Yeshua – Hubungan-Hubungan Cinta

asmara_heart-1137258_640

Yeshua disalurkan oleh Pamela Kribbe

(Love Relationships – from the Series Through the Gate)

Teman-teman sayang,
Saya Yeshua. Saya menyapa kalian semua dengan tulus. Saya ada di sini dengan sepenuh hati. Saya ingin berbagi dengan kalian, karena kalian adalah saudara-saudara dan saudari-saudari saya dan saya merasa terjalin erat dengan kalian. Saya tidak melebihi, juga tidak lebih tinggi dari kalian, kita adalah satu.

Kita menempuh perjalanan bersama-sama untuk menanam benih energi Kristus di Bumi, sebuah benih yang waktu demi waktu akan perlahan tumbuh dan bersemi menjadi bunga yang mekar secara matang. Waktu ini di Bumi adalah waktu melengkapi perjalanan itu. Ini adalah waktu di mana banyak kecambah mulai berkembang, dan dalam banyak cara kalian adalah kuncup-kuncup bunga. Bersama-sama kita membentuk sebuah unit, kumpulan jiwa-jiwa yang mendedikasikan dirinya sendiri untuk kelahiran kesadaran yang baru. Jadi jangan lagi melihat saya sebagai seorang master yang berdiri di atas kalian, tapi sebagai teman yang memegang tangan kalian dan ingin membagi cintanya dengan kalian, karena saya sungguh mencintai kalian semua secara mendalam.

Kalian memiliki keinginan intensif akan cinta. Kalian mencarinya dalam hubungan-hubungan dengan yang lain, dan juga melalui sebuah hubungan dengan yang ilahi. Tapi sebetulnya, apa yang kalian rindukan terletak di dalam diri kalian sendiri; itu adalah sifat ilahi kalian sendiri, bagian dari kalian yang satu dengan cinta tanpa syarat dan sukacita. Ketika kalian mengalami bagian dari kalian ini, itu terasa seperti pulang ke rumah. Segala hal lainnya dalam kehidupan kalian menjadi mudah, terang, dan penuh sukacita. Kalian berada satu dengan diri kalian sendiri dan kalian tidak memerlukan apapun di luar diri kalian sendiri untuk membuat kalian merasa baik. Kalian adalah kesatuan dengan diri kalian sendiri – namun kalian merasa terhubung dengan segala hal lainnya dalam cara yang mendalam dan intim.

Hal yang paradoks tentang hubungan-hubungan adalah di mana kalian hanya terhubung secara intim dengan orang lain, jika kalian mampu untuk memeluk keesaan dengan diri kalian sendiri. Jika kalian siap untuk menerima diri kalian sendiri, dengan beban-beban dari masa lalu, dengan naik dan turun kalian – maka di sana ada ruang bagi orang lain dengan individualitasnya yang unik. Kemudian kalian tidak lagi mempergunakan orang lain itu dengan tujuan pulang ke Rumah. Sebaliknya, kalian berbagi Rumah yang kalian bawa dalam hati kalian dengan orang lain tersebut. Jenis hubungan ini menjadi suatu perayaan bersama, berbagi, dan itu adalah hubungan yang menyembuhkan, apakah itu dengan seorang kekasih, teman, atau anak; itu tidak memiliki perbedaan esensial. Namun, hubungan-hubungan cinta – hubungan kekasih – adalah hubungan-hubungan yang paling menggerakkan kebanyakan dari kalian. Mereka menyentuh kalian sebegitu mendalam dan memicu emosi-emosi mendalam, karena mereka tampaknya paling memegang janji untuk pulang ke Rumah dibanding hubungan-hubungan lainnya.

Sebelum saya berbicara tentang hubungan-hubungan cinta, saya ingin mengingatkan kalian bahwa Rumah yang kalian rindukan, kesatuan asli dari mana kalian dilahirkan sebagai jiwa, tidaklah berada jauh. Kalian dapat mengatakan bahwa ditinjau dari alam waktu, sudah begitu sangat lama ketika kalian meninggalkan, berbicara secara simbolis, Surga. Di mana kalian pergi menempuh jalur kalian sendiri sebagai sebuah “jiwa dalam tubuh” dan memilih bentuk tertentu untuk memanifestasikan diri kalian sendiri dan menempuh pengalaman-pengalaman dan mengunjungi tempat-tempat berbeda di alam semesta.

Ketika kalian dilahirkan sebagai jiwa yang individual dan memulai perjalanan kalian, kalian melepaskan kesatuan asli tersebut, yang dapat kalian bayangkan sebagai selimut hangat dari cinta dan cahaya yang begitu akrab bagi kalian. Sebuah kesatuan di mana kalian selalu merasa kehadiran aman dari Ayah-Ibu-Tuhan, dan dengan demikian kalian tidak pernah merasa takut menjadi sendirian atau ditolak. Konsep-konsep “negatif” ini bahkan tidak ada dalam pengertian kalian, namun kekuatan arketipe dalam Tuhan sedang bekerja ketika melahirkan kalian keluar dari rahim keesaan Ayah-Ibu-Tuhan ini.

Apakah tujuan dari kelahiran tersebut? Agar kalian semua dapat menjadi tuhan-tuhan yang mandiri! Sehingga kalian sendiri dapat menjadi titik awal dari sumber kehangatan dan cinta Ayah-Ibu-Tuhan dari mana makhluk-makhluk tak terbatas diciptakan dan berkembang. Tapi perpisahan yang telah kalian alami di awal, kalian rasakan sebagai sebuah syok. Kalian telah menyadari bahwa dengan pemisahan dari keesaan ini datang pengetahuan yang memiliki tujuan untuk benar-benar mengalami proses perkembangan, kalian tidak dapat mengetahui apapun sebelumnya. Kalian telah menyadari kalian hanya dapat terpisah dari kesatuan asli tersebut dengan menempuh jalan kalian sendiri seluruhnya sebagai sebuah jiwa individual, yang mana untuk pertama kalinya kalian mengenal ketakutan dan kesepian dan kegelapan dari tidak mengetahui dan tidak mengerti.

Kalian masih membawa pengalaman asli kesepian dan kesendirian, yang mungkin muncul sangat kuat dalam bidang hubungan-hubungan cinta. Tapi sebelum saya membahas hubungan-hubungan itu, saya ingin mengingatkan kalian bahwa kalian memiliki kemungkinan untuk mengalami hubungan asli tersebut pada setiap saat.

Ketika kalian pergi memasuki tidur tanpa mimpi, kalian meninggalkan tubuh kalian dan berhubungan dengan sumber terdalam dari mana kalian datang, dengan Tuhan, jika kalian ingin menyebutnya itu, atau dengan inti terdalam di dalam diri kalian sendiri: bagian dari kalian yang tidak pernah meninggalkan Surga dan masih ada di sana. Meskipun kalian telah meninggalkan Surga miliaran tahun yang lalu, keesaan itu masih ada di dalam kalian; itu adalah bagian yang tidak dapat diubah dari kesadaran kalian.

Pada malam hari, jika pikiran kalian sedang tidak terlalu aktif dan kalian berserah pada tidur dan kepada alam-alam non fisik yang kalian masuki, kemudian, ketika kalian meninggalkan tubuh kalian, kalian memasuki Sumber itu dan dengan demikian menyegarkan kembali diri kalian sendiri. Juga pada keseharian kalian, kalian dapat membuat hubungan dengan realitas dari spirit ilahi ini, di mana kalian adalah bagian intim darinya. Dengan menjadi sangat diam, kalian dapat merasakan kehadirannya di sini dan sekarang. Saya mengundang kalian untuk merasakan bagaimana bersama, sebagai satu, kita semua membentuk bagian dari wajah asli Tuhan tersebut.

Bayangkanlah di tengah-tengah dada kalian, dalam chakra hati kalian, ada kristal yang bersinar, yang indah. Bayangkanlah itu di sana dan rasakanlah kekuatannya: kristal yang murni, jernih yang semua bagiannya secara simultan mencerminkan banyaknya pengalaman kalian. Hati kristal ini juga terhubung dengan segala hal di sekeliling kalian. Perasaan-perasaan yang kalian terima dari orang-orang lain dapat dicerminkan oleh kristal ini, dan dengan begitu, dengan menerima suasana hati dan emosi-emosi melalui kristal ini, kalian bisa untuk mengerti yang lainnya. Dari hati kristal ini kalian mengerti pengalaman-pengalaman yang lainnya: rasa sakit dan kekecewaan mereka menjadi jelas bagi kalian.

Hati kristal ini terhubung dengan hati dari semua makhluk hidup lainnya, karena kita semua adalah satu. Namun kalian juga dapat merasakan bahwa hati ini, yang kalian bawa dalam dada kalian, adalah milik kalian: itu adalah hati jiwa kalian. Rasakanlah bagaimana kedua aspek itu berjalan bersama. Kalian terhubung pada tingkat hati – sebuah medan horizontal yang menghubungkan kalian dengan segalanya yang hidup – sehingga di sana tidak ada keterpisahan karena kita semua adalah satu. Namun kamu juga adalah “satu”, yang berarti bahwa kamu adalah kamu, dan tidak ada orang lain yang secara tepat sama seperti dirimu. Kamu adalah makhluk individual dan ada garis vertikal yang menghubungkanmu secara langsung dengan Sumbermu, dengan Tuhan. Kamu ada dalam tubuh fisik ini, yang adalah obor dari hatimu, bagianmu sendiri dari kesadaran Tuhan.

Rasakanlah besaran tak terukur dari kristal ini: kesadaran tanpa batas yang merupakan milikmu, meskipun demikian dapat pergi ke mana pun ia mau. Itu tidak terikat pada tubuh ini, meskipun itu ada dalam tubuh ini sekarang, secara temporer, tapi itu adalah suatu energi yang amat besar yang pada akhirnya tidak terikat pada bentuk apapun. Kamu adalah kesadaran ini; kamu telah membawa sepotong dari pabrik ilahi Ayah-Ibu-Tuhan bersama denganmu di sini ke Bumi. Kamu adalah keseluruhan dan lengkap dengan dirimu sendiri, dan kamu adalah penjaga dari kristal hati ini. Ingatlah itu, sementara kita sekarang meninjau pada tema hubungan-hubungan cinta.

Jika kamu jatuh cinta pada orang lain, di sana sering ada pengalaman intensif terpesona pada awal sebuah hubungan. Itu tampaknya seperti sesuatu terbelah lebar-lebar di dalam dirimu, sesuatu yang telah lama tersembunyi dan hanya dapat terbuka kuncinya dengan melihat pada yang lain. Orang lain tampaknya tidak melihat “sesuatu” itu dalam dirimu, tapi orang yang kamu cintai membangunkan keindahan polos dari siapa kamu adanya. Kegairahan dan antusiasme dirimu untuk hidup kembali lagi, kamu merasa dilihat dan dicintai, dan kamu akan mengalami kedalaman dirimu sendiri – keajaiban darimu. Itulah apa yang kamu alami dalam waktu pesona jatuh cinta. Dan meskipun itu tampaknya menyangkut orang lain, itu sebenarnya tentang dirimu, apa yang dibuat terjaga orang lain dalam dirimu, yang adalah keindahan, sebuah keajaiban! Kamu tampaknya menjadi terjaga hanya saat itu dan merasa betapa banyak yang kamu miliki untuk diberikan dan seberapa besar kamu dapat dicintai.

