Heavenletter – Dalam Makna Yang Paling Halus

lily-123613_640

Heavenletter #6050 via Gloria Wendroff, dipublikasikan 18 Juni 2017 (In its finest sense)

Tuhan berkata:

Dalam makna yang paling halus, hal besar yang dapat dikatakan tentang seseorang adalah:
“Dia benar-benar mengetahui bagaimana menikmati Hidup.” Atau, “Ia benar-benar mengetahui bagaimana menempuh Hidup dan Mencintainya!”

Tapi, kamu mungkin bertanya-tanya di mana kamu masuk dalam skala ini.

Saya mengatakan dalam makna yang paling halus untuk membuat jelas, Saya tidak berbicara tentang cara mana pun memoles Hidup dengan opiat (obat bius) atau cara melarikan diri lainnya dari Hidup.

Menikmati Hidup juga lebih daripada bermain-main dalam mengatasi hidup, meskipun Hidup juga adalah itu. Menjalani Hidup dengan baik artinya bahwa jika kamu sedang menghadapi masalah, tidak perlu untuk meningkatkan ketegangan dan kedaruratan. Apapun yang terjadi pada permukaan Kehidupan, ini adalah Kehidupan yang tepat sama untuk dinikmati.

Kotoran yang ditemukan dalam rumah bukanlah suatu bencana. Hidup dimaksud untuk dinikmati dengan atau tanpa kotoran. Tentu saja, Hidup harus diterima apa adanya setiap hari, setiap momentum seperti apa adanya.
Jika daging makan malammu hari ini lebih banyak tulang rawannya daripada dagingnya, kunyahlah tulang rawan itu dan nikmatilah. Terlebih lagi, tulang rawan mengandung kolagen, dan mengunyah tulang rawan juga adalah latihan yang baik untuk gerahammu.

Oh ya, ada yang lebih dalam Hidup dibanding yang dapat dikenali langsung oleh mata.

Bila seorang teman atau kenalan meninggal dunia — mati sebagaimana yang dilihat dunia — kamu mungkin merasa merindukan seseorang yang sebetulnya sangat berharga dibanding yang kamu sadari ketika ia masih hidup. Seandainya kamu kembali diberi kesempatan, Cintamu tidak akan mengenal batasan. Kamu telah melewatkan untuk mencurahkan Cintamu kepada seseorang yang tidak kamu ketahui betapa dalam kamu menyayanginya. Betapa sebuah hidup yang disia-siakan, kini kamu merasa. Betapa kamu merasakan suatu kerinduan yang tiada henti.

Di sisi lain, mungkin ada seseorang yang sudah selalu kamu pikir pantas dikagumi. Kamu telah memastikan bahwa ia luar biasa dan tanpa cela, seseorang yang terbaik, dan paling kamu sayangi. Ketika ia meninggalkan Bumi, kamu mulai melihatnya dalam cahaya yang redup dibanding yang pernah kamu lihat sebelumnya.

Tiba-tiba, tampaknya bagimu sekarang, ia bukanlah Makhluk sebenarnya seperti yang kamu pikirkan selama ini. Sedih untuk mengatakan, kamu bahkan mungkin merasa bahwa kamu sudah tertipu olehnya. Bagaimanapun kamu sekarang tidak lagi melihatnya seperti yang biasanya kamu pikirkan.

Kamu telah mengalami kedua sisi ini, pro dan kontra. Ketika dua orang ini masih hidup di bumi dalam apa yang disebut Kehidupan nyata, kamu telah melihatnya secara berbeda. Kini, di mana keduanya telah meninggalkan Bumi, kamu terheran-heran terhadap apa yang kamu rasakan. Yang satu kamu hargai jauh lebih besar. Yang satu jauh berkurang kamu hargai. Kamu tidak mengharap perubahan hati yang sebegitu besar, sama sekali tidak, namun inilah apa yang kamu peroleh.

Kamu hanya bisa mengangkat bahu dan mengharap, kamu dapat memberikan lebih banyak kepada satu yang kamu temukan bahwa kamu mencintainya lebih dalam dibanding yang kamu ketahui. Sekarang, jika kamu dapat membawa yang kamu cintai lebih mendalam kembali ke Kehidupan, kamu akan memastikan bahwa ia mengetahui apa artinya dia bagimu. Kamu akan begitu lega untuk keberadaannya dan tidak memandangnya sebagai hal yang sewajarnya. Jika kamu dapat mengubah kejadian itu, kamu akan melakukannya.

Dan terkait dengan yang satunya lagi, yang bagimu kemudian tampaknya kurang dicintai, kamu mengangkat bahumu dan mengatakan kepada dirimu sendiri, “Ah, mau apa lagi? Apa artinya itu. Semoga ia beristirahat dalam damai.”

Apa lagi yang harus kamu katakan? Apa lagi yang dapat kamu katakan kepada dirimu sendiri?

Melihat secara berbeda terjadi dan itu terjadi pada dirimu. Apa yang kamu pikir ada di dalam hatimu berubah. Itu tidak tetap.

Di sisi lain, sekarang kamu akan melihat jauh lebih jelas. Oh, bagaimana kalian akan menerima dengan gembira Orang-Orang Yang Kamu Cintai sekarang, Orang-Orang Sayang. Jadi ambillah kesempatan itu sejak awal sekarang.

Selain itu, terserah. Hidup berjalan terus, seperti yang dilakukannya dan membawamu bersamanya.

 

Diterjemahkan kosmosindo dari sumber http://heavenletters.org/in-its-finest-sense.html

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s