Cara Untuk Meningkatkan Getaran atau Vibrasi Kalian

chakra-1063278_640

Pembaca kosmosindo sayang,

dalam pesan-pesan para malaikat, mereka sering menekankan pentingnya menjaga frekuensi atau getaran/vibrasi kita tetap tinggi. Getaran atau vibrasi tinggi adalah getaran dimensi kelima dan selebihnya, yang melampaui kepadatan dimensi ketiga di Bumi.

Kita sebetulnya sudah bergetar atau bervibrasi tinggi dalam situasi-situasi, seperti: sukacita, jatuh cinta, mencintai tanpa syarat, membantu tanpa syarat, saat suasana hati diliputi keceriaan, kegembiraan, saat kita tertawa bahagia. Situasi-situasi ini membuat hati kita ringan, tanpa beban, dan pada saat-saat inilah kita memiliki getaran atau frekuensi tinggi.
Dan getaran atau vibrasi kita turun atau berada dalam tingkat yang rendah, dalam situasi: ketakutan, khawatir, cemas, gelisah, marah, iri, sedih, berduka, atau perasaan lainnya yang memberatkan hati. Pada situasi seperti itulah kepadatan dimensi ketiga benar-benar terasa. Dalam diri dan hati kita merasa berat, tidak mengalir ringan, dan pada saat itulah kita memiliki getaran atau frekuensi rendah.

Ingatkah pada pepatah, sudah jatuh ditimpa tangga? Dengan kata lain orang yang ditimpa kesulitan atau kemalangan, sering diikuti kesulitan silih berganti? Ini karena getaran atau frekuensi rendah yang dipancarkan dari diri atau tubuh orang tersebut, menarik getaran atau frekuensi rendah berikutnya. Ingatlah pada Hukum Ketertarikan (Law of Attraction): Yang sama menarik yang sama. Getaran atau vibrasi yang rendah menarik getaran atau vibrasi yang rendah juga.

Sementara dalam situasi orang yang sedang beruntung, sepertinya ia tiada henti dikejar keberuntungan dan kebahagiaan dalam hidup. Ya, Hukum Ketertarikan berlaku pula di sini, karena getaran atau frekuensi tinggi yang dipancarkan orang tersebut, menarik getaran dan frekuensi tinggi lainnya.
Orang ini merasa gembira, bahagia, hatinya terasa ringan dan berbunga-bunga…’feeling high

Sekarang, bagaimana kita bisa menjaga getaran atau vibrasi atau frekuensi tetap tinggi, dalam menjalani kehidupan sehari-hari di dunia, yang kebanyakan masih dikelilingi kepadatan dimensi ketiga dengan getaran atau frekuensinya yang rendah?
Kita juga ingin menjadi orang yang menarik keberuntungan dan kebahagiaan, tentunya. Nah ada cara dan kiat-kiatnya.

1. Menjadi sadar tentang pikiran kita
Segala sesuatu adalah energi, termasuk pikiran-pikiran. Energi pada dasarnya netral, tapi tergantung dari persepsi dan fokus kita, energi yang netral ini bisa menjadi positif atau negatif. Setiap pikiran yang melintas di benak kita, dapat memiliki pengaruh terhadap kita.
Jika kita memiliki persepsi, mengolah pikiran itu sebagai sesuatu yang hal yang positif, menyenangkan, mencerahkan, membahagiakan, pikiran tersebut akan menghasilkan sesuatu yang baik.

2. Temukanlah sesuatu yang indah dan hargailah itu
Keindahan ada di sekitar kita. Dalam tempo kehidupan yang serba cepat, seringkali kita tidak memperhatikannya, tidak mengindahkannya. Bila kita mengambil waktu sejenak dan mulai memperhatikan hal-hal yang mengelilingi kita, entah itu suara kokok ayam atau kicauan burung di pagi hari, tanaman atau bunga yang indah, pohon yang rimbun yang meneduhkan saat matahari bersinar terik, ini akan membangkitkan rasa menghargai dalam diri kita.

3. Menjadi sadar terhadap makanan yang kita makan
Sejumlah makanan memiliki getaran/vibrasi yang rendah dan sejumlah makanan memiliki getaran tinggi. Jika kita menyantap makanan yang penangannya menggunakan pestisida, makanan ini akan membuat tubuh terasa lebih lemah. Demikian juga dengan makanan-makanan buatan, makanan-makanan yang diproses secara kimia.
Makanan yang baik, yang memiliki getaran tinggi adalah buah-buahan organik (yang diproduksi dan diproses secara konvensional), makanan vegetarian, kacang-kacangan, kedele dan virgin olive oil (minyak zaitun cold pressing satu kali ekstraksi buah zaitun). Yang masuk dalam makanan bergetaran/bervibrasi rendah adalah bahan pangan yang berbasis susu, tepung berbasis gandum dan gula.