Pada saat itu, orang-orang biasanya menjadi dimabuk dengan pesona dan keajaiban rasa jatuh cinta yang mereka alami, dan mereka secara buta melekatkan diri mereka sendiri pada orang yang membangunkan perasaan ini dalam diri mereka. Dia memiliki “tongkat magis” dalam tangan-tangannya, dan apa yang mula-mula membawa pada suatu pembukaan, dan perasaan mencintai terhadap dirimu sendiri demikian juga terhadap yang lain, berangsur-angsur menjadi pelarian dari dirimu sendiri, karena kamu menjadi sepenuhnya terfokus pada yang lainnya.

Kemudian dimulailah perjuangan dengan yang lainnya. Kamu ingin memiliki bagian dari mereka yang membuat kamu merasa begitu baik. Dan orang yang lain itu, seringkali melakukan hal yang sama terhadapmu, dan kalian berdua menjadi begitu luar biasa dibingungkan oleh perang tarik ulur ini. Dengan cara ini, hal tertinggi yang dapat saling kamu berikan akhirnya menggugah yang terendah, yakni cemburu, ketergantungan, dan persaingan kekuatan. Ini adalah kasus yang menyakitkan secara ekstrim, yang hampir telah dialami setiap orang dalam hidup mereka.

Bagaimana kasus ini terjadi? Ada dua bagian di dalam dirimu. Dari kristal hati yang telah saya lukiskan, ada cinta dalam dirimu yang dapat melihat orang lain tepat seperti dia adanya, dan dapat mengalami keindahan yang ada di sana. Dari ruang ini dalam hatimu, kamu dapat masuk ke dalam hubungan yang sejajar dan seimbang dengan yang lain, di mana kamu mengakui keilahian dalam diri orang lain dan di mana kamu juga tidak kehilangan sisi manusia satu sama lain. Kamu menghargai orang lain dengan rasa sakit mereka, kecurigaan mereka, kekecewaan-kekecewaan mereka, dan penolakan mereka.

Tapi dari perutmu, ada energi lainnya yang bekerja, sesuatu yang dapat menjadi sangat kuat, kekuatan menghancurkan dalam pesona jatuh cinta. Saya menyebut energi ini anak batin yang ditinggalkan, yang membawa rasa sakit sangat kuat dan mendalam yang menyusur kembali pada rasa sakit asli kelahiran kosmik saat meninggalkan keesaan Ayah-Ibu-Tuhan. Anak ini juga terbangun ketika kalian jatuh cinta, dan anak ini memiliki banyak emosi yang dapat membuat redup hatimu. Emosi-emosi ini dapat menyelubungi kristal hati dan menutupi kenyataan, bahwa kamu adalah sumber dari keterpesonaan dan kebahagiaan yang kamu alami dalam tahap awal cinta yang romantis. Perasaan-perasaan itu ada kaitannya dengan kamu dan dan ruang yang kamu berikan bagi dirimu sendiri, yang telah membuat memungkinkan bagi yang lain, tapi itu masih ada kaitannya denganmu.

Meskipun demikian, anak di dalam dirimu, yang sedang merasa sakit dan menangis keluar untuk mendapat perhatian, cinta, dan pengakuan yang dirindukannya bagitu lama, mungkin telah mencoba mengikat pasangan dalam bentuk yang mencekiknya; ia ingin memegang erat sedapat mungkin, agar mendapat bagi dirinya sendiri apa yang kurang padanya. Dengan cara ini, anak tersebut dan kristal hati dapat berakhir pada dua sisi yang berlawanan. Apa yang mula-mula terlihat sangat indah, berubah menjadi hubungan yang menghancurkan, di mana kalian bertarung satu sama lain dan memasuki medan pertempuran yang tidak diinginkan siapa pun, tapi bagaimanapun itu terjadi.

Pada saat kemagisan terancam menghilang, kalian mungkin menjadi putus asa. Dengan segala cara, kalian ingin melekat erat pada pasangan kalian, karena kalian pernah merasakan cinta yang mutlak dengan orang itu. Kalian akan berjuang untuk mempertahankan mereka, dan rasa sakit kalian yang paling tua, emosi-emosi kalian akan rasa marah, takut ditinggalkan, bahkan kebencian, dapat ikut muncul. Pada saat itu sangatlah tidak mungkin untuk melepaskan orang lain, karena kalian akan dikendalikan oleh pengingat bagaimana indahnya ketika semua sedang berada dalam harmoni.

Adalah sangat penting, pada stadium ini, di mana kalian mengetahui bagaimana untuk melepaskan. Saat ketika kalian merasa hubungan kalian pergi menuruni spiral, dan kalian saling menyalahkan dan mengecam satu sama lain, adalah waktu untuk mundur. Kalian dapat menyakiti satu sama lain sedemikian buruk, tepatnya karena kalian telah menyentuh satu sama lain begitu mendalam, dan rasa sakit itu sulit untuk disembuhkan.

Jadi beranilah untuk mengambil langkah mundur ketika kalian merasa bahwa kalian sedang lepas kendali, di mana kalian terbanjiri oleh emosi-emosi yang tidak memungkinkan kalian mendekati pasangan kalian dengan hati yang terbuka. Kalian mungkin merasa ketakutan yang mendalam ditinggalkan, atau justru sebaliknya: rasa takut berhubungan demikian mendalam dengan seseorang di mana kalian merasa diri kalian hilang di dalamnya. Mungkin ada emosi-emosi lainnya seperti marah atau cemburu, tapi apa yang penting, kalian memperhatikan bagaimana emosi-emosi paling intensif adalah lebih menyangkut diri kalian sendiri dibanding menyangkut hubungan itu. Hubungan tersebut memicu emosi-emosi, tapi emosi-emosi itu sendiri berasal dari penyebab-penyebab lebih dalam.

Apa yang menentukan sekarang adalah di mana kalian berputar menuju anak batin yang sakit dan terbengkalai itu, yang merupakan penyebab sebenarnya dari ketidakseimbangan emosi kalian. Melakukan itu bukanlah tanggung jawab dari pasangan kalian. Dan kalian, juga, tidak bertanggung jawab bagi anak batin pasangan kalian. Membuat seseorang bertanggung jawab bagi rasa sakit kalian dan mengharapkan mereka menyembuhkannya, membawa pada kebingungan luar biasa dalam hubungan-hubungan.
Jadi bagaimana kalian dapat melihat kapan hubungan itu, yang pada awalnya ikatan yang mencintai, berjalan salah dan menjadi tidak seimbang? Sebenarnya, ada tanda-tanda yang jelas, dan salah satu cara kalian dapat menemukannya adalah secara simbolis melakukan latihan dengan anak batin kalian.

Bayangkanlah kamu berdiri di hadapan pasanganmu pada saat ini. Atau ambillah seseorang yang sangat penting bagi dirimu, jika kamu saat ini tidak memiliki pasangan, dan izinkanlah anak batinmu berdiri di samping kirimu. Cukup bayangkanlah dirimu sendiri sebagai seorang anak yang berumur di bawah 10 tahun, dan berdirilah dengan anak itu pada sisi kiri dari pasanganmu. Sekarang lihatlah bagaimana respons anak itu terhadap orang yang kamu cintai. Lihatlah reaksi pertama dari anak itu. Tanyalah anak itu: “Apa yang membuatmu tertarik padanya? Apa yang kamu anggap begitu mempesona darinya? Apa yang menyentuh hatimu, apa yang membuatmu kagum?” Dan kemudian tanyalah: “Bagaimana perasaanmu sekarang?”
Apakah telah terjadi sesuatu pada kualitas asli tersebut? Dapatkah anak itu masih merasakan cinta itu? Dalam hubungan yang menyembuhkan, kualitas unik itu masih sangat hadir. Itu masih menutrisimu, itu masih menghangatkanmu, sementara pada waktu yang sama pasanganmu telah memperoleh lebih banyak bentuk manusia, dengan masalah-masalahnya sendiri dan naik turunnya. Namun, sesuatu dari kemagisan yang asli masih ada di sana, dan karena kemagisan tersebut, masalah-masalah dapat diatasi. Jika kalian merasa absennya kemagisan itu, jika anak batin kalian sebetulnya merasa tidak dicintai atau diperlakukan tidak adil, maka ada sesuatu di sana yang mana kalian perlu memberikan perhatian. Ambillah waktu untuk menemukan ini di dalam anak batin kalian.

Untuk membuat situasi menjadi jelas, lepaskanlah imej dari anak batin itu, dan sekarang bayangkanlah bahwa kamu berdiri di depan pasangan yang telah kamu pilih dan lihatlah bagaimana energi memberi dan menerima yang mengalir di antara kalian. Pertama-tama, lihatlah apa yang kamu berikan kepada yang lain dan rasakanlah itu, dan itu tidak perlu diekspresikan dalam kata-kata, selama kamu merasakannya. Apakah kamu memperoleh lebih banyak energi karena pemberian ini, atau kamu merasa kosong dan terkuras tenaga? Apakah pemberian itu menginspirasi atau kamu menjadi kelelahan karenanya? Peganglah pada perasaan pertama tersebut.

Setelah melihat pada apa yang kamu berikan kepada yang lain, perhatikanlah pada interaksi sebaliknya. Apa yang kamu terima dari yang lain? Percayalah pada perasaan pertama yang datang kepadamu. Apakah yang kamu terima terasa baik? Apakah itu membuat hatimu lebih terbuka? Apakah kamu merasa lebih bahagia tentang dirimu sendiri sebagai hasil dari apa yang kamu terima? Esensi dari hubungan yang menyembuhkan adalah bahwa yang lain memberimu sesuatu yang menciptakan sukacita dalam hatimu.

Akhirnya, ada pertanda lain dari hubungan yang destruktif. Dari solar plexus kalian – tempat yang dekat dengan perut kalian – sejenis “pipa” energi yang menghubungkan kalian dengan yang lain. Jika kamu sensitif, mungkin kamu dapat mengalami pipa itu. Apa yang kamu cari adalah perasaan bahwa kamu dapat memiliki yang lain; di mana kamu panik bila memikirkan bahwa yang lain tidak akan lebih lama ada di sini; di mana sesuatu menarik pada pipa itu. Jika kamu merasakan itu, maka itu pada dasarnya adalah hubungan tali pusar energetis yang menghubungkan dirimu dengan yang lain, dan memberimu perasaan: “Saya memerlukan mereka, saya tidak dapat melakukannya tanpa mereka!” Perasaan panik itu menunjukkan, kamu tidak beroperasi secara independen, atau setidaknya kamu berpikir kamu tidak mampu melakukannya tanpa yang lain, dan ketergantungan semacam itu dapat membawa pada hubungan yang destruktif.

