Heavenletter – Memilih Kebebasanmu dari Masa Lalu

daisy-165292_640-630x315
Heavenletter #6010 via Gloria Wendroff, dipublikasikan 9 Mei 2017
Choosing Your Freedom from the Past

Tuhan berkata:

Kepada apa kamu merujuk perasaan-perasaan baikmu atau lebih perasaan-perasaan berbahayamu pada pagi ini dalam Hidupmu? Apa yang mempertahankan kesuramanmu? Apa yang mempertahankan kecerahanmu, apa pendapatmu?

Jawaban saya adalah bahwa perasaan-perasaanmu yang berharga terujuk kepadamu, orang sayang, dan tidak kepada siapa pun. Perasaan-perasaanmu adalah Keindahanmu, atau mereka adalah keburukanmu. Jika tidak begitu, siapa yang membujukmu sehingga kamu seharusnya berpikir secara demikian dan bukan secara lain?

Kamu mungkin berkata dengan protes: “Tuhan, jika seseorang memukul saya, dia memukul saya. Saya tidak memukulnya. Bagaimana bisa Engkau dapat mengatakan, bahwa seseorang yang memukul saya tidak bertanggungjawab untuk bagaimana perasaaan saya?”

Saya tidak mengatakan bahwa dia tidak memukulmu. Itu adalah pemicu. Ia menyerangmu. Apa yang saya katakan dan katakan lagi dan kembali lagi adalah — kamu bertanggungjawab untuk bagaimana kamu merasakan tepat saat ini. Kamu bertanggungjawab untuk reaksi-reaksimu. Terlepas dari semua perkataan maaf — jika seseorang tidak pernah menyukaimu, jika seseorang menganiayamu, tidak peduli apa — kamu masih tidak harus menjalani hidupmu menyusun suatu kasus perkara melawannya.

Jika kamu pernah memiliki seorang guru yang tidak menghargaimu, bagaimana kamu menghakimi dirimu sendiri untuk melekat pada kepahitan tidak kudus dan memberi putusan bebas bagi dirimu sendiri dari bertanggungjawab bagi perasaan-perasaanmu sekarang?

Ini benar-benar hal baik yang saya beritahukan kepadamu, karena, perasaan kecewa apa pun yang mungkin kamu rasakan, sekarang, tepat pada saat ini, kamu bebas untuk mengubah kepercayaan-kepercayaan dan perasan-perasaanmu yang ditimbulkannya. Jika kamu tidak bertanggungjawab, apa yang pernah dapat kamu lakukan untuk mengalihkan perasaan-perasaanmu? Hal baik apa yang ada dalam memelihara perasaan-perasaan mengeras dan berpikir dengan cara-cara demikian? Hal baik apa yang dapat datang dari melekat pada perasaan-perasaan lama yang mengeras? Jika kamu merasakan kepahitan, hal baik apa bagimu untuk memutuskan kamu hanya dapat menjadi pahit seolah-olah kamu harus terjebak macet? Pikiranmu yang menjebakmu, bukan situasi-situasi.

Ada orang-orang yang memendam dendam sampai hari kematian mereka. Mereka tampaknya menganggap diri mereka sendiri indah untuk berpegang pada itu erat-erat. Hal baik apa yang dapat terjadi dengan memegang dendam? Tak seorang pun harus memegang suatu dendam terlepas bagaimana tidak adilnya sebuah situasi telah dapat terjadi. Bahkan jika pengadilan menemukan pembunuh dari seseorang yang kamu cintai, misalnya, menilai tindakannya sebagai bersalah, masih kamulah yang bertanggungjawab untuk memegang erat atau melepaskan pergi apa pun itu, pada akhirnya, kepahitanmu.

Dengan cara apa KAMU merasa lebih baik? Siapa yang kamu hukum jika kamu menumpuk perasaan-perasaan keras terhadap hatimu yang terluka? Adalah kamu yang terus memelintir pisau itu dalam hatimu sendiri. Siapa yang menurut pendapatmu yang paling terluka? Perasaan-perasaan negatif tidak memendam kebajikan bagimu.

Ada contoh-contoh yang luar biasa, di mana orang-orang melepaskan perasaan-perasaan keras mereka. Dalam sejumlah kasus, sejumlah orang tidak hanya melepaskan balas dendam tapi juga telah sampai menemui orang yang telah mengambil nyawa orang yang mereka cintai. Paling tidak, setiap orang dapat melepaskan klaimnya untuk membalas dendam dan sakit hati yang tidak berkesudahan.

Pada titik tertentu, kamu harus membiarkan dirimu sendiri bebas. Biarkan dirimu sendiri bebas sekarang. Apakah sebuah serangan berlangsung kemarin, dua tahun lalu, atau 50 tahun lalu, lepaskanlah itu sekarang. Saya tidak mengatakan ini mudah untuk dilakukan. Saya mengatakan bahwa kamu dapat melakukannya. Saya mengatakan kamu harus melakukannya.

Bukan bagimu untuk bertindak sebagai badan pengadilan. Kata terakhirmu tidak diperlukan. Apakah kamu suka memegang itu atau melepaskannya? Apakah itu membuatmu entah bagaimana indah untuk mempertahankan kepahitan, kebalikan dari cinta?

Kamu harus mengubah arahmu.

Kamu mungkin bahkan mengabaikan sejumlah orang tanpa alasan, tapi kamu tidak menyukai mereka. Mereka membuatmu bergidik atau semacam itu. Dari mana kamu mendapatkan gagasan bahwa orang lain berkewajiban untuk suka dengan ketidaksukaanmu terhadap mereka? Selalu ada waktu untuk berhenti tidak menyukai siapa pun yang tidak kamu sukai atau daftar manapun dari orang-orang yang tidak kamu sukai untuk alasan apapun atau tanpa alasan sama sekali.

Kapan itu cukup lama untuk menyelesaikan rasa sakit luka lama? Para Pemegang Rasa Terluka Sayang, waktunya tidak pernah terlau singkat.

Diterjemahkan kosmosindo dari sumber http://heavenletters.org/choosing-your-freedom-from-the-past.html

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s