4. Minum air putih
Banyaklah minum air putih untuk membantu tubuh mengalirkan keluar toksisitas dari hari ke hari. Toksisitas memiliki pengaruh menentukan pada getaran/vibrasi energi tubuh jadi kita harus melakukan sedapat mungkin untuk mengurangi dampaknya dalam diri kita dan di sekeliling kita.

5. Bermeditasi
Duduklah dalam posisi yang nyaman, bahu dilemaskan, pejamkan mata dan tariklah nafas dalam-dalam dan lepaskan kembali. Lakukan beberapa kali menarik dan melepaskan nafas, sampai seluruh fokus perhatian tertuju hanya pada tarikan nafas dan hembusan nafas. Ini membantu membawa pada kesadaran diri di sini dan sekarang, melepaskan semua pikiran, stres, kecemasan, ketegangan yang dirasakan sebelumnya. Dapatkah kalian merasakan ketenangan dalam memfokuskan diri, hanya pada menarik nafas dan menghembuskan nafas?…dalam kata lain bermeditasi?
Bermeditasi 10 menit sehari dapat mengubah hidup selamanya!

6. Menjadi sadar akan musik yang didengarkan
Lirik lagu tentang kebencian, tentang penganiayaan, yang mengandung sakit hati, patah hati, ketakutan, frustrasi, semua itu mengirimkan pesan-pesan (kata-kata) ke bawah sadar kita. Jika kita ingin menarik cinta, dengarkanlah lagu-lagu tentang cinta yang sejati, kasih sayang, cinta yang bahagia. Jika kita ingin kedamaian, dengarkanlah musik tentang damai dan relaksasi.

7. Praktikkanlah tindakan kebaikan tanpa pamrih
Memberi bantuan uang bagi orang yang kurang beruntung dibanding kita. Menyumbanglah karena kita percaya akan itu. Kirimlah hadiah yang bermakna kepada seseorang yang sudah bertahun-tahun kalian tidak berbicara dengannya. Sumbangkanlah pakaian atau makanan. Pungutlah sepotong sampah yang terlihat di jalan dan masukkanlah ke tempat sampah. Lakukanlah ini bukan untuk mengharapkan terima kasih dan jangan mengharapkan pujian. Lakukanlah itu dari kebaikan dari hati.

8. Praktikkanlah kasih sayang dan memaafkan
Memaafkan dan memiliki kasih sayang bagi seseorang yang menyakiti hati kita, mungkin adalah hal terberat dan paling sulit untuk kita lakukan dalam daftar ini, tapi itu hal yang paling penting. Dengan belajar memaafkan, kita setahap demi setahap melepaskan rasa menjadi korban dan meraih kembali kekuatan kita. Ini berarti pelaku tindakan yang menyakiti atau melukai diri kita, tidak lagi memiliki kekuatan atau pengaruh atas diri kita.
Pikiran-pikiran untuk membalas perlakuan seseorang yang telah menyakiti hati/melukai kita, memiliki getaran atau frekuens yang rendah. Sementara pikiran-pikiran memaafkan dan rasa kasih sayang juga bagi orang yang telah memperlakukan kita tidak pada tempatnya, akan meninggikan vibrasi/getaran energi kita. Dan membawa kedamaian dalam pikiran dan hati.

9. Berterima kasih
Rasa bersyukur dan berterima kasih adalah bagian dari cinta. Dan cinta adalah getaran atau vibrasi energi yang tinggi.
Lebih jauh tentang berterima kasih, bisa dibaca di  https://wordpress.com/post/kosmosindo.wordpress.com/5243

Ditulis dan diolah kembali oleh kosmosindo setelah membaca dari sumber-sumber
8 ways to raise your vibration (your positive energy) http://www.theholisticingredient.com
dan 10 Practical Ways To Raise Your Positive Vibrations http://www.mindbodygreen.com

Advertisements

Jika kamu menginginkan sesuatu, seluruh alam semesta akan membantumu untuk meraihnya

book-2929646_640

“Saya percaya pada setiap huruf yang saya tulis dalam semua buku saya. Dan saya tahu, jika kamu benar-benar dan sungguh-sungguh percaya pada sesuatu, maka seluruh alam semesta akan mendukungmu dalam mewujudkannya.”

Demikian kata-kata dari Paulo Coelho, penulis terkenal dunia asal Brasil, yang lahir 24 Agustus 1947.

Bukunya The Alchemist, yang terbit pertama kali tahun 1988 dalam bahasa Portugis “O Alquimista”, adalah buku best seller dunia.
Buku yang diterbitkan di 150 negara dan membuat Paulo Coelho dikenal sebagai penulis yang mencatat rekor di dunia sastra.
Tapi tahukah Anda, bahwa cita-citanya menjadi penulis, membuat Paulo Coelho kala remaja dianggap sakit jiwa oleh orang tuanya?
Terapi elektro-syok dan “dikurung” di rumah sakit jiwa pada tahun 1960-an, tidak mematahkan semangat Paulo Coelho untuk menjadi penulis.
Selanjutnya Coelho juga tidak meneruskan kuliah jurusan hukum, yang merupakan keinginan ayahnya. Ia pergi ke dunia teater dan mencari uang sebagai penulis lagu.

