Pesan Yeshua – Jalan Ketiga

14441194_858072744322678_6508251008215605934_n

The Third Way
Pamela Kribbe menjadi channel/penyalur Yeshua

Teman-teman sayang,
Saya Yeshua. Saya bersama kalian. Menembus batasan-batasan ruang dan waktu, saya berdiri di samping kalian; rasakanlah saya dalam hati kalian. Saya begitu terbiasa menjadi manusia – ketinggian dan kedalamannya. Saya telah mengalami seluruh bidang perasaan manusia, dan di dalam dunia keekstreman itu, saya akhirnya menemukan jalan keluar; sebuah jalur untuk cara pandang yang berbeda terhadap hal-hal – sebuah jalan yang menciptakan ketenangan dan kedamaian dalam hati kalian

Tentang jalan keluar ini, jalur inilah, yang ingin saya bicarakan dengan kalian hari ini. Banyak di antara kalian menemukan diri kalian terjebak dalam dilema; sebuah perjuangan kalian dengan diri kalian sendiri. Ada sebuah gagasan yang hidup dalam pikiran kalian, bahwa kalian harus menjadi lebih baik, dan berbeda dibanding apa kalian adanya sekarang. Dimana kalian harus lebih berkembang, lebih suci, lebih dapat mengikuti aturan-aturan tertentu, memiliki ideal yang lebih tinggi bagi diri kalian sendiri – tapi ini adalah ideal yang salah. Semua ini bekerja dalam diri kalian berdasarkan gagasan bahwa kalian tidak baik seperti kalian apa adanya; bahwa ada sesuatu yang lain; dimana kalian harus memiliki kekuatan untuk mengubah diri kalian sendiri; dimana kalian harus memiliki pengawasan atas fakta bahwa kalian adalah manusia. Ini adalah gagasan lama, dan hal yang telah kalian alami sepenuhnya dalam era yang sangat tua.

Gagasan ini eksis, sebagian, di Atlantis, dimana kalian mengembangkan mata ketiga, dan dimana kalian mengalaminya sebagai pusat observasi dalam kepala kalian. Dari mata ketiga itu kalian dapat mengetahui, dan dari sana juga, kalian telah ingin melakukan intervensi, membentuk kehidupan sesuai keinginan-keinginan kalian. Ada kecenderungan tertentu menentang dominasi dalam kalian, tapi tendensi ini juga diinspirasi oleh konsep kalian akan kebenaran. Kalian memiliki gagasan dimana kalian bertindak atas dasar prinsip-prinsip lebih tinggi, sehingga apa yang kalian lakukan adalah “baik” – dan itu selalu demikian. Kekuatan selalu terselubung oleh gagasan-gagasan yang dipikir adalah baik. Seluruh ideologi yang kemudian dibentuk di sekeliling gagasan tersebut, membuat pandangan dunia yang tampaknya sebagai mengupayakan untuk apa yang baik, sementara dalam intinya, kalian sedang berusaha untuk mengawasi hidup – baik dalam diri kalian maupun dalam diri orang lain.

Kekuatan menyesatkan – ia memutus kalian dari arus alami kehidupan yang hadir dalam setiap makhluk hidup. Kekuatan memberi kalian gagasan bahwa kalian dapat membentuk kehidupan agar sesuai dengan tujuan-tujuan kalian, tapi konsep itu didasarkan atas ilusi. Hidup, seperti yang kalian ketahui, tidak dapat dibentuk dengan cara itu, dan bukan ditentukan oleh alasan, atau oleh keinginan, atau dari mata ketiga. Hidup tidak dapat cocok dimasukkan dalam suatu pandangan dunia atau sebuah sistem, dan itu tidak dapat diorganisir berdasarkan proses mental.

Untuk jangka waktu lama, kalian masuk dalam pertarungan dengan kemanusiaan kalian – kondisi manusia. Banyak jalur spiritual didasarkan pada gagasan bahwa kalian harus bekerja untuk diri kalian sendiri, bahwa kalian harus meningkatkan diri kalian sendiri, dan dimana kalian harus menetapkan bagi diri kalian sendiri sebuah jalur terencana bagi tindakan yang akan membawa kalian pada sebuah situasi ideal. Tapi gagasan ini menciptakan begitu banyak perjuangan batin. Jika kalian memulai dengan gagasan ideal yang diminta, kalian menetapkan standar-standar di atas kalian sendiri yang mana di dalam diri, kalian sangat mengetahui bahwa kalian tidak dapat atau tidak mampu mencapainya – jadi kalian gagal sejak awal.

Rasakan sekarang, energi dari cara berpikir semacam ini; apa yang kalian lakukan terhadap diri kalian sendiri, energi apa yang datang dari kebutuhan menetapkan, dari permintaan untuk meningkatkan diri kalian sendiri, dan dari keinginan untuk mengatur kehidupan, emosi-emosi kalian dan pikiran-pikiran kalian. Rasakanlah energi dari ingin mengawasi hal-hal. Apakah itu energi yang mencintai? Seringkali energi itu terlihat seperti cinta, sebagai yang baik dan sebenarnya, tapi kekuatan selalu menyembunyikan dirinya sendiri dengan cara ini, sehingga lebih mudah bagi orang-orang untuk menerimanya. Kekuatan tidak ingin menunjukkan wajahnya secara terbuka; kekuatan menyesatkan melalui pikiran. Itu sebabnya mengapa lebih baik tidak berpikir tentang itu, tapi untuk merasakan apa yang sedang dilakukan keinginan untuk mengawasi hidup terhadap kalian. Lihatlah diri kalian sendiri dalam kehidupan sehari-hari, dalam saat ini, dalam kehidupan kalian sekarang. Berapa sering kalian masih bertempur dengan diri kalian sendiri, apakah kalian mengecam apa yang muncul dalam diri kalian, apa yang secara alami melonjak dalam diri kalian dan ingin mengalir? Dalam kondisi penghakiman ini terdapat energi yang mengritik, suatu kedinginan: “ini seharusnya tidak begini, ini salah, ini perlu untuk pergi”. Rasakanlah energi ini – apakah itu menolong kalian?

Saya sekarang ingin membawa kalian pada cara berbeda untuk melihat pada diri kalian sendiri: sebuah tempat dimana perubahan dapat terjadi, tapi tanpa bertempur, tanpa menjegal dengan keras dirimu sendiri. Untuk menjelaskan ini, biarkan saya memberi kalian sebuah contoh. Bayangkah bahwa sesuatu terjadi dalam hidupmu yang memicu rasa marah atau tidak enak dalam dirimu – apapun yang ingin kalian sebutkan. Sekarang, kalian dapat bereaksi terhadap kemarahan itu dalam berbagai cara. Jika kalian tidak terbiasa melakukan refleksi atas emosi-emosi kalian, dan reaksi-reaksi kalian sangat primer, maka di sana tidak ada apapun di sana kecuali marah – kalian marah, selesai. Kalian tenggelam di dalamnya, dan kalian mengidentifikasinya dengan kemarahan. Seringkali itu kemudian terjadi dimana kalian meletakkan penyebab kemarahan di luar diri kalian sendiri – kalian memproyeksikan kesalahan terhadap orang lain. Seseorang yang lain ini melakukan kesalahan dan kesalahannya itulah yang membuat kalian marah. Ini adalah reaksi primer yang paling sering – kalian mengidentifikasi dengan kemarahan kalian, kalian adalah marah.

Kemungkinan lain adalah apa yang saya sebut cara kedua untuk bereaksi. Kalian marah dan secara langsung ada suara di kepala kalian yang berkata, “ini seharusnya tidak terjadi; ini salah; hal yang tidak baik dimana saya menjadi marah; Saya harus menekan ini.” Bisa jadi dimana menekan kemarahan kalian, telah diajarkan kepada kalian melalui cara kalian dididik secara relijius atau dari perspektif masyarakat. Misalnya; lebih baik, lebih ramah, lebih bermoral untuk tidak menunjukkan kemarahan kalian terhadap orang lain. Itu secara khusus diterapkan pada perempuan, dimana bukan hal yang pada tempatnya mengekspresikan kemarahan secara terbuka – itu tidak feminin.

Ada banyak jenis gagasan yang telah kalian terima sebagai nasihat, yang membuat kalian menghakimi kemarahan dalam diri kalian sendiri. Lalu apa yang terjadi? Ada kemarahan di dalam kalian, dan segera adalah opini yang muncul terhadapnya: “ini tidak diijinkan, ini salah.” Kemarahan kalian menjadi sisi bayang-bayang kalian karena, artinya secara tertulis, itu tidak boleh masuk ke dalam Cahaya – itu tidak boleh terlihat. Apa yang terjadi pada kemarahan jika kalian menekannya dengan cara ini? Ia tidak akan menghilang, ia pergi ke balik punggung kalian untuk mempengaruhi kalian dengan cara-cara lain; itu mungkin menyebabkan kalian menjadi takut dan cemas. Kalian tidak dapat menggunakan kekuatan yang tersimpan dalam kemarahan, karena kalian tidak mengijinkan diri kalian sendiri untuk menggunakannya. Kalian mungkin menunjukkan sisi kalian yang manis, ramah, suka menolong, tapi bukan yang berapi-api, sisi yang marah – sisi yang memberontak dari diri kalian sendiri. Jadi kemarahan menjadi terkunci di dalamnya, dan kalian pikir kalian berbeda dari orang lain karena kalian memiliki perasaan-perasaan ini, jadi kalian bahkan dapat mulai menjauhkan diri kalian dari orang lain. Dalam setiap kasus, ini menciptakan konflik hebat dalam diri kalian sendiri, dan tampaknya antara dua pribadi, pribadi Cahaya dan pribadi Gelap. Sementara itu kalian terjebak dalam permainan yang menyakitkan ini, dan hal tersebut menyakiti batin, karena kalian tidak dapat mengekspresikan diri kalian sendiri. Penghakiman inilah yang membatasi kalian.

Apakah kalian benar-benar menjadi orang yang lebih baik karena reaksi ini? Apakah menekan emosi-emosi kalian sendiri akan membawa kalian pada kedamaian ideal, manusia yang penuh cinta? Jika saya menggambarkan ini semua kepada kalian, kalian dapat melihat dengan sangat jelas, bahwa tipe reaksi semacam ini tidak berfungsi – itu tidak membawa pada damai yang sebenarnya, pada keseimbangan batin yang sebenarnya. Namun kalian melakukan ini semua terhadap diri kalian sendiri. Sangat sering kalian membungkam emosi-emosi kalian, karena itu tidak baik menurut moral yang kalian pegang, dan kalian tidak mempertimbangkan moral-moral ini – dari mana mereka datang, dan oleh siapa atau oleh apa mereka telah dicekokkan kepada kalian. Jadi ini yang saya anjurkan kepada kalian: untuk tidak berpikir tentang itu, tapi untuk merasakannya. Rasakan bagaimana energi yang berada dalam penghakiman membakar dirimu sendiri, dengan imej-imej tentang apa yang yang ideal dan apa yang “seharusnya dilakukan”, yang kadang-kadang muncul dari motif-motif yang tampaknya sangat tinggi – biarkan itu demikian. Kalian tidak menjadi tercerahkan dengan menahan emosi-emosi kalian dan dengan menekan mereka secara sistematis.

Ada cara ketiga – cara ketiga untuk mengalami emosi-emosi manusia kalian sendiri. Cara pertama adalah mengidentifikasi secara total dengan kemarahan kalian, seperti pada contoh sebelumnya. Cara kedua adalah dengan mendesaknya, untuk menekannya dan mengecamnya. Cara ketiga adalah untuk mengijinkannya – untuk membiarkan dan untuk mengubahnya. Itulah apa yang dilakukan kesadaran. Kesadaran yang saya bicarakan, tidak menghakimi – itu adalah kondisi keberadaan. Itu adalah cara mengobservasi, yang sekaligus adalah cara yang kreatif. Sekarang, banyak tradisi spiritual mengatakan: sadarilah diri kalian sendiri, itu cukup. Tapi kemudian kalian bertanya-tanya: bagaimana itu mungkin? Bagaimana perhatian murni terhadap diri saya sendiri dapat menyebabkan perubahan dalam arus emosi-emosi saya? Kalian perlu mengerti bahwa kesadaran adalah sesuatu yang sangat kuat. Itu jauh lebih dari sekedar mendaftar secara pasif emosi-emosi – kesadaran adalah kekuatan penciptaan yang kuat.

Sekarang bayangkan kembali bahwa sesuatu di dunia luar memicu emosi yang kuat dalam diri kalian – misalnya, kemarahan. Ketika kalian menghadapinya secara sadar, kalian mengamatinya secara penuh dalam diri kalian sendiri. Kalian tidak melakukan apapun untuk itu, sementara pada waktu yang sama kalian tetap mengamati dan memperhatikan. Kalian tidak lebih lama mengidentifikasi diri dengan kemarahan, kalian tidak kehilangan diri kalian di dalamnya, kalian hanya mengijinkan marah untuk menjadi apa adanya. Ini adalah kondisi melepaskan, tapi melepaskan yang memerlukan kekuatan besar, karena segala yang kalian pelajari membawa kalian untuk tertarik ke dalam situasi perasaan kalian, di dalam emosi kemarahan atau ketakutan. Dan untuk membuatnya menjadi lebih rumit, kalian juga tertarik ke dalam penghakiman tentang kemarahan atau ketakutan. Jadi kalian tertarik ke dalam dua cara dan tertarik keluar dari kesadaran, jalan keluar yang saya sebutkan di awal teks: jalan keluar yang merupakan jalan menuju kedamaian batin. Cara-cara yang biasa kalian gunakan untuk menghadapi emosi-emosi, menarik kalian keluar dari titik pusat tersebut, keluar dari kesadaran, tapi ini adalah satu-satunya jalan keluar. Hanya dengan mengamati dengan tenang terhadap seluruh cakupan emosi, kalian tidak menjadi tidak sadar, kalian tetap sepenuhnya hadir. Kalian tidak membiarkan diri kalian tertarik dalam – emosi-emosi ataupun dalam penghakiman tentang emosi itu. Kalian melihat kepadanya dengan penuh kesadaran dan dengan perasaan yang lembut: ”ini yang terjadi dalam diri saya”.

“Saya mengetahui kemarahan muncul dalam diri saya; Saya merasakan itu mengalir melalui tubuh saya.” “Perut saya bereaksi, atau hati saya; pikiran-pikiran saya bergejolak untuk menghakimi penyebab-penyebab bagi emosi saya.” “Pikiran-pikiran saya memberitahu saya bahwa saya benar dan bukan orang yang lain.” Semua ini dapat kalian ketahui terjadi, ketika kalian menyelidiki diri kalian sendiri, tapi kalian tidak ikut terhanyut dengan itu. Kalian tidak tertarik ke dalamnya; kalian tidak tenggelam. Itu adalah kesadaran – ini adalah kejelasan pikiran. Dan dengan cara ini kalian menenangkan sisa-sisa setan jahat dalam hidup kalian: ketakutan, kemarahan, ketidakpercayaan. Kalian memberi mereka kekuatan ketika kalian mengidentifikasi dengan mereka, atau jika kalian memerangi mereka dengan penghakiman – dengan cara sedemikian rupa kalian memberi mereka nutrisi. Satu-satunya cara untuk mentransformasi mereka adalah melampaui mereka, sedemikian rupa, dengan kesadaran kalian – bukan dengan memerangi mereka, tapi hanya dengan membiarkan mereka ada apa adanya.