Dalam hubungan yang menyembuhkan, adalah alami untuk merindukan satu sama lain jika dalam satu cara atau lainnya kamu akan terpisah. Adalah hal yang alami untuk menikmati dan oleh karena itu merindukan keberadaan satu sama lain. Kamu mungkin menginginkan yang lain, tapi kamu tidak memerlukan yang lain. Tapi dalam sebuah hubungan yang destruktif, ada sesuatu merusak yang bekerja. Ada suatu perasaan di mana kalian tidak dapat melakukan atau berada tanpa yang lainnya, di mana kalian tergantung pada mereka bagi rasa nyaman kalian – mungkin seluruh hidup kalian! – dan ini melemahkan kalian secara luar biasa. Ada ketakutan mendalam akan kemungkinan penolakan oleh yang lain, dan itu membuat kalian merasa kecil dan terpaksa, dan seluruh hubungan tidak lagi memiliki ruang dan kebebasan penuh sukacita yang dimilikinya di awal.

Cobalah untuk merasakan hal-hal ini bagi diri kalian sendiri, dengan tenang, dalam cara kalian sendiri. Dan jangan takut untuk membuat ruang dalam hubungan itu untuk mengizinkan diri kalian sendiri merasakan hal semacam ini. Karena begitu kalian menemukan diri kalian sendiri dalam spiral negatif dalam suatu hubungan, itu seringkali penting di mana pasangan menjauhkan diri mereka sendiri satu sama lain, secara fisik dan secara emosional, dengan tujuan menyadari di mana mereka masing-masing berdiri. Pada saat semacam itu, seringkali tidak berguna untuk mencoba membicarakan hal-hal. Hal yang penting di mana medan-medan energi kalian sendiri mula-mula menjadi bebas dari satu sama lain, dengan tujuan mencapai ruang yang memungkinkan untuk kembali ke pusat kristal hati kalian. Turunlah dengan kesadaran kalian ke dalam kristal jernih yang indah itu, yang merupakan esensi kalian. Jangan tergantung pada yang lainnya untuk mengalami itu di dalam kalian; itu ada di sana bagi kalian – selalu. Itu adalah bisikan Tuhan yang dapat kalian dengar dalam keheningan.
Kemudian rasakanlah bagaimana, dari kristal ini, sinar-sinar memancarkan cahaya kepada anak (batin) dalam kalian yang masih menderita rasa sakit dan yang masih mencari di luar dirinya sendiri untuk penerimaan dan cinta dan keamanan. Biarkanlah sinar-sinar cahaya kalian menerangi anak itu, dan kalian dapat secara harfiah melihat, bahwa cahaya kristal itu tampak menjangkarkan dirinya sendiri dengan mengalir lebih dalam dan lebih dalam turun melalui perut kalian dan semua jalan turun melalui kaki-kaki kalian memasuki Bumi.

Ini adalah cahaya kalian, Cahaya Jiwa kalian yang unik! Kalian ada di sini untuk mengalami cahaya ini dalam sebuah tubuh di Bumi. Cahaya khusus kalian adalah unik, itu adalah Cahaya Malaikat kalian, dan jika kalian tetap terhubung dengannya, maka kalian menarik hubungan-hubungan yang menyembuhkan dalam hidup kalian. Kalian tidak memiliki “kebutuhan” akan lainnya. Dan kalian juga tidak memiliki kebutuhan untuk membuat yang lain menjadi sesuatu “yang sempurna”: seseorang yang akhirnya melihat kalian dalam perspektif yang kalian inginkan, dan yang mengerti dengan tanpa syarat dan menerima kalian dalam cara yang kalian inginkan mereka melakukannya.

Penerimaan dan cinta tanpa syarat hanya dapat ditemukan dalam hatimu sendiri – oleh dan untuk dirimu sendiri. Jangan membebani yang lainnya dengan tugas tersebut. Cinta yang mutlak itu adalah sesuatu antara kamu dan Dirimu Sendiri. Ini hanya dapat kamu berikan kepada dirimu sendiri, dan ketika kamu melakukannya, kamu menjadi sumber cinta bagi yang lainnya, karena kamu kemudian telah menjadi selengkapnya jujur dan setia dengan dirimu sendiri. Kamu mencintai dirimu sendiri, termasuk bagian yang gelap; anak dalam dirimu yang kadang-kadang berjuang dan merasa tersiksa.

Ketika kamu mencintai dirimu sendiri, adalah lebih mudah bagimu sendiri untuk melihat orang lain dalam perspektif yang sebenarnya. Kamu tidak lagi harus menanggapi secara pribadi hal-hal yang kadang-kadang bersifat menyerang atau menyakitkan yang dikatakannya atau dilakukannya. Tindakan-tindakan dan reaksi-reaksi mereka adalah milik mereka, dan itu menjadi lebih mudah untuk tidak merespons terlalu emosional terhadap hal tersebut. Orang lain tidak lagi bertanggung jawab bagi pembebasan jiwamu – kamulah yang bertanggung jawab untuk itu. Kamu adalah master dari duniamu, realitasmu.

Kalian semua berada pada jalur ini untuk menyadari diri sendiri, dan kalian telah menyentuh orang lain dengan kristal hati kalian: kalian memberikan percikan-percikan cinta dan harapan kepada mereka. Saya berterima kasih kepada kalian karena datang ke Bumi pada saat ini, dalam periode perubahan dan transisi ini. Saya ada dengan kalian dan saya menyayangi kalian secara mendalam. Kalian adalah saudara-saudara dan saudari-saudari saya, dan saya mencintai kalian.
© Pamela Kribbe
Penerjemah: Dyan Andriana Kostermans

http://www.jeshua.net/id

 

Advertisements

Heavenletter – Gula Karamel yang Sedap

praline-2201440_640

Chewy Caramels
Heavenletter #4066 dipublikasikan 12 Januari 2012

Tuhan berkata:
Hari yang baik kepada semua. Dan mengapa tidak? Perangkap apa di dunia yang kalian izinkan untuk menahan kalian dari memiliki hari yang baik?

Jadi, kalian dalam suasana hati yang buruk? Haruskah suasana hati yang buruk menahan kalian memiliki hari yang baik, hari yang gemilang, hari yang bersinar indah? Mengapa kalian mengizinkan ini?

Jadi, sesuatu telah terjadi yang membuat kalian terpukul. Sesuatu yang tidak kalian inginkan terjadi, terjadi, dan kalian merasa terpuruk.

Terlepas dari itu, tidak bisakah kalian menerima kemungkinan bahwa kalian adalah pembuat hari kalian? Jika kalian dalam suasana hati yang buruk, haruskah kalian menjadi itu? Haruskah suasana hati kalian mengacau-balaukan hari kalian? Haruskan peristiwa-peristiwa menguasai hari kalian? Haruskah satu kata atau tatapan seseorang pada kalian menghancurkan hari kalian?

Pertanyaan sebenarnya adalah: Haruskah kalian menghancurkan hari kalian?

Ada hari-hari ketika kalian tidak sejalan dengan semua orang dan diri kalian sendiri. Ada hari-hari ketika kalian muak dengan segala hal. Yang dikasihi, tidak dapatkah kalian muak dengan menjadi muak? Bagaimana jika Saya menggelitik kalian di bawah dagu kalian, tidakkah kalian akan tersenyum? Mengapa tidak tersenyum, Saya bertanya kepada kalian?

Tentu saja, otot-otot bibir dan tersenyum kalian sama. Kalian tidak dibuat tidak mampu untuk tersenyum. Itu harus menjadi pilihan yang kalian ambil. Siapa yang akan memilih sebuah hari tanpa senyuman? Siapa yang dengan sengaja memilih hari yang buruk? Siapa yang akan mengambil hari buruk yang membuatnya terkapar? Siapa yang akan menerima itu sepertinya kalian tidak memiliki keputusan dalam bagaimana kalian menerima hari kalian?

Apakah kalian membiarkan orang lain atau sesuatu lainnya memilih hari yang akan kalian miliki?

Kalian tidak memiliki semua keputusan tentang hidup kalian, namun kalian memiliki pilihan untuk tersenyum. Tersenyumlah dalam diri kalian, yang dikasihi. Apapun yang sedang kalian jalani, tidak berakhir selamanya. Sungguh, suasana hati yang buruk akan pergi dengan sendirinya, namun kalian dapat menghalaunya pergi lebih dulu.

Kalian selalu mengatakan kalian tidak ingin menderita, namun kalian tampaknya senang menderita sepanjang hari.

Jika kalian berada dalam hilang semangat, bangkitlah dan keluarlah dari mati angin itu. Kalian dapat beranjak dari kursi di mana kalian meringkuk di situ, mengapa tidak beranjak keluar dari hilang semangat?

Jika kalian memilik satu jenis suasana hati, kalian dapat memiliki yang lainnya.

Anggaplah suasana hati kalian seperti sebuah kartu yang kalian ambil dari suatu tumpukan. Kalian tidak menyukai kartu yang kalian terima? Nah, kemudian, taruhlah itu dan pilihlah yang lain.

Anggaplah suasana hati kalian seperti jika kalian sedang berbelanja sesuatu. Kalian tidak menemukan apa yang kalian inginkan di toko pertama? Nah, kemudian, kalian pergi ke toko kedua. Kalian tidak harus menetap pada sesuatu yang bukan apa yang benar-benar kalian inginkan.

Anggaplah suasana hati kalian seperti sekotak coklat yang datang. Kalian membuka kotak itu. Kalian suka yang gula karamel. Coklat pertama yang kalian gigit adalah salah satu dari coklat-coklat dengan praline di dalamnya. Bukan pilihan utama kalian. Kalian tidak harus memakannya, atau, jika kalian seseorang yang harus memakan setiap gigitan, lakukanlah dan makanlah dan bergerak lagi. Ada sejumlah karamel renyah dalam kotak itu. Mereka hanya menunggu kalian untuk menemukan mereka.

Jika saya memilih jenis hari yang akan kalian miliki, saya maksud hanya ini. Mungkin hari yang kalian inginkan ada tinggi di atas lemari, dan kalian merasa kalian tidak dapat menjangkaunya. Berdirilah di atas sesuatu sehingga kalian dapat menjangkaunya.

Suasana hati yang buruk tidak harus diterjemahkan ke dalam hari yang buruk. Mereka tidak harus menjadi sinonim. Jadilah seniman yang cepat berubah. Melangkahlah memasuki suasana hati yang baru, dan bergegaslah dengan itu. Naiklah ke panggung hari itu dan buatlah hari kalian seperti apa yang kalian inginkan.

