Kalian Telah Menjadi Begitu Terbiasa Dengan Pembatasan Parah Dalam Hidup Kalian

daisies-558501_640

Pesan dari Saul disalurkan oleh John Smallman

Proses keterjagaan umat manusia tampaknya sangat asing bagi banyak dari mereka yang baru sekarang menjadi sadar bahwa mereka adalah makhluk-makhluk spiritual memiliki pengalaman manusia yang sangat sementara. Ketika mereka merasakan dorongan atau panggilan untuk melihat kehidupan batin mereka, hidup spiritualnya, mereka hanya memberi sangat sedikit dari waktu atau perhatian mereka untuk itu, di mana itu tampaknya agak mengancam dan agak menuntut. Minat-minat atau pekerjaan baru sering tampak sebagai ancaman kecil bagi manusia karena mereka telah terbiasa untuk mengikuti kerutinan teratur yang berfungsi bagi mereka dan mereka tidak suka untuk mengubahnya, dan minat baru atau pekerjaan baru selalu meminta perubahan. Jika dicari mereka dapat menjadi sesuatu yang menarik dan memberi energi, tapi jika itu tampaknya dipaksakan terhadapnya, mereka menolak sebegitu kuat.

Sekarang di Bumi, seperti di antara kalian yang membaca pesan-pesan yang disalurkan (di-channel) dari alam-alam spiritual sangat menyadarinya, perubahan-perubahan besar sedang terjadi, perubahan-perubahan yang tampaknya bersifat bencana ketika tatanan lama dan rutinitas yang dikelolanya kolaps. Konflik dan kekerasan muncul sebagai warisan karma dari ribuan masa kehidupan di Bumi, tanpa diduga muncul di banyak tempat ke permukaan kesadaran kolektif manusia untuk diakui, diterima, dimaafkan, dan dilepaskan. Dan karena rasa sakit dan penderitaan yang terungkap begitu intensif, banyak yang menjadi syok. Dunia kecil yang aman yang begitu banyak mencari perlindungan terbukti bukan semacam itu. Ini benar-benar menyiapkan panggilan terjaga yang intensif bagi kemanusiaan, karena itu membawa kalian menuju keterjagaan memasuki kesadaran penuh, dan itu, meskipun semua yang tampaknya kontras, benar-benar alasan untuk bersukacita.

Bersukacita menaikkan medan getaran kalian, dan itu menginspirasi kalian, mendorong kalian untuk mengijinkan energi-energi kreatif kalian untuk mengalir. Ketika mereka mengalir secara bebas dan kalian terlibat dengan mereka atau bergerak dengan mereka motivasi kalian untuk melakukannya menjadi begitu intensif. Kalian adalah para pencipta seperti Tuhan, dan ketika kalian beroperasi secara kreatif, tanpa penghakiman atau kekhawatiran, sukacita mengisi hati kalian. Untuk mencipta adalah menjadi serupa Tuhan. Ia telah menciptakan kalian sesuai gambar dan kemiripan diriNya sendiri, kalian adalah, seperti Dia, pencipta-pencipta.

Rasa manusia menjadi terpisah, sebuah individu yang terpisah dari semua lainnya, mendorong suatu rasa ketidakcukupan karena pembatasan-pembatasan menjadi manusia yang ditetapkan terhadap kalian. Itu adalah, kalian melihat orang lain melakukan hal-hal yang tidak dapat kalian lakukan, dan kalian merasa kurang dari mereka. Kalian kemudian mencoba memoles ketidakcukupan itu dengan bekerja lebih keras, dan mendapatkan lebih banyak kualifikasi dengan tujuan bersaing dengan mereka lainnya dan menang. Tapi inti dari menjadi manusia adalah untuk mengakui sisi kreatifitas kalian sendiri dan mengembangkan itu, yang sangat berbeda dari orang lain mana pun, sebenarnya ini unik karena tidak satu orang pun sama dengan orang lainnya. Ketika kalian menghargai keunikan kalian sendiri, kemampuan-kemampuan kreatif individual kalian, dan kemudian mengijinkan diri kalian untuk mengembangkannya, kalian menemukan kepuasan dan kesenangan, dan tidak lagi perlu mengukur diri kalian sendiri terhadap yang lainnya dan menghakimi perbedaan-perbedaan di antara kalian sebagai baik dan buruk.