Apa yang terjadi pada kalian? Kesadaran bukanlah sesuatu yang statis; hal-hal tidak tetap sama seperti apa adanya. Kalian akan mengetahui bahwa jika kalian tidak memberi makan energi dari emosi atau tidak memberi penghakiman kalian untuk itu, mereka akan berangsur-angsur menghilang. Dengan kata lain, keseimbangan kalian menjadi lebih kuat; perasaan dasar kalian menjadi lebih damai dan sukacita. Karena jika tidak lebih lama lagi berlangsung pertempuran dalam hati kalian dan dalam jiwa kalian, sukacita meluap naik. Kalian melihat hidup dengan mata yang lebih baik hati. Kalian melihat gerakan emosi-emosi dalam tubuh kalian dan kalian menyelidikinya. Kalian juga mengamati pikiran-pikiran yang mulai berlomba melalui kepala kalian, dengan sebuah pandangan yang lembut dan baik. Ketahuilah bahwa kemampuan untuk mengamati dan tidak lagi tertelan, adalah sesuatu yang sangat penuh daya dan kuat. Inilah maksud dari semua itu: inilah jalan keluar!

Saya sekarang ingin meminta kalian, pada saat ini, untuk mengalami kekuatan dari kesadaran kalian sendiri – keberadaan murni – dan pembebasan dengan cara mengijinkan kalian untuk merasakan bahwa tidak ada yang perlu kalian ubah dalam diri kalian sendiri. Singkirkanlah penghakiman yang salah. Biarkan emosi-emosi mengalir dan jangan menekan mereka – mereka adalah bagian dari kalian dan sejumlah dari mereka memiliki pesan. Tanyalah kepada diri kalian sendiri apakah kalian memiliki emosi yang membuat kalian takut, yang mengganggumu, yang kamu perangi? Mungkin emosi yang merupakan tabu bagimu? Ijinkanlah itu sekarang untuk maju ke depan dalam bentuk seorang anak atau seekor binatang – untuk mewakili dirinya sendiri; untuk menampilkan dirinya. Anak itu mungkin mengekspresikan dirinya secara lengkap, atau juga mungkin ada yang tidak lengkap padanya. Apapun yang terjadi ia harus diijinkan melakukan apapun yang ingin ia lakukan, dan untuk memberitahu kepadamu apa yang ia rasakan. Kalian adalah kesadaran yang melihat dan mengatakan, “Ya, saya ingin melihat kamu; Saya ingin mendengar kisahmu, ceritakanlah.” “Ceritakanlah kepada saya kisahmu, karena itu adalah kebenaranmu; itu mungkin bukan Kebenaran, tapi saya ingin mendengar kisahmu.” Alamilah emosi-emosi kalian dengan cara itu dan jangan mengecam mereka. Biarkan mereka datang dan berbicara kepada kalian. Layanilah mereka dengan kebaikan seorang tua yang bijaksana, dan amatilah apa yang anak atau binatang itu bawa. Seringkali di dalam emosi negatif tersembunyi sebuah kekuatan kehidupan murni yang ingin muncul, yang telah lama hampir mati tercekik oleh semua kecaman atau penghakiman. Biarkan anak kecil atau binatang ini datang mendekati kalian. Mungkin ia mengubah penampilannya sekarang – terimalah itu dengan keterbukaan penuh cinta kasih.

Kesadaran mengubah – itu adalah alat utama untuk perubahan, meskipun pada waktu yang sama, ia tidak ingin mengubah apapun. Kesadaran mengatakan, “Ya – ya untuk apa adanya!” Ia bersikap terbuka dan menerima untuk apa yang ada di sana, dan ini mengubah segalanya, karena hal itu membebaskan kalian. Kalian sekarang bebas – tidak lebih lama lagi berada di bawah kekuasan emosi-emosi kalian atau penghakiman kalian terhadap mereka. Dengan membiarkan mereka ada, mereka kehilangan pengawasannya atas kalian. Tentu saja, kadang-kadang masih terjadi dimana kalian terbanjiri oleh emosi-emosi dan penghakiman kalian – ini manusiawi. Cobalah tidak terjebak di sana dan jangan menghukum diri kalian sendiri karena itu: “minta ampun, saya masih belum mencapai Kesadaran yang Jernih – saya tentunya sudah melakukan kesalahan.” Jika kalian melakukan ini, kalian kembali mulai menggulirkan bola penghakiman. Kalian dapat selalu kembali ke pintu keluar, kembali ke kedamaian, dengan tidak memerangi diri kalian sendiri. Amatilah apa yang ada di sana, dan jangan membuat kesalahan: tidak menjadi tertarik ke dalamnya adalah kekuatan yang besar. Itu adalah kekuatan spiritualitas yang murni. Spiritualitas murni bukanlah moralitas – itu adalah cara dari keberadaan.

© Pamela Kribbe 2012
Penerjemah: Dyan Andriana Kostermans
http://www.jeshua.net/id

Advertisements

Yang Tertinggi Yang Bisa Kamu Berikan

child-playing-380312_640

The highest you can give (Dari Seri Morning with Jeshua)
Yeshua disalurkan oleh Pamela Kribbe

Teman-teman sayang,
Saya Yeshua. Saya telah mewakili sebuah energi baru di bumi, yang merupakan energi Kristus. Itu adalah sejenis energi atau kesadaran yang mengetahui/mengakui keesaan bagi segala hal dan semua orang. Itu adalah energi keterhubungan, yang membawa keesaan kembali ke bumi. Tujuan saya saat itu dan sekarang adalah untuk memperoleh kembali rasa memiliki di antara semua makhluk yang hidup di bumi, kuncinya adalah hati. Hati menghubungkan. Hati adalah tempat di mana kalian dapat pulang ke Rumah. Merasa berada di rumah ada kaitannya dengan menjadi terhubung, terhubung ke dalam diri kalian sendiri yang terdalam. Diri terdalam kalian adalah selalu terhubung dengan keseluruhan.

Apa keseluruhan itu tidak dapat dilukiskan dengan kata-kata. Kalian dapat berbicara tentang alam semesta atau kosmos, tapi keseluruhan bukanlah suatu benda atau entitas. Keseluruhan adalah sumber keberadaan yang tidak dapat dikatakan, sebuah alam dari probabilitas tidak tentu. Masing-masing kehidupan individu memiliki tempatnya sendiri yang khusus dalam keseluruhan. Semua dari kalian adalah bagian dari keseluruhan besar yang tak bernama, yang abadi dan sekaligus dinamis dan berubah-ubah. Hidup bergerak secara konstan dalam tarian tanpa akhir dari manifestasi dan menarik diri, kelahiran dan kematian, menciptakan dan melepaskan. Sebagai manusia, kalian adalah bagian dari tarian kreatif ini dalam bentuk kalian saat ini sebagai seorang pria atau perempuan. Pada waktu yang sama, ada inti yang ilahi dan tidak dapat dimusnahkan di dalam kalian, yang merupakan bentuk yang independen.

Bayangkan bahwa kalian, dalam tubuh kalian saat ini, terhubung dengan keseluruhan besar yang luar biasa ini. Dalam pikiran kalian, kalian tidak dapat mengerti, bagaimana dan mengapa kalian adalah bagian dari keseluruhan dan tempat mana yang kalian ambil. Namun, kalian dapat merasakannya dengan hati. Kalian tergabung dalam keseluruhan, terhubung dengan detak jantung dari kosmos, dan untuk itu kalian tidak perlu melakukan apa-apa. Itu adalah fakta. Itu adalah bagian tidak terpisahkan dari kalian yang sebenarnya.

Kalian memiliki sebuah tempat yang unik dan sebuah peran yang unik dalam keseluruhan. Temukan tempat kalian dan biarkan cahaya kalian yang bersinar membuat kalian merasa terpenuhi secara mendalam. Itu membuat kalian merasa bahagia dan penuh sukacita. Keberadaan pada spot yang unik ini dan memenuhi peran unik kalian mengaktifkan yang tertinggi dari kalian yang dapat kalian berikan. Ini adalah apa yang ingin saya bicarakan hari ini: yang tertinggi yang bisa kalian berikan.

Banyak di antara kalian merindukan untuk bergabung dengan sumber dari cahaya yang merupakan kalian pada tingkat terdalam, untuk eksis dari Sumber, untuk memberi dan untuk bersinar dalam dunia ini. Rasakanlah Sumber dari dalam ke luar, karena itu mengalir melalui seluruh sel-sel kalian. Itu terhubung dengan segala sesuatu dalam kalian, meskipun kalian tidak dapat melihatnya. Tolong rasakan itu…rasakan arus kehidupan yang menyangga kalian. Hidup mengetahui tempat mana yang dimaksud bagi kalian dan peran mana yang merupakan milik kalian. Rasakan keinginan kalian untuk membumikan yang tertinggi dari kalian, malaikat cahaya yang adalah kalian sebenarnya, terlepas dari ruang dan waktu. Kalian ada di sini untuk sementara, dalam tubuh ini, sehingga kalian dapat membawa cahaya yang adalah kalian adanya ke tempat ini. Bumi adalah tempat yang kalian cintai. Rasakanlah itu. Rasakanlah bagaimana kalian terhubung dengan jantung dari bumi jauh di dalam.

Lepaskan pikiran-pikiran kalian tentang bagaimana sulitnya hidup di bumi, bagaimana kerasnya untuk berhadapan dengan aspek-aspek gelap dalam masyarakat. Terhubunglah hanya dengan bumi itu sendiri, dengan esensi dari planet. Pikirkanlah tentang hutan-hutan yang merebak di bumi, lautan dan langit yang membentang. Pikirkan tentang kekayaan hewan-hewan, pohon-pohon, tanaman-tanaman dan bunga-bunga. Terhubunglah dengan bumi…dan rasakan bagaimana ia menjadi bagian dalam keseluruhan kosmos, di mana di dalamnya ia mengambil jalurnya sendiri.
Di sana ada tempat bagi kalian, di sini dan sekarang. Percayalah pada diri kalian sendiri; ketahuilah bahwa kalian terhubung dengan keseluruhan dan di sana ada sebuah jalur yang memimpin kalian untuk memanifestasikan diri kalian yang tertinggi.

Bagaimana kalian menemukan jalur ini? Dan bagaimana kalian mengetahui apakah kalian mengembangkan dan memanifestasikan diri kalian yang tertinggi? Saya akan menyebutkan tiga aspek dengan apa kalian bisa mengenali apakah kalian sedang ‘memberikan yang tertinggi dari kalian’.

Yang Tertinggi yang Bisa Kalian Berikan adalah Keunikan

Aspek pertama adalah bahwa yang tertinggi dari kalian, yang tertinggi yang dapat kalian berikan kepada bumi adalah keunikan kalian. Kontribusi kalian adalah sebuah kombinasi unik dari sifat-sifat dan kualitas-kualitas, dengan vibrasi dan pancarannya sendiri. Pada intinya, kalian sedang memberikan diri kalian sendiri. Yang tertinggi yang bisa kamu berikan adalah kamu! Apa yang membedakan kamu bukan apa yang telah kamu pelajari dari yang lain, seperti misalnya keterampilan atau pengetahuan tertentu. Yang tertinggi yang bisa kamu berikan tidak datang dari luar dirimu. Tidak, kamu adalah jalur menentukan dari untaian.

Tentu saja kamu telah meraih pengetahuan dan informasi dari orang lain, dari buku-buku dan melalui pendidikan. Tentu saja kamu terbentuk oleh budaya dan caramu menjadi dewasa. Namun, kamu telah mengintegrasikan pengaruh-pengaruh ini ke dalam sifat alamimu dalam caramu sendiri. Karena segala sesuatu yang telah kamu jalani dalam hidupmu – dalam masa kehidupan ini dan masa-masa kehidupan sebelumnya -, kamu memiliki sebuah karisma yang unik. Kamu memancarkan cahayamu dalam hidup dengan caramu. Orang-orang tertarik pada cahaya yang unik ini. Itu adalah cahaya yang bersinar dari tempatmu di bumi; itu adalah cahaya yang membuatmu bersinar.

Cahayamu yang unik adalah campuran dari kualitas-kualitas duniawi dan surgawi. Dalam kehidupan ini, kamu adalah seorang pria atau seorang perempuan, yang telah melewati masa menjadi dewasa dan pendidikan tertentu. Kamu terbentuk oleh pandangan dunia dari masyarakat tempat kamu hidup. Ini bagus dan demikian adanya, karena formasi ini telah membantumu mencapai pengetahuan mendalam tentang kehidupan manusia. Karena kamu telah melalui semua pengalaman yang berat ini, kamu telah memiliki pandangan yang dalam tentang bagaimana itu rasanya dan naik turun emosional yang mungkin kamu alami sebagai seorang manusia di bumi. Melalui perjalananmu sendiri dalam mengeksplorasi, melalui kegelapan dan cahaya, kamu telah menjalani sebuah jalur unik. Meskipun demikian, apa yang harus kamu berikan kepada yang lain juga sebuah gabungan kualitas-kualitas yang unik.

Jagalah selalu individualitasmu dalam bidang kreativitas dan pekerjaan! Bukan masalah apa yang kamu lakukan, apakah sebagai pembuat roti, guru, seniman atau terapis spiritual, memberikan yang tertinggi darimu berarti kamu menyampaikan ekspresi individualitasmu dan membaginya dengan seluruh dunia. Dunia tidak lengkap tanpa dirimu. Alam semesta sedang menunggu kontribusimu dibanding fotokopi atau reproduksi yang telah kamu buat dari kontribusi orang lain. Alam semesta (universe) ingin untuk menyemangatimu, untuk membiarkan energimu yang unik mengalir. Jadi, mewujudkan dirimu yang tertinggi berarti menjadi dirimu sendiri dan mengekspresikan individualitasmu.

Memberi yang tertinggi darimu adalah menerima yang tertinggi bagimu

Aspek kedua adalah untuk memberi yang tertinggi darimu selalu berisi bahwa kamu menerima yang tertinggi untuk dirimu. Kedua arus ini pada kenyataannya terkait tidak terpisahkan satu sama lain.

Bila kamu membiarkan cahaya unikmu bersinar, membuka hatimu dan memberi dari hatimu, kamu mengalami kepuasan dan keterpenuhan yang mendalam. Kamu mengijinkan dirimu sendiri untuk menjadi dirimu sendiri sepenuhnya, untuk memancarkan cahayamu tanpa menahannya. Kamu merasa itu benar, alami dan jujur. Jika kamu memberikan dirimu sendiri secara begitu terbuka dan bebas, kamu menerima sesuatu sangat istimewa pada waktu yang sama. Hadiah terbesar yang kamu terima adalah di mana kamu pulang ke rumah. Pada saat kamu benar-benar menjadi dirimu sendiri, kamu secara alami bersatu dengan keseluruhan yang lebih besar, dengan Tuhan. Kamu ada di rumah denganmu dan dengan alam semesta pada saat yang sama. Tidak ada penghakiman terhadap dirimu sendiri atau terhadap lainnya. Tidak ada lagi penghakiman yang memisahkan. Kamu adalah Keesaan.