Pergolakan politik yang membuatnya aktif dalam pemberontakan mahasiswa di tahun 1970-an, juga sempat membawanya ditahan dan disiksa.
Impiannya menjadi penulis tidak pupus, meskipun tantangan kehidupan dan berbagai rintangan yang dialaminya.

Buku pertama Coelho The Pilgrimage, yang terbit tahun 1987, adalah tulisan kisah ziarahnya berjalan kaki ke Santiago des Compostela di Spanyol.

Pada tahun 1988 buku keduanya The Alchemist hanya terjual 900 eksemplar. Ini tidak membuat Coelho putus semangat, ia terus menulis buku ketiganya, Brida. Buku itu mengisahkan kepercayaannya bahwa masing-masing orang memiliki tujuan hidupnya sendiri, yang harus ditemukannya.
Brida yang terbit pada tahun 1990, menarik minat pembeli dan juga pers. Buku itu masuk dalam jajaran best seller, diikuti dengan…The Alchemist.
Buku yang semula tidak laku dan hampir tidak dilirik siapa pun, melejit menjadi buku berbahasa Portugis yang paling laris dan best seller dunia.

The Alchemist atau Sang Alkemis menulis tentang seorang anak laki-laki dari Spanyol bernama Santiago, seorang gembala. Buku itu mengisahkan bagaimana ia mengelilingi negara-negara dan bagaimana ia menghadapi masalah dan bagaimana ia mengatasi masalah-masalah tersebut.
Itu menunjukkan bagaimana ia mengikuti impiannya dan siapa saja yang membantu dia pada jalan yang ditempuhnya.

“Jika kamu menginginkan sesuatu, seluruh alam semesta akan membantumu untuk mencapainya.” – Paulo Coelho

Pembaca kosmosindo sayang, impian apa yang ada hati dan jiwa, yang kalian ingin agar itu terwujud?

 

Berkomunikasi dengan Jiwa Kalian

yoga-1915564_640

Yeshua disalurkan oleh Pamela Kribbe

From Through The GateCommunicating with your Soul

Teman-teman sayang, saya Yeshua. Saya ada dengan kalian. Energi saya menghubungkan dirinya dengan energi kalian; rasakanlah itu di sekeliling dan melalui kalian. Saya tidak asing bagi kalian. Kita akrab satu sama lain, jadi rasakanlah keakraban itu. Energi Kristus tidaklah asing bagi kalian. Dalam hati kalian ada percikan api, suatu inspirasi, suatu keinginan, dan juga suatu pengetahuan, bahwa ini adalah hidup dan waktu-waktu di mana kalian ingin mewujudkan cahaya Kristus kalian di sini di Bumi. Kalian telah menunggu untuk waktu lama bagi peluang ini. Kalian telah membawa percikan kecil ini dalam diri kalian sendiri melalui berbagai masa kehidupan, dan sekarang kalian merasa bahwa sebuah peluang baru tiba. Salah satu alasan mengapa kalian ingin dilahirkan di Bumi pada saat ini adalah karena janji dari percikan cahaya itu untuk menjadi nyala api yang secara jelas terlihat bagi diri kalian sendiri dan bagi yang yang lainnya. Keinginan yang membawa kalian ke sini adalah untuk membentuk, dalam satu cara atau lainnya, kanal/saluran bagi energi jiwa ilahi dalam diri kalian sendiri untuk direalisasikan dalam kehidupan ini di Bumi. Kalian ingin untuk dibawa bersama oleh nyanyian jiwa kalian. Kalian ingin mengingat kembali siapa kalian adanya melampaui apa yang telah membentuk kehidupan kalian di Bumi dari luar (eksternal).

Masing-masing dari kalian meraih opini-opini dan keyakinan-keyakinan tentang diri kalian sendiri selama kalian tumbuh dewasa. Kalian menyerap gagasan-gagasan dan imej-imej dari orang tua kalian, keluarga, sesama, sekolah, dll. Kalian mulai memainkan peran-peran tertentu tanpa mempertanyakannya, dan kalian segera mengembangkan sesuatu yang disebut “kepribadian”: seperangkat kebiasaan-kebiasaan, perilaku-perilaku, dan pikiran-pikiran. Tapi pada sejumlah waktu di saat beranjak dewasa, sesuatu yang lain terjaga di dalam kalian. Mula-mula, itu tidak lebih dari sebuah bisikan; sebuah memori yang tidak dapat kalian tempatkan; sebuah pengetahuan bahwa kalian adalah lebih dari apa yang ditentukan oleh dunia di luar kalian sendiri. Ada sesuatu yang lebih dalam, sebuah lapisan yang tidak dapat dicakup dan dimengerti oleh intelektualitas manusia. Di dalam sini terletak inti kalian, yang mendahului alam duniawi dan bertahan hidup – jiwa kalian.

