Heavenletter – Apa Yang Kamu Katakan Kepada Hidup?

pair-2028110_640

Heavenletter #1342 oleh Gloria Wendroff, dipublikasikan 20 Juli 2004
What Do You Say to Life?

Tuhan berkata:

Masukilah roda kehidupan. Tempuhlah hidupmu dengan percaya diri yang besar. Hiduplah dengan bersemangat. Hiduplah ibaratnya kamu akan menyantap makanan yang indah yang disajikan di hadapanmu. Ambillah piring yang penuh. Lahaplah dengan suapan besar. Isilah cangkirmu, minumlah itu, seruputlah itu dengan bibirmu, dan tuangilah dirimu dengan yang berikutnya.

Kamu sudah cukup lama menahan diri dari hidup dalam suatu keinginan supaya aman. Dari apa kamu ingin melindungi dirimu sendiri? Dari Hidup? Darimu?

Tentu saja, perhitungan keamananmu tidak berfungsi. Hidup menemukanmu dan tidak akan membiarkan dirimu bersembunyi darinya. Ia menarikmu begitu atau begini, dan itu terlepas dari seberapa banyak kunci yang kamu pasang di pintumu. Hidup memasukinya, tapi hidup bukanlah pencuri. Hidup adalah pemberi, dan ia menegaskan agar kamu ambil bagian. Kamu juga dapat meloncat tinggi.

Apa yang membuatmu takut melompat ke tengah-tengah hidup? Apa yang menahanmu? Apakah itu ketakutanmu? Daripada ketakutan, menarilah ke tengah-tengah hidup, letakkan tanganmu pada pinggul, dan berkatalah:

“Hidup, ini saya! Kamu mendapatkan saya dan saya mendapatkanmu. Mari kita mencobanya! Mari kita lihat apa yang dapat kita perbuat dari itu dan sejauh mana kita dapat berjalan. Ini bukan situasi yang menyesatkan yang kita peluk. Kita ada di sini bersama-sama untuk menari. Tidak lagi saya ingin berpegangan pada tembok dan memojokkan diri di sudut, bersembunyi dari mu. Sekarang saya tampil di depanmu dan menjadi seseorang yang menempuh hidupmu. Sementara kita bersama-sama ada di Bumi, marilah kita menari tarian apapun itu namanya, saya ingin menari bersamamu. Ayunkan saya tinggi-tinggi, ayunkan saya ke bawah, kita ada dalam tarian ini bersama-sama. Saya mungkin saja tersandung, tapi saya akan belajar sambil kita menempuh perjalanan itu. Saya berani berada di lantai dansa tepat di depanmu.

“Saya dapat berlari bersamamu, atau saya dapat menyeret kaki saya. Dalam kedua kasus, kamu akan menjadi pasangan saya, dan saya menjadi pasanganmu. Kamu tidak akan meninggalkan saya, mengapa pula saya harus meninggalkanmu? Saya akan berhenti melihatmu dari balik bahu saya. Sekarang saya berdiri di hadapanmu. Sekarang kamu menghentakkan kakimu. Sekarang saya meletakkan tanganku dalam tanganmu, dan kita memulai tarian tak dikenal ini, dan kita menarikannya dengan semua kekuatan kita.”

Jalinlah persahabatan dengan hidup. Jadilah tumbuhan rambat! Sebuah tumbuhan rambat tidak akan mudah disingkirkan. Ia tidak mengasihani dirinya sendiri. Ia tidak berkata: “Lihatlah pada mawar itu! Untuknya tanah telah disiapkan sementara saya ada di sini, dicabut, dan dibiarkan untuk mencari tempat bagi saya di celah-celah trotoar jalan. Saya yang malang! Saya hampir tidak punya peluang. Saya telah dikejar-kejar. Dunia benar-benar tidak menginginkan saya.”

Tidak, sang tumbuhan rambat berkata: “Terserah nama apa yang diberikan kepada saya, saya memiliki setiap hak untuk berada di sini. Saya telah diciptakan, bukankah begitu? Saya tidak akan membiarkan apapun menghentikan saya, tidak ada apapun yang dapat memberi saya rasa berada di tempat yang salah, karena tempat saya adalah di mana saya berada. Dan jika saya tidak dapat tinggal di sini, saya akan tumbuh entah di mana, saya tumbuh. Saya tidak harus dipuja-puja oleh dunia. Saya memiliki tempat saya di bawah matahari, terserah apa yang dipikirkan dunia.”

“Matahari bersinar sama untuk saya. Saya melihat pada matahari dan saya mengikutinya. Saya menghangatkan diri di dalamnya. Matahari adalah untuk saya sama seperti halnya untuk mawar. Matahari memberkati mawar, dan matahari memberkati saya. Mawar dan saya memiliki tujuan-tujuan yang berbeda dalam hidup, itu saja. Mawar hanya harus menjadi indah dan harum. Saya hanya harus menjadi kuat dan berkembang dan, ya, saya mengakui, sementara saya berada di dalamnya, saya menyuburkan tanah bagi mawar.”

Apa yang kamu katakan kepada hidup sekarang?

Diterjemahkan kosmosindo dari sumber http://heavenletters.org/what-do-you-say-to-life.html

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s