Dengan berani jujur kepada dirimu sendiri dan mengekspresikan dirimu yang tertinggi ke dunia luar, kamu menarik hal-hal yang baik ke dalam hidupmu. Kebutuhan-kebutuhan material dan orang-orang yang tepat bagimu akan muncul secara otomatis. Alam semesta akan mendukung dan menutrisimu. Ia akan menawarkanmu situasi-situasi yang tepat untuk memanifestasikan energi jiwamu.

Dalam cara ini, arus memberi dijawab dengan arus menerima, yang memenuhi dan memperkaya dirimu dalam semua bidang kehidupan. Pada tingkat terdalam, kamu telah memberi dirimu sendiri semua ini dengan memiliki keberanian untuk membiarkan cahayamu sendiri bersinar. Hidup akan mengatakan ya kepadamu dengan sepenuh hati jika kamu mengatakan ya kepada hidup tanpa menahan apapun.

Seluruh penciptaan, di mana kita semua memiliki peran yang kita mainkan, ibaratnya sebuah puzzle luar biasa besar dan masing-masing dari kita mewakili sepotong puzzle. Puzzle itu tidak akan lengkap tanpa dirimu. Pada saat potongan puzzle yang merupakan dirimu diletakkan dalam tempat yang tepat, kamu memberi kontribusi sesuatu bagi puzzle yang tidak seorang pun lainnya dapat menambahkan itu. Dalam momentum tersebut, kamu juga menerima sesuatu yang sangat berharga: kamu pulang ke rumah. Kamu merasa bahwa kamu ada dalam harmoni dengan keseluruhan yang lebih besar, di mana hidup sedang mendukungmu dan kamu merasa aman. Kamu tahu kamu membuat kontribusi esensial dan kamu merasa diterima oleh keseluruhan dengan sukacita dan penghargaan. Untuk memberi yang tertinggi darimu adalah untuk mengatakan ya kepada dirimu sendiri dalam cara yang amat mendalam dan mengijinkan dirimu sendiri untuk menerima segala sesuatu yang kamu perlukan untuk berkembang dan bersinar.

Untuk memberi yang tertinggi darimu sebetulnya berarti bahwa kamu tidak terpisah lagi dari keseluruhan. Kamu bukan sebuah ego, bukan individu yang terpisah pada saat itu. Pertanyaan ‘bagaimana menyeimbangkan kedua arus dari memberi dan menerima’ pada kenyataannya menghilang dalam kondisi keberadaan semacam itu. Keseimbangan menjadi terjaga secara otomatis; itu terjadi secara alami. Jika kamu mengekspresikan dirimu sendiri dari bagian yang paling jujur darimu dan membiarkan cahayamu bersinar, kamu adalah cahaya dan menerima itu pada saat yang sama. Ini adalah mengalami keesaan yang kalian semua rindukan.
Sekarang kamu mungkin bertanya kepada dirimu sendiri: bagaimana saya melakukan ini? Bagaimana saya dapat bergabung dengan yang tertinggi dari saya, hadiah saya yang unik, cahaya saya yang sejati? Ini membawa saya pada aspek ketiga yang ingin saya sebutkan tentang memberi yang tertinggi darimu.

Kamu memberi yang tertinggi darimu jika kamu mampu berhubungan dengan yang terendah darimu

Kamu memberi yang tertinggi darimu jika kamu terbuka dan bersedia berhubungan dengan yang terendah darimu. Dengan yang terendah maksud saya ketakutan, keraguan dan depresi, singkatnya, kegelapan yang ada dalam jiwamu sebagai hasil dari pengalaman-pengalaman menyakitkan yang belum terselesaikan.

Yang tertinggi darimu sendiri akan bersinar pada saat kamu menyambut bagian yang tergelap darimu. Ketika kamu mengundang yang terendah darimu untuk memasuki kesadaranmu, kamu membiarkan cahayamu bersinar tanpa penghakiman terhadap bagian-bagian dari jiwamu yang telah merasa ditolak dan disingkirkan. Ini adalah bagian darimu yang menjadi marah, sedih, penuh kepahitan dan kesepian akibat pengalaman-pengalaman menyakitkan. Tolong milikilah kasih sayang untuk bagian darimu ini yang hidup dalam kegelapan dan mencari solusi untuk keluar dari kegelapan, yang bahkan sering membawamu lebih jauh dari cahaya.

Dalam kegelapan, kamu mengembangkan mekanisme bertahan hidup yang menahanmu dari merasakan apa yang sebenarnya terjadi dalam batinmu; ketakutan, keputusasaan, depresi dan kesepian. Kamu membalikkan dirimu dari mereka. Pada kenyataannya, kamu sering diajar untuk bertindak demikian oleh dunia di sekitarmu. ‘Berputarlah pergi dari emosi-emosi negatif. Jadilah positif. Lakukan yang terbaik. Jadilah berguna.’ Peringatan-peringatan dan perintah semacam ini menciptakan ketakutan di dalam dirimu terhadap kegelapanmu sendiri dan mereka membuatmu menjadi asing dari perasaan-perasaanmu yang terdalam.

Kamu semua memiliki keinginan mendalam untuk cahaya, untuk kebebasan tanpa ikatan dalam berserah pada siapa kamu yang sebenarnya. Tolong sadari bahwa kamu menyalakan cahaya terbesar dalam dirimu jika kamu bersedia untuk menggapai ke luar ke bagian-bagian tergelap dan paling ditolak darimu.
Saya mengundangmu untuk melakukan itu sekarang, pada saat ini. Tolong amati dan lihatlah apakah di sana ada emosi atau pikiran negatif dalam dirimu yang menunjukkan dirinya secara konstan dan memerlukan perhatianmu. Pertama-tama sadarilah bahwa emosi atau pikiran gelap ini adalah bagian menjadi manusia. Bayangkah bahwa bagian gelap dalam dirimu ini adalah seorang anak yang telah ditolak. Kamu mungkin menemukannya bersembunyi di sebuah pojok. Apakah anak itu laki-laki atau perempuan?

Coba perhatikan dan lihatlah apakah kamu dapat menemukan dia, apakah kamu dapat melakukan kontak dengan anak itu. Mulailah dengan kontak mata dan kemudian ulurkanlah tanganmu secara hati-hati. Pandanglah anak itu secara lembut dan lihatlah bagaimana ia sudah berjuang berat untuk bertahan hidup. Anak ini memiliki sukacita dan gairah untuk hidup. Namun, dia sudah harus menelan begitu banyak sehingga kekuatan sukacita dan gairahnya terdistorsi. Energi asli dari anak ini terjebak dalam semua bentuk topeng dan mekanisme bertahan hidup, di mana dengan itu kekuatan hidupnya mulai berbalik menyerang dirinya sendiri. Tapi sekarang, anak itu diijinkan untuk menjadi dia yang sebenarnya. Tolong ulurkan tanganmu dan biarkan cahayamu bersinar. Sambutlah anak itu dengan matamu.

Biarkan anak itu mendekat kepadamu, dalam temponya sendiri. Tunggulah dengan sabar, peluklah anak itu dan dekaplah dia ke hatimu. Apa yang membuat anak itu rileks dan menjadi tenang adalah karena dilihat dan dihibur olehmu. Perhatikanlah bagaimana kamu bersinar dengan kehangatan, cinta dan pengertian jika kamu menjalin kontak dengan anak yang tidak berdaya dan menderita ini. Mengundang bagian tergelap untuk masuk, menyambutnya dan membawanya pulang, berarti menjemput bagian paling terang darimu. Kamu mengerti bagaimana perasaan anak ini. Pengertian ini menyembuhkan. Anak dalam kegelapan mewakili bagian darimu yang telah membawa banyak rasa sakit tanpa mampu mengerti mengapa. Dengan mengelilingi rasa sakit ini dengan pengertian dan kasih sayang, kamu memancarkan cahayamu terhadap area-area yang pernah menjadi sumber emosi-emosi dan pikiran-pikiran negatif. Pada saat kamu memeluk anak yang menderita dalam dirimu, kamu menjadi seorang manusia malaikat. Kamu membawa cahaya ke dalam kegelapan, yang secara tepat adalah apa yang dibutuhkan umat manusia saat ini.

Umat manusia tidak memerlukan orang suci atau guru yang mengajar dari panggung atau podium, tapi orang-orang nyata dari daging dan darah yang telah mengalami kegelapan dan cahaya dalam dirinya sendiri dan mampu memeluk keduanya tanpa penghakiman. Kamu menjadi seorang manusia malaikat pada saat kamu berani menghadapi dan menerima kegelapanmu sendiri. Ini akan membuat cahayamu murni dan penuh kekuatan. Hidup akan membantumu. Kamu akan tertarik pada peluang-peluang dan tempat-tempat di mana kamu dapat mencapai dirimu sendiri yang tertinggi dalam cara yang mudah dan alami. Kamu tidak perlu bekerja untuk itu. Kamu tidak perlu menjadi orang lain, karena vibrasi dan energimu sendiri yang unik yang menginspirasi orang lain dan membawa sukacita bagi mereka. Itu adalah kamu! Kamu mewakili cinta dari Tuhan dalam caramu yang unik, karena kamu bersedia dan mampu menghadapi dan memeluk kegelapanmu sendiri dengan pengertian. Orang-orang mengalami keterbukaan, kelembutan dan inspirasi dalam keberadaanmu, dalam cara bagaimana kamu mendengarkan mereka. Apapun yang kamu lakukan dalam mengekspresikan dan memanifestasikan dirimu sendiri yang tertinggi di bumi, itu akan mengundang orang-orang untuk bersinar lewat diri mereka sendiri dan percaya dalam kekuatan dan bakat mereka sendiri yang unik. Untuk memberi yang tertinggi dari dirimu membuat orang lain berani untuk melakukan hal yang sama.

© Pamela Kribbe 2010
Penerjemah: Dyan Andriana Kostermans

http://www.jeshua.net/

Siapakah Yeshua?

spiral-nebula-832159_640

Percakapan dengan Yeshua, Oktober 2002

Yeshua, siapakah kamu?

Saya adalah orang yang hidup di antara kamu dan yang sudah kamu kenal sebagai Yesus.
Saya bukan Yesus dalam tradisi gerejamu atau Yesus yang ada dalam tulisan-tulisan keagamaanmu.
Saya adalah Yeshua-bin-Yosef; Saya pernah hidup sebagai pria dari daging dan darah.
Saya sudah mencapai kesadaran Kristus sebelum kamu, tapi saya didukung dalam hal ini dengan kekuatan-kekuatan yang jauh melebihi imajinasi kalian saat ini. Kedatangan saya adalah peristiwa kosmik – Saya menyediakan diri saya untuk peristiwa ini.

Itu tidak mudah. Saya tidak berhasil dalam usaha saya untuk membawa orang benar-benar dekat pada cinta kasih Tuhan yang tidak terbatas. Banyak terjadi kesalahpahaman. Saya datang terlalu dini, tapi seseorang harus datang. Kedatangan saya ibaratnya melempar sebuah batu ke kolam ikan yang besar. Semua ikan berhamburan dan batu itu tenggelam ke bawah. Tapi lama setelah itu masih tampak riak-riak dari lemparan batu tersebut. Bisa dikatakan bahwa jenis kesadaran yang ingin saya sampaikan, pekerjaannya berlangsung di bawah tanah setelah itu. Di permukaan kolam tetap ada riak-riak; maksudnya baik, tapi interpretasi yang salah berkembang menjadi perselisihan satu sama lain dengan mengatas-namakan saya. Mereka yang tersentuh oleh energi saya, yang digerakkan oleh impuls energi Kristus, belum bisa benar-benar mengintegrasikan itu ke dalam realitas psikologis dan fisiknya.

Perlu waktu lama sebelum kesadaran Kristus dapat menapakkan kakinya di bumi. Tapi sekarang waktunya sudah tiba. Dan saya telah kembali dan berbicara melalui banyak orang, melalui semua dan kepada siapapun yang mau mendengar saya dan yang datang untuk mengerti saya dari keheningan dalam hatinya. Saya tidak berkhotbah dan saya tidak menghakimi. Harapan terdalam saya adalah untuk berbicara kepadamu tentang keberadaan cinta kasih yang luar biasa besar dan tiada habisnya, yang tersedia bagimu setiap saat.

Saya adalah bagian dari kesadaran yang jauh lebih besar, entitas yang lebih besar, tapi saya, Yeshua, adalah bagian inkarnasi dari entitas itu (atau bidang kesadaran). Saya tidak begitu suka nama Yesus, karena nama itu sudah demikian tertangkap dalam versi yang menyimpang untuk apa yang saya wakili. ‘Yesus’ dipakai dalam tradisi gereja dan pihak-pihak otoritas. Ia sudah dipakai alat untuk menguatkan kepentingan-kepentingan para penguasa gereja selama berabad-abad, sebegitu parahnya sehingga citra Yesus yang ada saat ini melenceng jauh dari apa yang saya representasikan, sehingga benar-benar akan menyenangkan saya, jika kamu melepaskannya dan membebaskan saya dari warisan tersebut.

Saya adalah Yeshua, pria dari daging dan darah.
Saya adalah teman dan saudaramu.
Saya sudah terbiasa menjadi manusia dalam segala bentuk.
Saya adalah guru dan teman.
Jangan takut pada saya. Peluklah saya seperti kamu memeluk salah satu dari sanak saudaramu.
Kita adalah keluarga.

Yeshua, Yesus dan Kristus

Energi Kristus yang saya tawarkan kepadamu berasal dari sebuah energi kolektif yang telah melampaui dunia dualitas. Ini berarti bahwa energi tersebut mengakui keberlawanan dari baik dan buruk, terang dan gelap, memberi dan menerima, sebagai aspek-aspek dari energi yang tunggal dan sama. Hidup dari realitas kesadaran Kristus berarti tidak ada perjuangan dengan apapun. Ada penerimaan sepenuhnya terhadap realitas. Tidak ada perjuangan atau perlawanan adalah karakteristik utamanya. Karena Kristus (atau Energi Kristus) mengakui keekstreman semua pikiran, perasaan dan tindakan sebagai manifestasi dari satu energi ilahi, di sana tidak akan bisa ada dualitas, tidak ada penghakiman tentang bagaimana ‘dia’ (energi terkristus) mengalami realitas.

Mari kita ambil contoh untuk ini. Jika energi Kristus padamu melihat konflik bersenjata antar manusia, hatinya menangis karena nasib pihak yang kalah, tapi ia tidak menghakimi. Ia merasakan kesakitan dan penghinaan dengan setiap pukulan, dan hatinya dipenuhi kasih sayang, tapi ia tidak menghakimi. Ia melihat orang yang menyerang, yang memegang senjata, yang memiliki kekuatan, yang menimbulkan rasa sakit, dan ia merasakan…….kebencian dan kepedihan di dalam diri orang tersebut, dan hatinya merasa pedih, tapi ia tidak menghakimi. Hati Kristus merangkul semua kejadian dengan rasa kasih sayang mendalam, tapi tanpa menghakimi, karena ia mengakui semua aspek itu sebagai pengalaman-pengalaman yang sudah dialaminya sendiri. Ia sendiri sudah menjalani hidup dalam semua peran-peran ini, sebagai penyerang dan korban, sebagai majikan dan budak, dan ia sudah sampai pada pengertian bahwa ia bukan salah satu dari mereka, melainkan apa yang mendasari keduanya.