Ketika jiwa kalian berinkarnasi di Bumi, ia sudah memiliki sebuah sejarah. Jiwa membawa di dalam dirinya sendiri semua jenis impresi dari kehidupan-kehidupan dan pengalaman-pengalaman lainnya di kosmos. Kalian bukanlah sebuah lembaran kosong ketika kalian dilahirkan; kalian sudah mengembangkan kebijaksanaan melalui semua pengalaman kalian sebelumnya. Kalian datang ke dalam kehidupan ini dengan sesuatu untuk diberikan; kalian sudah merupakan bunga yang unik ketika lahir. Dan hidup sebenarnya dimaksud untuk membuat bunga itu dialami dan tampak; untuk membawanya ke dalam cahaya yang mekar sepenuhnya. Namun, karena pengaruh-pengaruh yang kalian peroleh selama masa muda kalian, kalian dapat ditahan dari perkembangan ini untuk waktu lama. Kalian mencoba untuk nyaman dengan apa yang diminta dari kalian, dan penyesuaian itu sering menimbulkan rasa sakit, karena kalian menjadi tidak setia kepada diri kalian sendiri dengan melakukan demikian. Kekuatan-kekuatan di luar dapat menjadi sangat menggiurkan dan menentukan bagi kalian.

Kalian semua yang sedang hadir di sini atau membaca ini sekarang, ingin untuk membebaskan diri kalian sendiri dari kekuatan-kekuatan ini. Tekanan-tekanan dari lingkungan kalian mencoba untuk mempengaruhi dan menentukan kalian, dan menahan kalian dalam pengawasan, tapi seperti kupu-kupu yang keluar dari kepompongnya, kalian berusaha untuk membebaskan diri kalian sendiri dari tekanan-tekanan luar ini. Dan apakah itu yang mengendalikan kalian? Dengan suatu kenangan, sebuah bisikan, sebuah pengetahuan yang sangat samar-samar pada awalnya dan tidak dapat menemukan pemenuhannya di dunia yang tampak, tapi hanya di kedalaman dari keberadaan batin kalian.

Di sana di dalam (batin), kalian masih berani untuk bermimpi; di sana di batin, kalian kadang-kadang tahu dengan sangat jelas siapa kalian adanya. Kadang-kadang kalian secara harfiah menempuh perjalanan ke Rumah dalam mimpi-mimpi kalian di malam hari untuk minum dari sebuah sumber yang begitu hidup, begitu akrab, dan begitu murni. Ketika kalian ada di sana, kalian tidak dapat membayangkan bagaimana kalian dapat pernah melupakannya – namun itu demikian. Kalian telah kehilangan diri kalian sendiri dalam kehidupan di Bumi, secara utama karena ketakutan dan penghakiman dan negativitas masih begitu menguasai di dunia.

Karena ketidakberdayaannya sendiri, orang-orang tua dan guru-guru sering tidak memberikan anak-anak mereka keberanian dalam dirinya sendiri dan sumber-sumber batin mereka – maafkanlah mereka untuk itu. Mereka, juga, telah jatuh menjadi korban ke dalam pengaruh-pengaruh duniawi ini; mereka telah tenggelam dalam godaan ilusi-ilusi yang menguasai Bumi. Tapi kalian telah datang ke sini untuk menepis ilusi-ilusi tersebut, yang membuat kalian seorang Pekerja Cahaya (Lightworker). Seseorang yang ingin membantu perubahan kesadaran di Bumi, sehingga orang-orang dapat mulai lagi untuk mempercayai kekuatan unik mereka sendiri – jiwa yang men-transisi kepribadian duniawi mereka – dan untuk membawanya ke dalam nyanyian.

Kalian adalah pemberani. Di satu sisi, kalian terluka melalui hilangnya jalan kalian di dalam realitas ini, dan pengalaman yang menyakitkan ini menjadi bagian dari jalur kalian dalam hidup. Tapi di sisi lain, kalian juga telah menemukan jalur ke dalam (batin) dengan mendengarkan bisikan dari jiwa kalian. Kadang-kadang itu sulit untuk benar-benar mempercayainya, karena kalian merasa tarikan dari pikiran-pikiran lama yang menahan kalian tetap merasa kecil; perasaan-perasaan tidak yakin dan keraguan. Dan pada kenyataannya, sebagai seorang anak, kalian telah belajar bahwa perasaan-perasaan itu adalah tepat dan benar: tetaplah membuat diri kalian kecil; jangan menonjol keluar; jangan bertindak aneh, jangan berpikir melampaui norma; sesuaikan diri; jadilah warga yang baik; jadilah pasangan yang baik dan orang tua yang baik; jadilah bertanggung jawab.

