Memiliki Kesabaran: Jalur Menuju Hidup Yang Diberkati

meditation-1018837_640-630x315

Oleh FinerMinds Team
Having Patience: The Path To A Virtuous Life

Kita semua telah mendengar bahwa “kesabaran adalah berkat”. Kita mungkin bahkan secara bangga telah menerapkan ekspresi itu untuk diri kita sendiri dari waktu ke waktu (biasanya ketika kita telah menyelesaikan tugas yang sangat melelahkan dan kelegaan menyelimuti kita!)

Namun, ketika kita berada di tengah-tengah situasi, di mana kita tidak melihat secara langsung hasil-hasil yang kita inginkan, apakah itu sedang mengantri untuk mendapat makan siang kita, atau mendarat pada pekerjaan yang menjadi keinginan hati kalian, kadang-kadang sulit untuk melihat gambaran yang lebih besar. Apalagi, kita hidup dalam era di mana kita memiliki arus konstan banyak email, teks, app dan sosial media membanjiri kita sepanjang hari dengan ‘beeps, tweets dan pokes’.

Apa yang dulu memerlukan beberapa hari untuk mendapat respon, sekarang hanya perlu beberapa detik. Ketika itu tiba pada menerima konfirmasi email yang memberi tahu bahwa kamar Anda telah terpesan, ini luar biasa, namun ketika itu tiba pada sejumlah keputusan atau pelajaran hidup yang lebih besar, memburu-buru hasil tidak selalu merupakan solusi terbaik. Bagaimanapun, Roma tidak dibangun dalam sehari.

Jadi marilah kita melangkah mundur dan melihat pada bagaimana kita dapat memutar frustrasi kita dengan antrian panjang di bank, atau atas kurangnya respon dari objek yang kalian inginkan, menjadi suatu model kuno, kesabaran!
Dengan menerima hal-hal tak terduga dalam hidup dengan rasa bersyukur, kita mampu membebaskan diri kita sendiri dari perasaan-perasaan negatif ketakutan atau frustrasi dan bergerak menuju ruang yang lebih sehat dari menerima.

Mengharapkan Hal Yang Tidak Diharapkan

Tidak ada dalam hidup yang sempurna – termasuk kalian. Kita menaruh harapan-harapan begitu tinggi terhadap diri kita sendiri dan pada situasi-situasi, sehingga kita lupa bahwa hidup secara sederhana tidak dirancang dengan cara ini. Hal-hal akan, dan berjalan, tidak tepat. Namun, bagaimana kita menghadapi terjadinya hal-hal yang tidak diharapkan dalam hidup, membuat semuanya berbeda sambil bergerak maju. Sementara kita tidak dapat mengubah apa yang berada di luar pengawasan kita, kita dapat memutuskan bagaimana kita bereaksi terhadap itu.

Dengan menerima hal-hal yang tidak terduga dalam hidup dengan berterima kasih, kita mampu membebaskan diri kita sendiri dari perasaan-perasaan negatif ketakutan atau frustrasi dan bergerak menujur ruang lebih sehat dari penerimaan.

Mengidentifikasi Penyebabnya

Lain kali kalian merasa tubuh kalian menjadi tegang karena kalian tidak mendapatkan hasil yang kalian inginkan, cobalah dan ambillah langkah mundur dan mengidentifikasi apa yang sebetulnya membuat kalian marah, kecewa atau frustrasi.

Misalnya, apakah frustrasi kalian adalah hasil dari hubungan di mana kebutuhan-kebutuhan kalian tidak terpenuhi? Apakah kalian hanya menjadi tidak sabar, atau secara sub-kesadaran, kalian tahu hubungan ini tidak sehat, hanya menambah frustrasi kalian setiap kali ada lubang di jalan? Dengan mencoba untuk mengerti dan merefleksi pada trigger (pemicu) ini, kalian dapat mengetahui akar dari frustrasi kalian dan menjadi benar-benar menghadapi masalahnya (kecuali jika kalian hilang ketenangan kalian karena mereka terlambat muncul lima menit!)

Belajarlah Bersabar Dengan Hal-Hal Kecil

Tidak diragukan, bahwa belajar untuk menjadi sabar dengan hal-hal kecil dalam hidup, jauh lebih mudah dibanding bersabar dengan hal-hal yang benar-benar penting bagi kalian, misalnya mendapat penolakan kerja berikutnya. Namun, dengan belajar menerima situasi-situasi yang lebih kecil, kalian akan mampu menghadapi isu-isu yang lebih besar.

Lain kali bila ada hal kecil berlangsung salah atau kalian menjadi tidak sabar, ambillah langkah mundur. Jadilah sadar akan tubuh kalian. Apakah kalian tegang atau merasa gemetar dengan ketakutan? Ambillah nafas dalam-dalam, biarkan bahu-bahu kalian rileks. Jadilah diam untuk beberapa saat dan tanyalah diri kalian sendiri, apakah yang mengganggu kalian berharga untuk menjadi marah terhadap itu. Lebih sering dibanding tidak, jawaban kalian akan tidak. Tersenyumlah pada situasi itu dan putuskanlah tidak untuk membuat kalian merasa lebih buruk.

Jangan Terburu-buru dengan Keputusan-Keputusan Besar

Sejumlah hal dalam hidup secara mudah tidak dapat diburu-buru – membeli rumah/apartemen yang pertama, bertemu teman terbaik kalian atau jatuh cinta dengan pasangan hidup kalian. Tentu saja tamparan penolakan dapat sulit untuk ditelan ketika kita tidak memperoleh apa yang kita pikir diinginkan oleh hati kita, meskipun jika kita meninjau kembali pada situasi-situasi ini, tidakkah kita lega kita tidak mendapat opsi terdahulu yang tersedia? Kadang-kadang jalur paling sebenarnya menuju kebahagiaan, membutuhkan sedikit rasa sakit hati dan sejumlah pukulan mundur di sepanjang jalan.

Belajar untuk bersabar membutuhkan waktu dan pengendalian diri sendiri – bagaimanapun, ada alasan mengapa mereka disebut berkat! Meskipun tidakkah memilih berterima kasih dan penerimaan, dibanding kemarahan dan frustrasi, cara yang jauh lebih baik untuk hidup? Sesuatu yang akan memiliki pengaruh positif tidak hanya terhadap diri kita sendiri – tapi juga mereka di sekitar kita.

 

 

diterjemahkan kosmosindo dari sumber http://www.finerminds.com/happiness/patience/

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s