Energi Kristus sudah melewati semua energi dualitas. Ia mengidentifikasikan dirinya sekarang dengan gelap, kemudian dengan cahaya, tapi melewati itu semua, ada sesuatu yang tetap sama. Dan jika ia menyadari “kesamaan” ini mendasari semua pengalamannya, kesadarannya mencapai sebuah bentuk baru persatuan: yakni “terkristus”. Energi terkristus adalah energi yang saya bawa datang untuk ditawarkan kepadamu.

Siapa saya, cukup sulit untuk menjelaskan. Saya akan mencobanya dengan membedakan antara tiga ‘identitas’: Yeshua, Yesus dan Kristus

Saya, yang saat ini sedang berbicara, adalah Yeshua. Saya adalah manusia yang membawa Energi Kristus dalam inkarnasi saya di bumi. Energi ini juga bisa disebut Kristus.

Yesus – dalam terminologi saya – adalah nama pria mirip Tuhan yang merupakan hasil dari peleburan Energi Kristus ke dalam realitas fisik dan psikologis dari Yeshua.

Energi Kristus ini dimasukkan ke dalam Yeshua dari bola cahaya yang – dari sudut pandang kalian – berlokasi di masa depan kalian. Yesus adalah pria yang menampilkan mujizat dan menyampaikan nubuat. Yesus adalah utusan dari bola cahaya yang berinkarnasi dalam diri saya. Jadi ia adalah masa depan saya sendiri. Yesus, dari perspektif saya sebagai pria Yeshua yang hidup di bumi, adalah masa depan saya sendiri, yang sudah menjadi satu dengan Energi Kristus. Karena energi Kristus dalam diri Yesus jelas ada dan terlihat bagi banyak orang di sekitarnya, bagi mereka ia tampak “ilahi”.

Saya, Yeshua, adalah pria dari daging dan darah. Keunikan dan sejumlah aspek buatan dari “konstruksi Yesus” adalah, bahwa saya menerimanya/energi terkristus saya sendiri dari masa depan. Saya tidak menjadi terkristus berdasarkan masa lalu saya dan pengalaman-pengalaman di masa lalu saya. Saya tidak mencapai pencerahan lewat cara yang alami, tapi dalam arti melalui intervensi dari luar, dapat dikatakan, dengan memasukkan Energi Kristus dari masa depan. Saya sudah setuju untuk memainkan peran ini, sebelum saya memulai masa kehidupan ini. Saya setuju untuk ‘dibayangi’ oleh keberadaan Yesus, sebagai suatu aksi pelayanan, dan juga karena kerinduan yang mendalam untuk bisa mengetahui realitas potensi-potensi saya yang terdalam.

Yesus, masa depan saya sendiri dari bola cahaya, sudah menjadi satu dengan Energi Kristus. Namun itu belum mewakili keseluruhan Energi Kristus di bumi ini, karena Energi Kristus mencakup lebih luas dari Yesus. Yesus adalah salah satu bagian atau sel dari Energi Kristus.

Kristus atau Energi Kristus (yang sebetulnya lebih sebagai medan energi daripada entitas pribadi) adalah energi kolektif yang mempunyai berbagai aspek atau “sel-sel”, yang bekerjasama ibaratnya mereka berfungsi sebagai “organisme” tunggal. Semua sel membawa kontribusi unik tertentu bagi keseluruhan dan mereka mengalami dirinya sebagai individu-individu, sambil sekaligus menjadi bagian dari keseluruhan. Orang bisa menyebut berbagai aspek dari Energi Kristus ini sebagai energi malaikat-malaikat atau arch-angels. Ini adalah ciri khas yang dikenali dari malaikat, dimana mereka mempunyai rasa individualitas sekaligus tidak mementingkan diri sendiri tingkat tinggi, yang memungkinkan mereka merasa satu dengan energi kolektif dan merasa gembira dalam pelayanan mereka. Pengertian tentang (arch)angels dipaparkan dalam bab terakhir dari serial Lightworker (‘Cahayamu Sendiri’).

Misi Yesus di bumi

Yesus adalah energi dari masa depan yang datang ke bumi untuk membawa pencerahan dan pengetahuan bagi kehidupan manusia. Ia datang dari dunia lain atau bahkan dimensi lain, dan bersamanya ia membawa energi lebih tinggi tentang realitas ini. Kesadaran Yesus akan Diri Saya sendiri yang Lebih Besar tetap utuh ketika ia berinkarnasi di bumi. Karena kehadiran Yesus dalam diri saya, Yeshua, saya dapat dengan mudah mengetahui fleksibilitas hukum-hukum materi dan “menampilkan mujizat”.

Alasan mengapa pribadi Yesus/Yeshua datang ke bumi adalah untuk menciptakan pembuka atau gerbang menuju kondisi kesadaran yang berbeda. Saya ingin memberi contoh tentang kemungkinan-kemungkinan yang tersedia dalam diri setiap manusia.

Di bola cahaya tempat Yesus berasal, terasa bahwa bumi bergerak ke arah yang dapat berakhir dalam kegelapan luar biasa dan penghancuran diri sendiri bagi jiwa-jiwa yang terlibat dalam eksperimen bumi. Diputuskan untuk mengambil tindakan darurat yang kuat untuk perubahan, yang dapat menunjukkan dengan jelas kepada manusia tentang pilihan-pilihan yang tersedia bagi mereka. Dengan mengirim energi pribadi dari Yesus, kami ingin agar manusia dapat bercermin dan mengingatkan mereka akan asal ilahi mereka, dan potensi-potensi terpendam yang mereka bawa. Yakni potensi untuk perdamaian, kebebasan dan kemampuan mengendalikan hidup mereka sendiri.

Setiap mahluk hidup adalah penguasa atas realitasnya sendiri. Kamu menciptakan realitasmu sendiri setiap saat. Kamu mampu melepaskan realitas yang buruk atau tidak memuaskan dan mengijinkan cahaya memasuki dan mengubah ciptaanmu. Manusia adalah tuan atas dirinya sendiri, tapi ia cenderung menyerahkan kekuasaanya kepada otoritas di luar dirinya. Otoritas yang mengklaim mengetahui kebenaran dan menginginkan hal terbaik darimu. Ini terjadi dalam politik, kesehatan, pendidikan dan lain-lain. Juga, “industri hiburan”-mu penuh dengan gambar-gambar palsu tentang kebahagiaan, kesuksesan dan kecantikan, yang tidak berguna bagi siapapun kecuali bagi mereka yang membentuk semua itu. Apakah kamu pernah berpikir tentang berapa banyak uang yang dikeluarkan hanya untuk menciptakan gambaran/imej? Di media, di suratkabar, film atau radio dan televisi, gambar-gambar disebar setiap saat. Dari mana gambaran/imej ini berasal? Mengapa mereka ada? Siapa yang mendisain mereka?

Gambaran/Imej dimaksudkan untuk menetapkan kekuasaan di atas orang-orang. Gambaran/Imej dapat membuat orang menjadi rendah diri dan melepaskan hubungan dari kebutuhan mereka yang sebenarnya, tanpa perlu menggunakan kekuatan fisik ataupun senjata. Gambaran/Imej dapat membuat orang secara sukarela melepaskan kekuasaannya sendiri dan harga dirinya. Mereka mengelabuimu sedemikian rupa, sehingga kamu tidak perlu dipaksa dengan kekerasan untuk melakukan semuanya: kamu akan menerima nilai-nilai yang ditampilkan melalui gambar-gambar sebagai milik kalian sendiri dan bersikap sesuai imej tersebut. Kekuasaan dapat dilakukan lewat kekerasan langsung. Kekuasaan juga dapat dilakukan secara tidak langsung lewat apa yang kami sebut invisible mind-control (pengawasan pikiran yang tidak tampak), manipulasi jiwa. Sarana terakhir jauh lebih efektif untuk jangka panjang, karena dapat menjangkau lebih banyak orang. Juga dengan cara ini berlangsung kekuasaan di dunia barat.

Fungsi cahaya yang utama adalah membawa kejelasan, kesadaran dan transparansi pada struktur tidak tampak, yang diterapkan terhadap pikiran dan perasaan yang membentuk hidupmu. Cahaya adalah lawan dari pengawasan pikiran. Ketika cahaya memasuki realitas, ini memutus rantai kekuasaan dan otoritas, dan juga menghancurkan hirarki yang terbentuk atas dasar tersebut. Cahaya menyingkap penyalahgunaan kekuasaan dan membebaskan orang-orang dari delusi dan ilusi, yang mengambil kemampuan mereka untuk menentukan diri sendiri.

Yesus adalah ancaman bagi tatanan yang berkuasa pada masa ia hidup. Lewat apa yang dikatakannya kepada orang-orang dan kemurnian yang dipancarkannya, ia mengungkap tujuan sesungguhnya struktur kekuasaan. Ini tidak tertahankan dan tidak dapat diterima oleh hirarki yang ada.

Peran Lightworker (pekerja cahaya) yang dipanggul Yesus adalah berat; terutama bagi saya, Yeshua, manusia yang setuju membawa energi yang kuat, terang ini dalam seluruh hidup saya. Saya, Yeshua, selalu dibayangi oleh kekuatan kehadiran Yesus, kehadiran masa depan saya sendiri! Meskipun itu memenuhi saya dengan wawasan yang luas, cinta dan inspirasi, cukup menjadi tantangan fisik untuk membawa atau “menahan” energi ini. Saya belum dapat benar-benar mengintegrasikan energinya ke dalam keberadaan fisik saya. Sel-sel dalam tubuh saya ‘masih belum siap’ untuk itu. Jadi dalam tingkat fisik, tubuh saya kelelahan akibat membawa energi-energi cahaya yang kuat ini.

Terlepas dari aspek fisik, ada juga beban psikologis membawa Energi Kristus. Sangat menyakitkan melihat sifat alami Energi Kristus sering disalahpahami, bahkan oleh teman-teman terdekat atau ‘murid-murid’ saya. Ketika dulu mengalami hidup sebagai manusia, saya kadang-kadang merasa putus asa dan ragu akan nilai perjalanan yang saya tempuh. Saya merasa dunia belum siap untuk energi Terkristus. Saya merasa intinya belum diakui. Yesus benar-benar pionir pada masanya.

Hasil Kedatangan Yesus ke Bumi

Dengan kedatangan Yesus ke bumi, benih sudah ditanam. Benih itu adalah benih Energi Kristus. Orang-orang tergerak akan apa yang saya katakan dan lakukan, dan tanpa disadari, pada tingkat jiwa, mereka sudah mengakui Energi Kristus. Jauh di dalam jiwa-jiwa mereka, sebuah memori sudah tergugah. Sesuatu sudah tersentuh dan mulai bergerak.

Di permukaan, di tingkat yang dapat dilihat dan dirasakan dalam dunia fisik, kedatangan saya menciptakan banyak gejolak. Dalam kebijakan hukum dualitas, infusi Cahaya yang kuat menciptakan reaksi yang kuat dari Gelap. Ini merupakan hal yang logis. Cahaya melakukan konfrontasi. Cahaya ingin menghancurkan struktur-struktur kekuasaan dan membebaskan energi yang terbelenggu. Kegelapan adalah energi yang ingin menindas dan mengawasi. Jadi kedua energi ini memilliki kepentingan yang berlawanan. Jika yang satu menambah kekuatan, yang lainnya akan memukul balik untuk mempertahankan diri dan mencapai kembali keseimbangan. Meskipun demikian, kedatangan saya ke bumi juga memicu banyak pertempuran dan kekerasan, sebagai reaksi balik terhadap Cahaya yang saya sebarkan.

Penganiayaan terhadap para pengikut saya, orang-orang Kristen yang awal, adalah salah satu contoh kekerasan reaksi balik ini. Tapi orang Kristen sendiri, para pendiri gereja, juga tidak menghindari kekerasan dalam upaya mereka menyebarkan pengajaran saya. Pikirkanlah tentang perang salib dan Inkuisisi. Dalam nama Kristus, tindakan jelas paling barbar dari kegelapan sudah ditunjukkan, baik oleh orang-orang Kristen maupun non Kristen.

The masters of Light, yang memutuskan mengirim saya sebagai utusan ke bumi, menyadari bahwa energi yang kuat dan belum pernah ada sebelumnya dari Yesus, dapat memicu reaksi-reaksi keras dari kegelapan. Yesus menembus realitas bumi seperti sebuah komet. Ini adalah suatu bentuk tindakan darurat dari bola-bola cahaya, dari energi-energi yang amat prihatin terhadap bumi dan penghuninya. Itu upaya terakhir yang bertujuan mengubah arah ke mana bumi sedang menuju, sebuah cara untuk menginterupsi siklus ketidaktahuan dan penghancuran yang masih terus diulang-ulang.

Hasilnya mendua. Di satu sisi, Cahaya dari Yesus menimbulkan lebih banyak kegelapan (ditinjau dari reaksi balik). Di sisi lain, benih dari kesadaran Kristus sudah tertanam dalam hati sejumlah orang. Alasan penting kedatangan saya adalah untuk membangunkan jiwa-jiwa lightworker (pekerja cahaya) di bumi. (Lihat konten channeling lainnya untuk penjelasan tentang jiwa-jiwa lightworker di bumi). Mereka adalah yang paling sensitif dan menerima energi saya, meskipun banyak diantaranya yang telah hilang dalam kepadatan dan kegelapan pesawat bumi. Lightworker pada dasarnya utusan-utusan dari Cahaya dengan misi yang sama seperti Yesus. Perbedaannya adalah dalam inkarnasi mereka ke dalam tubuh fisik, mereka kurang terhubung dengan sumber diri ilahi mereka sendiri dibanding saya. Mereka lebih tunduk pada beban karma dan ilusi-ilusi di pesawat bumi. Mereka lebih terikat dengan masa lalu. Dengan inkarnasi Yesus, hal istimewa sudah terjadi. Yesus tidak membawa beban karma apapun dari masa lalu, dan oleh karena itu ia dapat lebih mudah berhubungan dengan keilahian dirinya. Yesus berada di sini lewat cara buatan sedemikian rupa, kehadiran dari masa depan, berada di sini dan di sana pada saat yang sama.

Kesadaran makhluk-makhluk Cahaya yang bersama-sama memutuskan untuk ‘memasukkan’ energi Yesus ke dalam realitas dunia pada waktu itu tidak sempurna dan tidak diketahui seluruhnya. Setiap makhluk yang sadar berada dalam proses berkembang dan mengerti dirinya sendiri sepanjang waktu. Di antara manusia, ada keyakinan gigih, bahwa segala sesuatu ditakdirkan oleh sejumlah rencana ilahi: di balik keyakinan ini terdapat anggapan Tuhan yang dominan, yang mahatahu. Gagasan ini keliru. Tidak ada predestinasi (takdir) oleh kekuatan luar. Yang ada hanyalah probabilitas yang merupakan hasil pilihan-pilihan yang kamu buat di dalam dirimu sendiri. Kedatangan saya ke bumi didasarkan atas keputusan yang dibuat oleh energi kolektif cahaya, dimana Yesus juga menjadi bagian darinya. Itu adalah pilihan yang mengandung risiko dan hasil yang tidak dapat diprediksi.