Semua itu yang kelihatannya nilai-nilai tinggi, terlalu sering membuat kalian merasa kecil, dan meminta kalian untuk menyembunyikan originalitas kalian. Tapi begitu kalian telah mulai pergi ke dalam, kalian tidak dapat lagi pergi kembali. Kalian tidak dapat lagi mengabaikan keunikan kalian, kekuatan kalian, dan keberadaan kalian yang berbeda, dan ini menimbulkan ketakutan di dalam kalian: “Jika saya mengikuti suara dari hati saya, tangisan dari jiwa saya, akankah saya tidak akan menjadi outsider (orang yang berada di luar) dan akan dijauhi? Siapa yang akan mencintai saya, siapa yang kemudian akan mau menerima saya? Apakah saya masih disambut?” Saya melihat keraguan dalam hati kalian, dan saya meminta kalian untuk pertama-tama merenungkan siapa kalian adanya; lihatlah bagian lain yang ingin untuk meninggalkan jalur yang sudah-sudah; yang terus-menerus ingin pergi ke dalam; yang mengingat kembali sesuatu: suatu rasa rindu rumah, kerinduan. Rasakan energi dari “Saya” tersebut, bagian lain dari kalian. Sambutlah itu di Bumi, dan rasakan kekuatan dan kebijaksanaan dari bagian kalian yang ini. Itu adalah jiwa kalian yang berbicara dan yang telah menepuk-nepuk bahu kalian sepanjang hidup kalian dan meminta perhatian kalian. Jiwa tidak pernah berbicara dengan paksaan atau dengan penghakiman, dengan sesuatu yang berat atau ancaman, hal yang biasa dilakukan suara-suara otoritas. Jiwa berbisik, mengundang, berbicara dengan sukacita: “Tidakkah ini menyenangkan, tidakkah ini indah dan menginspirasi untuk melakukan ini?” Seringkali kalian takut untuk mendengar kepada suara itu. “Dapatkah ini benar-benar terjadi? Mungkinkah saya hanya melakukan dan menikmati apa yang benar-benar, benar-benar menyenangkan saya?“ Jiwa berbicara suatu bahasa yang seluruhnya berbeda dibanding yang biasa kalian gunakan.

Jiwa bukanlah kekuatan dari luar (eksternal) yang membuat permintaan-permintaan terhadap kalian; jiwa melayani kalian. Suara-suara itu asing bagi telinga-telinga kalian, karena kalian terbiasa untuk berpikir: “Saya harus melayani jiwa saya, bagian lebih tinggi dari saya“. Tapi jiwa melayani kalian secara sama; ia ingin untuk bersinar melalui kalian, mengangkat kalian, membawa kalian ke Rumah, menginspirasi kalian untuk melakukan apa yang benar-benar kalian inginkan dan bergembira di Bumi sebagai manusia. Undanglah kepada diri kalian sendiri energi sukacita dari jiwa kalian dan lakukanlah itu sekarang. Biarkan itu mengelilingi kalian, rasakan kelembutan darinya – tidak ada paksaan, tidak ada persyaratan – hanya perasaan merasa disambut dalam cara yang sangat mendalam. Ijinkanlah diri kalian sendiri untuk diterima oleh jiwa kalian, dan rasakan kehadirannya di sekeliling tubuh kalian sebagai suatu mantel bersinar dari Cahaya. Kemudian tanyalah jiwa kalian: “Apa yang penting untuk saya ketahui sekarang? Apakah yang saya perlu ketahui darimu pada momen ini?” Dan rasakanlah responnya; kalian bahkan tidak perlu untuk mendengarnya dalam begitu banyak kata-kata. Perasaan seperti apa, jenis suasana hati apa yang ingin disampaikan jiwa kepada kalian? Lepaskan semua pikiran-pikiran tentang bagaimana jiwa seharusnya berbicara dan ide-ide kalian tentang lebih tinggi dan lebih rendah. Jiwa kalian adalah hidup itu sendiri! Itu adalah kehidupan, kekuatan hidup alami dan ia mengetahui di mana keseimbangan diperlukan, atau irama yang berbeda, dan ia ingin memberikannya kepada kalian dengan senang.

Jika kalian merasa bahwa energi jiwa mengalir di sekitar dan melalui tubuh kalian, juga amatilah apa yang mungkin memblokirnya di tempat-tempat. Apakah ada entah di mana dalam aura kalian, atau dalam tubuh kalian di mana Cahaya tidak dapat mengalir secara bebas dan lengkap? Kemudian pergilah ke tempat yang paling memblokir itu. Jangan memiliki penghakiman tentang itu; jadilah seperti jiwa, cukup mengamatinya, dengan ringan, dan dengan kelembutan dan keterbukaan. Lihatlah kebutuhan dalam tempat itu dalam medan energi kalian atau dalam tubuh kalian, dan ketahuilah bahwa kebutuhan tidak harus diungkapkan atau dijelaskan dalam kata-kata; hanya mengijinkan apapun yang diperlukan untuk mengalir ke arah itu.

