereka harus dikendalikan atau tidak?

Apa yang penting dalam mendidik anak dalam pertumbuhannya adalah agar mereka belajar untuk mengerti emosi-emosi mereka, untuk mengerti dari mana emosi ini berasal dan untuk mengambil tanggungjawab bagi emosi-emosi tersebut. Dengan bantuan kalian, anak dapat belajar untuk mengamati emosi-emosi mereka sebagai “ledakan-ledakan ketidakmengertian”. Pengertian ini mencegah anak kalian “tenggelam” dalam emosi-emosi mereka dan kehilangan kendali. Pengertian membebaskan dan membawa kalian kembali ke pusat diri kalian tanpa menekan emosi-emosi. Orang tua mengajar anak-anak mereka untuk menyikapi emosi-emosi dengan cara menjadi contoh hidup untuk itu.

Semua pertanyaan yang kalian miliki tentang menyikapi anak-anak kalian juga menyangkut diri kalian sendiri. Bagaimana kalian menghadapi emosi-emosi kalian sendiri? Apakah kalian terlalu keras terhadap diri kalian sendiri? Jika kalian merasa marah atau sedih untuk waktu agak lama, apakah kalian mendisiplinkan diri kalian sendiri dengan mengatakan: “Ayo, jalan terus jangan menyerah begitu saja”? Apakah kalian menekan emosi-emosi? Apakah kalian merasa mendisiplinkan diri sebagai hal yang baik dan penting? Siapa yang mengajari kalian hal ini? Apakah itu orang tua?
Atau kalian cenderung pergi ke sisi lain? Apakah kalian tenggelam dalam emosi kalian, tidak mau melepaskannya. Ini juga seringkali terjadi. Kalian mungkin telah lama merasa bahwa kalian adalah korban dari situasi di luar kalian, misalnya akibat pendidikan kalian, partner kalian atau lingkungan kerja kalian. Pada saat tertentu, itu mungkin amat membebaskan untuk berhubungan dengan kemarahan dalam diri kalian terkait hal-hal negatif yang mempengaruhi kalian. Kemarahan dapat membantu kalian membebaskan diri dari pengaruh-pengaruh ini dan pergi menempuh jalan kalian sendiri. Namun kalian mungkin terbelenggu dalam kemarahan kalian, dimana kalian tidak ingin lagi melepaskannya. Bukannya menjadi pintu keluar, kemarahan justru menjadi cara hidup. Itu suatu bentuk menjadi korban yang bukan lagi penyembuhan. Itu menahan kalian dari benar-benar hidup dari kekuatan kalian sendiri.

Sangat penting untuk mengambil tanggungjawab bagi emosi-emosi kalian sendiri dan untuk tidak membuat kebenaran mutlak dari mereka. Jika kalian memberi mereka status kebenaran, bukan menganggap mereka sebagai “ledakan-ledakan ketidak-mengertian”, kalian akan mendasari tindakan-tindakan kalian pada mereka dan mereka akan membawa kalian pada keputusan-keputusan yang tidak terpusat (seimbang).

Hal yang sama terjadi dengan anak-anak yang diijinkan memiliki kebebasan emosional terlalu banyak. Mereka bergerak liar dan menjadi lepas kendali; mereka menjadi tiran-tiran kecil, dan itu tidak benar. Kekacauan emosional tidak menyenangkan bagi anak maupun bagi orang tuanya.

Singkatnya, kalian dapat menjadi terlalu ketat atau terlalu longgar dalam menghadapi emosi-emosi kalian (dan secara analogi, dengan anak-anak kalian). Saya ingin berbicara lebih banyak tentang cara yang “longgar”, karena itu tampaknya semakin menjadi tema pada saat ini. Sejak tahun 1960-an ada kesadaran kolektif yang tidak ingin menekan emosi-emosi kalian, karena hal itu dapat menekan spontanitas dan kreativitas, yang lebih tepatnya dikatakan membunuh jiwa kalian. Masyarakat ingin membuat anak-anak yang berdisiplin dan patuh, yang lebih memperhatikan aturan-aturan daripada bisikan hatinya, dan itu adalah tragedi – bagi masyarakat maupun bagi individu.

Tapi bagaimana dengan ekstrim lainnya: bagaimana membenarkan emosi-emosi sedemikian rupa dimana mereka menguasai dan mengatur hidup kalian?
Kalian dapat mengamati sangat baik dalam diri kalian apakah di sana ada energi-energi yang kalian hargai sedemikian rupa, dimana kalian memandang mereka sebagai kebenaran dibanding apa mereka sebenarnya: ledakan-ledakan ketidak-mengertian. Dengan emosi-emosi ini kalian mengidentifikasi diri kalian. Paradoksnya, cukup sering emosi-emosi inilah yang membuat kalian begitu banyak berjuang dan menderita. Misalnya: ketidakberdayaan (“Saya tidak dapat berbuat apa-apa”), pengawasan (“Saya akan mengatasinya”), marah (“itu kesalahan mereka”) atau sedih (“hidup itu kesengsaraan”). Ini adalah emosi-emosi yang menyakitkan, tapi pada tingkatan lain, mereka memberi kalian sesuatu yang khusus untuk dapat berpegang.