Kepada semua, hari yang baik.

diterjemahkan kosmosindo dari sumber http://heavenletters.org/chewy-caramels.html

Apa Yang Terungkap dari Surat Kalian?

letter

Pesan harian Archangel Gabriel disalurkan oleh Shelley Young

Banyak dari kalian resah di mana kalian mengalami blokade-blokade dalam hidup kalian. Kami mengerti, bahwa jika kalian memiliki sistem-sistem keyakinan yang tidak sejalan dengan apa yang ingin kalian ciptakan, itu dapat sulit untuk mengidentifikasi mereka karena mereka sering datang dari pengkondisian yang telah kalian miliki sepanjang hidup kalian. Mereka terasa normal bagi kalian karena mereka telah berada dalam diri kalian sebegitu lama. Kami ingin menyarankan sebuah teknik bagi kalian hari ini yang dapat membantu kalian mengidentifikasi di mana kalian memiliki sistem-sistem keyakinan yang membatasi.

Bila kalian punya waktu untuk diri kalian sendiri, kami menyarankan untuk duduk dan menulis sebuah surat yang mengungkapkan frustrasi kalian dalam hidup kalian. Tulislah itu dari hati, izinkanlah emosi-emosi kalian keluar. Jangan mengurusi bahasa yang kalian gunakan atau ejaan atau tata bahasa kalian. Ini adalah latihan untuk hanya mengizinkan perasaan-perasaan dan frustrasi-frustasi itu mengalir dalam cara yang murni dan tanpa beban. Ini adalah sebuah aksi menghargai bagian dari kalian yang kebingungan dan merasa tidak berdaya.

Kemudian kami menganjurkan agar kalian menaruh surat itu ke sisi dan melakukan sesuatu yang membawa kalian ke ruang yang lebih baik dari keselarasan. Kalian mungkin ingin berjalan-jalan di alam, meluangkan waktu dalam aktivitas yang kalian nikmati, bermeditasi, berdoa, atau apapun lainnya yang membantu kalian merasa baik.

Tidak perlu terburu-buru, tapi kapan pun kalian berada dalam ruang perasaan yang lebih baik, ambillah kembali surat kalian dan bacalah seolah-olah seseorang lainnya yang telah menulis itu. Ini bukan tentang membuat perasaan-perasaan atau hal apapun lainnya tentang surat kalian salah! Kalian tidak ada di sana untuk menghakimi surat itu, tapi lebih untuk secara sederhana mengkajinya dari perspektif yang berbeda.

Ketika kalian membacanya, tanyalah diri kalian sendiri apakah sistem-sistem keyakinan yang muncul benar-benar demikian. Mengapa kalian telah merasa seperti itu? Apakah kalian telah diajari hal-hal yang tidak selaras dengan apa yang ingin kalian ciptakan? Apakah bagian dari kalian yang menulis surat itu penuh daya atau takut? Bagaimana kalian dapat masuk ke dalam diri kalian sendiri dan membantu bagian dari kalian yang merasa begitu banyak frustrasi dan rasa sakit?

Bahasa dapat mengindikasikan pernyataan-pernyataan yang membatasi diri sendiri atau kontrak-kontrak lama dari jiwa. Tanyakan kepada diri kalian sendiri apakah pernyataan-pernyataan itu benar. Alam semesta selalu ingin menyetujui dengan apa yang kalian nyatakan benar bagi kalian. Apakah pernyataan yang kalian tulis adalah apa yang kalian inginkan agar alam semesta mengatakan ya kepada kalian untuk itu? Dapatkah kalian menggeser fokus kalian menuju tempat yang ingin kalian tuju?

Pendekatan baru apa yang bisa kalian ciptakan yang menghargai siapa kalian adanya dan apa yang kalian inginkan dan layak untuk dialami? Bagaimana kalian dapat menulis kembali kontrak-kontrak lama jiwa kalian (janji-janji atau pernyataan yang tidak memberi kekuatan) ke dalam afirmasi-afirmasi positif yang lebih cocok dengan apa yang benar-benar kalian inginkan? Sebuah contoh dari ini mungkin menulis kembali “Saya tidak akan pernah percaya lagi” ke dalam pernyataan yang lebih menguatkan “Saya mempercayai dengan bijaksana dan penuh kemampuan membedakan.”

Kebanyakan dari surat kalian mungkin mengekspresikan gagasan bahwa kalian sedemikian rupa terpisah, dan dipaksa untuk menavigasi hidup sendirian atau tanpa bantuan. Bagaimana kalian dapat menggeser keyakinan itu ke dalam menerima cinta dan dukungan dari Sumber dan seluruh alam semesta yang ingin membantu kalian?

Kalian mungkin ingin mengkaji surat kalian selama beberapa hari. Berilah perhatian pada bagaimana itu men-trigger (memicu) kalian. Rasakanlah benar-benar ke dalam, di mana itu paling terisi secara energetis. Bagaimana kalian dapat menunjukkan untuk bagian dari kalian tersebut? Bagaimana kalian dapat menawarkan cinta, dukungan dan arah baru yang kalian butuhkan dengan begitu mendesak? Sama sekali latihan ini dimaksudkan untuk menghukum kalian. Ini adalah peluang indah untuk membuat penemuan-penemuan baru tentang diri kalian sendiri, sehingga kalian dapat menunjukkan dan mendukung diri kalian dengan cinta lebih besar dan pengertian lebih besar.

Setelah kalian dapat menelaah semua yang bisa kalian lakukan dari surat kalian, dan menemui bagian dari kalian itu dengan cinta dan kasih sayang kalian, kalian dapat melakukan seremoni dengan melepaskan pergi surat itu. Kalian mungkin ingin membakarnya, atau aktivitas apapun lainnya yang terasa tepat bagi kalian untuk melepaskannya dan semua frustrasi dan kebingungan bersamanya.

Apakah kalian meihat apa yang telah kalian lakukan? Kalian telah menulis surat dari diri kalian yang lebih rendah kepada diri kalian yang lebih tinggi. Dari bagian kalian yang mengalami dirinya sendiri sebagai terpisah kepada bagian dari kalian yang selalu terhubung, untuk menerima bimbingan ilahi kalian sendiri. Kalian mungkin bahkan ingin menulis surat balasan kepada diri kalian yang lebih rendah dari diri kalian yang lebih tinggi!

Berterima kasihlah kepada diri kalian sendiri karena telah begitu berani dan jujur, dan karena menunjukkan bagi diri kalian sendiri dengan begitu mencintai dan dengan begitu banyak pengertian dan kebijaksanaan. Dan kalian akan siap untuk bergerak maju dalam cara yang lebih penuh daya dan lebih sesuai, yang jauh mampu lebih baik untuk mencapai tempat yang sudah kalian inginkan untuk menuju selama ini. ~Archangel Gabriel disalurkan oleh Shelley Young

diterjemahkan kosmosindo dari sumber http://trinityesoterics.com/2018/02/12/daily-message-monday-february-12-2018/

Heavenletter – Kekhawatiran Menyita Terlalu Banyak Ruang

meadow-2225250_640

Heavenletter #3541 via Gloria Wendroff, dipublikasikan 5 Agustus 2010
Worries Take Up Too Much Room

Tuhan berkata:
Hidup seringkali mengurus dirinya sendiri. Kalian tidak harus hilir mudik mengkhawatirkan dan menyelesaikan masalah-masalah. Kekhawatiran adalah merajalela. Lepaskanlah kekhawatiran, dan lihatlah apa yang terjadi.

Sebenarnya bukan waktu yang menyelesaikan masalah-masalah, bukan juga ruang yang menyelesaikan masalah-masalah, namun adalah bijaksana bagi kalian untuk memberi izin kesulitan-kesulitan ruang dan waktu untuk membuat dirinya tidak penting.

Ada makna di mana kalian harus berhenti memegang hidup dan cara kalian berpikir tentang bagaimana itu seharusnya terjadi. Mungkin itu seharusnya tepat seperti apa yang terjadi sekarang. Besok itu akan agak lebih atau agak kurang dibanding hari ini, atau itu akan menjadi sesuatu yang lain. Besok atau hari lainnya akan membuat perubahan tampilan berbeda yang luar biasa.

Anak-anak Saya dipenuhi kesusahan. Kalian memikul muatan berat kecemasan. Jangan terlalu menjadi begitu dirundung kesusahan. Lepaskanlah sejumlah kekhawatiran kalian.

Jika kalian dapat menghitung kecemasan kalian di satu tangan, kalian sudah memiliki terlalu banyak kecemasan. Kecemasan membebani kalian, dan satu kekhawatiran menarik yang lainnya. Kekhawatiran-kekhawatiran besar melahirkan kekhawatiran-kekhawatiran kecil. Kekhawatiran menjadi seperti semak-semak berduri yang berisi kekhawatiran-kekhawatiran.

Apa yang begitu menarik tentang kekhawatiran? Haruskah kalian memeliharanya? Bagaimana jika kalian melepaskan semua kekhawatiran itu pergi? Kalian akan menjadi tidak khawatir. Dan itu mengkhawatirkan kalian. Apa jadinya kalian tanpa pemikiran, kecemasan dan kekhawatiran? Apa yang akan kalian lakukan dalam hidup tanpa kekhawatiran-kekhawatiran? Kalian sebegitu terbiasa dengan mereka, sepertinya mereka milik kalian, seolah-olah kalian harus memiliki mereka. Kekhawatiran bukanlah anak kalian. Kalian tidak perlu memeliharanya.

Bayangkanlah sebuah map akte khusus di mana kalian melempar kekhawatiran-kekhawatiran kalian dan kemudian kalian menghilangkannya. Tidakkah kalian di masa lalu kehilangan cincin-cinci dan surat-surat penting yang berharga bagi kalian? Sedemikian rupa kalian telah berhasil tanpa mereka. Jika kalian dapat kehilangan apa yang berharga bagi kalian, tidak dapatkah kalian menghilangkan apa yang merusak bagi kalian dan tidak berharga sama sekali?

Tidakkah kalian kehilangan kaus kaki di tempat cucian? Maka tempatkanlah kekhawatiran-kekhawatiran kalian dalam kaus kaki usang.

Robek-robeklah kekhawatiran-kekhawatiran kalian. Tempatkanlah mereka di keranjang sampah, dan bawalah sampah itu keluar. Atau bakarlah mereka dengan korek api. Atau injaklah mereka seperti puntung rokok yang habis di bawah kaki kalian. Tendanglah mereka pergi. “Pergi dari sini, kalian kekhawatiran-kekhawatiran lama. Saya sudah cukup dengan kalian. Keluar.”

Kemudian jangan habiskan waktu lagi untuk mencari kekhawatiran-kekhawatiran lainnya guna menggantikan yang sudah kalian buang atau hilangkan atau kalian lupakan.

Buatlah ruang dalam hati kalian untuk yang lebih baik dibanding kekhawatiran-kekhawatiran.

Kekhawatiran dan kebahagiaan tidak secara tepat bisa saling kompatibel (ditukar satu sama lain). Kekhawatiran-kekhawatiran menyita terlalu banyak ruang. Mereka mendesak kebahagiaan.