Kalian semua ada di sini hari ini karena kalian ingin berhubungan dengan makhluk yang di-channel (disalurkan) untuk satu atau alasan lainnya. Tapi saya mengatakan kepada kalian, melampaui keinginan itu ada keinginan lebih besar akan Rumah – tempat tinggal di mana kalian dapat merasakan realitas dari siapa kalian adanya – dan untuk membawa Rumah itu turun ke Bumi. Itulah mengapa kalian ada di sini! Rasakan betapa baik dan benar niat ini. Bagaimana kalian akan melakukannya dan bentuk apa yang akan diambil secara tepat adalah kepentingan sekunder. Keinginan ini adalah suara dari jiwa kalian. Jiwa kalian ingin untuk bermanifestasi secara lebih jelas dan lebih penuh dalam hidup kalian.

Rasakan bagaimana akrabnya jiwa kalian dengan kalian – keringanan dan kemudahan darinya. Itulah suara dari cinta. Hal-hal “seharusnya”, hal-hal yang berat, tekanan, tugas, adalah suara-suara dari ketakutan, suara-suara dari luar diri kalian sendiri. Suara dari jiwa kalian datang dari dalam dan kadang-kadang berbicara begitu lembut dan begitu ringan sehingga kalian tidak mendengarnya. Atau suara berbisik dengan lembut dan tenang: “Begitu mudah, atau tidak?” Dan itu adalah semudah itu! Inti dari hidup adalah tidak rumit dan ringan.

Akhirnya, saya meminta kalian untuk merasakan energi kita bersama; energi dari kita semua bersama-sama. Di sini dan sekarang, juga, kita menciptakan sebuah saluran bagi kita semua. Dan itu berarti tidak lain selain di mana kita seluruhnya menjadi diri kita sendiri dan tanpa paksaan; segala sesuatu diijinkan untuk ada seperti apa adanya, termasuk tempat-tempat yang gelap atau penuh ketakutan. Dan pada waktu yang sama ada sinar-sinar Cahaya pada tempat-tempat tersebut, Cahaya dari jiwa-jiwa kalian.

Saya ingin menyimpulkan dengan mengatakan: milikilah rasa hormat bagi diri kalian sendiri, bagi kekuatan kalian, bagi keberanian kalian yang telah kalian tunjukkan sejauh ini. Bukan bagi kalian untuk menghakimi diri kalian sendiri, untuk membuat diri kalian sendiri kecil, untuk mengritik diri kalian sendiri, juga meskipun kalian telah mempelajari bahwa melakukan itu adalah baik atau sensibel. Cobalah untuk belajar untuk memiliki rasa hormat sebenarnya bagi diri kalian sendiri, dan untuk menghargai keberanian dan kekuatan kalian sendiri. Itu hak kalian; itu membuka channel/saluran kalian menuju siapa kalian yang sebenarnya.

© Pamela Kribbe 2012

Penerjemah: Dyan Andriana Kostermans

http://www.jeshua.net/id

Untuk Apa Saja Kalian Bisa Berterima Kasih Hari Ini?

thank-you-227344_640

Pembaca Kosmosindo Sayang,

bila seseorang bertanya tepat sekarang, 3 hal apa yang bisa membuat kalian berterima kasih pada hari ini?
Dapatkah kalian secara spontan menjawabnya…menyebut 3 hal tersebut?

Terus terang, 5 tahun lalu saat masih bekerja sebagai redaktur, saya akan sulit menjawab atau menyebutkan secara spontan 3 hal tersebut.
Pada waktu itu, karena kontrak kerja yang selalu tergantung dari perpanjangan setiap dua tahun, dan sangat mengharap dapat status pekerja tetap,
perhatian saya begitu terfokus pada mengejar status pegawai tetap itu. Ini membuat sepertinya, hidup hanya terdiri dari mengejar status pegawai tetap, dan bagian kehidupan lainnya tidak eksis.
Hal ini secara otomatis membuat saya tidak bisa melihat bagian-bagian lain dari kehidupan dan hanya baru akan puas jika dapat status pegawai tetap.
Ketika 2013 kontrak kerja tidak diperpanjang, yang berarti impian status pegawai tetap itu “sirna” dan karena tidak puas dengan status kontrak kerja freelance yang ditawarkan serta memilih berhenti, kehidupan tanpa mengejar karir menjadi fase baru dalam hidup saya.

Ya, beberapa bulan pertama tanpa kerja, saya rasanya memilih “mati” daripada hidup.
Tapi karena setelah beberapa bulan saya ternyata masih hidup terus, saya belajar menemukan cara untuk bisa kembali hidup, dalam makna hidup yang sebenarnya.