Dan kemudian, tentu saja, konflik-konflik tidak muncul. Konflik muncul karena ego-ego kalian terus berteriak: “saya, saya, saya!” Dan mereka melakukan itu karena mereka merasa tidak aman, terancam tidak hanya oleh kompetensi dan kemampuan yang mereka lihat pada orang lain yang tidak dapat mereka lihat dalam diri mereka sendiri, tapi juga karena mereka tidak mengenali seberapa berharganya kemampuan-kemampuan kreatif mereka sendiri yang berbeda.

Kalian tidak bisa menjadi seperti orang lain, kalian hanya bisa menjadi diri kalian sendiri, namun dalam banyak budaya ada penghakiman kolektif yang kontinyu dan berkelanjutan yang menunjukkan bahwa hanya jika kalian bisa menjadi seperti orang lain, kalian akan jauh lebih bahagia, dan dengan begitu orang-orang yang memberi penilaian terhadap kalian, kalian pilih untuk menerima lebih sah dibanding kalian sendiri.

Tapi kamu adalah kamu, Tuhan menciptakanmu dengan sempurna seperti kamu, dan Dia tidak ingin agar kamu mencoba menjadi seperti orang lain. Untuk mencoba dan menjadi orang yang lebih baik dengan menjadi seperti orang lain adalah untuk menolak dirimu sendiri dan untuk menolak makhluk indah yang diciptakan oleh Ayahmu yang penuh kasih. Ini sebenarnya adalah suatu penghakiman negatif terhadap Tuhan!

Namun, Tuhan tidak tersinggung, Ia adalah Cinta yang sempurna, tanpa batas, tanpa syarat, dan ia sepenuhnya dan seutuhnya menerima semua orang. Ia tidak membuat pengecualian karena Ia menciptakan kalian semua sebagai aspek-aspek atau bagian-bagian dari diriNya sendiri, kecuali jika kalian bukan bagian atau aspek dariNya, kalian adalah Satu denganNya. Menghakimi kalian akan menjadi menghakimi diriNya sendiri dan itu tidak masuk akal.

Kalian perlu berfokus secara serius dan teratur tentang kebenaran ilahi bahwa kalian dan Tuhan adalah Satu. Kalian perlu terus mengingatkan diri kalian sendiri akan hal ini. Kalian memiliki pepatah dalam komunitas perbaikan diri yang luas di seluruh dunia “Berpura-puralah dalam suatu hal sampai kalian menguasainya!” Nah, kalian telah berhasil mewujudkannya, kalian, karena pengaruh agama, budaya, etnis, dan berbagai pengaruh lainnya yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan manusia, hanya menolak untuk menyadari hal ini.

Pilihan awal untuk mengalami keterpisahan dari Tuhan dengan membangun ilusi dan masuk ke dalamnya termasuk pilihan untuk kemudian tidak menyadari warisan ilahi kalian. Kalian ingin membatalkan hubungan kekal kalian berada Satu dengan Tuhan dan melakukannya sendirian, terlepas, tidak menyambung, terputus dari Sumber yang adalah Kalian! Dan dengan energi kreatif kalian yang sangat luar biasa, kalian mengelola untuk membangun lingkungan di mana kalian tampaknya sendirian, makhluk yang sangat kecil dan tidak penting dalam kosmos yang sangat luas dan luar biasa. Tapi tentu saja kalian adalah kosmos itu dan semua lainnya yang eksis! Hanya ada Tuhan. Tidak ada selain Dia, dan karena itu kalian adalah Dia, tapi dengan hampir semua kesadaran akan kondisi agung itu absen dalam kesadaran kalian saat kalian berada dalam wujud manusia.