Energi kolektif cahaya yang saya bicarakan di sini adalah alam malaikat yang terhubung amat dalam dengan kehidupan manusia dan bumi, karena alam malaikat membantu menciptakan manusia dan bumi. Sebetulnya, kalian adalah bagian dari mereka dan tidak terpisah sama sekali dari mereka, tapi kita sekarang berbicara secara multidimensional, yaitu pada tingkat kesadaran yang berada di luar kerangka linear waktu kalian. Di dimensi lain atau kerangka waktu, kalian adalah malaikat-malaikat ini yang membentuk bola-bola cahaya, tempat dari mana Yesus turun ke bumi. (Lihat bab terakhir dari seri Lightworker ‘Cahayamu Sendiri’ untuk penjelasan lebih mendalam tentang multidimensionalitas dan sifat alami malaikatmu.) Kalian – para pekerja cahaya (lightworkers) – jauh lebih terkait dengan ‘peristiwa Yesus’, infusi/pemasukan Energi Kristus ke bumi, daripada yang kalian duga. Itu sampai batas tertentu suatu usaha kolektif, dimana kalian semua ikut berkontribusi, dan darimana saya, Yeshua, adalah perwakilan fisik yang terlihat.

Pesan saya adalah Energi Kristus hadir dalam semua manusia sebagai benih. Jika kamu memandang saya ibaratnya sebagai suatu otoritas, kamu telah salah memahami pesan saya.

Saya ingin dan masih ingin mengajak kamu untuk mempercayai dirimu sendiri, untuk menemukan kebenaran di dalam hatimu sendiri, dan tidak mempercayai otoritas manapun di luar dirimu.

Ironisnya, pihak resmi agama Kristen telah menempatkan saya di luar realitasmu sebagai sebuah otoritas yang disembah dan dipatuhi. Ini sangat berlawanan dari tujuan saya. Saya bermaksud menunjukkan kepadamu bahwa kamu sendiri dapat menjadi Kristus yang hidup.

Saya kini memintamu untuk mengenali Kristus di dalammu, dan mengembalikan kepada saya kemanusiaan saya.

Saya adalah Yeshua, pria dari daging dan darah, dan benar-benar teman dan saudara bagi kalian semua.

© Pamela Kribbe

Penerjemah: Dyan Andriana Kostermans

www.jeshua.net

Penghuni Dua Dunia: Misi Lightworker

night-sky-1111702_640

Inhabitant of two worlds: the lightworker’s mission

Pamela menyalurkan Yeshua

Teman-teman sayang, saya Yeshua; Saya mencintai kalian semua begitu mendalam, saya menghormati siapa kalian, baik sisi-sisi terang maupun sisi-sisi gelap kalian.

Saya memanggil kalian, kalian yang merupakan pembawa kesadaran baru saat ini. Dalam hidup saya, saya membawa obor cahaya dan ingin membaginya dengan manusia. Saya adalah makhluk manusia, sama seperti kalian. Saya punya rasa takut dan marah, sama seperti kalian, tapi kala itu ada juga saat-saat hubungan yang dalam dengan jiwa saya. Saya tumbuh di tingkat batin, seperti kalian. Hal yang penting di mana kalian berhenti memandang saya sebagai makhluk yang sempurna, sebagai seorang master yang berada jauh di atas kalian. Saya adalah saudara kalian, teman kalian dan saya berada di sini bukan untuk menghakimi atau berkhotbah. Saya ingin membagi rasa persahabatan saya dengan kalian, jadi tolong rasakan rasa hormat saya bagi kalian!

Saya ingin mengatakan “halo” kepada kalian semua, secara individual; tolong rasakan kehadiran saya dalam hati kalian. Kalian sudah siap untuk perubahan, siap untuk mengakui siapa kalian sebenarnya. Kalian adalah makhluk abadi yang telah menjelajahi alam semesta dalam begitu banyak masa kehidupan, tapi kalian sudah terbiasa membuat diri kalian sendiri kecil dan mengukur diri kalian dengan standar-standar dalam masyarakat. Kalian berpikir tentang diri kalian sebagai perempuan, sebagai pria, kaya atau miskin, sehat atau sakit, dan kalian mendefinisikan diri kalian dalam istilah-istilah semacam itu. Tapi kalian jauh lebih daripada itu.

Kalian begitu bebas, dan tragedi terbesar menjadi manusia dalam masyarakat saat ini adalah, kalian kehilangan rasa kebebasan kalian. Dalam kurun waktu begitu lama, Bumi telah diselubungi dalam suatu atmosfir ketakutan, dan orang-orang terputus hubungan dari kekuatan dan kreativitas asli mereka. Ketika kalian merasa terpisah dari inti kalian sendiri, kalian mulai bertindak dalam cara yang “bisa diterima” dan dengan begitu kalian terlempar keluar dari keseimbangan.

Bila kalian terputus hubungan dari jiwa kalian, kalian pada dasarnya merasa hilang, dan di sana ada kekosongan, sebuah lubang dalam hati kalian, yang mana kalian kemudian mencoba mengisinya dengan hal-hal dari luar kalian. Kalian ingin mengisi lubang itu dengan harta benda, atau kekuasaan, atau kalian kehilangan diri kalian sendiri dalam visi sebuah hubungan romantis yang sempurna, dan dengan begitu kalian dapat menjadi kecanduan jenis tindakan atau hal-hal tertentu. Tapi masalah dasarnya adalah, kalian merasa terpisah dari esensi kalian sendiri, dari jiwa kalian.

Seorang lightworker (pekerja cahaya) adalah seseorang yang tidak bisa tahan lebih lama lagi hidup terpisah dari jiwanya. Mereka merasa ada sejenis kerinduan, sejenis rasa rindu rumah dalam hati mereka, dan semakin mereka menjadi dewasa, mereka mulai menyadari bahwa tidak satupun yang datang dari luar yang dapat mengisi lubang ini, yang menyebabkan para lightworker menjadi sangat tertarik pada spiritualitas. Mereka menjadi pencari pada jalur spiritual. Mereka memulai pencariannya karena mereka merasa terluka dalam dirinya, tapi luka-luka mereka bukan hanya luka-luka mereka sendiri. Luka-luka akibat terpisah dibagi di antara seluruh manusia, meski demikian sebagian besar manusia masih mencari solusinya di luar diri mereka sendiri.

Jiwa-jiwa lightworker menyadari bahwa jawaban untuk itu terletak di dalam dirinya, dan karena kesadaran ini mereka dimaksudkan untuk menjadi guru dan penyembuh, tapi banyak lightworker sedang berjuang dengan rasa harga diri yang sangat rendah. Ketika mereka tumbuh dari anak-anak menjadi dewasa, mereka menyerap banyak nilai-nilai dari keluarganya dan masyarakat. Mungkin mereka merasa, bahwa mereka tidak begitu berambisi seperti yang diharapkan orang tuanya. Mereka seringkali sangat sensitif dan membutuhkan waktu untuk menarik diri dan mengalami waktu-waktu tenang, agar tetap dapat terpusat. Mereka seringkali idealistis dan banyak dari mereka punya bakat-bakat seni.

Sudah menjadi bagian dari misi jiwa lightworker, untuk memperkenalkan sebuah bentuk kesadaran baru di Bumi, tapi agar dapat melakukan itu kalian harus percaya secara kuat pada diri kalian sendiri. Kalian harus mempercayai suara intuisi kalian sendiri dan perasaan kalian, bukan dalam cara yang berbasis ego seperti: “Saya lebih maju daripada orang lain”, melainkan dalam cara yang berbasis hati: dengan menghargai dan menghormati diri kalian sendiri, karena itulah cara hati kalian dapat berbicara kepada kalian. Jebakan bagi banyak lightworkers adalah, di mana mereka kehilangan dirinya sendiri dalam rasa rendah diri, melepaskan kebutuhan-kebutuhan dan harapan-harapan mereka yang sebenarnya. Kalian memerlukan pribadi yang kuat agar mampu melepaskan hubungan dari gagasan-gagasan masyarakat dan menjadi diri kalian sendiri.

Dan itulah apa yang hari ini ingin saya tekankan: pentingnya menjadi kuat dan percaya diri, yang merupakan pesan dari energi pria dalam diri kalian. Ketika saya hidup di Bumi lebih dari 2000 tahun lalu, saya harus sering mengisolir diri saya sendiri, untuk mengingat siapa saya. Ada banyak energi yang membingungkan di sekitar saya, terutama dari harapan-harapan orang-orang di dekat saya. Saya perlu melindungi diri saya sendiri dari itu, agar saya dapat tetap berhubungan dengan diri saya yang lebih tinggi. Saya sering pergi sendiri ke padang pasir untuk dapat merasa benar-benar dekat dengan Tuhan, dengan Spirit, dan untuk menjaga kepercayaan diri saya.

Hal ini juga berlaku bagi kalian. Kalian adalah penghuni dua dunia: Kalian menjejakkan satu kaki dalam masyarakat manusia saat ini dan satu kaki lainnya dalam dimensi jiwa kalian, suatu alam dari mana kalian berasal. Kalian harus menjaga kaki kalian tetap menjejak kuat dalam dimensi ini, jika tidak, kalian akan hilang dan mengalami ketakutan karena tekanan masyarakat. Kamu perlu energi pria dalam dirimu, agar dapat dengan tegas dan jelas berkata “tidak” terhadap tuntutan dan harapan-harapan yang tidak terasa nyaman bagimu. Dalam arti kamu harus menjadi prajurit, tapi bukan prajurit yang bertarung dan berperang dengan yang lain. Menjadi seorang prajurit berarti jujur terhadap dirinya sendiri, sering memisahkan dirimu dari dunia di sekitarmu dan mendengarkan bisikan apa yang kamu rasakan, terhadap apa yang kamu rasakan dan mempercayai pimpinan batinmu.

Saya kini memintamu untuk pergi bersama dengan saya dalam imajinasimu ke padang gurun dan menempuh perjalanan ke sana pada malam hari. Suhu udara sudah menjadi dingin dan kamu melihat langit di atasmu penuh bintang yang berkelap-kelip. Bayangkan bahwa kamu di sana dengan saya dan rasakanlah misteri ruang yang besar di sekelilingmu – rasakanlah misteri kehidupan. Kamu menemukan tempat untuk duduk dan kamu rileks dan pergi ke dalam batinmu. Padang gurun ibaratnya jalan gerbang di luar menuju kuil batinmu sendiri, yang kamu masuki sekarang. Di dalam kuil ini kamu merasa dirimu terhubung dengan kekayaan Bumi dan dengan semua bintang di langit.

Kamu adalah makhluk yang begitu besar dan luas, dan kamu berkata kepada dirimu sendiri: “Saya menerima kebesaran saya; Saya berbeda; Saya ada di sini untuk membawa sebuah kesadaran baru.” Ingatlah dari mana kamu berasal: sebuah tempat dengan kebijaksanaan yang hening, dari mana kamu telah dipanggil untuk turun ke Bumi pada saat ini. Kamu ada di sini untuk menyembuhkan luka-luka batinmu dan juga menjadi contoh bagi orang lain. Saya memintamu agar menanggapi dirimu secara serius.

Jika kamu berada dalam kuil batinmu, di sana ada seorang pembimbing yang ingin menawarkan kepadamu bantuan atau nasihat. Ingatlah bahwa pembimbing-pembimbingmu adalah teman-temanmu – sungguh. Kalian adalah teman-teman sejiwa yang sangat erat, tapi karena mereka berada di sisi lain, mereka melihat hal-hal secara lebih jelas dibanding yang dapat kamu lihat dengan mata manusiamu. Jika kamu mengijinkan para pembimbingmu datang lebih dekat, kenalilah mereka sebagai teman-temanmu dan rasakan sejenis keakraban dengan mereka. Kini bertanyalah kepada pembimbingmu apa yang sekarang pada saat ini harus kamu ketahui. Jika kamu merasa terluka atau sesuatu dalam hidupmu membuatmu terpukul, kamu dapat menceritakan itu kepada mereka. Rasakanlah bahwa ada banyak bantuan dan bimbingan dari sisi ini, dari dimensi ini.

Kamu begitu dihargai untuk apa yang kamu lakukan dan pembimbing-pembimbingmu ada di sana hanya untuk mengingatkanmu akan hal-hal yang sudah kamu ketahui. Sebelum kamu turun ke Bumi dan berinkarnasi dalam tubuh ini, kamu adalah makhluk yang sangat sadar, yang begitu terhubung dengan pembimbing-pembimbingmu, karena mereka adalah wakil-wakil dari dimensi jiwamu.

Sekarang bayangkan bahwa kamu meninggalkan kuil ini dan kamu membawa energinya bersamamu turun ke Bumi. Ketika kamu duduk di sini di kursi ini, dalam ruangan ini, ijinkanlah energi dari dirimu yang lebih besar, jiwamu, untuk sepenuhnya berada denganmu dalam tubuhmu, dan sadarilah bahwa dunia membutuhkanmu; dunia memerlukan energi tertentu dari jiwamu.

Saya ingin berterima kasih kepada kalian semua untuk keberanian dan ketekunan kalian. Saya menghargai kalian begitu dalam dan bahkan bila kalian merasa kebingungan, atau kalian merasa sakit, saya masih dapat melihat cahaya kalian bersinar terang. Saya ada di sini untuk mengingatkan kalian pada cahaya tersebut dan meyakinkan kalian akan kepercayaan saya terhadap kalian.

© Pamela Kribbe  (Inhabitant of two worlds: the lightworker’s mission)

Penerjemah: Dyan Andriana Kostermans

www.jeshua.net/id

Membuat Pilihanmu Sendiri

dahlias-1319855_640

Pamela menyalurkan Yeshua

Teman-teman sayang, saya menyapa kalian semua dari hati. Rasakanlah hati saya, karena saya terhubung dengan kalian. Hiruplah nafas saya di dalamnya. Ada persaudaraan di antara kita, sebuah kesamaan pikiran antara kalian dan saya dan sebuah kelompok besar teman-teman sejiwa kalian, para lightworker. Sejumlah di antara kalian tahu, sejumlah yang lain tidak, setidaknya bukan dalam rasa duniawi, tapi ada afinitas, suatu kesatuan besar dimana kalian adalah sebuah bagian. Rasakan kesatuan ini di dalam diri kalian sendiri.

Kalian semua sedang mencoba untuk mencapai keseimbangan antara keberadaan kalian di bumi dan keberadaan jiwa kalian. Di satu sisi, kalian adalah manusia duniawi, dilahirkan dalam sebuah tubuh dengan suatu disposisi awal menuju sebuah pribadi tertentu, dan kalian tumbuh dewasa dalam budaya-budaya dan tradisi-tradisi Bumi. Di sisi lain, ada realitas lebih besar dari jiwa kalian, warisan kosmik kalian. Jiwa kalian jauh lebih tua dari kehidupan tunggal ini dan telah membentuk banyak pengalaman dalam berbagai inkarnasi. Di atas itu semua, sebagai jiwa, kalian adalah bagian dari keluarga spiritual yang lebih besar, yang sebagai tambahan dari keluarga dunia kalian, sebagian berada di Bumi dan sebagian berada di dunia lain.

