Heavenletter – Arus Yang Tetap Cinta Diri

white-2072295_640

A Steady Stream of Self-Love
Heavenletter #6176 via Gloria Wendroff, dipublikasikan 22 Oktober 2017

Tuhan berkata:

Jika kamu benar-benar menCintai dirimu sendiri, kesulitan-kesulitan apa yang dapat terjadi? Jika kamu mencintai dirimu sendiri, Bukti Cinta lebih besar apa yang dapat kamu miliki entah dari mana? Saya memintamu untuk mengklaim Cintamu sendiri. Namamu melekat secara mendalam dalam Hati Saya dan Cinta Saya. Cintamu dan Cinta Saya adalah Satu dan Sama. Kamu adalah milik Saya, dan Saya adalah milikmu.

Cintailah Dirimu sendiri, dan kekhawatiran tidak akan lagi eksis. Sumber mendasar dari kekhawatiran kalian adalah kalian merasa tidak diCintai, atau, setidaknya, tidak cukup diCintai.

Ya, tentu saja, inilah kasusnya. Kekurangan Cinta adalah sumber semua kekhawatiran. Jika Seseorang yang Dicintai menghilang, kalian protes. Apakah Orang Yang kalian Cintai meninggalkan kalian karena keputusan pribadi atau karena meninggalkan Bumi, kalian meratap bahwa Cinta kalian dirampas. Jika Orang-Orang yang Dicintai meninggal tanpa bersalah, kalian mungkin merasa: “Bagaimana mereka bisa, bagaimana mereka tega meninggalkan Saya sendirian tanpa mereka. Siapa yang akan mencintai saya sekarang?”

Melalui suka dan duka, Yang Dikasihi, Cintailah Diri Kalian sendiri. Maka, apa yang akan kalian ratapi? Cintailah Diri Kalian sendiri seperti Saya menCintai kalian, karena kalian adalah Diri Saya Sendiri.

Kalian layak diCintai. Jika kalian menCintai diri kalian sendiri, kalian tidak ditinggalkan. Berhentilah memandangi ketidakadilan, dan kalian bahkan tidak akan merasakan konsep kesepian. Kalian akan menjadi Arus Cinta yang terus-menerus dari kalian sendiri. Kalian akan lengkap dalam diri kalian sendiri. Jika kalian menCintai diri kalian sendiri, kekurangan imajiner apa yang dapat menahan kalian dalam genggamannya?

Sebaliknya tukarlah kehilangan dengan Cinta.

Daripada diliputi dengan kekhawatiran dan penyesalan dan kesedihan dan merasa kecewa karena tidak sempurna, isilah diri kalian sendiri dengan Cinta. Jika itu menyangkut Cinta, keluarkanlah Cinta dari batasan-batasannya.

Cinta adalah Hak Dasar Alami kalian, namun kalian membungkus rapat-rapat Cinta kalian dan menyingkirkannya. Bukannya Mencintai dari Matahari di Hati Kalian, kalian berseru-seru agar Cinta datang kepada kalian entah dari mana yang jauh dari kalian. Kalian mendengar, Orang-Orang sayang, bahwa tidak ada tempat lainnya selain di dalam. Tidak ada tempat lainnya, dan tidak ada siapa pun lainnya. Kamulah Itu, karena kamu tidak lain selain Saya Sendiri. Tidak ada keterpisahan dalam Alam Semesta ini.

Jika kamu merasa dihempas ke pinggir, itu adalah kamu yang telah menghempas dirimu sendiri ke pinggir. Datanglah ke Kamar-Kamar Dalam Batinmu dengan Saya.

Tidak ada kamu yang individual. Kalian membuat sendiri perkakas individual ini. Kalian tidak memiliki Identitas yang sah selain Kesatuan. Tidak ada yang hidup terpisah dari Saya. Kesatuan tidaklah sendirian. Kesatuan adalah Keseluruhan. Kesepian tidak eksis. Itu sesuatu yang dibuat-buat. Usirlah kesepian. Apa pun yang mungkin kalian pikir, kalian berhak Kesatuan. Kalian tidak lain selain Kesatuan. Jangan lagi melekatkan diri kalian sendiri pada kehampaan yang tidaklah eksis.

Kalian mengelabui mata kalian sendiri. Kalian menjual diri kalian sendiri pada fake I.D. (Identitas palsu). Identitas palsu kalian tidak melewati batas-batas, Yang Dikasihi. Identitas Palsu membuat kalian menduga kalian terisolasi. Isolasi adalah fasade palsu. Keluarlah dari bayang-bayang. Lihatlah ke depan. Akuilah Diri Kesatuan kalian dengan semua Cinta yang merupakan milik kalian. Nyatakanlah kembali Cinta.

Tidak ada kekurangan Cinta. Jika kalian berpikir demikian, kalian menepis diri kalian sendiri ke pinggir. Kalian memprotes dan menipu hak kelahiran kalian sendiri. Dengan bertindak begitu, kalian melempar keluar diri kalian sendiri dari Kerajaan Surga. Masalah-masalah di dunia berasal dari membantah Warisan Sejati kalian ini. Singkirkanlah keangkuhan kalian. Kalian tidak memiliki hak untuk itu.

Saya tahu. Saya tahu semua alasan kalian. Kalian menyalah tafsirkan kerendahan hati. Kalian menyebut rendah hati keangkuhan, dan keangkuhan kerendahan hati. Tentu saja itu bukan kerendahan hati jika kalian membuat apa yang kalian ketahui lebih baik daripada apa yang Saya katakan. Ini bukan rendah hati. Ini adalah kesombongan kalian yang ada dalam bentuk kerendahan hati. Tidaklah rendah hati bagi kalian untuk menaikkan bendera kalian sendiri.

Apa makna yang ada di pikiran kalian jika kalian mendengar: “Setialah kepada dirimu sendiri?”

 

Diterjemahkan kosmosindo dari sumber http://heavenletters.org/a-steady-stream-of-self-love.html

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s