Salah satunya adalah dengan belajar menemukan hal-hal untuk berterima kasih setiap hari.
Hal-hal kecil yang dulu dianggap biasa, yang dianggap tidak ada pentingnya untuk menjadi alasan berterima kasih, mulai menjadi hal-hal yang saya tulis dalam buku harian terima kasih.
1. Bisa menikmati minum kopi di pagi hari
2. Mendengar suara kicauan burung
3. Melihat tupai kejar-kejaran di kebun
4. Punya energi membersihkan apartemen
5. Punya energi mencuci baju

Daftar berterima kasih itu setiap hari bertambah panjang dan semakin banyak yang bisa menjadi alasan berterima kasih.

Sampai tahun lalu, di buku harian terima kasih itu saya bisa menulis, terima kasih karena saya bisa bekerja lagi di dunia media dengan pekerjaan yang benar-benar sesuai dengan panggilan jiwa saya dan memenuhi hati saya dengan sukacita.

Mungkin ada yang bertanya: Kepada siapa saya berterima kasih? Saya berterima kasih kepada Tuhan, Alam Semesta, Para Malaikat, Keluarga Surgawi dan Galaktik, Ibu Bumi , kepada Hidup – karena Semua Adalah Satu. Dan dalam situasi sehari-hari, kepada siapa pun yang menimbulkan rasa berterima kasih, saya mengucapkan terima kasih. Kepada pelayan di toko, kepada seseorang yang membukakan pintu atau memberi saya kesempatan jalan lebih dulu, kepada pembersih gedung yang berhenti mengepel supaya saya bisa lewat dulu, kepada siapa pun. Dan kejadian sehari-hari seperti ini juga mengisi buku harian berterima kasih saya.

Dari pengalaman menemukan hal-hal untuk berterima kasih – setiap hari – itu sepertinya membantu saya lebih bersikap positif menjalani hidup, membantu mengurangi persepsi negatif terhadap hidup, mengurangi bersungut-sungut terhadap hidup, memberi lebih banyak hal-hal untuk merasa berterima kasih.

Tentu, hidup itu ibarat air laut pasang dan surut, tidak selalu suasana hati gembira setiap saat, ada juga masalah atau tantangan hidup yang dihadapi.
Tapi dengan membiasakan diri menemukan hal-hal untuk bisa berterima kasih, ini membantu saya meringankan pikiran dan hati, jika ada hal-hal yang tidak berjalan seperti yang diharapkan dalam hidup.
Dengan melatih menemukan hal-hal untuk berterima kasih, lebih mudah mengalihkan fokus perhatian dari hal-hal tidak memuaskan, yang menjengkelkan, mengecewakan, menyedihkan, kepada hal-hal yang bisa menimbulkan rasa terima kasih, menimbulkan rasa senang.

Berterima kasih bisa membawa keajaiban datang ke dalam hidup.

Berterima kasih adalah bagian dari cinta.

Apa saja yang membuat kalian bisa berterima kasih hari ini?

 

With Gratitude

kosmosindo

 

Heavenletter – Apa Arti Hatimu Untukmu

paper-boat-2287575_640

Heavenletter #989 via Gloria Wendroff,  dipublikasikan 7 Juli 2003

Tuhan berkata:

Ketika kamu mengangkat matamu ke Mata Saya, hatimu ikut serta. Matamu dan hatimu bergerak tak terpisahkan, satu dengan yang lain. Hatimu merasakan apa yang kamu lihat atau, mungkin cenderung, apa yang pikiranmu mengatakan kepadamu apa yang kamu lihat.

Pertimbangkan bahwa kamu harus memberikan hadiah kepada hatimu hari ini. Perhatikanlah apa yang mungkin disukai hatimu dan apa yang akan mengisinya. Berilah perhatian kepada hatimu hari ini seperti perhatian yang akan kamu berikan kepada seorang bayi.

Pikiranmu mungkin telah memperlakukan hatimu sebagai terpisah darimu, mungkin sebagai objek mekanis atau hanya sebagai termometer dari apa yang terjadi di sekitarmu.

Kamu telah membiarkan hatimu terluka. Pikiranmu mungkin telah menekankan hal-hal yang akan menyakitinya.

Kamu mungkin merasa bahwa hatimu adalah korban dari apa yang terjadi di sekitarmu, tapi apakah bukan kamu mediatornya dan karena itu orang yang melemahkan atau menguatkan hati?

Anggaplah hatimu hari ini sebagai kapal yang pergi berlayar. Berilah itu lebih banyak berkat daripada peringatan. Tentu saja kamu akan lebih banyak berkata-kata kepadanya daripada mewaspadai bahaya. Tentunya kamu tidak membesarkannya untuk hanya curiga. Tentunya kamu melatihnya untuk berlayar dengan baik menuju cakrawala. Apa nama yang kamu bubuhkan di kapal hatimu? Berilah itu nama sekarang. Tulislah “Kekuatan Tuhan” di satu sisi dan “Cinta Tuhan” di sisi lainnya, karena kekuatan dan cinta adalah sama.