Jadilah lebih akrab dengan kebahagiaan. Sambutlah itu. Tatalah meja kehidupan kalian dengan kebahagiaan. Bukan hal yang benar bagi kekhawatiran untuk menarik taplak meja kebahagiaan tepat dari bawah kalian.

Lagipula, apa itu kekhawatiran, dan mengapa kalian bersikeras dalam mempunyai kekhawatiran-kekhawatiran, yang satu disusul yang lainnya? Jika saya berkata bahwa cangkir kalian meluap, bukan maksud Saya bahwa itu harus diisi dengan kekhawatiran-kekhawatiran.

Masukkan 10 sen ke bank untuk setiap kekhawatiran yang telah kalian lupakan, dan kalian akan menjadi orang yang kaya. Apa yang kalian lakukan adalah membiarkan kekhawatiran-kekhawatiran memakan kalian hidup-hidup. Mereka telah mendominasi terlalu banyak waktu dari kehidupan kalian. Mereka telah mengambil andil yang sangat besar.

Kalian membuang make-up yang lama. Sekarang buanglah kekhawatiran-kekhawatiran usang. Jangan lagi mengoleksi kekhawatiran-kekhawatiran. Jangan menumpuk mereka. Kekhawatiran-kekhawatiran eksis karena kalian menumpuknya. Kekhawatiran adalah seperti gerutuan. Kalian tidak harus memilikinya. Kalian tidak harus memberi mereka waktu dalam keseharian kalian dan tentu saja tidak memberi ruang dalam hati kalian. Kekhawatiran bukanlah cinta. Kekhawatiran-kekhawatiran adalah tali-tali yang menjerat kalian pada simpul. Saya membuka simpul-simpul itu sekarang.

 

diterjemahkan kosmosindo dari sumber http://heavenletters.org/worries-take-up-too-much-room.html

Kekuatan Dalam Perut

chakra-1063278_640

Pamela men-channel Maria Magdalena

Teman-teman sayang,

saya adalah Maria Magdalena. Saya menyapa kalian semua dengan kehangatan dan kegembiraan di hati. Kalian sudah saya kenal dan begitu akrab. Kita adalah saudara sejiwa dan menempuh jalan yang sama, semua dengan cara kita masing-masing. Kini saya ingin berbicara tentang energi perempuan dan bagaimana energi ini pada saat ini dapat berkembang, karena itu bermakna demi perubahan kesadaran yang harus dilalui kehidupan manusia sebagai keseluruhan. Ada kebutuhan akan keseimbangan antara energi pria dan energi perempuan. Baik di dunia sebagai keseluruhan, demikian juga pada masing-masing manusia. Energi perempuan untuk waktu yang lama mengalami penekanan, kerusakan dan terluka, dan itu menyebabkan dominasi sepihak energi laki-laki. Bila memandang sekilas tampak sepertinya keseimbangan sudah kembali terbentuk. Di banyak negara, perempuan hampir memiliki hak yang sama seperti pria. Di bagian dunia tersebut, perempuan dapat bermanifestasi bebas seperti halnya pria, dapat menempuh pendidikan dan memiliki peluang meniti karir, menempati posisi jabatan dan mengumpulkan kekayaan.

Tapi di tingkat lebih dalam, ada sesuatu kurang pada keseimbangan ini. Karena apa yang sebetulnya terjadi bila perempuan berjuang untuk meraih kesetaraan lewat cara ini adalah, mereka mengambil energi pria yang bersifat mendominasi dan mengawasi sebagai miliknya, dan menggunakannya demi kepentingannya sendiri. Itu tidak salah tapi menimbulkan pertanyaan, apakah itu dapat memuaskan jiwa perempuan secara mendalam. Demikian pula pertanyaan lainnya, apakah jiwa pria dapat terpuaskan secara mendalam dengan meraih kekuasaan dan mendominasi.
Pada saat ini semakin banyak orang mencari kepuasan yang lebih mendalam, mencari hidup berdasarkan inspirasi, mencari hubungan dengan bumi dan orang-orang lainnya, mencari untuk mempercayai hati kalian dibanding ketakutan…itulah hal-hal ideal, yang kini menyentuh hati orang-orang yang lebih muda. Energi pria lama yang mengawasi dan menekan sudah mengalami periode terlamanya. Kini ada sebuah generasi baru, yang berbeda dalam cara berpikir dan merasakan, dan disinilah terletak peluang untuk kebangkitan sesungguhnya dari energi perempuan. Ini tidak hanya menyangkut pembentukan kembali hak-hak sosial politik dan kebebasan bagi perempuan, melainkan menyangkut kesembuhan sebenarnya luka-luka batin yang mendalam, yang terjadi pada jiwanya.

Apa yang terjadi pada masa lalu terhadap energi perempuan?
Energi perempuan menjadi lemah lewat banyak cara, baik melalui kekerasan psikis maupun kekerasan fisik. Untuk itu ada catatan-catatan dalam buku-buku sejarah, itu tidak harus saya paparkan secara rinci di sini. Perhatian saya saat ini terutama tertuju pada apa yang terjadi akibat kekerasan terhadap energi perempuan. Jika kalian mengamati aura perempuan secara kolektif, maksudnya rata-rata medan energi pada perempuan, maka kalian akan melihat bahwa di bagian perut terjadi kekosongan. Di sana terdapat lubang. Di bagian-bagian di bawah pusat energi – chakra dasar (muladhara), chakra pusar (manipura) dan solar plexus atau chakra ulu hati (yakni area di atas pusar) – kosong dan menjadi lemah.

Pada banyak perempuan di sana, juga walaupun kadang setengah tidak disadari, ada perasaan tidak berharga, tidak bermartabat, ketakutan dan ketidakamanan. Kekuatan sebenarnya perut perempuan adalah vital dan membumi: secara alami perempuan menyadari hubungan dengan bumi, menyadari irama musim demi musim, dan dalam hatinya mereka membawa kebijaksanaan lewat perasaan yang wajar menghargai diri sendiri dan memperhatikan dirinya sendiri dalam hati. Seiring perjalanan dari abad ke abad hal itu menghilang, dan tanpa adanya landasan, kekuatan perut yang alami, perempuan tidak dapat menghubungkan hatinya secara seimbang dengan dunia di sekitarnya. Yang dimaksud di sini adalah, mereka sering terlalu banyak memberi dan kehilangan dirinya dalam memberi bagi orang lain, dan tidak mampu mengambil ruang bagi dirinya dan menetapkan batasan.

Bila penolakan, kekerasan dan perendahan sampai menembus inti terdalam kalian, maka di sana di medan energi kalian, terjadi sebuah pergeseran, Kesadaran kalian menarik diri dari perut kalian, yang merupakan tempat (sumber) emosi-emosi, hubungan dan intimitas. Seorang perempuan menarik diri dari bagian ini , jika terjadi hal yang terlalu menyakitkan untuk tetap berada di sana. Terjadilah pemilahan pada perempuan itu. Kesadarannya bergerak ke atas dan tetap berada di belahan atas aura. Perasaannya menjadi lebih datar, ini bisa menimbulkan depresi atau rasa lelah dan tidak memiliki energi yang cukup. Dipicu oleh tema trauma kekerasan yang terjadi dan kebingungan emosional yang mendalam yang menjadi penyebabnya, selain hilangnya jati diri, di sana juga timbul kesedihan dan kekosongan. Itu secara singkat apa yang terjadi dalam jiwa perempuan. Juga jika pola semacam ini tidak tampak jelas pada semua perempuan, ini dapat disebut sebagai tendensi umum, yang dapat kita simpulkan sebagai berikut
– pinggul, yang merupakan area emosi, seksualitas dan intimitas dan dari sifat alaminya berhubungan erat dengan Bumi, bisa dibilang kosong. Terasa berbahaya untuk berada di sana, baik karena rasa sakit yang tersimpan sebagai ingatan di sana, maupun karena kekuatan yang terpendam di sana. Hal yang tidak biasa mengijinkan adanya kekuatan ini.
– sebagai dampak menarik diri ini, di seluruh medan energi timbul kesenjangan antara atas dan bawah, antara area hati dan area perut.
– energi hati yang merupakan pusat inspirasi dan cinta kasih, hanya dapat mengalir dalam kondisi yang kurang serta kurang dapat berhubungan dengan dunia dan manusia lainnya. Ada terlalu banyak ketakutan dan ketidakamanan, atau kecenderungan terlalu kuat menjalin hubungan dengan orang lain, sehingga kalian kehilangan diri kalian sendiri dan menjadi tergantung secara emosional pada orang lain.

Juga perempuan yang dalam hidupnya tidak mengalami kekerasan (psikis, jasmani atau seksual), sering menunjukkan pola tersebut. Karena sering dalam sebuah kehidupan atau beberapa kehidupan, terjadi kerusakan pada energi perempuan, yang dalam inkarnasi saat ini belum tersembuhkan sepenuhnya. Dengan demikian kalian ikut membawa pola lama dari kehidupan lain. Selain itu kalian sebagai perempuan, melalui jiwa perempuan secara kolektif, secara umum dipengaruhi dominasi gambaran/imej tentang sosok perempuan dan kumpulan pengalaman dari masa lalu. Setiap perempuan harus berhadapan dengan apa yang saya gambarkan di sini. Bukan hal yang mudah atau alami bagi setiap perempuan untuk memiliki kekuatan perutnya sendiri dan benar-benar hadir dari hati dalam cara yang membumi, sadar akan dirinya.

Yang semakin penting pada saat ini yang merupakan masa transformasi kesadaran, adalah menyembuhkan luka energetis di perut. Jika kalian berkembang di bidang spiritual, dan merasakan adanya desakan hidup sesuai hati dan dari inspirasi mendalam kalian, kalian sebagai perempuan akan menemukan, bahwa kalian membentur ketakutan yang terpendam amat dalam diri kalian. Membuat kalian berbeda dari yang lain, menjadikan diri kalian besar, mengarahkan diri kalian dan menghadapi konflik, semua itu bukan hal yang sewajarnya, dan menghadapkan kalian pada pertanyaan amat mendalam tentang harga diri dan kesetiaan pada diri sendiri. Ini berarti, kalian sebagai perempuan diminta untuk melakukan transformasi sebagian dari rasa sakit batin perempuan secara kolektif. Dengan melihat dan menyembuhkan rasa sakit pada diri sendiri, kalian membuka jalan baru agar kesadaran dapat tumbuh.