Penggabungan jiwa kalian dengan diri duniawi kalian sering membingungkan kalian. Bagaimana kalian dapat mengintegrasikan keduanya? Banyak di antara kalian merasakan realitas dari jiwa kalian. Kalian merasa sesuatu mengalir melalui kalian yang “bukan dari Bumi ini”, sesuatu yang tidak dapat diatribusikan pada keadaan kalian menjadi dewasa, gen-gen, atau latar belakang budaya. Ada sesuatu yang unik dan tak ternilai harganya yang membuat kalian adalah “kamu”. Orang-orang yang sensitif dapat menangkap kilauan dari jiwa mereka, karena mereka secara intuitif terhubung dengan sebuah dunia batin yang melampaui waktu dan ruang, dan mereka sering ingin sepenuhnya berada di dunia itu. Mereka merasa itulah Rumah mereka, Sumber mereka, dan mereka benar. Namun, karena kalian sedang hidup sebagai manusia, di sini dan sekarang, perlu untuk memberi hubungan dengan jiwa kalian membumi – “kaki dan tangan.” Kalian sebaiknya tidak menahan hubungan antara jiwa kalian dengan Bumi, justru sebaliknya: buatlah diri kalian lebih pasti ke dalam hubungan itu, dan lakukanlah dengan antusias dan kesabaran. Maka kalian benar-benar mengintegrasikan diri duniawi kalian dan jiwa kalian sendiri.

Alasan untuk ini yang sering sulit bagi kalian adalah banyak diantara kalian para pekerja cahaya (lightworkers), memberi prioritas lebih banyak terhadap jiwa kalian dibanding pribadi duniawi kalian. Kalian berasumsi jiwa kalian mengetahui yang terbaik apa yang harus dilakukan. Namun, meskipun kalian sebagai manusia di bumi harus membuat diri kalian sendiri terinspirasi oleh jiwa kalian, kalian adalah, dan kalian seharusnya menjadi, seseorang yang membedakan pilihan-pilihan dan membuat keputusan-keputusan. Kalian adalah seseorang yang pada akhirnya menciptakan hidup kalian, dan biarkan saya menerangkannya.

Kalian sering bertanya-tanya: “Apa yang sekarang harus saya lakukan? Bagaimana saya harus bertindak dalam situasi ini? Apa artinya itu bagi saya?” Kalian cenderung untuk mencari jawaban di luar diri kalian sendiri, dan dengan itu, saya maksud, di luar pribadi duniawi kalian. Jika kalian belum sejauh itu dalam jalur perkembangan batin, kalian mencari seseorang di luar diri kalian sendiri untuk memberi jawaban kepada kalian; seseorang yang kalian pandang lebih tinggi, seseorang yang kalian pikir memiliki keahlian penting dalam masalah tersebut. Jadi pertanyaan kalian cenderung menjadi: “Dapatkah kamu memberi tahu saya apa yang harus saya lakukan?” Ketika kalian melakukan itu, kalian membuat diri kalian kecil – sejauh wawasan dan pengetahuan – dengan menempatkan orang lain di atas kalian sendiri. Bagaimanapun, ketika kalian menjadi dewasa secara spiritual, kalian mengambil tanggungjawab bagi diri kalian sendiri dan pilihan-pilihan kalian. Kalian masih dapat berkonsultasi dengan orang lain, seseorang yang kalian hargai secara tinggi, seseorang yang kalian hormati, dan kalian dapat mengevaluasi nasihat orang ini dari segala sisi, tapi kalian sendiri yang menentukan apa yang kalian lakukan dengan nasihat ini. Itu adalah cara jiwa yang dewasa, seorang yang dewasa.

Sekarang, kalian semua tahu bahwa kalian tidak harus bertumpu pada orang lain bagi pilihan-pilihan kalian, tapi kalian masih banyak melakukan itu dalam hubungan-hubungan kalian dengan pembimbing spiritual kalian dan jiwa kalian. Sebagai contoh, kalian bertanya-tanya: “Apa yang harus saya lakukan dalam situasi ini? Pilihan mana yang terbaik bagi saya?” Dari keinginan kalian untuk keamanan, kalian berbalik pada sebuah sumber spiritual untuk meminta nasihat: kepada pembimbing kalian, guru-guru, atau malaikat-malaikat di sisi lain, atau pada diri lebih tinggi kalian sendiri. Atau kalian berkonsultasi dengan media spiritual untuk memberi kalian informasi “yang lebih tinggi”, atau kalian mencoba berhubungan dengan jiwa kalian, diri kalian yang lebih tinggi, atau pembimbing diri kalian sendiri. Tapi coba lihat lebih seksama pada apa yang saya maksud. Kalian pada kenyataannya, membuat tindakan yang sama seperti halnya jika kalian berbalik pada orang lain untuk meminta nasihatnya: kalian mencari jawaban-jawaban di luar diri kalian sendiri.

Tentu saja kalian mengatakan: “Ya, tapi sumber-sumber spiritual tersebut benar-benar lebih mengetahui dibanding saya; mereka memiliki pandangan atau perspektif lebih baik; pembimbing-pembimbing saya jauh lebih maju dibanding saya; jiwa saya bergerak ke dimensi yang lebih tinggi, jadi adalah baik untuk berbalik pada itu guna mendapatkan nasihat.” Tapi sekali lagi, kalian sedang merendahkan pribadi “kecil” duniawi kalian jika kalian melakukan itu. Kalian sering berpikir pribadi duniawi kalian bukan bagian yang paling bijaksana dan paling tinggi dari diri kalian sendiri, dan oleh karena itu kalian harus mencari sebuah “otoritas” yang mengerti lebih baik tentang situasi dan apa yang harus kalian lakukan dengan hidup kalian. Ini adalah suatu kesalahan, dan itulah pesan saya hari ini.

Pertama-tama, jiwa tidaklah sempurna – jiwa juga berkembang. Itu adalah realita dinamis yang secara kontinyu diperkaya oleh pengalaman-pengalaman. Tentu saja jiwa memiliki sebuah perspektif yang mengubah perspektif dari manusia dan sering memiliki visi yang lebih besar. Jadi jiwa memiliki pengertian lebih dalam, dan memiliki pandangan lebih luas dari seluruh puzzle, sementara kalian di Bumi memiliki potongan-potongan puzzle lebih kecil di tangan kalian dan tidak melihat gambar lebih besar. Tapi hal yang penting adalah, ya, hal yang baik untuk merasakan jiwa kalian, untuk berhubungan dengannya, untuk berkonsultasi dengannya, dan untuk memperoleh informasi dari sumber yang multi-dimensional, berkembang dan dinamis tersebut. Tapi sebenarnya itu adalah kamu, diri duniawi yang sedang membawa nama duniawi kalian – diri yang unik yang merupakan dirimu saat ini – yang harus membuat pilihan! Ada sebuah momentum pilihan dalam segala hal, yang merupakan dan akan selalu seutuhnya pilihanmu. Bukan jiwamu, bukan seorang pembimbing atau guru paling bijaksana di Bumi – bahkan bukan Tuhan – dapat melakukan ini bagimu. Pada kenyataannya, seorang guru spiritual sejati tidak ingin mengambil alih bagi kalian.

Kepentingan untuk mengambil pilihan oleh dirimu sendiri sebenarnya merujuk pada kekuatan unik dirimu sendiri: dimana kamu menciptakan kehidupan duniawimu dalam caramu sendiri. Dan sebagai tambahan untuk itu, kalian masih dapat mendekati semua bentuk sumber pengetahuan dan kebijakan, baik duniawi maupun kosmik. Tapi peluang bagi kalian untuk menghubungkan sumber-sumber eksternal pada kebenaran batin kalian dan untuk merasakan apa yang benar bagi kalian dan apa yang tidak. Tidak ada hal yang merupakan pengetahuan mutlak – segala hal adalah relatif. Apa yang benar dalam hidupmu ditunjukkannya sendiri dalam hubungan antara dirimu dan dunia, dan hubungan tersebut adalah unik dan berbeda bagi masing-masin orang. Bukan masalah seberapa banyak informasi yang kamu terima dari luar dirimu sendiri, apa yang penting bagimu adalah mengevaluasi informasi ini dan mengaitkannya dengan situasimu – realitamu sehari-hari dan keberadaan duniawimu – untuk mengetahui apakah itu dapat diterapkan.

Rasakanlah kepribadian duniawimu, dengan seluruh aspeknya: ketakutannya, rasa sakit, harapan, sukacita dan semua emosi yang begitu dalam dan dapat dirasakan dalam bentuk secara duniawi, kehidupan manusia. Emosi-emosi ini sering membingungkan, bahkan membuat kewalahan, dan kamu mencari sesuatu untuk berpegang di atas atau di luar dirimu sendiri. Tapi saya ingin menekankan bahwa jawaban dan landasannya terletak di dalam dirimu, dan bukan dalam jiwamu atau dalam dirimu yang lebih tinggi, tapi di dalam dirimu. Kalian sebenarnya adalah diri kalian yang lebih tinggi dan jiwa kalian, tapi kalian adalah suatu bagian dan bukan yang total. Kalian adalah sebuah aspek dari Diri kalian yang total; kalian adalah aspek yang telah berinkarnasi di sini dan sekarang, dan yang sedang mengumpulkan pengalaman-pengalaman dan itulah sebabnya mengapa kalian tahu apa yang terbaik bagi kalian.

Masuklah turun ke dalam tubuh kalian, yang sedang begitu dekat terhubung dengan diri duniawi kalian. Biarkan kesadaran kalian turun masuk ke tubuh kalian dalam cara yang nyaman dan rileks. Bayangkan bahwa kesadaran kalian adalah sebuah cahaya, dan cahaya itu adalah siapa kalian sebenarnya dan yang membuat keputusan-keputusan. Ia memilih untuk selengkapnya berada di sini dan sekarang, dan untuk turun ke dalam dadamu, perutmu, kaki bagian atas dan lututmu, dan semua jalan turun ke kaki bagian bawah dan kakimu. Rasakan cahaya secara lengkap menerobos tubuhmu, dan rasakan kekuatan dan vitalitas tubuhmu. Rasakan bagaimana tubuhmu lebih dari sekedar kombinasi dari sel-sel fisik; ia adalah makhluk yang hidup, bijaksana, terinspirasi. Dan siapakah kamu? Kamu adalah seseorang yang terhubung dengan tubuh ini untuk masa hidup ini. Kamu adalah indah dan luar biasa, dan kamu telah terhubung pada makhluk ini yang sekarang menyandang namamu. Rasakan semangat dan keberanian yang dimilikinya untuk melakukan itu.

Kamu datang ke sini sebagai sebuah pancaran cahaya dari jiwamu, dan kamu berinkarnasi dalam tubuh dan kepribadian ini, yang sepenuhnya baru. Kamu adalah bagian dari jiwamu, tapi kamujuga menambahkan sesuatu yang esensial pada jiwamu, sesuatu yang baru dan unik, dan itu adalah kamu. Kamu adalah sebuah kemandirian yang utuh; kamu tidak tergantung pada kekuatan-kekuatan yang lebih besar daripada dirimu sendiri. Kamu adalah ciptaan untuk dirinya sendiri – lebih tepat dikatakan: seorang pencipta untuk dirinya sendiri. Rasakan nilai dan kekuatan dan keindahan untuk menjadi itu. Harapan terdalam saya adalah bahwa kamu menyadari diri duniawimu sebagai jangkar dari eksistensimu, di sini dan sekarang. Dari dirimu itu, kamu dapat melakukan konsultasi dengan sumber-sumber duniawi lainnya, pembimbing-pembimbing, terapis, penasihat, dokter atau jiwamu sendiri dengan cara bermeditasi atau pengamatan batin, dan ambillah semua informasi itu, tapi kemudian kamu akan mengambil pilihan atas pertimbanganmu sendiri.

Dan bagaimana kamu melakukannya? Itu mungkin pertanyaanmu berikutnya. Cobalah. Bayangkan bahwa kamu sekarang memiliki sebuah pertanyaan dalam hidupmu yang membuatmu merasa tidak punya harapan, yang mana kamu berpikir: “Saya benar-benar tidak tahu apa yang harus dilakukan”. Sekarang masuklah turun sepenuhnya ke dalam diri duniawimu, sebutlah namamu sendiri, rasakan cahaya kesadaran dalam perutmu, dalam chakra dasarmu. Kemudian kembali ajukanlah pertanyaan kepada dirimu sendiri dan rasakan sebuah jawaban muncul dari kedalaman batin; dari dasarmu, intimu. Kamu sudah mengetahuinya. Kamu memiliki pengetahuan batin dan sumber-sumber yang diperlukan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan hidupmu.

Itu ada di dalammu, kamu adalah jangkar, titik kumpulan dari pengetahuan, pengalaman, cahaya. Dan dari segala hal yang telah kamu bentuk dalam hidup ini kamu membuat pilihan-pilihan, berdasarkan kekuatanmu untuk mengambil keputusan. Milikilah kekuatan itu, kebebasan itu. Itulah yang membuat kamu “besar” dan ijinkanlah kesadaran dirimu sendiri untuk tumbuh, jadi mulailah mempercayai kemampuan membuat keputusan dalam dirimu dan pilihan-pilihanmu sendiri, perasaan apa yang terbaik bagimu. Itu bukan menyangkut mengetahui hal-hal secara pasti; itu menyangkut untuk berani mempercayai siapa dirimu dan apa yang kamu rasakan di dalam batinmu. Kamu ada di sini, bukan untuk membuat pilihan-pilihan “yang sempurna”, tapi untuk mengalami kekuatan kreatif dirimu sendiri dengan belajar dan tumbuh dari pilihan-pilihan yang kamu lakukan.

Itu sebabnya mengapa saya sekarang ingin memberikan secara simbolis obor cahaya kepadamu untuk mengekspresikan, bahwa kalian tidak harus melihat pada saya untuk melihat cahaya. Itu ada dalam dirimu dan saya ingin membuatmu sadar akan hal itu; Saya ingin memberikannya kembali kepadamu. Di masa lalu, kamu telah terlalu sering mencarinya di luar dirimu sendiri. Lihatlah bila kamu dapat menerima obor yang saya tawarkan kepadamu dan pahamilah secara mendalam itu sebagai sesuatu yang adalah milikmu. Lihatlah ke mana obor itu pergi dalam tubuhmu, kemana ia memiliki tempat istirahatnya yang alami. Obor itu ada di sana menetap sebagai pengetahuan terdalammu menyangkut apa jalanmu. Kamu membuat pilihan-pilihan dan kamu belajar dari pilihan-pilihan yang kamu ambil, dan itulah secara tepat bagaimana seharusnya yang terjadi dalam kehidupan manusia ini.

Jangan menganggap rendah kekuatan sejati“mu”, kamu yang membumi di dunia. Ia adalah sumber paling intim dari kebijaksanaan yang kamu miliki. Kamu adalah pencipta dari hidupmu.