Untuk terjaga, seperti yang sedang kalian lakukan, adalah untuk sekali lagi mengenal diri kalian sebagai Satu dengan Tuhan, yang tidak terpisahkan dariNya, dan secara abadi mencipta bersama denganNya untuk kesenangan dan sukacita dalam melakukan itu. Dan sukacita itu sepenuhnya melampaui deskripsi dan melampaui kemampuan kalian untuk memahaminya dalam keadaan kalian yang sangat terbatas sebagai manusia. Kalian memilih batasan itu karena idenya menggelikan kalian, tapi kalian tidak menyadari betapa bisa menjadi intensifnya batasan itu atau seberapa lemahnya kalian akan mempercayai diri kalian saat berada dalam tubuh manusia.

Tubuh adalah sangat penting bagi kalian saat tinggal dalam ilusi dan dapat memberikan kesenangan dan kenikmatan serta rasa sakit dan penderitaan, namun itu tidak mungkin memeluk kepenuhan medan energi yang adalah Tuhan, yang adalah Cinta, yang adalah Realitas. Bila itu dicoba untuk dilakukan, hal itu akan hancur seketika dan secara sangat keras, dan kalian akan memerlukan waktu istirahat dan penyembuhan yang sangat lama dari syok peristiwa semacam itu.

Proses keterjagaan telah direncanakan secara hati-hati dan secara ilahi untuk memastikan bahwa hal itu terjadi dengan lancar, lembut, dan dengan pengalaman dicintai yang intensif. Bila kalian merasakan Cinta yang ditawarkan kepada kalian, kalian tidak akan dapat menolakNya atau mundur dariNya karena daya tarikNya begitu kuat. Ini akan menarik kalian ke Rumah, di sanalah, pada tingkat terdalam keberadaan kalian, kalian selalu ada.

Untuk terjaga tidak meminta apa pun dari kalian. Yang perlu kalian lakukan hanyalah membiarkan hal itu terjadi. Kalian telah menjadi begitu terbiasa dengan pembatasan sangat parah kehidupan kalian sebagai manusia, sehingga itu tampaknya normal, dan kalian sangat enggan melepaskan terhadap apa kalian berpegang. Tampaknya bagi sebagian besar dari kalian, bahwa tubuh manusia kalian memberi satu-satunya bentuk kehidupan yang tersedia bagi kalian, dan bahkan seandainya pun itu sangat menyakitkan, kalian tidak ingin melepaskannya.

Tujuan untuk pergi setiap hari ke tempat sakral suci dalam batin, di mana Cahaya Cinta Tuhan menyala secara terus-menerus adalah untuk secara lembut menyesuaikan diri dengan Cinta. Cinta itu PENUH KEKUATAN! Kalian tidak tahu betapa kuatnya Itu, dan ketika kalian semakin mengenal diri kalian sebagai Cinta, seperti yang kalian inginkan, sukacita dan keajaiban akan membanjiri hati kalian – Tsunami Cinta – ketika kalian menjadi semakin sadar akan Siapa Kalian adanya, anak yang ilahi dan anak Allah yang sempurna, selamanya berada Satu dengan Dia dalam kecemerlangan dan kemuliaan. Semua keinginan, kebutuhan, dan ketakutan akan terbuyarkan ketika Keesaan yang adalah Tuhan dan Kalian semakin dikenali secara sadar dan dipeluk secara paling mencintai. Ada pepatah yang terkenal: “Rumah adalah tempat di mana hati berada!” Dan itu benar.

Dengan begitu banyak cinta, Saul.

Diterjemahkan kosmosindo dari sumber https://johnsmallman.wordpress.com/2017/05/25/you-have-become-so-accustomed-to-your-severely-limiting-life-as-a-human-that-it-seems-normal/

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s