Perlakukanlah hatimu lebih seperti perutmu. Ketika perutmu menginginkan sesuatu, kamu memberinya makan. Berilah makan hatimu. Bersikaplah baik kepadanya. Berilah perlakuan istimewa untuknya sepanjang hari.

Anggaplah hatimu seorang pelayan yang bekerja untukmu. Pelayan-pelayan harus dirawat. Mereka merawatmu, dan kamu merawat mereka. Rawatlah sebagaimana kamu memperlakukan hatimu.

Ambillah tanggung jawab untuk hatimu. Biarlah dia tahu ia penting bagimu. Hormatilah hatimu yang terhubung dengan Hati Saya.

Hatimu bangun dan jatuh sesuai apa yang kamu katakan kepadanya. Ia tidak bisa melakukan lainnya selain itu.

Hari ini beri tahulah hatimu betapa indahnya dia, betapa setia, dan betapa ia pekerja yang baik. Hatimu memerlukan kelembutan darimu lebih daripada yang dibutuhkannya dari dunia. Hatimu akan mulai menceritakan kepadamu kisah-kisah yang luar biasa, sehingga kamu akan tenang dan mendengarkan.

Perkuatlah hatimu dalam keheningan.

Hatimu adalah hadiah yang telah Saya berikan kepadamu.

Pikiranmu adalah pengasuhnya.

Sang pengasuh lupa akan perannya.

Kamu adalah sang pengawas.

Kamu adalah mediatornya.

Kamu adalah lebih daripada hati dan pikiranmu.

Kamu adalah penjaga mereka.

Mereka adalah lebih daripada hiburanmu.

Ketika kamu memasuki dunia hari ini, ingatlah rekan-rekan ini. Mereka adalah saudara kandung, hati mungkin anak lebih kecil yang tidak berdosa dan pikiran adalah pria lebih tua yang tampak anggun di dunia.

Untuk mencintai dirimu sendiri berarti mencintai hatimu. Dihargai, hatimu akan membimbingmu. Dilalaikan, itu tersendat-sendat.

Kami tidak menyalahkan hati karena muda. Itu selalu muda. Itulah sifat alaminya. Semuda hati, ia telah ada lebih lama daripada intelek, namun intelek selalu siap menerkam hati. Intelek benar-benar sang tentara muda, namun hati akan memperhatikan pada apa yang dikatakan oleh pikiran. Pikiran menganggap dirinya sendiri sinis, namun ia akan mendengarkan apa pun dan mempercayai hampir semua hal yang didengarnya, kecuali pesan-pesan dari hati yang cepat dihapusnya.

Ingatlah hari ini, bahwa hatimu adalah milikmu. Jiwailah hatimu.

 

Diterjemahkan kosmosindo dari sumber http://heavenletters.org/what-your-heart-is-to-you.html

Waktu Ilahi Adalah Saat Kalian Selaras Secara Energetis dengan Potensi Tertinggi Kalian

divinetiming

Pesan harian Archangel Gabriel disalurkan oleh Shelley Young

Orang-Orang Sayang, ketika kalian sedang menempuh pergeseran energetis yang mendasar, itu akan lebih diutamakan daripada hal-hal lainnya. Misalnya, jika kalian sedang mencoba memanifestasi sesuatu dan download energetis tersedia bagi kalian, kalian akan secara otomatis mengasimilasi download itu lebih dulu, karena apa yang menjadi memungkinkan bagi kalian dari kondisi energetis baru tersebut, akan sangat berbeda dibanding energi dari kondisi saat kalian mulai berniat memanifestasi itu. Tidak akan pernah ada dalam mendukung penciptaan sesuatu, di mana kalian akan tumbuh hampir secara langsung.

Jadi jiwa kalian, dan alam semesta, hanya akan menunggu sampai kalian berada dalam ruang energetis yang akan selaras dengan hasil tertinggi yang akan mendukung pertumbuhan dan ekspansi kalian untuk jangka waktu lebih panjang. Kalian akan selalu mencari opsi-opsi energetis tertinggi, bahkan jika itu berarti menunggu sampai kalian telah beralih memasuki kondisi energetis baru, yang membuatnya benar-benar berkelanjutan. Ini adalah suatu aspek waktu ilahi (divine timing) yang banyak dari kalian tidak menyadari itu terjadi, tapi itu selalu melayani kalian dalam bergerak memasuki potensi-potensi tertinggi kalian. ~Archangel Gabriel disalurkan oleh Shelley Young

Diterjemahkan kosmosindo dari sumber http://trinityesoterics.com/2018/05/11/daily-message-friday-may-11-2018/