 

© Pamela Kribbe

Penerjemah: Dyan Andriana Kostermans

www.jeshua.net/id/

Bumi Berbicara – Dari Hati ke Perut

earth-405096_640

Dari Hati ke Perut – Melengkapi Perjalanan Jiwa (Earth Speaks From Heart to Belly)

Pamela men-channel Bumi

Anak manusia sayang,

Saya Bumi berbicara kepada kalian. Saya adalah ibu kalian dan membawa kalian di pangkuan saya, sepanjang hidup kalian. Kalian dihargai oleh saya, bahkan bila kalian tidak menyadarinya dan terlalu sibuk dan terperangkap dalam urusan kalian sehari-hari. Saya memegang kalian dan mengundang kalian untuk terhubung dengan saya, karena saya ingin membangkitkan kenangan kalian dan mengingatkan kalian akan sesuatu. Itu menyangkut sesuatu yang lama dan berharga, yang dalam dunia modern tampaknya menjadi terlupakan. Itu tentang keamanan alami berada di bumi.

Untuk mengingat keamanan alami dari keberadaan, kalian dapat melihat ke alam di sekitar kalian. Menyaksikan musim-musim, bagaimana mereka datang dan pergi semua dengan sendirinya, memandang tanaman-tanaman dan hewan-hewan menjalani kehidupan sehari-hari mereka, mendengarkan desir angin atau gemericik air. Dengan cara ini, kalian secara singkat diingatkan bahwa hal-hal paling penting dalam hidup terjadi secara otomatis, sebagai hasil dari pergerakan alami yang menyebabkannya. Alam adalah semuanya di sekeliling kalian dan itu juga ada di dalam kalian, karena kalian juga memiliki alam dan itu adalah bagian dari alam sebagai keseluruhan.

Terutama di Barat, kalian telah menjadi begitu berorientasi untuk hidup dari kepala kalian, di mana kalian telah lupa bahwa kalian adalah makhluk alami, seperti tanaman-tanaman dan hewan-hewan. Lihatlah pada hewan-hewan, bagaimana secara alaminya mereka berserah pada hidup. Mereka hampir tidak dapat berbuat sebaliknya. Mereka memang mengenal emosi-emosi seperti ketakutan dan perlawanan, tapi mereka tidak dapat menentang diri mereka sendiri untuk hidup sebanyak yang bisa dilakukan manusia. Manusia, dengan pemikiran yang berlebihan, dapat menciptakan sebuah sangkar untuk alam mereka sendiri dan itu akan menyebabkan masalah-masalah setelah beberapa saat. Hidup tidak dapat diorganisir dan diawasi oleh pemikiran manusia. Kekuatan-kekuatan utama alam jauh lebih luas dari itu. Cepat atau lambat kalian akan mengetahuinya. Akan ada momentum di mana kalian harus menyerah kepada alam.

Sering kali kalian mencapai momentum semacam itu melalui suatu krisis, suatu situasi yang mana kalian terjebak di dalamnya dan yang meminta kalian untuk melepaskan pengawasan, karena kalian tidak memiliki pegangan lagi pada hal-hal di dalam atau di sekitar kalian. Melepaskan pengawasan menyakitkan dan itu dapat menjadi suatu perjuangan. Namun itu akan membawa kalian ke rumah. Kalian berpikir kalian hilang dan tenggelam dalam kekacauan, tapi kalian sebenarnya datang lebih dekat menuju keamanan alami dari Keberadaan itu sendiri. Hidup memegang dan mencintai kalian. Krisis-krisis sering tampak kejam dan tidak adil, tapi sebenarnya di dalamnya mereka selalu membawa undangan alam, atau jika kalian ingin (menyebutnya) undangan Tuhan yang berkata: ‘ayo pulang, pulanglah kembali kepada saya’. Ada sebuah tangan pembimbing di dalam krisis, yang berusaha membantu kalian dan menunjukkan jalan kepada kalian.

Semua dari kalian yang membaca ini sedang berada pada perjalanan batin menuju keutuhan dan pelengkapan dari diri. Kalian sedang berusaha untuk membawa jiwa kalian hidup dalam sebuah tubuh manusia dari daging dan darah. Pada jalur ini kalian pergi menempuh tahap-tahap yang berbeda. Jiwa mengambil wujud – atau turun ke dalam – tubuh dalam tahap-tahap yang berbeda. Ketika kalian hanya memulai jalur batin, kalian mungkin akan telah berkenalan dengannya melalui kepala kalian. Misalnya, kalian mungkin telah menjadi tertarik pada buku-buku atau orang-orang tertentu, yang melemparkan cahaya berbeda tentang gagasan-gagasan dan nilai-nilai yang selalu menjadi acuan kalian. Kalian mungkin terguncang oleh pikiran-pikiran baru mereka, namun anehnya tertarik pada itu. Itu akan membuat kalian terpesona untuk membaca dan mendengar lebih banyak tentang itu. Kalian akan melepaskan beberapa struktur kaku dari pemikiran kalian dan membuka terhadap sesuatu yang baru. Membaca dan berbicara dengan orang yang berpikiran lain dapat menjadi masukan yang membantu dalam proses ini. Ini adalah bagaimana perjalanan dalam (batin) dimulai bagi banyak orang. Kalian melalap buku-buku spiritual ibaratnya mereka kue-kue. Jauh di dalam kalian, sesuatu ingin dibangunkan dan diubah, dan ini menerjemahkan dirinya sendiri pertama-tama sebagai kebutuhan untuk cara berpikir yang baru.

Setelah beberapa waktu kalian mulai merindukan yang lebih. Kalian mulai berpikir: baik, saya mengerti apa yang mereka bicarakan dalam buku-buku tersebut, tapi bagaimana saya menerapkan semua itu pada kehidupan saya sendiri? Bagaimana pengetahuan ini menjadi hidup dan bagaimana saya benar-benar menerjemahkannya ke dalam perasaan-perasaan saya dan tindakan-tindakan saya di bumi? Pertanyaan ini mungkin menghantui kalian dan membuat kalian putus asa, tapi kalian tidak dapat memaksa hidup. Namun pada saat tertentu, sesuatu akan terjadi dalam hidup kalian yang akan membantu kalian membuat terobosan dari kepala ke hati. Seringkali itu adalah krisis dari berbagai macam. Perubahan-perubahan dapat terjadi dalam area pekerjaan, hubungan-hubungan, kesehatan atau kehilangan seseorang yang dicintai. Apa pun itu, pada momentum tertentu itu perasaan-perasaan akan muncul di dalam kalian yang sedemikian intensif, di mana mereka tidak dapat diabaikan. Kalian harus mengijinkan mereka masuk dan membiarkan transformasi berlangsung. Itu adalah ketika jiwa kalian berinkarnasi lebih dalam ke dalam hati kalian.

Mula-mula jiwa kalian telah turun ke dalam kepala kalian, menginspirasi kalian untuk mengambil ide-ide baru melalui buku-buku, pembicaraan-pembicaraan, dll. Kemudian jiwa mengetuk pada pintu kalian di tingkat yang lebih dalam, tingkat perasaan. Kalian akan menjadi berkenalan dengan lapisan-lapisan dari emosi-emosi yang sebelumnya kalian tidak pernah mengetahui bahwa itu eksis. Krisis-krisis memicu ini menyala; mereka ingin membuat emosi-emosi lama dari masa kanak-kanak naik ke permukaan, mungkin bahkan memori-memori dari masa kehidupan sebelum saat ini. Kalian akan mengeksplorasi lapisan-lapisan dari emosi-emosi ini dan ini adalah bagaimana pusat dari hati kalian terbuka. Jiwa kalian berinkarnasi bahkan lebih dalam, mengisi chakra hati dengan energinya.

Transformasi yang berlangsung pada tahap tersebut mungkin membuat kemunculan berbagai komplikasi. Kalian mulai melihat kepada dunia dengan mata yang berbeda dan hubungan-hubungan kalian dengan orang lain juga berubah. Jauh di dalam, kesadaran dari keesaan/kesatuan terjaga. Kesadaran dari keesaan berarti kalian menyadari bahwa semua dari kita, manusia, hewan, tanaman, alam, dipegang bersama-sama oleh suatu kekuatan ilahi, dan bahwa kita adalah terjalin satu sama lain, masing-masing adalah cermin bagi yang lain. Kesadaran ini dapat menjadi sangat kuat dan bagi banyak dari kalian menjadi terobosan dari kepala ke hati yang menyebabkan sensitivitas besar di dalam. Sensitivitas tinggi ini dapat menciptakan ketidakseimbangan. Batasan-batasan dengan yang lain menjadi kabur, kalian mungkin mengambil/menyerap banyak hal-hal emosional orang lain tanpa mengetahui bagaimana melepaskannya dan suasana hati kalian bisa bergerak dari sangat tinggi ke sangat rendah. Terobosan dari kepala ke hati, bagaimanapun, meskipun penuh kekuatan dan penting, bukan tahap terakhir dalam inkarnasi dari jiwa. Jiwa ingin turun bahkan lebih dalam, ke dalam perut.

Ketika jiwa telah turun/tenggelam ke tingkat dari hati kalian, kalian secara sebagian telah terjaga. Kalian menyadari perasaan-perasaan kalian, kalian berani melihat pada emosi-emosi kalian, kalian telah dipersiapkan untuk pergi ke dalam dan menghadapi luka-luka batin kalian. Tapi kalian juga merasa menjadi lemah oleh sensitivitas tinggi kalian dan ketidakstabilan yang muncul akibat itu. Karena hati kalian begitu penuh dengan perasaan-perasaan, kalian kadang-kadang kehilangan landasan kalian, dan ini dapat menjadi sulit. Ini terjadi pada banyak dari kalian. Ketika pusat hati terbuka secara radikal, sensitivitas kalian dapat menjadi terlalu banyak bagi kalian dan kalian mungkin ingin menarik diri dari dunia. Kalian akan tidak mengekspresikan diri kalian secara kreatif lagi, karena itu menjadi terlalu banyak dan terlalu menguras tenaga. Ini dapat membuat kalian merasa cemas dan terpukul.

Jawaban untuk masalah ini bukanlah pergi kembali ke dalam kepala kalian. Jawabannya ada di dalam perut kalian. Kalian siap untuk langkah berikutnya dalam proses inkarnasi dari jiwa: transisi dari hati ke perut. Jiwa ingin mengalir bahkan lebih dalam ke dalam tubuh kalian. Di tengah perut kalian ada sebuah ruang atau titik keheningan. Pergilah ke sana dengan kesadaran kalian sekarang ketika saya berbicara. Dalam ruang itu tidak ada bahasa, tidak ada pikiran, tidak ada konsep-konsep. Kalian mungkin mendengar gemerisik daun-daun di sela angin atau suara hempasan gelombang-gelombang. Suara-suara itu dapat membantu kalian menyadari keheningan yang ada di dalam pusat ini.

Pada tingkat ini, pengetahuan spiritual kalian dan perasaan kalian menjadi instingtif, atau seperti orang menyebutnya, sifat alami kedua. Tidak ada kebutuhan untuk berpikir atau merasakannya kembali. Sebuah pengetahuan mendalam hadir dari mana kalian bertindak dan hidup tertuang melalui kalian secara mudah. Jiwa kalian kemudian telah menjadi alam kalian, ia telah turun ke tingkat kesadaran instingtif. Ini memberi kalian keseimbangan yang kalian perlukan! Kalian dapat tetap terpusat dan tenang di tengah-tengah lingkungan yang menuntut dan bergejolak. Pusat perasaan kalian (hati kalian) ingin untuk terhubung dengan perut kalian, dengan tujuan agar itu menjadi benar-benar membumi dan agar kalian merasa aman di bumi.

Marilah kita sekarang mengunjungi tempat tersebut dalam perut kalian. Percayalah bahwa itu ada di sana. Katakan kepada jiwa kalian ia disambut di sana. Ijinkanlah jiwa kalian untuk mengalir dari kepala kalian, menginspirasi pemikiran kalian, menuju hati kalian, memancarkan cinta dan kebaikan ke perut kalian, memberi kalian kepercayaan, penghargaan diri, pengetahuan batin yang mendalam yang mana kalian adalah siapa kalian adanya dan bahwa kalian adalah baik seperti kalian adanya. Rasakan perut kalian membuka kepada kalian. Rasakan bagaimana cahaya emas dari jiwa kalian mengalir turun ke chakra dasar kalian dan terhubung dengan saya, bumi. Pergilah jauh ke dalam. Jadilah pusat dari keheningan dan ketahuilah bahwa dari sana, sensitivitas tinggi kalian akan terseimbangkan dengan kedamaian dan ketenangan. Dalam kondisi keseimbangan ini, kalian akan tahu bagaimana menempatkan batasan-batasan di sekeliling perasaan-perasaan kalian. Kalian akan tahu kapan untuk membuka dan kapan untuk menjaga jarak kalian, tetap berada dekat dengan diri kalian sendiri. Kalian menentukan kapan untuk mengatakan “ya” dan kapan untuk mengatakan “tidak”, kapan untuk berhubungan dan kapan untuk melepaskan. Kuncinya ada di dalam perut kalian.

Untuk membantu kalian terhubung dengan pusat ini, saya menyarankan kalian untuk membayangkan seekor binatang yang mewakili kekuatan batin yang tinggal di dalam perut kalian. Ambillah hewan pertama yang datang ke pikiran. Ingat, hewan-hewan adalah makhluk-makhluk yang sangat spontan, mereka hidup dari insting mereka, refleks-refleks alami mereka. Binatang ini merefleksikan pengetahuan batin instingtif kalian. Itu sudah ada di sana. Itu menunggu kalian. Kalian tidak perlu menciptakannya, kalian hanya perlu untuk melihatnya dan mengakuinya. Undanglah binatang ini untuk datang ke dekat kalian, katakan halo dan lihatlah ke dalam matanya. Sekarang tanyalah kepadanya apakah ia memiliki sebuah pesan bagi kalian, membantu kalian untuk turun lebih dalam ke dalam perut kalian.

Biarkan hewan itu berbicara. Binatang itu menjadi wujud kebijaksanaan dari insting dan kalian dapat menerima kebijaksanaan itu, karena kalian punya kepala dan hati. Kalian dapat merasakan dan mengartikulasikan kebijaksanaan ini. Itu adalah keindahan dari kerjasama antara kepala, hati dan perut. Tidak satu pun dari mereka lebih baik atau lebih tinggi daripada yang lain. Justru kerjasama mereka yang seimbanglah yang membuat kalian utuh dan lengkap. Kepala kalian dapat memberi kalian banyak kesenangan. Pemikiran dapat berguna dan menyenangkan. Itu memberi kalian kesempatan untuk berkomunikasi dengan yang lain, karena itu menyediakan Bahasa umum. Hati menawarkan kemungkinan untuk mengalami sukacita dan seluruh lingkup dari emosi kehidupan manusia. Itu adalah hadiah yang indah. Perut memberi kalian landasan kalian, Ke-Saya-an kalian, jika itu adalah kata yang tepat. Itu mengijinkan kalian untuk benar-benar menjadi kalian, kokoh dan mengakar, menarik batasan-batasan kalian sendiri dan menggunakan kemampuan pembedaan kalian. Dari landasan ini, interaksi dengan hati kalian dan kepala kalian menjadi permainan yang penuh sukacita. Jika ketiga lapisan ini tergabung satu sama lain, kalian merasa utuh, dan hidup adalah kehidupan yang layak di bumi. Itu dapat menjadi penuh inspirasi, cinta dan kebahagiaan. Kalian dapat menyerahkan diri kalian sendiri kepada apa yang menggerakkan dan menginspirasi kalian, sementara pada waktu yang sama tidak kehilangan basis kalian, titik keheningan batin kalian. Kalian dapat tetap tinggal dekat dengan diri kalian sendiri, dan pada waktu yang sama memberi dan menerima dengan bebas apa yang ditawarkan hidup.