Perkembangan spiritual dipandang secara luas sebagai membuka hati kalian, dengan demikian menghubungkan kalian dalam cinta dengan orang lain dan melepaskan ego kalian. Tapi justru bagi perempuan yang mengalami kurangnya kekuatan dalam perut, di sini terancam berbagai jebakan. Karena jika kalian menjalin hubungan dengan orang lain, tanpa kalian dapat mempertahankan dengan baik keberadaan di perut, berada di pusat kalian, dan tanpa bisa menjaga hubungan dengan kebutuhan dan kebenaran kalian, maka hubungan dengan yang lain bisa cepat menyebabkan kehilangan diri sendiri dan bahkan sampai kelelahan. Justru jika kalian memiliki sensibilitas tinggi dan chakra hati yang terbuka, dan mudah merasakan suasana hati dan emosi orang lain, kalian seharusnya memiliki kesadaran yang kokoh tentang batasan-batasan kalian sendiri. Kalian di sini justru membutuhkan ego yang kuat! Dengan ego yang kuat maksud saya, kalian punya kesadaran jelas di mana kalian harus berhenti dan di mana yang lain mulai. Juga yang saya maksud, kalian menyadari kapan kalian terlalu banyak memberi, karena kalian mungkin senang dipandang baik atau kalian tidak berani mengatakan „tidak.“ Merasakan lebih jelas apa yang terjadi pada kalian dalam berinteraksi dengan orang lain, dimungkinkan lewat ego yang sehat. Kata „Ego“ menjadi tercemar, sementara ini kata tersebut memiliki konotasi untuk semua yang bersifat rendah dan harus dilepaskan, tapi justru bagi perempuan, bentuk kesadaran tentang saya dan cara menarik batasan amatlah penting. Bagi pria situasinya agak berbeda.

Pria dididik dengan moral yang berbeda. sebagai anak laki-laki mereka didorong lebih kuat agar berani untuk menyatakan pendapatnya, melakukan persaingan dan membedakan dirinya dari yang lain. Tapi bagi anak laki-laki yang dengan cara itu tidak merasa berada di Rumah, anak laki-laki yang secara alami memiliki perasaan yang peka, penuh pertimbangan atau sifatnya tenang, hal itu dapat amat menyakitkan. Tapi bagaimanapun pria kurang didorong untuk bersifat senang memberi, sementara ambisi serta keinginan untuk mengambil posisi dinilai positif. Juga pada pria ini menyangkut luka-luka energetis, yang terjadi lewat pengalaman-pengalaman di masa lalu. Pria melepaskan diri dari energi perempuannya, dari perasaan dan intuisinya, dan mereka mengalami hal ini sebagai hilangnya kegembiraan, perasaan dan jalinan hubungan. Yang terjadi pada pria lebih sebagai suatu kekosongan di hati dan bukan di perut, dan kekosongan ini menyulitkan mereka seperti halnya perempuan yang mengalami kekosongan di perut. Kedua jenis kelamin mengalami kerusakan melalui tradisi tempat dimana mereka hidup. Meskipun demikian, kalian masing-masing terluka dengan cara yang berbeda dan untuk itu penyembuhan juga berlangsung lewat jalan yang berbeda.

Bagi pria, menekankan perhatian pada pembukaan hati secara umum menguntungkan. Menciptakan hubungan dengan perasaannya, mengijinkan untuk menunjukkan kelemahannya, mengakui energi perempuan dalam dirinya sendiri adalah bagian utama jalan penyembuhan bagi pria. Tapi bagi perempuan dalam banyak hal berlaku kebalikannya. Bagi perempuan jalan menuju penyembuhan diri sendiri justru melalui jujur pada diri sendiri, dengan menetapkan batasan-batasan yang jelas dan menyadari dan memanifestasi bakat mereka yang unik. Secara energetis ini berarti kalian mengintegrasikan energi hati kalian, jiwa kalian, sampai masuk ke tingkat perut kalian. Jadi berarti membawa energi ini sampai jauh ke dalam ke lubang tulang pinggul kalian, yang melambangkan kekuatan primer energi perempuan.

Banyak perempuan menekan emosi kemarahan atau frustrasi dan kekecewaan, karena kemarahan memicu ketakutan atau menimbulkan rasa tidak berdaya. Marah dianggap berbahaya, karena itu mungkin membawa kalian terlibat konflik dengan orang lain. Dan jika kalian merasa tidak mampu membela diri bagi kalian sendiri dan mengungkapkan kemarahan kalian, maka kalian merasa tidak berdaya. Kemudian kemarahan dapat berbalik menjadi depresi, pasivitas dan sinisme. Namun kalian bisa melihat kemarahan sebagai isyarat berharga, di mana sesuatu atau seseorang melanggar batas-batas kalian dan di saat kalian merasa terluka, sebagai sebuah isyarat yang dapat kalian manfaatkan untuk menciptakan perubahan positif dalam hidup kalian. Dengan kalian menyambut rasa gusar, kemarahan, kalian menanggapi secara serius diri kalian sendiri dan dapat mengungkapkan kekuatan yang ada di dalam kemarahan ini secara positif.
Langkah pertama di sini adalah tidak melihat kemarahan, rasa gusar sebagai sesuatu yang buruk dalam diri kalian sendiri dan perasaan itu ada bukan untuk menghakimi kalian. Ini bagi perempuan lebih sulit dibanding bagi pria. Perempuan cenderung terbiasa mengesampingkan dirinya sendiri dan memberi ruang bagi orang lain daripada menuntut batas-batas alami bagi dirinya.

Ini sebabnya mengapa saya ingin menyampaikan kepada perempuan-perempuan yang punya sensibilitas tinggi, yang sedang menempuh jalan spiritual: jagalah kekuatan perutmu, milikilah kekuatan itu, beradalah dengan kokoh di dalam batas-batas dirimu sendiri dan beranilah mengakui dirimu sendiri dan mengambil ruang. Kalian cenderung mengasosiasikan spiritualitas dengan cinta, cahaya dan hubungan, dan itu memang penting secara esensial, tapi hubungan yang seimbang dengan dunia di sekitar kalian tergantung pada kemampuan kalian untuk membedakan antara apa yang benar dan apa yang salah bagi kalian, untuk menarik diri dan menetapkan batasan-batasan jika diperlukan daripada terhanyut dan terhubung tanpa batas. Karena itu kalian perlu menghargai sepenuhnya diri kalian sendiri, kebutuhan kalian sendiri, bakat-bakat kalian, dan semua emosi kalian sendiri.

Saya sendiri hidup pada sebuah masa di mana pengungkapan diri secara bebas oleh perempuan tidak diterima, apalagi dihargai. Saya merasa hubungan yang kuat dengan pesan dari Yeshua bin Josef dan dengan inti Energi Kristus. Saya tergugah lewat kata-katanya, kharismanya dan dalam hidup selalu mengingatkan diri saya secara lebih dalam dan lebih dalam, siapa saya sebenarnya. Selain itu dalam diri saya hidup kegusaran akibat kekuatan-kekuatan penguasa, yang dulu melarang saya menjadi diri saya sendiri yang sesungguhnya: mandiri, penuh energi, punya keinginan sendiri. Saya secara teratur dilemparkan kembali pada diri saya sendiri dan bergelut dengan rasa tidak berdaya dan kemarahan. Perut saya dikuasai dengan energi frustrasi dan di antaranya terpendam rasa rendah diri, keraguan terhadap diri sendiri. Menjadi tugas saya membenahi kekurangan saya akan rasa menghargai diri sendiri dan melepaskan penghakiman-penghakiman dari orang lain.

Ini tantangan besar bagi setiap perempuan. Justru karena perempuan tidak memiliki kekuatan di perut secara penuh, mereka dalam kekosongannya terlalu banyak memberi atau terlalu terhanyut dalam hubungan dengan orang lain, misalnya dengan kekasihnya, dengan anak-anaknya, dengan orang tuanya atau teman-temannya. Tapi kehilangan diri kalian sendiri pada orang lain, sering menjadi pertanda tidak benar-benar merasa berada di rumah dalam diri kalian sendiri, dalam basis kalian sendiri. Jika di sana ada dominasi rasa kekosongan atau merasa asing, ini akan membuat tergoda menggapai kepada orang lain, untuk meringankan perasaan itu. Kalian tampaknya melakukan ini dari cinta, tapi ada juga motif terselubung lainnya. Kalian butuh orang lain agar kalian merasa diterima dan baik. Namun, pertumbuhan spiritual yang sesungguhnya berarti, kalian bertanya pada diri sendiri: Atas dasar motif apa saya menjalin hubungan dengan dunia di sekitar saya, dengan kekasih saya, dengan teman-teman saya, dengan anak-anak saya, dengan orang tua saya?

Sekarang pilihlah salah satu dari hubungan ini dan berilah perhatian terhadap perut kalian. Rasakanlah dari tingkat ini, seberapa besar ruang yang kalian ambil atau terima dalam hubungan ini. Misalnya, bayangkan hubungan dengan kekasih kalian dan tanyalah diri kalian:“Apakah saya merasa benar-benar diterima dalam area perut saya ketika berada bersamanya?“ Lakukan hal yang sama dengan seorang teman perempuan. Bernafaslah dalam-dalam sampai ke pusat kalian ketika berpikir tentang dia dan rasakan respons kalian. Apakah kalian merasa sesuatu yang memblokir atau menahan nafas kalian? Lakukan eksperimen ini sebagai bimbingan meditasi.

Pertanyaan kuncinya adalah: dapatkah perut kamu merasa rileks dalam hubungan ini? Apakah kamu merasa diterima dan kamu bisa bebas untuk menjadi dirimu sendiri? Atau kamu merasa kamu harus melakukan semua usaha dan menempatkan dirimu dalam cara yang tidak alami? Mungkin kamu kehilangan energi untuk orang lain ketika kamu sedang bersama orang lain; maka kesadaranmu akan cepat bergerak naik ke kepala dan kamu meninggalkan landasan dirimu sendiri, perutmu. Jika ini terjadi, jangan menghakimi dirimu, melainkan lihatlah dirimu dengan kejujuran penuh cinta pada ketakutan dirimu sendiri dengan menjadi jujur pada dirimu sendiri dan mengambil ruang bagi dirimu. Dengan mengakui ketakutanmu sendiri, kamu mengubahnya. Dan kamu tidak melakukannya sendirian. Medan energi perempuan secara kolektif sedang mengalami perubahan. Apa yang kamu berikan kepada dirimu sendiri, bermanfaat bagi yang lain dan demikian pula sebaliknya.

© Pamela Kribbe

Penerjemah: Dyan Andriana Kostermans
http://www.jeshua.net/id

 

Menyeimbangkan Maskulin dan Feminin

yin-and-yang-152420_640

Jika maskulin dan feminin dalam keseimbangan, ada kelancaran, hubungan, arus dari energi, kesatuan, totalitas. Kelancaran dan keseimbangan ini mungkin diilustrasikan paling baik dengan gambaran Tao tentang hubungan tak terpisahkan dan saling melengkapi Ying dan Yang. Dalam pengertian yang paling luas, feminin mengandung pola-pola energi: reseptif (menerima), menghubungkan, memegang hal-hal dalam hubungan satu sama lain; maskulin adalah pola-pola perluasan (ekspansi) dari energi: mencari perpanjangan, berekspansi menuju apa yang ada di luar. Secara lebih spesifik, feminin mencerminkan matriks secara insting dan nilai-nilai perasaan (hati) dari kesadaran; maskulin mencerminkan kualitas-kualitas mencari, menetapkan sasaran, meminta, membedakan dari kesadaran, secara umum diasosiasikan dengan pikiran atau intelektualitas. Selama ribuan tahun, wanita telah hidup lebih dekat dengan pola-pola pertama; pria dengan pola kedua.
Tapi sekarang, ada impuls mendalam untuk menyeimbangkan pola-pola ini di dalam diri kita sendiri dan dalam budaya kita. Ada kebutuhan mendesak untuk menghapus hadirnya penekanan berlebihan pada nilai maskulin dengan suatu upaya kesadaran untuk mengintegrasikan nilai feminin.