Ambil contoh misalnya ketidakberdayaan atau “rasa menjadi korban”. Mungkin ada keuntungan dari pola emosional ini. Itu mungkin memberi kalian rasa keamanan. Itu membebaskan kalian dari kewajiban-kewajiban atau tanggungjawab tertentu. “Saya tidak dapat berbuat apa-apa, dapatkah saya?” Itu pojok gelap di mana kalian sedang berada tapi tampaknya pojok yang aman. Bahaya dari mengidentifikasi atau “menjadi satu” dengan pola-pola emosional semacam itu untuk jangka waktu lama adalah dimana kalian kehilangan hubungan dengan kebebasan murni kalian sendiri, inti ilahi paling dalam dari kalian sendiri.

Mungkin terjadi hal-hal dalam perjalanan hidup kalian yang secara wajar menimbulkan emosi-emosi kemarahan dan penolakan dalam diri kalian. Ini mungkin terjadi saat kalian remaja, kemudian atau bahkan dalam kehidupan masa lalu kalian. Sangat penting dimana kalian berhubungan dengan emosi-emosi ini secara sadar dan kalian menjadi sadar akan kemarahan, kesedihan atau energi-energi lainnya yang terpendam dalam diri kalian. Tapi pada titik tertentu, kalian perlu untuk mengambil tanggungjawab bagi emosi-emosi kalian, karena mereka membentuk reaksi-reaksi kalian terhadap peristiwa di luar.

Berada terpusat, berada dalam kondisi kejelasan dan keseimbangan spiritual, berarti kalian mengambil tanggungjawab penuh bagi semua emosi yang ada dalam kalian. Kalian dapat mengenali emosi dari misalnya kemarahan dalam diri kalian dan mengatakan pada waktu yang sama: ini adalah reaksi saya terhadap sejumlah peristiwa. Saya mengelilingi reaksi ini dengan pengertian, tapi pada saat yang sama saya berniat untuk melepaskannya.

Hidup bukan tentang untuk menjadi benar; itu menyangkut menjadi bebas dan utuh. Hal yang sangat membebaskan untuk melepaskan reaksi-reaksi emosional tua yang telah tumbuh menjadi gaya hidup.

Orang mungkin mengatakan bahwa itu semua menyangkut menemukan jalan tengah yang sempit antara menekan emosi-emosi dan tenggelam di dalam emosi-emosi. Dalam kedua hal, kalian telah tumbuh dengan opini-opini dan ideal-ideal yang tidak ada kaitannya dengan sifat alami alkimia spiritual. Esensi dari pertumbuhan spiritual adalah dimana kalian tidak menekan apapun, tapi pada waktu yang sama kalian mengambil tanggungjawab penuh bagi itu. Saya merasakan ini, saya memilih reaksi ini, jadi saya dapat menyembuhkannya. Menegaskan penguasaan kalian – itulah apa yang sebenarnya menjadi pesan saya.

Mungkin itu tidak benar-benar suatu jalan tengah, tapi sebuah jalan yang berbeda. Itu semua menyangkut penguasaan spiritual. Dalam menerima semua yang ada dalam diri kalian, kalian melampaui itu dan menjadi ahli. Penguasaan adalah kuat juga lembut. Itu sangat bersifat longgar namun juga meminta disiplin yang besar: disiplin dalam keberanian dan kejujuran.

Tegaskanlah penguasaan kalian, jadilah tuan dari potongan-potongan kecil emosional yang menyengsarakan kalian, seringkali tanpa kalian benar-benar mengetahuinya. Lakukanlah hubungan dengan mereka, ambillah tanggungjawab. Jangan biarkan diri kalian sendiri dikendalikan oleh luka emosional tanpa sadar yang membawa kalian tersesat dan menghambat jalan kalian menuju kebebasan batin. Kesadaran kalian itulah yang menyembuhkan. Tidak seorang pun yang dapat mengembalikan kembali kekuasaan atas emosi-emosi kalian bagi kalian. Tidak ada alat-alat atau sarana eksternal untuk menyingkirkan emosi-emosi tersebut. Hanya dengan menyadari keberadaan mereka dengan kekuatan, tekad dan kasih sayang, mereka dapat dilepaskan ke dalam Cahaya.

Menjadi utuh dan bebas pada tingkat emosional adalah salah satu aspek paling penting dalam pertumbuhan spiritual. Saya ingin mengakhiri dengan mengatakan: jangan membuatnya menjadi lebih sulit dari ini. Jalan spiritual adalah jalan yang mudah. Itu menyangkut mencintai diri kalian sendiri dan kejelasan batin. Itu tidak membutuhkan pengetahuan khusus atau ritual, aturan-aturan atau metode-metode spesifik apa pun. Semua hal yang kalian butuhkan untuk pertumbuhan spiritual kalian ada di dalam kalian.

Pada saat yang hening, pergilah ke sisi perasaan kalian. Biarkan sisi perasaan kalian ini memberitahu kalian, apa yang harus dijelaskan dan dibersihkan dalam diri kalian. Percayalah pada intuisi kalian. Bekerjalah untuk itu. Percayalah pada diri kalian sendiri. Kalian adalah tuan atas hidup kalian, penguasa atas jalan kalian yang unik menuju cinta dan kebebasan.

 

© Pamela Kribbe 2005
Penerjemah: Dyan Andriana Kostermans
http://www.jeshua.net/id

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s