Saya menghormati kalian semua. Cinta dan kasih sayang saya dekat dengan kalian selalu. Saya memainkan permainan ini bersama dengan kalian dan saya adalah bagian dari itu, Kalian adalah indah dan kaya sebagai manusia-manusia. Milikilah keyakinan dalam keindahan dan kekuatan dari instrumen-instrumen yang tersedia bagi kalian, instrumen berpikir, merasakan dan berada.

Saya mencintai kalian

© Pamela Kribbe Agustus 2009

Penerjemah: Dyan Andriana Kostermans

www.jeshua.net/

 

 

Kematian dan Sesudahnya

rays-656582_1280

Death and Beyond – Yeshua disalurkan oleh Pamela Kribbe

Teman-teman sayang, malaikat cahaya yang terkasih, saya menyapa kalian semua.

Adalah dari hati energi Kristus di mana saya, Yeshua, mengulurkan tangan saya dan menyampaikan salam saya kepada kalian.

Malaikat terkasih, ketahuilah bahwa kalian disayangi. Ketahuilah bahwa kalian dicintai tanpa syarat, juga sekarang ketika kalian tinggal dalam sebuah tubuh dari daging dan darah, tubuh yang mati. Bahkan ketika hidup di dalam batasan-batasan dari rumah yang temporer ini, kalian masih menjadi bagian tanpa syarat dari Tuhan, dari Rumah yang sangat kalian rindukan. Kalian tidak pernah benar-benar meninggalkan Rumah, juga meskipun kalian tidak menyadari cahaya abadi yang tetap bersinar selamanya dalam keberadaan kalian. Terhubunglah dengan cahaya itu pada saat ini, cintailah diri kalian sendiri, ketahuilah siapa kalian sebenarnya. Sebuah cahaya menyala di dalam kalian, begitu indah dan murni. Bagaimana kalian pernah meragukan ini?

Hari ini kita berbicara tentang kematian. Banyak ketakutan yang eksis tentang kematian. Ketakutan akan pemusnahan, ketakutan menjadi hilang, ketakutan tertelan oleh lubang hitam yang besar yang diasosiasikan dengan kematian. Seperti kasus yang seringkali terjadi dalam dimensi duniawi, kalian cenderung menempatkan hal-hal secara terbalik dan menampilkan mereka tepat sebaliknya dari apa hal-hal yang sebenarnya. Faktanya, kematian adalah pembebasan, pulang ke rumah, mengingat kembali siapa kalian sebenarnya.

Ketika kematian tiba, kalian tanpa susah payah kembali ke kondisi keberadaan kalian yang alami. Kesadaran kalian bersatu kembali dengan sinar dari cahaya yang merupakan identitas kalian sebenarnya. Beban-beban duniawi diangkat dari pundak-pundak kalian. Tinggal dalam tubuh fisik (duniawi) menimbulkan pembatasan-pembatasan terhadap kalian. Adalah benar di mana kalian memilih untuk menyelam ke dalam kondisi pembatasan ini karena peluang pengalaman yang ditawarkannya. Bagaimanapun merupakan sebuah sensasi kebahagiaan untuk dikembalikan ke dalam kondisi alami malaikat kalian. Malaikat di dalam diri kalian ingin terbang dan menjadi bebas, untuk secara bebas menyelidiki dunia yang tiada terhitung yang membentuk alam semesta. Ada begitu banyak yang bisa ditemukan dan dialami. Ketika kalian dilahirkan dalam sebuah tubuh duniawi, kalian setidaknya kehilangan hubungan dengan kebebasan malaikat ini dan rasa keberadaan tanpa batasan.

Mari bergabunglah dengan saya sekarang, ketika kita kembali pada momentum sesaat sebelum kalian melompat ke dalam inkarnasi saat ini. Di tingkat batin kalian mengijinkan diri kalian sendiri untuk memulai kehidupan duniawi ini. Itu adalah pilihan yang sadar. Mungkin kalian telah lupa akan hal ini, dan kalian kadang-kadang merasa ragu apakah kalian benar-benar ingin berada di sini. Namun ada sebuah momentum di mana kalian mengatakan “ya”. Itu adalah pilihan yang berani. Itu adalah tindakan keberanian yang luar biasa untuk secara temporer menukar kebebasan malaikat dan rasa tidak terbatas kalian untuk mengalami rasa menjadi manusia, menjadi mati. Pengalaman itu menyimpan sebuah janji yang membuat semua itu berharga. Rasakan “ya” ini yang pernah muncul dari hati kalian. Ingatlah juga rasa tertarik pada Bumi. Rasakan bagaimana kalian terhubung dengan realitas Bumi, dan rasakan ketika kalian menenggalamkan diri sebagai embrio di dalam rahim ibu kalian. Kalian mungkin mengetahui ada sesuatu yang berat yang mengelilingi planet bumi, suatu kesuraman atau kepadatan tertentu.

Ada banyak penderitaan di bumi. Rasa sakit, kehilangan, ketakutan, pikiran-pikiran negatif adalah bagian dari atmosfir kolektif di bumi. Dan itulah apa yang kalian lalui, sebagai jiwa yang baru berinkarnasi. Cahaya kalian menemukan cara bagi dirinya sendiri melalui kegelapan ini dan dalam melakukannya, sebuah tirai ketidaktahuan yang tidak dapat dihindari menutupi kesadaran malaikat kalian yang asli. Rasakan kesedihan dari peristiwa tersebut, dan di balik itu, semangat dan keberanian kalian. Kalian memutuskan dengan bulat: “Saya akan melakukannya. Sekali lagi, saya akan mengakarkan diri saya sendiri ke dalam realitas bumi, dengan tujuan menemukan cahaya saya sendiri, dengan tujuan untuk mengakuinya, menemukannya kembali, dan untuk menyalurkannya ke dalam dunia ini yang begitu membutuhkannya.”

Ya, itu telah menjadi lompatan ke dalam ketidakingatan. Secara temporer melupakan siapa kalian adanya, tidak mengingat kondisi kalian yang tanpa batas adalah bagian dari menjadi manusia. Kalian lupa bahwa kalian aman dan bebas, tidak peduli di mana kalian berada. Menjadi manusia, kalian ditata untuk mengklaim kembali perasaan alami dari kebebasan dan keamanan itu. Dalam perjalanan kalian, kalian dapat terjebak oleh kekuatan-kekuatan yang tampaknya menawarkan apa yang kalian cari, tapi pada kenyataannya membuat kalian tergantung pada sesuatu di luar kalian. Kalian dapat dipimpin oleh penghakiman-penghakiman yang datang dari luar diri kalian sendiri, mengatakan kepada kalian bagaimana kalian harus bertindak dengan tujuan agar dicintai. Imej-imej salah dari Rumah ini, substitusi-substitusi ini, cenderung membuat kalian sedih dan tertekan (depresi). Memang, perjalanan turun dari Surga ke Bumi telah menjadi sesuatu yang keras. Namun, kematian, membawa kalian kembali ke pesawat abadi dari cinta dan keamanan. Dalam kematianlah kalian dapat berserah pada siapa kalian yang selalu ada. Jika kalian mati secara sadar, jika kalian menerima kematian dan berserah padanya, kematian menjadi peristiwa yang menggembirakan.

Apa yang terjadi jika kalian mati? Sebelum kalian mati, kalian melalui sebuah stadium dari memilah dan melepaskan. Itu adalah fase di mana kalian mengatakan selamat tinggal kepada kehidupan duniawi, kepada orang-orang yang kalian cintai. Ini dapat menjadi sulit, namun sekaligus itu menawarkan kalian kemungkinan untuk merefleksi secara mendalam tentang siapa kalian adanya, dan apa yang telah kalian pelajari dan terapkan di bumi selama masa kehidupan kalian. Dalam kesedihan yang mungkin kalian rasakan saat kalian melepaskan orang-orang yang kalian cintai, itu bahkan membuat semakin jelas apa yang menghubungkan kalian dengan mereka. Sebuah ikatan cinta yang tidak dapat mati. Ikatan ini begitu kuat di mana dengan tanpa susah payah menyeberang melintasi batasan yakni kematian. Cinta adalah sumber yang tidak dapat mati, selamanya memberi kemunculan bagi hidup baru. Jangan takut untuk kehilangan orang-orang yang kalian cintai, karena pada saat mengatakan selamat tinggal itulah ikatan-ikatan cinta tanpa syarat memperkuat dan memberikan kehidupan baru. Karena sudah pasti: ketika kalian terpisah dalam cinta, kalian akan bertemu kembali. Kalian akan bertemu kembali satu sama lain, tanpa susah payah, karena jalan tersingkat menuju yang lain tetap selalu jalan dari hati.

Jika kalian kehilangan orang yang dicintai, kalian dapat yakin bahwa mereka ada dekat dengan kalian di tingkat hati. Rasakan kehadiran mereka, karena mereka ada di antara kita, menyampaikan salam mereka kepada kalian. Mereka merasa istimewa dan bebas. Mereka bebas dari keraguan yang membelenggu begitu banyak orang di bumi dan mereka rindu untuk membagi dengan kalian cinta dan kebaikan yang tersedia bagi kalian pada setiap saat.

Mereka yang ditinggalkan sering mengasosiasikan fase terkait kematian orang yang mereka cintai dengan rasa sedih dan kehilangan. Adalah hal alami untuk bersedih karena kepergian orang yang dicintai; adalah hal yang alami untuk merindukan kehadiran orang yang dicintai dalam bentuk fisik. Namun, kami menyemangati kalian untuk mencoba dan merasakan, bahwa dengan kepergian mereka, sebuah gerbang menuju sebuah dimensi baru telah terbuka, sebuah dimensi di mana komunikasi dengan sifat alaminya yang begitu murni, jernih dan langsung, yang melampaui metode-metode komunikasi yang biasa digunakan di bumi. Kalian dapat berkomunikasi langsung dengan orang yang dicintai setelah mereka meninggal, dari hati kalian ke hati mereka. Dengan cara ini, salah paham konsepsi yang biasa terjadi di antara kalian, dengan mudah dapat dijernihkan ketika kalian secara jujur dan terbuka berkomunikasi dengan yang lain. Pesan kalian akan diterima, selalu.

Suatu saat ketika kalian sendiri mengalami kematian, kalian akan memandang orang-orang yang hidup di bumi dari perspektif yang berbeda. Kalian akan menjadi lebih toleran, baik hati dan kalian akan menemukan diri kalian sendiri dengan rasa bijaksana yang semakin besar. Kalian tidak akan benar-benar seimbang sekaligus, karena ada emosi-emosi dan perasaan-perasaan yang kalian bawa bersama kalian dan yang perlu untuk dihadapi. Kalian tidak akan langsung sempurna atau tahu semuanya bila kalian melepaskan kehidupan fisik kalian. Dan itu tidak begitu buruk, sungguh, karena masih ada banyak hal untuk dialami dan ditemukan di sisi ini! Namun bagi kebanyakan dari kalian ada sebuah perspektif baru. Dimensi keabadian adalah nyata dan ini secara penuh hormat meringankan pandangan kalian tentang apa yang menguasai kalian dan orang-orang yang berada langsung di sekitar kalian selama kalian tinggal di bumi.

Sekarang, apa yang terjadi pada KALIAN ketika kalian melewati batasan dari kematian? Segera setelah kalian pergi melewati tahap kesedihan, tahap mengatakan selamat berpisah, kalian akan mulai merasa kematian semakin dekat menjelang. Fokus dari kesadaran kalian sekarang berubah. Melepaskan hal-hal di dunia luar, orang-orang, tubuh kalian, fokus itu sekarang akan beralih ke dalam dan bergerak lebih dalam ke dalam diri kalian. Kesadaran kalian akan dunia luar menghilang dan ini mengijinkan kalian untuk mempersiapkan perjalanan batin yang sedang akan kalian masuki. Jika kalian secara sadar menerima kematian, kalian akan mengalami “menjadi siap”, kesediaan untuk benar-benar melepaskan. Bagi orang-orang yang kalian cintai, ini adalah saat untuk membiarkan kalian pergi, karena kalian membutuhkan semua kekuatan kalian untuk berbalik ke dalam dan mempersiapkan diri kalian sendiri.

Kematian tidak harus menjadi proses yang menyakitkan. Apa yang sebenarnya berlangsung adalah kejadian alami yang luar biasa dan agung. Kematian adalah peristiwa suci di mana jiwa berhubungan dengan dirinya sendiri dalam cara yang paling intim. Selama tahap akhir, orang yang meninggal merasakan dimensi duniawi dalam cara yang jelas: tubuh, bau-bauan, warna-warni, dan sensasi fisik lainnya. Dimensi yang lain memasuki kesadaran mereka, dengan sebuah pancaran yang begitu menjanjikan dan mengundang, di mana tidak begitu sulit lagi untuk berserah dan meninggalkan semua hal duniawi di belakang. Bahkan kehadiran orang-orang yang kalian cintai pun tidak dapat menghentikan kalian untuk pergi sekarang. Energi dari Rumah – Tuhan, surga atau apa pun yang ingin kalian sebut – begitu diliputi dengan kebaikan, kehangatan dan memberi jaminan sehingga menjadi mudah untuk melepaskan dan mengembalikan tubuh kalian yang lelah dan usang kepada bumi.

Ketika kalian melepaskan dalam damai, jiwa kalian akan naik dari tubuh kalian secara lembut dan lancar. Kalian akan merasa terdorong oleh kekuatan universal dari kebijaksanaan dan cinta. Jika kalian mati tanpa resistensi, sekeliling kalian segera akan terisi dengan energi kehangatan dan mencintai. Kalian akan mengalami suatu rasa pergeseran yang tak dapat diucapkan dengan kata-kata. Kalian bebas, dan segala hal menjadi jelas. Kalian mengingat maha keberadaan dari Cinta, bukan sebagai ide yang abstrak melainkan sebagi realitas yang terjangkau. Sementara ketika di bumi kalian menyebut jenis cinta ini “Tuhan”, dan kalian menyimpan suatu imej yang tercemar, imej manusia tentang apa yang Tuhan “inginkan dari kalian”. Kalian terjebak tentang adanya tuntutan-tuntutan tertentu yang dibuat oleh Tuhan ini, tuntutan-tuntutan yang mana kalian biasanya tidak mampu memenuhinya. Tapi di sini dalam dimensi ini, kalian menemui kembali apa yang diinginkan Tuhan sebenarnya: untuk menjiwai kalian, untuk menginspirasi kalian, untuk mengalami penciptaan melalui kalian dan pada akhirnya mengenali Dirinya sendiri dalam penampakan kalian. Tuhan ingin menjadi manusia melalui kalian. Tujuan dari evolusi alam semesta adalah KALIAN: Tuhan menjadi manusia!