Dalam dunia kuno, prinsip feminin dalam imej dewi melambangkan hubungan – hubungan tersembunyi dari semua hal satu dengan lainnya. Yang kedua, itu melambangkan keadilan, kebijaksanaan dan kasih sayang. Yang ketiga, dan yang paling penting, itu diidentifikasikan dengan dimensi tak terlihat melampaui dunia yang dikenal – sebuah dimensi yang mungkin dapat dibayangkan sebagai matriks yang menghubungkan spirit tak terlihat dengan alam yang terlihat. Kata yang digunakan kala itu untuk menyebut matriks ini adalah dewa-dewi; kemudian itu disebut jiwa. Prinsip feminin menawarkan sebuah gambaran tentang keesaan, kesakralan dan tidak dapat diganggu gugat dari semua kehidupan; dunia fenomenal (alam, materi, tubuh) dianggap sakral, karena itu adalah theopany atau manifestasi dari spirit yang tak terlihat.

Keburukan terbesar dalam budaya kehidupan patriarkhal, telah menekankan secara berlebihan pada pola dasar maskulin (diidentifikasikan dengan spirit) dan devaluasi (penurunan) nilai feminin (diidentifikasikan dengan alam). Ini telah tercermin dalam kenyataan, di mana Tuhan tidak memiliki dimensi feminin, dalam mengabaikan nilai-nilai perasaan dan kesengsaraan yang bertanggung jawab atas penindasan dan penderitaan para wanita secara konsisten. Sejarah 4000 tahun terakhir ini telah dipalsukan oleh pria, ditentukan oleh perspektif-perspektif pria dan diarahkan pada tujuan-tujuan yang didefiniskan oleh pria – pada prinsipnya tujuan-tujuan penaklukan dan pengawasan. (ini bukan dimaksud sebagai kritik; dalam konteks sistem-sistem keyakinan yang berlaku dan tingkat kesadaran umum, hal-hal tidak mungkin berbeda).

Namun, agama dan ilmu pengetahuan- semua gagasan kebudayaan kita dan pola-pola perilaku – telah berkembang dari landasan yang tidak seimbang ini. Sepanjang waktu ini, segalanya yang ditunjuk sebagai “feminin” (alam, tubuh, perempuan) telah didevaluasi dan ditekan, termasuk keragaman kaya dari warisan Pagan pada dunia kuno. Dalam domain agama, para bidah telah dimusnahkan; berbagai cara untuk berhubungan langsung dengan transendensi hilang. Tentu, ini telah menciptakan ketidakseimbangan mendalam di dalam budaya dan dalam jiwa manusia. Itu akhirnya membawa pada tirani abad ini, di mana kehidupan dari sekitar 200 juta manusia telah dikorbankan bagi rezim-rezim totaliter. Kita dapat melihat warisan brutal dari ketidakseimbangan ini di Afghanistan, Bosnia, Rusia dan sekarang Kosovo. Tai kita juga dapat melihatnya dalam etos yang mendominasi budaya Barat.
Tiran modern adalah pencerminan ekstrem dari patologi yang mengakar kuat yang berasal dari ketidakseimbangan budaya yang terbentuk sedemikian lama antara arketipe maskulin dan feminin dan, pada tingkat manusia, antara pria dan wanita. Saya ingin membacakan untuk Anda ekstrak ini dari artikel berikut ini:

“Ini adalah dunia dari tirani yang mengerikan. Di mana-mana ada pemerintahan-pemerintahan yang dirancang atau mengabaikan membuat orang-orang kelaparan, menghancurkan mata pencaharian mereka, merusak keluarga mereka. Di mana-mana ada penindasan terhadap perempuan, terhadap ras-ras lainnya, terhadap cara-cara hidup yang begitu akrab bagi orang-orang. Properti disita, desa-desa dibakar, penyakit dan kurang gizi dibiarkan merajalela tanpa terkendali. Dan apa dari semua korban ini, puluhan juga dari mereka, memiliki kesamaan – apa yang membawa penderitaan mereka ke garis depan kemarahan saya – adalah ini: mereka tidak meminta untuk ini; mereka tidak dapat mengelak dari ini; tidak ada yang dapat mereka lakukan untuk mengubah ini; mereka tidak punya pilihan.” (Matthew Parris, The Times, London 6/9/98)

Di mana tidak ada hubungan dan keseimbangan antara prinsip maskulin dan feminin, prinsip maskulin menjadi secara patologis berlebihan, meningkat; feminin secara patologis berkurang, tidak terartikulasi, tidak efektif. Simptoma-simptoma dari maskulin patologis adalah kekakuan, ketidakfleksibelan dogmatis, kemahakuasaan, dan obsesi atau kecanduan terhadap kekuatan dan kontrol. Akan ada definisi tujuan-tujuan yang jelas namun tidak ada penerimaan bagi gagasan dan nilai-nilai yang bertentangan dengan tujuan-tujuan ini. Cakrawala imajinasi manusia akan dibatasi oleh penyensoran terang-terangan atau secara halus. Kita dapat melihat patologi ini tercermin hari ini dalam kekasaran nilai-nilai yang mengatur media, politik, dan dorongan teknologi dunia modern. Kita dapat melihat impuls pemangsa untuk memperoleh atau menaklukkan wilayah baru dalam upaya pengawasan global pasar dunia, dalam ideologi pertumbuhan, dalam teknologi-teknologi baru seperti modifikasi genetika makanan.

Kita melihat persaingan yang berlebihan – dorongan untuk melangkah lebih jauh, tumbuh lebih cepat, meraih lebih banyak, memperoleh lebih banyak, meningkat ke status sekte. Ada penghinaan terhadap nilai-nilai perasaan yang didasarkan pada pengalaman hubungan dengan orang lain dan dengan lingkungan. Ada seksualitas predator dan kompulsif baik pada pria maupun wanita yang semakin kehilangan kapasitasnya untuk menjalin hubungan. Ada ekspansi terus-menerus dalam pengertian linier namun tidak ada ekspansi ke kedalaman, dalam wawasan. Tekanan hal-hal yang harus dilakukan secara konstan bertambah cepat.

Apa hasilnya? Kelelahan, kecemasan, depresi, penyakit yang menimpa semakin banyak orang. Tidak ada waktu atau ruang untuk hubungan-hubungan manusia. Yang terutama, tidak ada waktu untuk hubungan dengan dimensi spirit. Air kehidupan tidak lagi mengalir. Pria dan wanita dan, terutama anak-anak, menjadi korban etos yang keras, kompetitif, dan tidak peduli ini: wanita, dalam disorientasi mereka, dan karena nilai feminin tidak memiliki definisi yang jelas atau pengakuan dalam budaya kita, tertarik untuk menyalin citra patologis dari maskulin yang itu sendiri menggabungkan ketakutan terhadap feminin.

Karena untuk sebagian besar, keseluruhan situasi ini muncul secara tidak disadari, tidak banyak yang bisa dilakukan mengenai hal itu sampai malapetaka terjadi. Merefleksikan hal ini, saya teringat cerita berikut ini:

Dulu, belum lama ini, terjadi kekeringan besar di sebuah provinsi di Cina. Situasinya sangat dahsyat. Orang-orang Katolik menggelar prosesi, orang-orang Protestan berdoa, dan orang-orang Cina membakar batang dupa dan melepaskan tembakan untuk menakut-nakuti setan-setan kemarau; tapi sia-sia. Akhirnya orang-orang berkata: “Kami akan menjemput pembuat hujan.” Dan dari provinsi lain seorang pria tua yang renta muncul. Satu-satunya yang dia minta adalah sebuah rumah kecil yang tenang di suatu tempat, dan di sana ia mengurung diri selama tiga hari. Pada hari keempat, awan berkumpul dan ada badai salju yang hebat pada bagian tahun ketika tidak ada perkiraan turunnya salju – jumlah yang tidak biasa – dan kota itu dipenuhi dengan rumor tentang pembuat hujan yang luar biasa itu. Ketika ditanya apa yang telah dilakukannya selama tiga hari, yang menyebabkan salju turun pada hari keempat, dia berkata: “Saya datang dari negara lain di mana segala sesuatunya pada tempatnya. Di sini hal-hal tidak teratur; mereka tidak seperti yang seharusnya menurut peraturan surga. Oleh karena itu seluruh negeri tidak berada dalam Tao, dan saya juga tidak dalam tatanan alami dari segala hal, karena saya berada di negara yang tidak teratur. Jadi saya harus menunggu tiga hari sampai saya kembali ke dalam Tao dan kemudian secara alami, hujan datang. ”
Pembuat hujan tidak melakukan apapun. Dia menunggu sampai dia berada dalam keseimbangan. Kemudian, kualitas keberadaannya, memperbaiki keadaan tidak seimbang yang ada di sekitarnya. Mungkin kita perlu menjadi sang pembuat hujan …

Saya merasa kita hidup di masa kairo – masa mitis dari pilihan – suatu masa penemuan-penemuan ilmiah luar biasa, yang memperluas visi kita tentang alam semesta, menghancurkan wadah konsep lama kita tentang sifat realitas. Namun, organisme rentan pada kehidupan di planet kita dan kelangsungan hidup spesies kita terancam seperti belum pernah terjadi sebelumnya, oleh teknologi-teknologi yang didorong oleh etos penaklukan dan pengendalian alam, teknologi-teknologi yang diterapkan dengan mengabaikan bahaya gangguan campur tangan kita dalam jaringan hubungan yang kompleks, di mana kehidupan planet kita bergantung. Pilihannya adalah antara berpegang teguh pada etos yang tidak seimbang dan sudah kadaluarsa, menuju kapasitas hubungan yang lebih bertanggung jawab dan sensitif. Jika kita tidak mampu mengembangkan kapasitas menjalin hubungan secara empatis ini, kita secara pasti akan menghancurkan diri kita sendiri dan lingkungan yang menyangga hidup kita.

Jadi bagaimana kita bisa membantu memperbaiki keseimbangan antara maskulin dan feminin dalam diri kita sendiri dan dalam budaya kita? Pertama-tama, di mana kita, sebagai individu-individu keluar dari keseimbangan? Di mana kita didorong oleh etos budaya yang tidak seimbang untuk mencapai kekuasaan dan pengawasan, mengabaikan perasaan depresi, kekhawatiran atau simptoma-simptoma tekanan tubuh kita? Apakah kita mengizinkan diri kita sendiri cukup waktu untuk refleksi, untuk hubungan-hubungan, untuk koneksi dengan dimensi realitas yang lebih dalam?
Prioritas yang saya lihat adalah untuk membuat fakta dari patologi ini menjadi bahan diskusi publik. Pergeseran penekanan dari meraih kekuasaan untuk mencapai keseimbangan. Kedua, berikut ini adalah beberapa saran untuk memperkuat prinsip feminin dalam masyarakat kita.

Bebaskanlah Imajinasi dari cengkeraman yang dilakukan oleh minoritas pengendali yang mengecualikan non-rasional dari inklusi dalam pemahaman kita tentang kehidupan.

Merumuskan citra baru dari spirit sebagai totalitas dari semua yang ada – keduanya baik yang terlihat maupun yang tak terlihat. Memulihkan aspek-aspek feminin dari spirit yang hilang dan didevaluasi: merestorasi alam, materi dan tubuh fisik (termasuk seksualitas) ke alam sakral.
Bayangkanlah Jiwa sebagai internet kosmik. Kita termasuk dalam medan sangat besar atau matriks dari hubungan. Kita bisa membayangkan jiwa dengan cara baru ini, sebagai sesuatu yang kita termasuk di dalamnya dan bisa menjalin hubungan dengannya.

– Agama – Menyerahkan formulasi dogmatis masa lalu: Monoteisme sebagai Mytheism (gerakan spiritual tertua). (Ravi Ravindra) Mengakui efek-efek negatif dari keyakinan-keyakinan yang mengakar kuat – seperti keyakinan terhadap dosa asal – terhadap penafsiran kita tentang hidup dan maknanya. Menyambut ide pengalaman langsung individu tentang hal yang sakral dan yang numinus.
– Ilmu – Mengintegrasikan prinsip hubungan empatis dengan apa yang dipelajari dalam pengajaran ilmiah dan praktik ilmiah. Di bidang pendidikan, memberi anak-anak pemahaman empati tentang tubuh dan sifat mereka sendiri daripada imej tubuh dan alam semesta sebagai mesin. Membantu mereka untuk menyadari lingkungan mereka sebagai rantai besar hubungan, di mana kehidupan mereka tertanam. Mendukung rasa ketakjuban mereka.
– Jiwa: mengembangkan wawasan yang lebih besar tentang pola-pola perilaku predator dan psikopat. Belajar mengenali dan mentransformasi pola-pola ketidakseimbangan. Menyembuhkan perpecahan antara pikiran dan jiwa. Mengenali bahwa perasaan adalah cara yang sah untuk memahami realitas dan harus diintegrasikan dengan pemikiran. Masalah utama dalam masyarakat kita adalah ketidakmatangan secara emosi.
– Politik: mengembangkan sebuah forum di luar politik nasional dan internasional, di mana masalah sebenarnya dari planet ini dapat diartikulasikan dan ditangani. Mengenali kemegahan, standarisasi, dorongan untuk mengendalikan, perkembangan birokrasi sebagai simptoma-simptoma patologi dari prinsip maskulin yang meningkat dan tidak terkait.
– Pengobatan: mengintegrasikan metode penyembuhan alternatif (komplementer) dengan yang ortodoks sebagai kebijakan yang disengaja. Memberi fokus pada obat-obat pencegahan. GP modern tidak punya waktu untuk hubungan empatik dengan pasiennya. Tekanan angka-angka terlalu besar. Namun, dalam beberapa operasi dan rumah sakit, praktik alternatif sedang diintegrasikan dengan yang ortodoks. Integrasi ini dapat diperluas.
– Pertanian: Berfokus pada peningkatan produksi makanan organik. Penghapusan pestisida, antibiotika dan racun-racun dari makanan dan air kita.
– Perawatan Anak-anak: Tingkat asuhan pralahir yang jauh lebih tinggi. Dibandingkan dengan seluruh Eropa, kami berada jauh di belakang (Swedia adalah yang paling maju). Perhatian terhadap kualitas diet anak-anak dan untuk menutrisi imajinasi sekaligus intelektualitas.
– Mendidik Perempuan untuk menyadari nilai spesifik mereka sendiri dan pentingnya kontribusi mereka terhadap budaya. Mengartikulasikan nilai-nilai perasaan tanpa rasa takut atau malu. Kepentingan vital memilih pasangan dengan perhatian lebih besar; Nilai dan persiapan tanggung jawab menjadi ibu.
– Mendidik Remaja dalam kesadaran akan tanggung jawab tentang hubungan dan tentang hubungan orang tua terhadap anak. Mengajari mereka psikologi anak; ketergantungannya; sensitivitasnya, potensinya untuk pertumbuhan emosional. Mengajari mereka tentang kerumitan neuroscience sehingga mereka mengerti bagaimana emosi-emosi mereka mempengaruhi tubuh mereka dan sebaliknya. Meminta mereka untuk menemukan cara merawat lingkungan.
– Meningkatkan pengawasan dengan kebijakan negara yang terarah untuk membuat sekolah sebagai tempat yang sakral. Anak-anak dapat membantu membuat sekolah mereka sendiri sebagai tempat suci. Meditasi di sekolah-sekolah sejak dini – efek-efek positif pada kemampuan belajar dan keseimbangan emosional. (Maharishi School di Skelmersdale – laporan The Sunday Times 19/9/98).
– Metode-Metode Pengajaran: mengintegrasikan kesadaran hemispheric (otak bagian) kanan dengan kesadaran linier pada hemispheric (otak bagian) kiri – membuka terhadap kekuatan kreatif dari gambaran – puisi, seni, drama dan musik (tidak ada ujian untuk ini). Keseimbangan dalam kurikulum antara pengembangan kapasitas bagi pemikiran logis dan berimajinasi kreatif dan partisipasi. Puisi ini yang dibuat oleh seorang anak laki-laki berusia 12 tahun di sekolah di Southampton menunjukkan bagaimana seorang guru dapat menyediakan lingkungan di mana seorang anak dapat berani mengungkapkan perasaan sejatinya:

Saya mendengar suara hati saya berbicara kepada saya,
Menjelaskan, memberi semangat,
Membuka bagian saya yang saya kira telah hilang.
Di dunia kekejaman dan ketakutan ini cahaya-cahaya kecil menyala.
Setiap orang memiliki nyala api di dalam hati mereka,
Kalau saja mereka punya keberanian untuk menemukannya.
Cahaya bisa menetes keluar melalui lubang di pikiranmu.
Ketika bagian dalamnya keluar
Kamu ditransformasi dan terangkat.
Tidak ada yang perlu ditakutkan,
Tapi jadilah ingin tahu
Karena kamu mungkin tidak akan pernah tahu
dari mana kekuatan itu berasal. – Daniel Webster

Jonathan Schell menulis kata-kata berikut di dalam bukunya, The Fate of the Earth, “Karena segalanya yang kita lakukan dan segala sesuatu kita berada dalam bahaya, setiap orang adalah orang yang tepat untuk bertindak dan setiap saat adalah saat yang tepat untuk memulai.” Masing-masing dari kita dipanggil untuk berfokus pada menyeimbangkan kembali maskulin dan feminin dalam diri kita sendiri dan dalam budaya kita. Hal ini dapat mempengaruhi alkimia mendasar dalam hidup kita. Perempuan dan laki-laki, keduanya dapat berpartisipasi dalam proses transformasi, yang bisa membawa menjadi fokus budaya baru, yang penekanannya tidak lagi pada kekuasaan dan pengawasan, tapi pada hubungan-hubungan, keseimbangan dan keterhubungan. Ungkapan “penaklukan alam” dapat digantikan oleh kesadaran, bahwa umat manusia dan alam berpartisipasi dalam realitas yang lebih dalam dan realitas yang masih tidak diketahui yang mencakup keduanya.

Pada akhir The Undiscovered Self, Jung bertanya, “Apakah individu tahu bahwa dia adalah orang penting yang memberi bobot pada timbangan yang unitnya sangat kecil, yang padanya sebuah dunia bergantung?” Jutaan orang tidak memiliki pilihan lain. Kita yang memiliki ukuran pilihan dapat muncul untuk tantangan besar dalam menentukan dan menjalani hidup dengan peran baru dan bertanggung jawab dalam hubungan satu sama lain dan planet rumah kita.
——-
Ditulis oleh Anne Baring. Anne adalah seorang analis Jungian – co-penulis The Myth of the Goddess, The Mystic Vision dan The Divine Feminine dan penulis The Birds Who Flew Beyond Time
Artikel ini (Rebalancing The Maskulin & The Feminine) aslinya dipublikasikan pada Collective Evolution dan disindikasi oleh The Event Chronicle.

Diterjemahkan kosmosindo dari sumber http://www.theeventchronicle.com/metaphysics/spiritual/rebalancing-masculine-feminine-2/

Archangel Gabriel – Kebijaksanaan Perlu Waktu untuk Menavigasi Melalui Hati Kalian

,wisdomalignment

Pesan Harian Archangel Gabriel disalurkan oleh Shelley Young

Ada kebijaksanaan besar untuk berdiam dalam keheningan, jika kalian tidak tahu bagaimana melangkah maju dalam hidup kalian. Kalian mungkin memerlukan lebih banyak informasi untuk mengetahui, bagaimana bergerak maju dalam cara yang benar-benar sesuai dengan siapa kalian adanya dan apa yang kalian ingin untuk alami. Menunggu waktu yang tepat bagi kalian adalah mengizinkan diri kalian sendiri untuk mendapat lebih banyak kejelasan, apakah melalui pengkajian diri, atau melalui arus yang membawa kepada kalian lebih banyak rincian, yang membantu kalian mengetahui jalan yang benar untuk maju.

Dengan mengambil waktu dalam keheningan sampai kalian yakin, kalian menjadi tidak bereaksi. Kalian tinggal dalam sebuah ruang keseimbangan dan kebijaksanaan, dan mempercayai kemampuan kalian sendiri untuk membuat keputusan-keputusan bijaksana bagi diri kalian sendiri ketika waktunya tepat. Itu adalah memberi diri kalian sendiri peluang untuk menavigasi melalui hati kalian dan energi-energi apa yang mendukung bagi kalian, daripada mengambil keputusan hanya dengan tujuan menenangkan bagian dari kalian yang ingin untuk mengawasi segala sesuatu.

Kebijaksanaan adalah menunggu gelombang energi yang tepat yang akan secara mulus membawa kalian ke tempat yang ingin kalian tuju, yang mana itu tidak hanya terasa tepat tapi juga tercipta dari sebuah ruang penyesuaian, berserah, yakin, mengalir dan percaya. Itu adalah mencintai diri kalian sendiri secara mencukupi untuk menjadi ahli atas kalian, dan merasakan ke dalam apa yang sesuai dengan keinginan-keinginan jiwa kalian, sebagai co-pencipta yang penuh daya untuk ekspresi hidup kalian.

 

Diterjemahkan kosmosindo dari sumber http://trinityesoterics.com/2018/01/24/daily-message-wednesday-january-24-2018/